Tag Archives: anadiplosis

Teknik Menulis: Anadiplosis

Anadiplosis, dalam bahasa Yunani, berarti repetisi/pengulangan. Biasanya pengulangan kata dilakukan dalam klausa secara berturut-turut sedemikian rupa sehingga klausa kedua dimulai dengan (atau memiliki) kata yang sama yang digunakan di akhir klausa sebelumnya.

Anadiplosis menunjukkan pola tertentu dari pengulangan kata. Sebagai contoh, pengulangan kata “memberi” di dalam kalimat ini: “Jika memberi, aku memberi diriku” adalah anadiplosis. Kata memberi ada di klausa pertama dan di klausa kedua. Contoh lainnya bisa dilihat dalam kalimat ini, “Pemerintah telah melakukan kerja luar biasa untuk pembangunan, pembangunan yang mengutamakan pemerataan di seluruh penjuru Indonesia.”

Anadiplosis dan Chiasmus

Penting juga untuk dicatat bahwa anadiplosis adalah bagian dari bentuk kiasan Chiasmus. Chiasmus adalah kiasan yang bercirikan kata-kata, konstruksi tata bahasa, atau konsepnya diulang dalam urutan terbalik, dalam bentuk yang sama atau bentuk yang dimodifikasi. Dengan kata lain, klausa dari kalimatnya menampilkan paralelisme yang dibalik. Misalnya, “Lupakan apa yang ingin Anda ingat, dan ingat apa yang ingin Anda lupakan”. Namun, tidak melulu anadiplosis adalah chiasmus karena pembalikan atau pun retorika itu tidak terjadi.

Contoh Anadiplosis di Literatur

Penulis menggunakan anadiplosis dalam teks sastra mereka untuk menghasilkan efek gaya khusus, seperti menghias teks dengan cara pola berulang yang khas, dan meletakkan penekanan pada titik yang dianggap penting.

#1: The Holy Bible, II Peter, 1:5-7 (By the Apostle Peter)

“… you must make every effort to support your faith with goodness, and goodness with knowledge, and knowledge with self-control, and self-control with endurance, and endurance with godliness, and godliness with mutual affection, and mutual affection with love.”

Kau harus  melakukan semua usaha dalam rangka mendukung keyakinanmu dengan kebaikan, dan kebaikan dengan pengetahuan, dan pengetahuan dengan pengendalian diri, dan pengendalian diri dengan ketahanan, dan ketahanan dengan kesalehan, dan kesalehan dengan kasih sayang, dan kasih sayang dengan cinta.

Dari tulisan di atas, kita dapat melihat ada efek bunyi yang aduhai yang tercipta dengan penggunaan anadiplosis, bukan?

#2: Lycidas (By John Milton)

“For Lycidas is dead, dead ere his prime,
Young Lycidas and hath not left his peer.”

Kata “dead” telah diulang untuk memberi penakanan pada kematian Lycidas. Milton sering menggunakan anadiplosis dalam karyanya untuk meyakinkan atau membujuk pembacanya.

#3: Lolita (By Vladimir Nabokov)

“What I present here is what I remember of the letter, and what I remember of the letter I remember verbatim (including that awful French).”

Dari kalimat di atas, Nabokov mengulang frasa “what I remember of the letter” sebagai anadiplosis. Nabokov ingin pembacanyanya terfokus pada yang ia katakan dan mengulangi baris penting tersebut. Bahkan, setelah frasa itu, Nabokov menambahkan kata “verbatim” (kata demi kata) untuk menambah efek kesan yang ia dapatkan dari surat itu.

#4: Untitled (By Francis Bacon)

“He retained his virtues amidst all his – misfortunesmisfortunes which no prudence could foresee or prevent.”

Bacon menggunakan kata “misfortunes” dua kali, untuk memberikan penegasan bahwa ketidakberuntungan tidak bisa diprediksi.

#5: The Isles of Greece (By Lord Byron)

“The mountains look on Marathon – And Marathon looks on the sea …”

Penyair kita, Lord Byron menggunakan anadiplosis di puisinya. Efek rimanya begitu terasa.

#6: Gladiator movie (By David Franzoni)

“The general who became a slave. The slave who became a gladiator. The gladiator who defied an emperor. Striking story!”

Anadiplosis juga digunakan di film Gladiator. “Rakyat biasa menjadi budak. Budak ini menjadi gladiator. Gladiator ini menentang penguasa.” Kalimat tersebut sungguh mengagumkan, bukan?

Fungsi Anadiplosis

Pengulangan kata dengan cepat, dalam klausa berturut-turut, menambah penekanan pada gagasan utama. Ini berfungsi karena pembaca cenderung fokus pada pengulangan kata, pada gagasan yang ditekankan oleh mereka. Anadiplosis juga digunakan pada tulisan atau pidato. Seringkali, para CEO dan eksekutif modern gemar menggunakan perangkat ini untuk membuat saran dan perintah mereka efektif.

 

Disarikan dari https://literarydevices.net/anadiplosis/