Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Lomba Menulis Surat Cinta sudah ditutup sejak 14 Juli lalu, dan tak mudah menentukan pemenangnya. Sejumlah surat masuk (lebih dari 30 surat), kubaca, dan kuakui kejujuran hati para penulis surat cinta ini. Beberapa cerita saya yakin potensial untuk dijadikan cerpen atau novel.

Kenapa Surat? Apakah mudah menulis surat? Jawabannya, tidak mudah menulis surat, karena surat memiliki tujuan dan pada saat menulisnya, kita harus betul-betul memikirkan orang yang kita tuju. Bila kita terfokus pada diri sendiri, surat itu akan hambar. Surat yang egois.

Surat juga harus memiliki kedalaman. Dulu, orang sulit sekali berkomunikasi sebelum ada telepon. Orang-orang menulis surat dan tidak bisa setiap saat menulis surat. Maka sebuah surat ditulis dengan masak-masak biar perasaan sesungguhnya bisa terbaca.

Ketiga, bahasa surat adalah bahasa yang intim, tidak berindah-indah. Berindah-indah itu tidak indah.

Atas hal-hal tersebut di atas, saya terpaksa memilih satu, dan jatuh kepada Alice dengan judul Surat Ketiga. Surat bisa dibaca di sini http://menatapmu.tumblr.com/post/162819279600/surat-ketiga

Selamat, Alice! Dan terima kasih sekali lagi buat semua yang sudah berpartisipasi. Semoga tidak kapok. Nanti ada bagi-bagi buku berikutnya, ya?

 

Comments

comments

One Comment

  1. saya sangat senang saat mengetahui bahwa surat yang saya buat menang di lomba puisi yang mas pring buat. dengan antusias saya memberitahu alamat rumah saya untuk pengiriman hadiah namun setelah sebulan lalu buku-buku yang dijanjikan itu tidak juga datang. saya sempat menanyakan tentang hal ini kepada mas pring. saat itu saya masih menghargainya sebagai seseorang yang pernah mengajari saya menulis puisi namun menurut saya, mas pring tidak ada niat baik sama sekali untuk kejadian ini. jujur saya kecewa. semua penyair yang saya temui sangat baik namun saya salah menilai saat mengalami kejadian ini.

    kalau memang hadiah tersebut tidak akan dikirim kenapa tidak pernah bilang kepada saya? dan japri saya pun tidak diread sama sekali padahal mas pring selalu online di sosial media lainnya.

    mungkin cara saya ini jahat namun saya tidak mau ada orang yang mengalami kejadian seperti saya ini.

    untuk mas pring: saya sudah tidak butuh buku-buku itu. simpan saja dan selalulah berhati-hati sebab saya sudah sangat kecewa. terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *