Tag Archives: alahan panjang

Pesona dan Misteri Danau Kembar di Alahan Panjang

Kalau berkunjung ke Sumatera Barat, pastilah wisata danau akan menjadi salah satu destinasi wajib. Ada beberapa danau terkenal di sana seperti Danau Singkarak dan Danau Maninjau. Danau lain yang tak kalah indah ialah Danau Kembar di Alahan Panjang. Danau Kembar ini memiliki pesona dan cerita misteri tersendiri yang begitu menarik untuk diulik.

Letak Danau Kembar ada di Lembah Gumanti, Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Nah, disebut Danau Kembar karena ada dua danau yang hampir sama ukurannya, yakni Danau di Atas dan Danau di Bawah. Uniknya, penamaan ini justru berketerbalikan dengan kenyataan. Posisi Danau di Atas justru lebih rendah dari Danau di Bawah lho. Semacam ilusi optik saja yang menyebabkan posisi Danau di Atas seolah-olah lebih tinggi dari Danau di Bawah.

Danau Kembar Continue reading Pesona dan Misteri Danau Kembar di Alahan Panjang

Air Terjun di Sepanjang Jalan Lubuk Sulasih ke Alahan Panjang

Tahukah kamu, bahwa di sepanjang jalan dari Lubuk Sulasih ke Alahan Panjang terdapat beberapa air terjun?

Ya, Alahan Panjang tidak hanya terkenal karena keberadaan kebun teh dan Danau Kembar (Danau di Atas dan Danau di Bawah). Terdapat banyak pesona alam di sana. Di antaranya ada air terjun. Di antara air terjun itu, sebenarnya ada 3 air terjun yang cukup besar dan menarik di sepanjang jalan menuju Alahan Panjang, tepat di pinggir jalan pula.

Bagi yang berangkat dari Kota Padang, Simpang Lubuk Sulasih terletak sekitar 37 km dari Kota Padang melewati Sitinjau Laut ke arah Solok. Melewati jalan yang berkelak-kelok, dari Simpang Lubuk Sulasih ke Pasar Alahan Panjang, kita akan menemukan air terjun itu, juga pemandangan alami kebun teh dan Danau Diateh (Danau Kembar).

Sayangnya, aku hanya berkesempatan memotret dua air terjun. Air terjun pertama terlihat sangat tinggi dari pinggir jalan. Ingin berhenti, namun agak sulit parkirnya dan lingkungan di sekelilingnya sudah dipenuhi semak belukar.

Air Terjun Kayu Jao II

Nah, air terjun kedua punya posisi yang menarik. Tepat di tikungan tajam, setelah jembatan, ada beberapa rumah dan pencucian mobil. Air terjunnya persis di belakangnya. Bila tidak hujan, air terjun ini tetap memiliki debit air yang lumayan. Namun, bila musim hujan, bentuk air terjunnya akan lebih menarik karena seperti punya dua cabang. Air terjun ini kami namai Air Terjun Kayu Jao II karena wilayahnya di Kayu Jao.

Air Terjun Kapur Barus


Baca juga: Liburan di Kampung Halaman Istri, Talang Babungo


Air Terjun Kapur Barus

Air terjun ketiga memiliki kontur/bentangan yang sangat indah. Sayang, air terjun ini tidak ada air ketika tidak hujan. Beruntung kemarin, aku ke sana setelah semalaman hujan deras. Air terjun ini kami sebut Air Terjun Kapur Barus, karena selain mengacu ke nama kampungnya, aliran airnya tampak putih seperti kapur barus. Ada juga yang menamainya Air Terjun Kayu Jao III karena posisinya ketiga di sepanjang jalan tersebut.

Air Terjun Kapur Barus

Air terjun Kapur Barus ini memiliki 4 tingkatan. Seandainya aku punya drone, tentu akan lebih bagus lagi tangkapan gambar yang dihasilkan karena bisa secara jelas menampilkan curahan air beserta kolamnya.

Air terjun Kapur Barus ini sebenarnya sedikitĀ spooky. Kalau bermain ke sini, bersihkan hatimu, dan jangan pecicilan. Selain karena begitu kuat aura mistisnya, bebatuan di sini sangatlah licin.

Bagaimana, apakah sekarang kamu tertarik berkunjung ke Alahan Panjang di Sumatra Barat?

Liburan di Kampung Halaman Istri, Talang Babungo

Tidak pernah ada keraguan untuk pulang ke kampung halaman. Selagi orangtua masih ada, masih bisa dicium tangannya, ditatap kehangatan matanya, aku akan menyusun rencana pulang setidaknya setiap lebaran.

Setelah menikah, bertambah satu kampung halamanku. Talang Babungo. Artinya, bambu yang berbunga. Kampung kecil di Sumatera Barat.

Untuk menuju ke sana, dari bandara Minangkabau, kita perlu mengarah ke Solok atau Bukit Tinggi, melewati jalan berkelak-kelok perbukitan Sitinjau Laut, kurang lebih 3 jam baru sampai di Lubuak Salasih. Dari lubuak Salasih, kita berbelok ke kanan menuju Alahan Panjang, melewati pemandangan kebun teh serupa dengan Lembang sampai bertemu dengan Danau Kembar.

Disebut Danau Kembar karena ada dua danau, Danau di Atas dan Danau di Bawah. Danau Kembar bukan tujuan akhir. Perjalanan masih harus berlanjut sekitar 12 km menuju Talang Babungo. Continue reading Liburan di Kampung Halaman Istri, Talang Babungo