Penganggaran Defisit, Keynes, dan Modal Usaha dalam Bisnis

Sampai hari ini barangkali banyak orang yang tidak paham kenapa Indonesia berutang, kenapa defisit terjadi. Padahal itu semata karena Indonesia menganut penganggaran defisit. Apa itu penganggaran defisit? Penganggaran defisit ialah penganggaran yang memang direncanakan untuk defisit.

Kenapa bisa seperti itu? Panjang ceritanya. Tapi orang yang bertanggung jawab untuk pemikiran itu bolehlah kita nisbatkan ke Keynes. Tokoh inilah yang menciptakan pemikiran, dalam keadaan krisis, dalam keadaan kurang, sebuah negara tidak punya sumber daya yang cukup untuk membangun, untuk maju. Padahal negara tersebut harus lari guna mengejar ketertinggalan. Pemerintah kudu merencanakan pengeluaran terlebih dahulu, sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Kondisi yang bertentangan itu pasti menyebabkan defisit. Pasti membuat Pemerintah harus berutang. Tinggal kemudian sejumlah pihak melakukan pertemuan dan menentukan batas aman dari utang. Nama pertemuan itu adalah Perjanjian Maastricht. Lahir ketentuan kalau rasio utang tahun berjalan terhadap PDB maksimal 3%, dan rasio total utang terhadap PDB maksimal 60%.

Bagaimana dengan sektor privat dan rumah tangga?

Selama kamu yakin Keynes benar, hal itu juga perlu dipraktikkan. Syaratnya memang tidak boleh ada utang atau pinjaman untuk konsumsi. Kalau mau meminjam, gunakanlah untuk modal usaha.

Klub-klub sepak bola besar terkaya di dunia seperti Real Madrid dan Manchester United juga utangnya besar dan bahkan nilainya melebihi kriteria Maastricht. Sektor swasta memang lebih gila-gilaan soal itu.

Tujuan pinjaman itu justru lebih penting dari besaran pinjaman. Beda sifat antara pinjaman  konsumsi dengan pinjaman modal usaha. Dengan memandang tujuannya, kemudian kita akan memandang apakah tujuan tersebut berhasil dicapai atau tidak.

Di mana kita bisa melakukan pinjaman modal usaha?

Lembaga keuangan terdiri dari bank dan bukan bank. Kita bisa melakukan pinjaman di bank, meski terkadang ribet karena meminta syarat-syarat tertentu. Sebagai ASN sih aku punya privilege dari Bank Pemerintah, lebih simpel, mudah cairnya. Bunganya pun relatif lebih rendah. Sekitar 6%-an setahun.

Di luar bank, sekarang menjamur bentuk pinjaman lain yaitu ke pinjaman online. Berbagai pemberitaan negatif berseliweran karena ketidakpantasan oknum yang menyebarkan data pribadi peminjam saat melakukan tagihan.


Baca  juga: Lima Pertimbangan Pinjaman Online


Hal yang  harus diperhatikan saat melakukan pinjaman modal usaha

Jangan sampai deh kejadian yang nggak mengenakkan hati terjadi gara-gara salah memilih pinjaman online. Berikut beberapa hal yang hatus diperhatikan saat melakukan pinjaman online untuk modal usaha.

Kemampuan bayar

Jangan sampai pinjaman modal usaha yang kita ajukan berlebihan. Kalau negara tadi mematok batas sampai 60%, saranku buat pinjaman pribadi adalah meminjam maksimal 30% dari penghasilan agar tidak memberatkan dalam melunasinya.

Cek Rekam Jejak Fintech

Ada hal penting lainnya yang harus Anda perhatikan saat mengajukan pinjaman online. Periksa terlebih dahulu legalitas aplikasi peer to peer (P2P) lending di situs resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau menghubungi telepon OJK 157.

Baca Syarat dan Ketentuan

Setelah mencari tahu rekam jejak fintech dan menghitung kemampuan bayar, baca secara detail syarat dan ketentuan pinjaman. Kemudian pastikan fintech yang dipilih menjamin kerahasiaan data Anda. Umumnya, akses yang diminta hanyalah kamera, microphone, lokasi, dan IMEI handphone.

Salah satu fintech P2P lending yang bisa Anda percaya adalah Aspire. Aspire adalah platform fintech yang bisa memberikan pinjaman modal usaha kepada pemilik bisnis, khususnya usaha kecil menengah. Aspire memberikan kemudahan karena pemilik bisnis tidak lagi perlu mengurus dokumen yang banyak dan melalui proses yang memakan waktu. Selain itu, Aspire juga mampu menawarkan kredit bunga rendah disertai bunga 0%. Saat ini, Aspire telah beroperasi di Indonesia, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Apa saja manfaat dari kredit usaha Aspire?

  • Proses pengajuan permohonan mudah dan sederhana (jika seluruh persyaratan lengkap, dapat diselesaikan dalam 1 hari kerja)
  • Area cakupan seluruh Indonesia
  • Tidak ada kunjungan yang diperlukan
  • Bunga mulai dari 0%
  • Tidak ada biaya tersembunyi

Berapa besar biaya yang dikenakan Aspire dan berapa tenor pelunasan untuk kredit ini?

  • Fitur Tarik Tunai
    • Biaya Bunga Cicilan Bulanan Mulai dari 1,25%
    • Biaya Origination (Pemrosesan) yang Dipotong saat Pencairan Dana mulai dari 1%
    • Periode Pinjaman 6 Bulan
  • Fitur Bayar Nanti
    • Biaya Bunga 0%
    • Periode Pelunasan Kembali 2 Bulan
  • Fitur Minta Pembayaran
    • Biaya Transaksi 2,9%
    • Dana Dicairkan dalam 24 jam

Apa saja syarat dan dokumen yang dibutuhkan?

  • Usia bisnis minimal 6 bulan
  • Rekening koran (bank statement) untuk 3 bulan terakhir dari akun utama yang digunakan untuk transaksi bisnis
  • Bukti keabsahan usaha
    • Bagi bisnis non-online menyertakan salah satu dokumen berikut yang menerangkan registrasi usaha
      • SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)
      • TDP (Tanda Daftar Perusahaan)
      • IUMK (Izin Usaha Mikro Kecil)
      • IUI (Izin Usaha Industri)
      • APU (Akta Pendirian Usaha)
      • atau sejenisnya.
    • Bagi bisnis online, menyertakan link URL menuju toko e-commerce tempat Anda berjualan.

 

Comments

comments

15 thoughts on “Penganggaran Defisit, Keynes, dan Modal Usaha dalam Bisnis”

  1. Bisa nih aku share untuk IKM dan UKM binaan yang ada disini. Memang dalam melakukan usaha kadang permodalan menjadi batu sandungan yang sering ditemui oleh IKM dan UKM sih.

    Ralat sih kak IUMK sekarang bukan Izin Usaha Mikro Kecil lagi tapi Izin Usaha Mikro Kecamatan.

  2. ASPIRE bisa jadi rujukan fintech terpilih sesuai OJK karena masih banyak masyarakat yang salah pilih fintech ilegal secara praktik,
    Perkara permodalan itu memamg rumit. Ada bayak yang harus dipertimbangkan dalam meminjam sesuai batas kemampuan. Panduan sekian utang persen dari penghasilan itu sangat membantu.

  3. Makin banyak aja aplikasi pinjaman online ini. Aman ga ya? Takutnya, karena gampang pinjam, ngembaliinnya yg susah.
    Pikir² cermat yah kalau mau pinjam…

  4. Ini aplikasi Aspire sangat membantu banget ya untuk para pelaku bisnis. Fintech kaya gini lagi marak memang dimana-mana ya asal kita harus waspada rajin cek apakah mereka sudah terdaftar dan diawasi sama OJK biar safe.

  5. Pengantarnya sangat menarik mas. Dalam lingkup makro, bisa jadi juga pemerintah 1-2x pernah merencanakan penganggaran defisit. Kekeke. Kalo dalam lingkup yang lebih mikro, pasangan berumah tangga misalnya, ada mindset bahwa “Zaman sekarang kalo tidak berutang ya tidak akan pernah punya rumah, punya kendaraan, atau punya properti pribadi.” Hehehe. Menarik mas, apapun jalur untuk kredit modal usaha, yg penting harus tetap waras dan mikir-mikir jika mengandalkan pinjaman P2P. Jangan sampai keenakan berutang, pas bayar langsung shock.

  6. Mengajukan pinjaman, HANYA untuk pengembangan bisnis yang memang sudah dicoba di skala kecil–>berhasil–>perlu up scaling.

    Selain kondisi di atas, sangat rawan terjadi kredit macet yang bisa mengancam banyak pihak.

  7. Ini nih reminder banget “tidak boleh ada utang atau pinjaman untuk konsumsi. Kalau mau meminjam, gunakanlah untuk modal usaha.” Karena sebagian orang ada yang melakukan pinjaman bukan untuk modal hehehe. Ooh, jadi Aspire ini juga pinjaman online tapi terpercaya ya. Dan dilihat dari syarat pengajuannya juga seperti pengajuan ke bank pada umumnya 🙂

  8. Bisa mengajukan pinjaman usaha ke Fintech nih ya,, soalnya bagi pebisnis yg nmnya uang cash itu darah segar banget,, buat mengembangkan usaha, menambah modal dan hal dinamis lainnya.

  9. Pinjaman harua dilakukan secara bijak melihat kebutuhannya untuk apa dan melihat kemampuan pengembaliannya juga ya. Karena sekarang ini makin banyak diberi kemudahan untuk pinjam tanpa adanya agunan bagi perusahaan juga harus memikirkan dampak dari nasabah yanh tidak dapat membayar seperti NpL

  10. sekarang sudah banyak ya bentuk pinjaman yang beredar.
    “Jangan sampai pinjaman modal usaha yang kita ajukan berlebihan” ini sih penting banget diperhatikan agar pengembalian bisa tetap berjalan lancar

  11. Sekarang ini berjamuran Fintech ya, memang harus jeli memilih mana yang legal dengan tidak. Minimal cek terdaftar di OJK atau tidak, biar tidak terjemurus ke Fintech yang salah. Cuma sedapat mungkin, kalau tidak perlu berutang, jangan berutang. Biar hidup lebih lapang, hhe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *