Tag Archives: JakartaEventEnterprise

Tips Buat Kamu yang Ingin Menikah Muda(h)

Tak terasa sudah lebih dari 8 tahun aku menikah. 1 Juli 2011, akad nikah diselenggarakan. Tiga hari kemudian aku memboyong istriku ke tempat aku bertugas di Sumbawa Besar, NTB.

Banyak cerita yang mengiringi proses keputusan pernikahan. Di antaranya, seorang teman, Bamby Cahyadi, pernah mencoba meramal pernikahanku. Ia mengeluarkan bandul dan memintaku bertanya pada bandul itu, pada usia berapakah aku akan menikah. Lalu bandul itu bergerak tepat sebanyak 27 kali. Menurutnya, aku akan menikah saat berusia 27 tahun.

Saat itu, aku masih berusia 21 tahun. Kenyataannya, ramalan itu tidak terbukti. Aku pun teringat, ibuku yang ingin aku menikah di usia 27 tahun. Ia mewanti-wanti, itu adalah usia paling pas untuk pernikahan. Jangan buru-buru. Menabung dulu. Ketika aku mengutarakan niatku untuk menikah, butuh usaha keras untuk mendapatkan kerelaannya. Aku masih terlalu kanak-kanak katanya.

Pada akhirnya, aku menikah pada usia yang cukup muda, belum pas 23 tahun.  Sampai sekarang, begitu sering aku mendapat pertanyaan, “Kenapa kamu menikah muda?”

Dengan bercanda kujawab Chairil Anwar dan Soe Hok Gie meninggal menjelang usia 27. Aku tidak mau meninggal sebelum aku menikah.

Salah Persepsi Tentang Menikah Muda

Ada banyak orang menganggap aku menikah muda. Aku tidak merasa demikian. KUH Perdata saja sudah jelas mengatakan batas usia dewasa adalah 21 tahun atau sudah kawin. Mengacu pada UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974, batas usia pernikahan adalah 19 tahun bagi laki-laki. Jadi ditilik dari segi apapun, usiaku bukan usia muda lagi.

Yang terjadi adalah kebanyakan orang tua tidak rela anaknya menjadi dewasa. Mereka sengaja atau tidak sengaja membuat si anak masih berlindung di bawah ketiak orang tua dengan dalih kamu sekolah dulu sampai jenjang yang lebih tinggi. Aku pribadi malu ketika usia sudah berada di kepala dua, namun segala sesuatu masih dibayari orang tua.

Bisa jadi juga, kita salah mengambil perbandingan. Ketika menonton drama Korea, kita lihat tokohnya sudah mendekati usia kepala 3 namun bertingkah bak remaja. Usia 20 tahun di Korea masih dianggap sangat anak-anak. Masih kecil. Aku penasaran dan menemukan kenyataan bahwa usia harapan hidup di Korea lebih tinggi dari di Indonesia. Di Korea, usia harapan hidup adalah 81,37 tahun sementara di Indonesia hanya 70,61 tahun (2012). Selebritis Korea pun menikah kebanyakan setelah umur 35 tahun. Di samping faktor budaya pernikahan yang biayanya mahal di sana, aku pikir ini ada kaitannya juga dengan usia harapan hidup.

Menikah Itu Mudah

Dari atas pesawat, sudah kusaksikan Kota Padang. Aku ingat betul perjalananku ke Padang. Dari Padang, aku harus meneruskan perjalanan ke Talang Babungo, kampung kecil di perbukitan yang tak jauh dari Danau Kembar. Perjalananku kali pertama yang justru untuk langsung melamar kekasihku.

Aku pergi sendirian, bertemu orang tuanya. Kekasihku di kamar bersama ibunya. Aku mengumpulkan keberanian untuk mengutarakan niatku. Tidak kusangka, niat baik untuk membangun mahligai rumah tangga itu dimudahkan. Ayahnya menerimaku.

Tadinya ada bermacam pikiran di kepalaku. Maklum, kami berasal dari dua latar belakang yang berbeda. Aku orang Palembang, namun berdarah Jawa. Sedangkan istriku orang Minang asli.

Aku pikir pernikahan dua budaya akan sangat rumit. Ternyata tidak. Pihak perempuan memberi banyak sekali keringanan. Banyak prosesi adat yang tidak wajib ditiadakan sehingga menyisakan prosesi yang penting-pentingnya saja.

Misalnya, aku diberi “suku” Chaniago. Kalau yang ribetnya, pemberian suku ini biasanya diiringi pemberian gelar dan harus potong sapi lho.

Sebelum akad pun cuma melakukan “Malam Balatak Tando”. Sebuah proses yang seru karena seolah beradu pantun khas Minang antara pihak keluarga laki-laki dan perempuan.

Proses resepsi pun sederhana. Diadakan di rumah mempelai perempuan tanpa ada kewajiban tertentu. Oh yang unik mungkin adalah proses setelah akad. Kami berjalan keliling kampung menggunakan pakaian adat. Yang kasihan ya istriku, karena suntiang (yang dipakai di kepala) itu berat banget lho.

Pertimbangan Utama Menikah Muda

Selain memang sudah berpacaran lebih dari 3 tahun, aku memikirkan kapabilitas untuk bisa menemani anak-anakku kelak. Dari tabel di atas bisa dilihat bahwa kalau menikah di usia yang relatif muda, kita bisa lebih memiliki kemampuan untuk menopang kebutuhan sang anak.

Tips Menikah Muda(h)

Tips menikah muda

Pertama, kamu sudah punya pasangan yang saling mencintai. Kalian berdua sudah memiliki pemahaman yang baik mengenai rumah tangga seperti apa yang hendak kalian bangun.

Kedua, jangan nekad. Sebagai lelaki, setidaknya kamu sudah punya penghasilan tetap. Dan kamu terbuka ke pasanganmu, berapa penghasilanmu, dan sudah sepakat bagaimana hidup bersama dengan itu.

Ketiga, belajar ilmu pernikahan, mulai dari mengelola rumah tangga hingga parenting.

Keempat, dekatlah dengan orang tua. Jangan jadikan pernikahan sebagai pelarian dari orang tua. Justru pernikahan harusnya mendekatkan kita.

Kelima, selenggarakan acara pernikahan semampunya. Nggak perlu maksa harus resepsi yang kayak gimana. Yang penting akad, sudah sah sebetulnya. Usahakan berikan mas kawin yang bernilai.

Bila Tak Punya Space yang Cukup Buat Resepsi di Rumah

Biasanya, persoalan pengen resepsi di gedung itu terjadi di kota besar. Bukan soal gaya, melainkan karena lahan yang sempit dan terbatas di rumah plus efek kemacetan komplek yang bisa timbul, membuat pasangan muda di kota besar lebih memilih menyelenggarakan resepsi di gedung.

Beberapa waktu yang lalu, Jakarta Event Enterprise (JEE) menyelenggarakan Bekasi Wedding Exhibition (BWE) di Grand Galaxy Convention Hall. Sebelumnya, BWE sendiri sudah menyelenggarakan  6 (enam) kali  event secara rutin dan merupakan wadah terbesar dan terbaik bagi lebih dari 60 vendor profesional se-Jabodetabek dalam memberikan penawaran terbaik sesuai kebutuhan calon pengantin, koleksi-koleksi terbaru, serta ide-ide pernikahan untuk membantu masyarakat Bekasi dan sekitarnya.

Buat yang belum tahu, gedung  pernikahan di Bekasi yang paling besar ya Grand Galaxy Convention Hall ini yang bisa menampung hingga 2500 orang. Buat kamu yang punya uang dan nggak mau ribet, cukup serahkan  ke Grand Galaxy Convention Hall karena memiliki paket all in one untuk para pengantin.

Tema 7th Bekasi Wedding Exhibition kali ini unik lho. “Industrial Wedding”. Apa itu?


Tema industrial banyak digunakan sebagai salah satu desain kafe ataupun restoran, namun konsep yang kental dengan dekorasi kayu yang terkesan ‘vintage’ juga hiasan bohlam yang digantung di langit-langit ruangan yang dikombinasi dengan unsur tembaga, akrilik, emas ataupun metal.


Instagramable banget ‘kan?

Kalau sudah tahu menikah itu ibadah, menikah itu juga mudah, tunggu apalagi, kenapa harus menunda-nunda pernikahanmu?