Tag Archives: curug batu ampar

Curug Batu Ampar dan Susunan Batu Nyentrik di Ciasihan

Curug Batu Ampar yang kukunjungi ini berbeda dengan Curug Batu Ampar di Gunung Bunder (Taman Nasional Halimun Gunung Salak). Curug yang ini berada satu jalur dengan Curug Kiara di Desa Ciasihan, Pamijahan. Hanya dengan membayar satu karcis masuk, kita bisa menikmati mulai dari Curug Kiara, Curug Batu Ampar, Curug Susun, hingga Curug Bidadari.



Yang unik dari curug satu ini adalah adanya susunan batu nyentrik yang dulu sempat dianggap sebagai wujud dari aliran sesat. Padahal itu murni sebuah seni rock balancing. Batu-batu ditumpuk berbagai ukuran, tidak berurutan dari terbesar hingga terkecil, namun beragam. Sebagian orang menyangka hal itu mustahil dilakukan. Makanya, pelariannya adalah menjadikan fenomena rock balancing sebagai bentuk hal klenik dan mistis.

Rock Balancing

Padahal, bagi para pecinta seni menyusun batu, mengetahui kandungan batuan atau mineral di dalamnya, akan mempermudah penyusunannya. Bahkan ada buku bagus, yang dalam bahasa Indonesianya, berjudul “Pusat Gravitasi: Panduan untuk Praktik Batu.” karya Peter Juhl, diterbitkan Createspace Independent Pub. 2013. Dalam buku tersebut diungkapkan, bahwa penyeimbangan batu adalah bentuk seni yang berkembang yang menggunakan batuan biasa untuk menciptakan patung fana yang mengejutkan.

Keindahan Curug Batu Ampar Ciasihan

Secara lanskap, Curug Batu Ampar sangat indah. Akan lebih baik kalau bisa mengambil foto slowspeed di pagi hari, meski ya memang suasananya cukup menyeramkan.

Curug Batu Ampar

Pas aku ke sini saja, tidak ada orang lain selain aku dan adikku. Tinggi curugnya hanya sekitar 6 meter. Kolamnya tampak sangat menyegarkan. Dalamnya hanya sedada. Namun, karena sudah puas berenang di Curug Kiara, jadinya aku tak berenang lagi. Untuk menuju lokasi, dari Curug Kiara hanya tinggal menaiki satu bukit kecil.

Pokoknya mah, nggak akan rugi. Mainlah ke sini!

 

 

Curug Batu Ampar di Taman Nasional Halimun Gunung Salak, Bogor

Dari mana perjalanan curug ke curug itu bermula? Flashback, saat aku tinggal di Depok, aku baru mengunjungi Curug Bidadari di Sentul. Itu pun karena keluarga besar dari Palembang datang berlibur. Setelah pindah ke Citayam, barulah kukunjungi lagi Curug Nangka, naik motor sekitar 30 km, saat kakakku berlibur ke rumah. Candu itu justru datang ketika bersama adikku yang tinggal di Bogor, aku mengunjungi Taman Nasional Halimun Gunung Salak. Curug pertama yang kami masuki adalah Curug Batu Ampar.

Aku nggak tahu kenapa, setelah saat itu, aku selalu pengen ke curug. Barangkali ada yang mengikutiku. Teman yang indigo sih bilang, energi leluhurku sedang menjawil-jawil aku. Dan mungkin, di air terjun aku seperti mendapat sumber energi untuk ngecharge. Entahlah. Continue reading Curug Batu Ampar di Taman Nasional Halimun Gunung Salak, Bogor