Puisi: Keheningan Kota

aku mencintai segala keheningan: tak ada
klakson kendaraan, tak ada suara
mesin menjerit-jerit mencari tuan, tak ada
manusia bertanya-tanya tentang tuhan

jalanan lengang, aku bisa berbaring di aspal
dan mencoba mengingat nama-nama yang kuhapal
segala kejadian dan waktu yang paradoksal
orang-orang mati dan hilang akal
disaat yang sama, kita bicara kebangkitan nasional

aku tak ingin bangkit, kucoba berlama-lama
memandang langit tinggi
mungkin saja ia terbuat dari metal
segala doa dan mantra yang dirapal
kemudian akan terpental
dan kembali ke dalam tangan yang kini terkepal

di kota ini, beginilah di kota ini biasanya
orang-orang akan berbagi udara dan amarah
orang-orang akan berebut untuk bersuara
nyawa atau juga kemanusiaan hanyalah angka
yang muncul di surat kabar pagi hari
ada 10 orang mati, 1 wanita diperkosa 14 pria
13 siswa raib, jutaan korban pada tragedi 65

aku menghendaki segala keheningan
cukup kau di sisiku
hanya kau di hidupku

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *