Tag Archives: curug bogor

Menikmati Keindahan Curug Jatake di Pongkor, Bogor

Curug Jatake namanya. Sungguh tidak terencana hingga akhirnya aku bisa menikmati keindahan Curug Jatake di Pongkor ini. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Stasiun Bogor. Hanya 18-19 kilometer ke arah Leuwiliang. Ikuti saja Google Maps, pasti ketemu.

Curug Jatake ini berada di kawasan Curug Lembah Pelangi. Lokasinya berada di  Kampung Jatake, Desa Cimanggu 1, Kec Cibungbulang, Kab Bogor. Curug ini bisa dibilang spot curug/air terjun yang masih cukup baru. Kalau tidak percaya, silakan cek di instagram hashtag #curugjatake, masih ratusan foto. Jadi, kurekomendasikan banget deh ke sini mumpung masih sepi.

Sayangnya ya, Curug Jatake ini nggak pas buat mandi. Airnya keruh dan sedikit berbau. Banyak sampah berserakan di aliran sungainya. Bisa dimengerti karena curug ini berada atau melewati di area perkampungan. Plus kita harus berhati-hati kalau mau turun mendekati pusat curug. Ada peringatan daerah rawan longsor.

Curug Jatake merupakan air terjun yang memiliki fenomena geologi yang menarik. Di bagian atas curug, terdapat batuan berbentuk tiang/kolom, sedangkan ke awah bawahnya bentuk kolom tersebut menghilang. Lapisan tebal di bawah curug namanya Tuf breksian, yang berasal dari endapan awan panas yang membeku secara cepat  pada bagian bawah Curug jatake, Sementara endapan awan panas yang datang berikutnya membeku secara lambat dan membentuk Welded Tuff.


BACA JUGA 5 HAL MENARIK DI CURUG CIKULUWUNG


Sayang banget sebenarnya, curug ini kurang dikelola dengan baik. Kalau dari masyarakat sekitar ada kesadaran membersihkan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, bayangkan air keruh di curug ini jadi bening. Dahsyat banget.

Nah, buat kamu yang mau pergi ke sini patokannya sebagai berikut, pertama Terminal Bubulak (tanyakan rute ke arah Leuwiliang). Setelah itu, kita akan melewati kampus IPB Dramaga. Dari IPB Dramaga ke lokasi, sudah dekat meski sering macet. Setelah IPB Dramaga, nanti anda akan melewati Kecamatan Ciampea lalu pertigaan Cikampak dan ada dua pom bensin yang dilalui, ketika tiba di pom bensin kedua (pom bensin Leuweung Kolot) anda bisa bertanya ke masyarakat sekitar, Gardu Cherry (Gardu Seri), dari gardu seri ke lokasi sekitar 1 km dan kondisi jalan sudah aspal.

Harga tiketnya masih murah banget Rp5.000 dan parkir motor Rp3.000.

Curug Goa Lumut di Taman Nasional Halimun Gunung Salak

Curug Goa Lumut selalu kurekomendasikan kepada teman-temanku yang ingin membawa keluarganya berlibur ke alam. Pasalnya, curug di Taman Nasional Halimun Salak ini mudah sekali dijangkau. Kita tidak perlu melakukan treking. Dari parkiran ke curug, jaraknya dekat sekali. Mudah apabila kita membawa anak kecil.

Curug Goa Lumut

Aku pun mengunjungi Curug Goa Lumut bersama keluargaku. Dua anakku. Satu berusia 6 tahun, dan adiknya belum berusia 2 tahun. Jadi, enak sekali ke Curug Goa Lumut ini. Bila biasanya aku mengunjungi curug selalu tanpa keluarga, di sini aku bisa berlibur dengan keluargaku. Seru.

Kalau yang belum tahu di mana Taman Nasional Halimun Gunung Salak, dari Stasiun Bogor jaraknya 30 kiloan. Kecamatannya Pamijahan. Modal Google Maps pasti ketemu. Kusarankan pakai motor saja. Tapi, kalau mau pakai mobil, ingat pagi-pagi sekali dan pulangnya (kalau hari libur) harus bersiap dengan macet.

Sayangnya, ketika ke sana, pas musim kemarau. Ya, memang begitu sih. Soalnya kami bermotor dari Parung. Kalau musim hujan, Bogor nyaris selalu hujan begitu siang. Gimana pulangnya ‘kan?

Curug Goa Lumut

Curug Goa Lumut ini selain mudah dijangkau, tempatnya juga bagus untuk berenang. Hanya harus berhati-hati. Di foto nampak tali sebagai pembatas wilayah yang dalam. Kedalamannya mencapai 4 meter. Airnya dingin sekali dan sangat bersih. Lebih seru lagi, kalau kita lompat dari bebatuan di curug. Aku sempat lompat beberapa kali tetapi bukan dari titik paling tinggi. Ngeri.

Istriku lebih ngeri lagi. Bukan ngeri lompatnya. Kalau lompat, ia juga mencoba. Tapi katanya suasananya mistis. Alasan pembenarnya, letak curug ini membelakangi sinar matahari, Biasanya, titik yang tidak terkena sinar matahari langsung itu angker. Kata dia.

Curug Goa Lumut

Ternyata memang, ada mitos tentang Curug Goa Lumut. Dinamakan Goa Lumut karena memang ada goanya. Tuh, di foto nampak. Dulu, katanya pernah ada 6 orang yang nekat masuk ke dalam goa. Meski sudah diperingatkan, mereka menggubrisnya. Sampai sekarang, keenam orang itu tidak keluar dari dalam goa.

Curug Goa Lumut sendiri konon merupakan tempat pertapaan Raden Kian Santang yang merupakansahabat karib anak Prabu Siliwangi, dari Kerajaan Pajajaran. Kemistisan Curug Goa Lumut disebutkan banyaknya kejadian-kejadian aneh saat matahari mulai terbenam. Sering terdengar segerombolan orang mandi dan memainkan musik tradisional Sunda yang menggema begitu jelas di sekitar kampung. Padahal, lokasi ini hanya beroperasi dari pukul 08.00 sampai 17.00 WIB. Kalau habis Magrib, warga masih suka mendengar kerumunan orang yang sedang bermain degungan, jaipong, atau bunyi kereta kencana.

Mitos lain yang beredar adalah curug ini mempunyai khasiat. Barangsiapa yang masih jomlo, lalu mandi di Curug Goa Lumut, tak lama ia akan mendapatkan jodoh. Kuy, kamu yang jones juga bisa main ke sini.

Bagaimana soal fasilitas? Ya, tersedia toilet umum. Kalau buat berleha-leha, ngopi sambil makan mie rebus, di luar gerbang tersedia juga. Oh iya, tiket masuknya 10.000 per orang. Parkirnya 5.000. Punya waktu? Tunggu apalagi. Segera main ke Curug Goa Lumut!