Setiap Kita Sakit Jiwa

Tak biasanya aku hadir dalam sebuah workshop kepenulisan. Tapi Sabtu lalu, aku hadir di Comic Cafe, Tebet, untuk mengikuti acara ulang tahun Nulis Buku dengan pembicara Bernard Batubara.

Aku datang terlambat, melewatkan sesi pembukaan dan beberapa saat kemudian, Bernard maju untuk memulai sesinya. Tak ada yang baru dan menarik bagiku dari sesi itu selain pesan tentang hal paling sulit sebagai penulis adalah membuat seorang pembaca tetap membaca tulisan kita hingga habis. Sampai sesi tanya jawab, aku terisap oleh sebuah pertanyaan, yang kira-kira bunyinya, “Bagaimana pandangan Anda tentang alterego yang kerap dimiliki dan digunakan oleh penulis ketika menulis karyanya? Tidakkah itu berbahaya? Sebab dalam ilmu psikologi, alterego adalah salah satu pertanda dari skizophrenia.”

Jawaban Bernard tak kalah menarik. “Setiap manusia itu gila. Penulis gila lebih cepat.”

Aku nggak ngerti si penanya ini berasal dari universitas mana, semester berapa, sehingga aku berpikir dia sendiri tidak paham arah pertanyaannya kemana (dalam hubungan dengan penulis). Tetapi selintasan adegan itu membuatku teringat pada sebuah drama berjudul “It’s Okay That’s Love”.

Baiknya kalian tonton saja drama itu ya.

Comments

comments