Sastra Kita dan Ia yang Mendapat Tiket Kelas Menulis Tempo

Bagaimana sastra kita? Bagaimana kamu menilai penulis muda kita?

Pertanyaan itu pernah diajukan Irwan Bajang dalam suatu kesempatan. Dengan disclaimer pengetahuanku yang terbatas, kujawab eksplorasi yang dilakukan kebanyakan penulis muda saat ini semata soal bentuk.

Menulis pada dasarnya hanyalah tentang dua hal. Pertama, apa yang mau kita tulis. Kedua, bagaimanakah cara menuliskannya.

Eksplorasi yang dilakukan kini kebanyakan tidak menemu gagasan baru. Itu-itu saja. Ketika bicara minority interest, yang dibicarakan adalah konflik-konflik populer pada bangsa ini.

Padahal banyak sekali gagasan, masalah yang jarang diangkat ke permukaan. Kemarjinalan saja punya banyak sisi. Kedung Darma Romansha termasuk yang mengagumkan dalam hal itu dengan novelnya.

Yang melakukan keduanya, gagasan dan bentuk, saya akan menyebut Eko Triono sebagai contoh. Dea Anugerah juga unik. Gunawan Tri Atmojo buat saya mengagumkan.

Tempo, dalam cara pandang saya, memiliki perhatian terhadap gagasan. Karena itu, ketika membaca tulisan teman-teman yang masuk, yang jumlahnya mencapai 50 judul, saya mencari pemahaman penulis terhadap gagasannya. Penulis memiliki visi yang tajam terhadap gagasan tersebut. Gagasan itu pun sangat patut diangkat untuk lebih banyak dibaca orang lain. Bukan sesuatu yang klise yang selama ini diulang-ulang banyak orang.

Suara penulis yang teredam, tapi dapat kita rasakan kekuatannya itu kutemukan dalam diri Saifullah S. Penulis dari Aceh itu dengan Lingkaran Merah di Almanak memiliki gagasan yang pedih dan serasa ada yang mencengkeram batin saya tatkala selesai membacanya.

Okelah, ada kelemahan cara menulis di sana-sini. Beberapa penulis lain lebih akrobatik, bergaya dalam tulisannya.

Namun, gagasan sekuat itu sungguh, membuat saya takjub.

Selamat buat kamu. Silakan tunggu tiket kelas menulisnya. Mohon komitmen untuk ikut kelasnya.

Terima kasih banyak buat teman-teman yang sudah mengirimkan cerpennya ke saya untuk mengikuti Lomba Menulis Cerpen Berhadiah Kelas Menulis Tempo bersama Leila S. Chudori. Selamat berjumpa lagi.

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *