Sepukul Dua Pukul

Dulu, saya simpatik dengan Ahok. Bagi saya, Ahok adalah orang yang paling tepat dari sekian bakal calon yang sudah memunculkan diri untuk memimpin Jakarta. Alasan saya sederhana, pemimpin adalah cermin dari rakyatnya. Rakyat Jakarta keras dan agak brengsek. Jadi cocok dipimpin dengan gaya yang keras dan agak brengsek juga. Sayangnya, itu dulu.

Simpati saya berkurang dan berangsur-angsur hilang gara-gara Teman Ahok. Entah kenapa, saya tak suka sekali melihat orang membabi buta membela diri orang yang mereka dukung. Mahfum, bila pembelaan itu masuk akal dan benar. Ini beda kasus, dalih-dalihnya menyasar kemana-mana dan banyak ngawurnya.

Sebagai contoh, yang terbaru, yang mengatakan pelayanan perpajakan di KPP adalah buah dari kerja Ahok. Ini pedenya nggak ketulungan. Dua hal tersebut memang ada hubungannya. Yakni, Ahok yang belajar dari KPP. Bahkan dalam sebuah catatan, dikatakan bahwa Dispenda DKI Jakarta bukan hanya meminjam pegawai pajak, melainkan membajak mereka untuk pindah ke Dispenda. Sungguh integritas asu.

Komentar saya untuk hal itu adalah tentang ketololan dan cinta buta memiliki keterkaitan. Ketika seseorang cinta buta pada sesuatu, ia menjadi tolol. Tetapi adakah cinta yang tidak buta?

Sepukul dua pukul untuk itu. Jadi ingin pula menertawakan level kerja humas Ditjen Pajak. Bayangkan customernya, seorang pembayar pajak, tidak mengerti apa itu KPP, menyiratakan sebuah kegagalan dari divisi media informasi mereka.

Ketika aku bilang, “Tolol sekali si orang ini, nggak bisa bedain KPP dan Dispenda” di sisi lain sebenarnya aku bilang secara tersirat, “Tolol sekali KPP ini, nggak bisa ngasih edukasi tentang dirinya sendiri ke WP.”

(2016)

Comments

comments

One Response to Sepukul Dua Pukul

  1. Tadinya aku penasaran membaca tulisan ini. Tapi setelah dibaca alasan tidak suka sama ahok tidak sesuai. Di sini yang salah adalah “teman ahok” tapi yang tidak di suka ahok. “Teman ahok” kan bukan ahok. Kok imbasnya jadi sama ahok. Salahkan “teman ahok” dong yg membela tidak masuk akal dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Warning: Unknown: write failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0