Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Pilihan Penulis

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Durian yang dikarbit dengan durian yang matang alami beda rasanya. Aku tidak pernah suka durian yang dikarbit. Durian yang dikarbit tidak wangi.

Sebagai pembaca aku tidak suka penulis karbitan. Penulis karbitan adalah penulis yang isi tulisannya adalah kerja keras editor. Sebenarnya ia belum bisa menulis. Ia tidak mengerti tata bahasa. Ia tidak mengerti arti sebuah cerita. Lalu editor yang mengerjakannya. Entah demi alasan pasar atau apa.

Sebagai penulis, aku tidak suka dikarbit. Kesempurnaan bagiku adalah sebuah proses. Ketika naskahku sudah diterima, dibilang layak makan, oke… biarlah seperti itu rasanya. Rasa harus dipertahankan. Tulisan adalah representasi rasa yang kumiliki dan biarlah pembaca mengenaliku dari rasa itu.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *