Puisi Pringadi Abdi: Sarimbit Lebaran

Aku memesan sarimbit
Biar tampak serasi saat lebaran nanti

Rencana kupakai pada hari pertama
Setelah khotbah kedua
Kutunggu istriku di gerbang masjid
Kugamit lengannya mesra
Seolah tengah kukatakan
Segalanya baik-baik saja

Tak ada yang perlu dikhawatirkan
Sarimbit ini begitu sempurna
Tidak punya cacat sedikit saja
Seumpama Tuhan menjahitnya sendiri
Hadiah bagi pasangan yang beriman

Tetapi imanku rapuh
Seperti ranting
Setelah ditinggalkan seekor burung
Yang lama pernah bertengger
Rasanya ingin patah

Bagaimana hatiku,  yang telah merasa
Kau meninggalkan aku?

Aku memesan sarimbit itu
Yang tidak akan sama dengan sarimbit
Di Matahari atau Ramayana

Sarimbit yang berbeda, yang membuatku
Merasa berbeda, istimewa
Seolah segalanya baik-baik saja

Begitulah seharusnya ketika lebaran tiba
Semua orang tersenyum sumringah
Bersalam-salaman, berkunjung ke tetangga
Sambil bercerita kabar tanah rantau
Kesehatan baik-baik saja
Pekerjaan baik-baik saja
Isi kantong celana baik-baik saja
Segalanya baik-baik saja
Termasuk jika ada yang bertanya
Apakah negara juga baik-baik saja?

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *