di tawangmangu

Pesona Tawangmangu, Sebuah Tempat Pelarian dari Rutinitas Kerja

Jakarta punya Puncak. Bandung punya Lembang. Begitu juga Solo, punya Tawangmangu. Ketiga tempat itu menjadi sebuah tempat pelarian setelah sesak dan jenuh dengan keriuhan kota. Pesona yang meliputi kesejukan udara dingin, kesunyian, pemandangan hijau, dan beraneka tempat wisata menjadi hal yang menarik untuk memberikan energi baru.

Berbondong-bondong orang mengunjungi tempat-tempat itu. Terutama Sabtu dan Minggu, macet di jalan dari Jakarta menuju Puncak, maupun Kota Bandung menuju Lembang, pasti luar biasa. Niatan menghabiskan akhir pekan di villa-villa bersama keluarga sudah barang tentu menjadi hal utama. Begitu juga di Tawangmangu, ada banyak villa yang bisa disewa yang menyajikan berbagai fasilitas, seperti kamar yang nyaman hingga ada kolam renangnya.

Di Tawangmangu, ada banyak tempat wisata lho. Yang paling terkenal misalnya adalah Air Terjun Grojogan Sewu.  Air terjun ini memiliki 1250 anak tangga untuk sampai ke tujuan. Kebayang kan perjalanannya gimana. Tapi ini bakalan seru buat yang suka treking ke air terjun. Apalagi ketinggian air terjunnya megah banget lho. Yak, tingginya mencapai 81 meter. Tinggi banget.

Grojogan Sewu

Selain Grojogan Sewu, ada air terjun lain di Tawangmangu yang memiliki ketinggian lebih. Yaitu, air terjun Pringgodani.  Namanya mirip dengan namaku. Pringgodani adalah nama lain dari Gatotkaca lho. Mungkin karena air terjun ini begitu tinggi, mencapai 100 m, sehingga dianggap terbang seperti Satria Pringgodani (Gatotkaca).

Air terjun ini terletak di Desa Blumbang. Dari Terminal Tawangmangu, jaraknya sekitar 5 kilometer. Nah, dari pintu masuk parkir, kita harus berjalan kaki kurang lebih 2 kilometer. Siapkan staminamu, ya!

Sebenarnya, ada beberapa air terjun lagi di sekitar Tawangmangu atau Kab. Karanganyar. Yang paling instagramable misalnya Air Terjun Jumog atau juga ada Air Terjun Parang Ijo.

Nah, buat yang suka wisata kuliner bagaimana?

Yang paling harus dicoba adalah sate kelinci. Daging sate kelinci itu lembut sekali. Namun jangan sampai salah tempat makan, sebab kalau salah mengolahnya, daging kelinci ada bau seperti amisnya. Penjual sate kelinci banyak sekali di sepanjang Tawangmangu. Mau yang aman? Pilih yang ramai saja.

Selain sate kelinci, ada juga Sate Kambing. Sama kayak di Solo, sate kambing punya posisi tersendiri. Kabarnya, yang paling enak di Tawangmangu adalah Sate Kambing Pak Pur di Terminal Tawangmangu.

Dingin-dingin juga enaknya makan sop. Sop buntut Bu Ugi di Tawangmangu juga terkenal akan kelezatannya. Bagaimana tidak, kedainya saja sudah ada sejak 1930. Indonesia saja belum merdeka. Namun, baru sejak 1980 mereka membuat sop buntut dan diakui kelezatannya.

Sate landak

Mau yang ekstrim? Cobalah sate landak. Ini serius. Di Tawangmangu ada yang menjual sate landak. Sate Landak Gunung Mas penjualnya. Bukanya hanya dari pagi sampai sore  lho.

Wisata Lain di Tawangmangu

Tentu saja di Tawangmangu bukan cuma ada air terjun dan wisata kuliner ya. Di sekitar Tawangmangu juga banyak candi lho. Misalnya Candi Sukuh dan Candi Ceto,

Keluarga yang anaknya masih kecil-kecil bisa mengajak anaknya ke Kebun Teh Kemuning, atau agrowisata seperti di Desa Nglurah, Sondokoro, atau Agrowisata Amanah. Ada juga Taman Ria Balekambang.

Satu akhir pekan tentu tak cukup untuk mengunjungi semua tempat wisata yang ada di Tawangmangu dan sekitarnya. Belum lagi berbagai keberadaan telaga yang pastinya menjadi tempat kontemplasi yang sempurna dari keriuhan kota.

Saat aku mengunjungi Solo tahun lalu, aku hanya bisa mengunjungi beberapa tempat saja di Tawangmangu dan sekitarnya seperti Air Terjun Jumog, Air Terjun Parang Ijo, Air Terjun Grojogan Sewu, Candi Sukuh, dan River Tubing Goa Sari. Ingin rasanya bisa kembali lagi ke sana dan menyusuri berbagai tempat yang belum sempat kukunjungi.

Bagaimana dengan kamu, kapan ke Tawangmangu?

 

Comments

comments

One thought on “Pesona Tawangmangu, Sebuah Tempat Pelarian dari Rutinitas Kerja”

  1. Tawangmangu adalah tempat wisata keluarga saya waktu saya masih kecil. Tahun 90-an ya. Setelah saya pindah ke Jakarta, saya malah sudah nggak pernah ke Tawangmangu lagi. Dulu tuh, tempat wisata yang populer ya cuma Grojogan Sewu. Candi Dukuh dan Candi Seto juga belum sepopuler sekarang. Masih kurang terawat. Wah, jadi ingin ke sini lagi. Pasti sudah banyak berubah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *