Sungai Oyo

Pesona Air Terjun Sri Gethuk dan Sungai Oyo yang Eksotis di Gunung Kidul

Kira-kira setahun lalu, aku melakukan perjalanan ke Yogyakarta guna memenuhi undangan Indie Book Corner (IBC). Buku ceritaku “Hari yang Sempurna untuk Tidak Berpikir” diluncurkan di sana. Keesokan harinya, aku memaksa Irwan Bajang, CEO IBC untuk menemaniku jalan-jalan ke Gunung Kidul. Dengan motor N-Max merahnya, kami melaju untuk bertemu pesona air terjun Sri Gethuk dan Sungai Oyo yang eksotis di Gunung Kidul.

Tadinya kami mau naik mobil. Namun, pertimbangannya macet. Maklum, akhir pekan. Ramai sekali orang berwisata di Yogyakarta dan menuju Gunung Kidul yang ngehits dengan pantai-pantai berpasir putih. Selain itu, keretaku berangkat pukul 8 malam. Kalau pulangnya macet, lalu ketinggalan kereta, wah….



Pulangnya unik banget sih. Aku kehabisan tiket kereta. Pesawat mahal banget. Tapi Bajang menenangkanku. Entah bagaimana caranya dia punya kenalan calo. Aku nggak akan membocorkan bagaimana caranya bisa mendapatkan tiket yang di sistem sudah habis melalui calo. Harganya hanya lebih mahal 50 ribu dari harga normal.

Tentang Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gethuk ini istimewa karena terdapat 3 mata air terjun. Untuk menuju ke sana, kita pun disuguhi pemandangan yang eksotis dari Sungai Oyo (atau Sungai Oya) yang berwarna kehijauan, diapit tebing-tebing yang indah.

Air Terjun Sri Gethuk

Rute ke Air Terjun Sri Gethuk

Air terjun Sri Gethuk ini terletak di Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kab. Gunung Kidul.  Seharusnya waktu tempuh dari Yogyakarta dengan sepeda motor, tidak sampai 2 jam. Namun, karena kami sama-sama buta arah, dan bergantung seutuhnya pada Google Maps, perjalanan kami tersendat-sendat karena sering berhenti guna melihat peta.

Air Terjun Sri Gethuk

Simpelnya jika dari kota Yogyakarta, kita harus melaju ke arah jalan Wonosari, lalu ke atas menuju Pathuk Gunung Kidul. Sampainya di Pathuk lurus saja sampai menemukan pertigaan Gading, lalu Anda mengambil arah ke kanan tujuannya Playen. Dari Playen ambilah arah ke kanan menuju kecamatan Palihan. Sesampainya di Palihan, kita akan menemui pertigaan lalu ambil arah ke kanan. Di situ kita akan melihat papan penunjuk jalan ke air terjun Sri Gethuk. Sekitar tujuh kilometer, barulah kita sampai di lokasi air terjun Sri Gethuk.

Mitos Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk

Sejarah Air Terjun Sri Gethuk sendiri berasal dari mitos di Desa Bleberan. Menurut mitos tersebut, air terjun Sri Gethuk adalah tempat berkumpulnya para jin. Makhluk halus ini dipimpin oleh seorang jin bernama Anggo Menduro.

Anggo Menduro berwenang sebagai pimpinan pasukan jin, Jin Anggo Menduro ini konon sangat menyukai kesenian Jawa seperti karawitan dan jatilan. Karena itulah ia menyukai alat musik gamelan. Konon, ada beberapa warga sekitar yang mendengar suara gamelan di kawasan air terjun ini. Bagi yang mempunyai penglihatan dengan mata batin, suara gamelan yang berbunyi tersebut bersumber dari Anggo Menduro yang memainkannya.

Meski mendengar suara gamelan itu, didekati tapi tidak ada suara. Peristiwa ini sering disebut orang jawa dengan kalam. Sampai saat ini pun mitos seperti itu masih kental di masyarakat sana. Sebagai tamu yang berkunjung, kita harus selalu menjaga adab.

Sungai Oyo yang Eksotis

Sungai Oyo

Setelah membayar tiket masuk sebesar Rp10 ribu, kita akan melihat Sungai Oyo yang kehijauan. Eksotis sekali. Pertanyaan yang pertama muncul, “Aman nggak ya berenang di sini?”

Ternyata ada paketnya, Gaes. Kalau nggak mau bayar lagi, kita bisa berjalan kaki menyusuri sisi sungai hingga ke air terjun Sri Gethuk. Tapi kalau mau ikut paket, kita bayar cukup 30 ribu, itu sudah dapat naik getek PP, sewa pelampung, dan dijagain guide saat berenang atau melakukan cliff jumping (lompat dari tebing) di Sungai Oyo ini. Normalnya, ada jumlah minimal peserta kalau mau dijagain. Lima orang biasanya. Hari itu aku cuma berdua sama Irwan Bajang, setelah rayu-merayu, Mas yang baik hati mau jagain kita plus motoin kita-kita lho.

Sungai Oya

Pemandangan selama naik getek juga keren lho. Ada air terjun kecil di sisi sungai. Tebing buat melompatnya pun ada yang ketinggian kurang lebih 5 meter. Ada juga yang lebih dari 8 meter. Aku sih milih yang 5 meter saja. Itu pun lama waktu untuk mengumpulkan keberanian. Soalnya itu pengalaman pertamaku melakukan lompat dari tebing dengan ketinggian yang lumayan.

Sungai Oya

Tapi sekali mencoba, ketagihan! Aku mengulanginya untuk kedua kali. Sayang, karena sadar harus menjaga stamina untuk perjalanan selanjutnya, aku nggak lupa diri untuk terus-menerus melakukan lompatan. Naiknya itu, untuk orang gendut kayak aku ya nggak mudah.

Air Terjun Sri Gethuk Tidak Kering

Keistimewaan air terjun Sri Gethuk ini adalah selalu ada airnya. Ya meski kalau kemarau akan berkurang. Nah, hati-hati kalau datang saat musim hujan ya. Sebabnya, bisa jadi air meluap dan kamu juga sulit menemukan Sungai Oyo yang berwarna hijau seindah ini.



Karena memang sudah populer, air terjun Sri Gethuk ini ramai banget saat akhir pekan. Jadi, mending cuti pada hari kerja untuk bisa puas-puas menikmatinya. Selain itu, kalau bisa, ya minimal berlimalah agar bisa seru-seruan. Kalau berdua doang, serasa maho.


 

Gimana, seru ‘kan? Di sekitar Air Terjun Sri Gethuk ini banyak lho tempat wisata lain. Kapan-kapan kita ulas deh.

Comments

comments

18 thoughts on “Pesona Air Terjun Sri Gethuk dan Sungai Oyo yang Eksotis di Gunung Kidul”

  1. Senengnya ya,, menghadiri peluncuran buku sambil jelong², pengalaman yg menarik, Kak. Btw, makin ke sini kok makin banyak aja yahh tempat² wisata di DIY. Beda banget sm zaman saya kuliah dulu. Baru sempet nyambangi Kaliadem di Kaliurang, Pantai Parangtritis, Pantai Samas, kl Malioboro, Benteng Vredeburg dan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat hampir tiap hr dilewati, hihi. Tfs

  2. Auto ngakak waktu baca bagian maho. Huahaha

    Seru juga yah klo disediakan guide. Kadang kita memang perlu petunjuk di daerah wisata. Apalagi plus2 difotoin 😁😁

  3. Di Gunung Kidul emang terkenal dengan wisata air tawarnya. Aku pernah ke Gua Pindul dan nyobain tubbing di sungainya. Seru banget.
    Habis baca ini saya jadi pengen mandi di Air terjun Sri Gethuk nyebur ke sungai Oyo. Semoga suatu hari nanti ada kesempatan.

  4. Gak nyangka eksotis sekali pesona wisata alam di Gunung Kidul, airnya di sungai Oyo jernih banget ya dan lumayan terjangkau untuk paketan tiket wisatanya

  5. Wah indah banget menyusuri sungai dan air sungainya hijau, apalagi suguhan dari air terjunnya sangat mempesona, belum pernah eksplor yogyakarta sampai sejauh ini

  6. Zaman dulu tu aku sering denger Kabupaten Gunung Kidul tu merupakan daerah yang suka dilanda kekeringan. Tapi belakangan Gunung Kidul kyknya makin maju, makin banyak destinasi wisata di sana yang bisa diandalkan jd pemasukan daerahnya.

    Wah ada mitos kyk gtu ya?
    Kyknya di setiap tempat yang kita kunjungi ya emang jaga diri dan taatin yg ada. Kdng mitos dibuat emang buat melindungi area tersebut misal dr kerusakan gtu sih

  7. Aku ke gunung kidul wes kerumah sodara aja gak kemana mana .
    Baru tau ada pesona alam nya yg begitu indah di sana .

    Fisik harus siap banget yaa kalau mau wisata alam seperti itu biar bisa menikmati keindahan dan berenang kayak mas Pringadi .

  8. Biasanya sih di lokasi wisata alam seperti ini pasti ada mitos atau legenda tersendiri. Kita sebagai pengunjung ya harus jaga adab juga kalau datang.

    Btw liat air sungainya hijau kayak gitu, yang kebayang pertama Kali, ini pasti dalam banget yaaaa. Kalau Saya, fix ga bakalan berani nyemplung hiks cukup di atas getek aja menikmati pemandangan

  9. Cakepnya air terjun Si Gethuk. Sungai Oyo-nya pun eksotis memesona. Suara gamelan di air terjun yang diceritakan itu ternyata tetap menjadikan tempat ini untuk wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *