Tag Archives: cerita

Definisi Deus Ex Machina

Istilah ini berawal dalam pentas teater Yunani kuno, menjelang akhir pertunjukan kadang terjadi ‘situasi sulit’ (misalnya sang pahlawan dalam posisi terjepit, atau malapetaka sudah tak terhindarkan). Pada saat itulah tiba-tiba ada dewa muncul dan menyelesaikan masalah (membawa sang pahlawan ‘terbang’ menjauh dari bahaya, menganulir kematian seseorang yang dikasihi dsb). Dalam pertunjukan, sang dewa (sosok ilahiah penyelamat situasi) biasanya muncul dari atas (bisa pula dari bawah lantai panggung), melalui platform yang diulur (atau ditarik) dengan alat semacam kerekan. Dari sinilah muncul istilah deus ex machina (‘Tuhan muncul dari mesin’).

Istilah deus ex machina mengacu pada keadaan di mana konsep yang tidak masuk akal atau karakter ilahi diperkenalkan ke dalam alur cerita, untuk tujuan menyelesaikan konflik dan mendapatkan hasil yang menarik. Penggunaan deus ex machina tidak disarankan, karena alasan keberadaannya di dalam plot dianggap sebagai bentuk plot yang tidak terstruktur. Penjelasan yang diberikan oleh para kritikus untuk pandangan ini adalah bahwa penulis tiba-tiba menggunakan twist yang acak, tidak dapat dibendung, dan tidak dapat dipercaya untuk tujuan mendapatkan akhir, akan tercipta kekurangan yang inheren dari plot. Oleh karena itu, deus ex machina agak diperdebatkan, dan sering dikritik, sebagai bentuk perangkat sastra.

Persyaratan dari Deus Ex Machina

Deus ex machinas adalah solusi. Mereka tidak dapat dilihat sebagaikejutan dalam alur cerita yang pada akhirnya membuat semuanya menjadi lebih buruk, dan bukan sebagai sesuatu yang berkontribusi terhadap perubahan pemahaman cerita. Lebih lanjut, harus ditunjukkan bahwa masalah yang diselesaikan oleh deus ex machina adalah masalah yang tidak dapat dipecahkan atau tidak ada harapan.

Ini berarti bahwa kapasitas yang melekat dari deus ex machina untuk memecahkan misteri tidak jelas sampai waktu perangkat benar-benar digunakan untuk mendapatkan akhir yang layak untuk plot. Namun, jika beberapa jenis intervensi lain – seperti akal sehat – dapat digunakan untuk mendapatkan hasil yang sama, maka tidak masalah seberapa mendadak solusinya, itu tidak akan disebut sebagai deus ex machina.

Euripides adalah salah satu pengguna deus ex machina yang paling menonjol. Beberapa ahli percaya bahwa dia adalah penulis pertama yang menggunakan perangkat ini dalam tragedi. Karyanya sering dikritik karena cara dia menyusun plotnya, dan untuk ide-ide dasarnya.


Fungsi Deus Ex Machina

Deus ex machina tetap menjadi cara yang populer. Bahkan saat ini, digunakan dalam film-film modern, novel, dan cerita pendek. Namun ruang lingkup istilah telah diperluas secara efektif untuk menyajikannya sebagai alat multifaset.

Cara ini dapat digunakan untuk tujuan memindahkan cerita ke depan, atau ketika penulis telah “melukis dirinya sendiri di sudut” dan tidak menemukan pelarian lain. Dia menggunakan ini untuk mengejutkan penonton, untuk membawa akhir yang bahagia untuk dongeng, atau sebagai perangkat komedi.

 

Diterjemahkan dari https://literarydevices.net/deus-ex-machina/

Lomba Menulis Cerita Perjalanan ke Negara ASEAN

Dalam rangkaian ASEAN Literary Festival 2017, Majalah Litera mengadakan lomba menulis cerita perjalanan ke negara-negara ASEAN. Lomba ini berhadiah total lebih dari 5 juta rupiah.

Lomba Menulis Cerita Perjalanan

Berikut syarat-syaratnya

  1. Merupakan warga negara Indonesia
  2. Pilih perjalanan ke salah satu negara di ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Thailand, Vietna, Laos, Myanmar dan Kamboja)
  3. Lomba dimulai 10-30 Juli 2017
  4. Panjang naskah maksimal 1000 kata
  5. Tema: Beyond Imagination. Subtema Manusia, tradisi, kuliner, dan kegembiraan.
  6. Boleh ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
  7. Dikirim ke redaksi@litera.id dengan foto penulis, salinan identitas diri, dan data diri.
  8. Pengumuman pemenang dilakukan pada 3 Agustus 2017

Hadiahnya adalah 1 juta rupiah untuk 5 orang pemenang masing-masing. Lima tulisan favorit lainnya akan mendapatkan souvenir dan berlangganan majalah litera 3 bulan.

Informasi lomba lainnya bisa diklik di sini.

Vetsin dan Alasan Sia-sia

Aku mendapat cerita ini dari temanku. Temanku bercerita tentang temannya yang juga temanku. Cerita ini ada karena aku mengatakan kepadanya temannya yang juga temanku itu bukanlah seorang homo. Dia tidak setuju atas pendapatku.

Selama di kampus, aku pernah tergabung di dalam sebuah klub menulis. Ketika aku masih di tahun pertama, kakak-kakak kos sering meledekku karena klub menulis itu dipenuhi banyak lelaki melambai. “Kau mau ketularan jadi maho, Pring?” ledek mereka. Bahkan mereka sering menirukan aksen kekemayu-kemayuan ketika memanggil namaku untuk meledekku. Pada akhirnya, aku memang tak aktif lagi di klub tersebut karena isu itu bukan hanya menjadi isu satu kos, tapi isu satu kampus. Teman-teman sekelasku pun mengatakan hal yang sama ditambah kenyataan bahwa kelompok ini selain satu klub, juga berada di satu kos. “Kau nggak takut direkrut jadi bagian dari mereka, Pring?” katanya. Kos mereka dijuluki sebagai kos maho.

Singkat cerita mereka lulus. Aku naik kelas dan karena kecintaanku pada dunia tulis-menulis, aku kembali aktif untuk terlibat dalam kegiatan sastra. Syukurlah, adik kelas tidak ada yang melambai. Yang lebih bikin semangat barangkali ada satu cewek yang manis yang menjadi junior di klub tersebut.

Masalahnya adalah di angkatanku sendiri ada dua orang cowok yang kemayu. Aku sih selalu mencoba berpikir positif bahwa tidak semua lelaki kemayu memiliki orientasi seksual yang menyimpang. Tetapi mendengar ucapan orang sana-sini, bahwa mereka berdua adalah sepasang kekasih, yang selalu bersama-sama kayak sepasang biji, aku jadi insecure juga. Mengingat betapa spontannya aku, kutanyakan langsung kepada mereka berdua. “Hei, apakah kalian berdua homo?” Mereka menjawab tidak dan aku percaya itu sampai aku lulus.

Sampai aku lulus dan kuceritakan hal ini kepada temanku, dia tertawa. “Mana ada Pring orang yang mau mengaku terang-terangan kalau ditanyai…”

Lalu dia pun menceritakan sebuah kisah. Kisah ini lebih fiksi dari fiksi manapun. Bersiaplah.

Katanya, ini terjadi ketika ia masih berada di tahun pertama. Ketika kuliah Agama, dosen tiba-tiba mengemukakan ingin mencoba ruqyah massal di kelas. Dimulailah ruqyah itu dan tidak terjadi apa-apa pada mahasiswa, kecuali satu mahasiswa. Mulanya ia terlihat gelisah, senyum-senyum sendiri, tertawa, dan suaranya berubah. Sesuatu yang berbeda muncul dari dalam dirinya. Persis seperti acara-acara ghaib tengah malam.

Sang Dosen mendekati mahasiswa itu dan dimulailah dialog. Inti dari dialog itu adalah sang mahasiswa ini memiliki jin yang di dalam dirinya. Dan bukan sembarang jin. Melainkan jin banci.

Mahasiswa itu adalah salah satu dari dua orang teman klubku tadi.

Temanku itu kemudian menambahkan, “Apa kau nggak baca tulisan-tulisan temanmu itu?” Dia bicara tentang yang satunya. Dan aku harus mengaminkan kalau banyak tulisannya bertema LGBT.

Soal jin tadi, aku teringat pada ucapan orang-orang zaman dulu. Tadinya aku pikir itu hanyalah perumpamaan. Setiap ada lelaki klemar-klemer, kemayu, yang dibilang adalah “Ah paling dia kebanyakan makan micin (vetsin)”.

Ternyata ucapan ini maknanya dalam sekali.

Pertama, aku jadi teringat ucapan kepala seksiku. Hal paling berbahaya itu adalah ketika setan masuk melalui makanan. Yang paling dihindari adalah makan makanan yang tidak halal. Jangan sampai memberi makan diri dan anak-anak dari makanan yang tidak halal itu. Dari sanalah setan akan masuk ke dalam darah dan mempengaruhi perilaku manusia.

Menurutnya, itulah yang menjadi sumber awal kerusakan manusia. Ada banyak zat additif di dalam makanan yang dijajakan. Kita tidak bisa secara clear menilai zat additif itu baik atau buruk.

Kedua, keluarga. Makna vetsin adalah makna keluarga. Aku bersyukur dianugerahi seorang ibu yang tak pernah memasak menggunakan MSG. Kekasihku pun begitu. Dia memasak anti-MSG dan tak percaya klaim MSG yang mengatakan MSG tak berbahaya dalam jumlah yang tepat. Ibu sering bilang, dari SD, jangan sembarangan jajan di luar karena banyak makanan pakai micin. Menurut ibuku itu, micin dapat merusak otak dan bikin nggak sehat.

Lebih dari itu, kenapa kita makan di luar kalau ada keluarga dan bisa memasak di rumah? Meja makan adalah tempat interaksi paling sublim di muka bumi ini. Maka, benar pula dikatakan harta yang paling berharga adalah keluarga. Apakah orientasi yang menyimpang bisa lahir dari sebuah keluarga yang harmonis, yang peran anggota keluarganya berjalan dengan baik?

Terlepas dari kedua hal itu, tentang jin tadi, aku jadi membayangkan, gimana kalau para maho itu semuanya diruqyah. Aku jadi curiga, jangan-jangan hal yang sama akan terjadi. Suara berubah. Jin di dalam tubuhnya keluar dan mengaku sebagai jin banci.

*Barangkali.