Sajak-Sajak Chairil Anwar

Tak Sepadan Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros. Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka. Jadi baik juga kita pahami Unggunan api ini Karena kau tidak ‘kan apa-apa Aku terpanggang tinggal rangka. Sia-sia Penghabisan kali itu kau datang membawaku karangan kembang Mawar […]

Read More

Sepuluh Puisi Terbaik Indonesia Versi A. Teeuw

Kawanku dan Aku oleh Chairil Anwar Kami sama pejalan larut Menembus kabut Hujan mengucur badan Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat Siapa berkata-kata…? Kawanku hanya rangka saja Karena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekali Hilang tenggelam segala makna Dan gerak tak punya arti. Si Anak Hilang oleh […]

Read More