Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Recent Posts

Paolo Coelho dan Veronica Memutuskan Mati

Paolo Coelho dan Veronica Memutuskan Mati

Seorang jurnalis perempuan memutuskan makan 5 pil obat tidur sebagai cara untuk bunuh diri. Nama gadis itu Veronica. Ia berharap setelah itu ia sudah tidak di dunia ini. Namun, ia malah terbangun di sebuah rumah sakit. Rumah sakit jiwa pula. Alasan bunuh dirinya sungguh berbeda. […]

Mengenal Inflasi dan Membedah Klaim Pemerintah Terhadap Inflasi Tahun Ini

Mengenal Inflasi dan Membedah Klaim Pemerintah Terhadap Inflasi Tahun Ini

Inflasi. Kata ini sering kita baca di berbagai media seolah momok menakutkan bagi pemerintah. Apakah inflasi itu sebenarnya? Definisi inflasi secara sederhana adalah proses meningkatnya harga-harga barang secara terus-menerus yang disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari konsumsi yang meningkat (permintaan lebih tinggi dari penawaran), proses […]

5 Puisi Pringadi Abdi Diterjemahkan oleh John H. Mcglynn

5 Puisi Pringadi Abdi Diterjemahkan oleh John H. Mcglynn

Sublime

 

You will return but not to my side, the poems

That you wrote in that one solitary letter

Have begun to blur, with some of the word vanishing

Like gas. Becoming the air that i breath

Even though life is never willing to be like champor

Even while i have to wait and wait for you

To open the door, to catch the scent of your perfume

 

Between us, i’m not actually certain

How much this embrace really means

 

The moment to take you away

Is the moment you take me to die

 

 

At The Station

 

anyone might think

we are sitting at this station

in wait of someone

we know not who

trust is like fire

we only know, he will come

faithful twilight is on fire

its flame dancing

like is an opera

we are pair of gulls

meeting in storm

remembering a love with an unchanging climate

when we were so very much accursed

we could only wait

for someone, or anyone

without the heart to bring bad news

about candles or lanterns

distinguished bya typhoon

anyone might think

we are sitting at this station

as people, waiting for someone

we know not who

we know not why

 

 

 

Sandy Serenade

1.

We will learn to cry, but nor in poetry.

2.

He was just an entertainer, who tought humanitarian displays would

Finally end. But not that night; the sky was still red. Sand was in the

Air, attacking eyes that still could see. Afterwards he couldn’t see

Anything, except the past from within his heart.

What he felt was not hopelessness. There was sure to be a tomorrow.

A day when he would dance again at the end of rifle muzzle, and feel

The coldness of bullets in his body. But that night it was not cold, as if

The birth fire found in every mand had made his body pur with so

Much sweat it formed a small river leading to nil.

May be there won’t be a war. May be there won’t be death. But people

Welcome war and death with laughter and guffaws. He could not bear

The tightness in his chest. Oh.

3.

Isn’t history written in blood?

But he had only learned to write with ink

And cry with tears.

 

 

I tried to write this poem on twitter but there is no rain

And there is no you

 

In the line of time, there is no rain, no you,

Words descend from the sky line divine inspiration

But who can hear, who can see

 

We are accustomed to laughing at different things

But always cry for the same

Again and again, over and over, untiring

 

Each loneliness bequeathed to lovers

Who are defeated or die in their love

We stor carefully like a time capsule

 

Buried in the deep earth, near a tree

That was full grown since the time Adam

Come down to earth in his journey to find his love

 

In the line of time, people compete to be mentioned

But there is no mention of god, nor for you

I am the ant that escapes attention

 

And whenever I thin I’ve finished writing a poem

It’s then i also realize there cannever be enough of you

In the scop of 140 characters

 

 

 

The Last Rain in Memory

 

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
for leaves have only just begun to grow
after the curse of a century of drought
for my failure as a man to turn stones
into gold

an elderly alchemist named khidir
who disappeared into eternity
left a message for me:

even one drop of the bitter rain that fell that evening
is capable of becoming a new world

no one knows, I’ve even concealed my shadow
in that old and windowless house
and that I’m looking now for other shadows
cast by a woman with reddened lips

upon seeing her, the rain will lessen
and everyone will begin to affirm the feeling of pain

I will set aside this mist for you
until the time comes to meet
and the leaves that are styudying to write down names
don’t come to know how your name is spelled

as death or as love

 

(2014)

 

Belajar dari Rumah, Bekerja dari Rumah

Belajar dari Rumah, Bekerja dari Rumah

Bagaimana caramu mengerti banyak hal mengenai kepenulisan sementara latar belakangmu tak memiliki semua hal itu? Pertanyaan di atas cukup sering menghampiriku. Maklum, di bangku sekolahan, aku lebih dikenal dekat dengan Matematika. Apalagi setelah aku mengenyam bangku pendidikan di Matematika ITB. Keluar dari sana, aku pun […]

Stratagem, Sesat Pikir (Fallacy) yang Disengaja

Stratagem, Sesat Pikir (Fallacy) yang Disengaja

Tentu kita sering mendengar frase sesat pikir. Sesat pikir adalah kesalahan dalam penalaran. Misalnya, yang paling sering disebut adalah ad hominem atau upaya untuk menyerang kebenaran suatu klaim dengan menunjuk sifat negatif orang yang mendukung klaim tersebut. Padahal, sifat negatif seseorang dan kebenaran suatu klaim sama sekali tidak […]

Paytren Haram?

Paytren Haram?

Bagaimana membuat mesin uang yang menghasilkan puluhan hingga ratusan juta per bulan hanya dengan modal 275 ribu secara online dan offline?

Kira-kira itulah kata ajaib yang diterakan oleh VSI, yang katanya dilaunching oleh seorang ustadz berinisial YM, untuk menggaet orang masuk ke dalam jaringannya. Yang sekarang dikenal sebagai Paytren, adalah produk dari Veritra Sentosa Internasional (VSI) yang berdiri sejak 2013 lalu.

Sering saya mendapatkan tawaran untuk bergabung dengan Paytren ini. Namun, tegas saya selalu menolak. Ketika ditanya alasannya, saya jawab haram. Saya pun diprotes, apa kompetensi saya sehingga berani bilang Paytren haram padahal pendiri Paytren adalah seorang ustadz terkenal.

Profilnya sebagai ustadz ditambah dengan iming-iming kaya, pasti banyak yang tergiur. Tapi mungkinkah hal itu dapat terwujud?

Paytren sendiri adalah bentuk dari Micropayment bisnis, media pembayaran multiguna untuk bayar/belanja/jual token listrik, PDAM, pulsa, KKB/KPR, tiket pesawat, dll. Berapa sih komisi yang diberikan si produsen tersebut kepada penyedia micropayment? Setinggi-tingginya adalah 15% dari harga jual. Jadi, dari mana sih keuntungan yang luar biasa itu bisa didapatkan?

Sebelum ke sana, yuk kita bahas sedikit tentang perekonomian. Bicara soal perekonomian, kita sering mendengar ada ekonomi riil dan moneter. Dalam sejarah, tidak ada krisis ekonomi yang disebabkan oleh sektor riil, kecuali dalam keadaan bencana atau perang. Semua krisis keuangan adalah krisis moneter.

Cara pandang terhadap ekonomi dulu terbagi dua, yakni kapitalisme dan sosialisme (beserta segala turunannya). Pada dasarnya, kapitalisme bicara mengenai kepemilikan modal dan pasar bebas. Sosialisme bicara soal pemerataan dan utopisme mengenai semua orang bisa bahagia dan menikmati. Kapitalisme bicara modal dan uang, sosialisme bicara manusia.

MLM by design adalah bagian dari kapitalisme. Percaya atau nggak, sistem MLM sesungguhnya akan membuat kaya 5% anggotanya. Jadi kalau ada 10 juta anggota, yang kaya 500.000.

Kenapa krisis keuangan adalah krisis moneter? Karena uang bergerak di luar kendali manusia. Sektor riil memperdagangkan barang. Tapi dalam kapitalisme, bukan hanya barang yang diperdagangkan, tapi juga uang. Maka uang nantinya tidak mewakili sesuatu yang riil. Uang hanya dilandasi oleh kepercayaan pasar saja. Begitu kepercayaan itu lenyap, maka segala yang ditopangnya akan runtuh.

Ekonomi Islam atau Keuangan Syariah sesungguhnya bicara lebih dari bebas riba, gharar, dan maysir. Tetapi juga keseimbangan antara sektor riil dan moneter.

Bisnis yang dilakukan seharusnya menopang sektor riil. Barang bertambah, uang bertambah. Jika barang tetap, uang bertambah, inilah yang dinamakan inflasi. Dalam batas tertentu, inflasi adalah stimulus pertumbuhan ekonomi, yang sifatnya musiman seperti bulan Ramadhan karena adanya tarikan permintaan. (Dalam tulisan lain, saya akan coba jelaskan inflasi).

Lalu bisnis seperti apakah Paytren ini?

Seperti yang dikatakan sebelumnya, paytren adalah micropayment bisnis. Ada banyak micropayment bisnis lain yang gratis. Mudah dipakai, tidak perlu jadi MLM.

Anomali pertama dari Paytren adalah kalau kita berhasil ngajak gabung orang lain, kita dapat komisi. Duit dari mana? Tentu saja adalah selisih dari uang pendaftaran dengan nilai produk yang didapatkan. Uang selisih ini dibagi 2, 60% langsung jadi komisi, 40% menjadi deposit. Nah, orang yang kita ajak tadi, mau tidak mau harus mengajak orang lain, begitu seterusnya sehingga pohon MLM itu terbentuk. Dan uang selisih yang didepositkan semakin banyak.

Pertanyaan: Apakah uang deposit ini hanya akan jadi idle cash semata? Ataukah uang ini akan dipekerjakan?

Anomali kedua adalah yang namanya berjualan itu adalah fokus pada penjualan barang, bukan jual diri ngajak orang gabung. Logikanya adalah kalau saya punya toko, saya akan ajak orang untuk beli barang di toko saya. Dengan begitu, saya akan untung karena omzet saya bertambah. Bukan malah saya ajak orang untuk bikin toko yang sama dengan saya. Lalu siapa pelanggan saya nantinya? Diri sendiri? Anomali ini menyalahi konsep perdagangan itu sendiri.

Dalam sejarah, ada banyak micropayment bisnis yang awalnya bagus lalu bangkrut atau menipu. Sebabnya adalah karena mentok, tidak ada downline baru. Arus kas jadi tersendat. Kekuatan Paytren saat ini adalah kekuatan figur ustadz YM yang punya banyak jamaah, dan iming-iming… dari sudut pandang agama… yang bisa buat orang percaya dan mau ikutan gabung.

Kalau mau sedikit berakal sehat, Islam memang mengisyaratkan kalau muslim harus jadi pengusaha. Sahabat-sahabat Rasul yang dijamin surga kebanyakan juga pengusaha. Tapi, pikirkanlah dengan jernih, apakah bisnis seperti ini?

Value apa yang ditambah di sektor riil? Kita mau jualan jasa pembayaran atau mau terus-menerus merekrut orang? Maka, dalam sudut pandang perekonomian, kalau tidak mau dibilang haram, keberadaan Paytren sebenarnya tidak ada manfaatnya. Banyak micropayment lain yang fokus nyari pelanggan. Sementara Paytren? Tahu sendirilah.

Paytren sendiri tidak termasuk dalam ranah Otoritas Jasa Keuangan. Jadi kalau ada iklan Paytren bilang sudah dioke-in sama OJK itu keliru. OJK berpendapat bahwa Paytren tidak termasuk dalam domain Keuangan Syariah baik itu perbankan, IKNB, apalagi pasar modal syariah secara definisi. Dalihnya, walaupun tidak termasuk dalam ranah OJK, tapi tetap minta diawasi, katanya. Selain itu, sertifikat halal yang digadang-gadang dan diakui, ternyata tidak ditemukan oleh muslim moderat. (Selengkapnya)

Kalau ditanya haram atau tidak secara detail, monggo tanya Ustad Adi Hidayat misalnya, yang di Libya sana dia menentukan/ memilih pengajar di masjid nasionalnya. Ustad-ustad lain yang memang belajar dari pusatnya ilmu juga bisa ditanyai, ya? Silakan cari yang dalil dan penalarannya paling kuat.