Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Recent Posts

Cerpen Haruki Murakami: Kodok Super Melindungi Tokyo

Cerpen Haruki Murakami: Kodok Super Melindungi Tokyo

Katagiri mendapati seekor katak raksasa menunggu dia di apartemennya. Katak yang kekar, berdiri setinggi lebih dari enam kaki dengan tumpuan kaki belakangnya. Hanya seorang laki-laki kecil kurus tidak lebih dari satu setengah meter, Katagiri tentu kalah telak oleh tubuh raksasa sang katak. “Panggil saya ‘Bangkong,’” kata […]

Kompetisi Menulis Cerita Pendek STORIAL #Agustusan

Kompetisi Menulis Cerita Pendek STORIAL #Agustusan

Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia yang akan dihelat bulan Agustus nanti, Storial, Nulisbuku, dan Giordano ingin mengajak kamu untuk merayakan #Agustusan bersama dalam #OneIndonesia: Let’s Play and Stand Together! Selain mengumandangkan lagu Hari Merdeka (17 Agustus 1945), #Agustusan umumnya identik dengan lomba yang melibatkan […]

Menulis, Pada Dasarnya….

Menulis, Pada Dasarnya….

Kepada setiap yang bertanya tentang menulis, aku justru memberikan pertanyaan, apakah menulis bagimu?

Kadang orang keliru mempersepsikan arti menulis sehingga menulis dianggap upaya yang remeh. Kekeliruan berikutnya, menulis hanya dianggap bersenang-senang, berindah-indah, dan pekerjaan manusia-manusia klise. Padahal, menulis adalah sesuatu yang serius yang melibatkan banyak hal di dunia ini.

Hal pertama, menulis adalah teks. Artinya, seorang penulis kudu mempelajari aturan teks. Setidaknya (meski tak menguasai secara penuh), seorang penulis harus tahu caranya menulis kalimat dan tahu diksi (pilihan kata). Menulis kalimat pun sebenarnya butuh pemahaman yang baik tentang sintaksis, S P O K. Soal diksi pun juga harus tahu jenis-jenis kata: mana kata benda, kata sifat, kata keterangan, kata kerja, hingga ke ketepatan arti kata tersebut. Kemudian, penulis juga harus sedikit banyak mengerti soal ejaan. Komitmen inilah yang harus dijaga.

Hal kedua, menulis adalah pemberian. Orang yang memberi harus memiliki sesuatu. Itulah pengetahuan. Penulis kudu berpengetahuan. Kalau tidak, apa yang akan kamu tulis? Tulisanmu tidak akan ada isinya. Kosong. Paling banter muter-muter alias berindah-indah. Tulisan yang kosong tentu tidak berharga. Karena itu, seorang penulis harus mewajibkan dirinya haus pengetahuan, banyak membaca, baik buku maupun alam dan manusia di sekitarnya.

Ketiga, menulis adalah soal perasaan. Tidak cukup hanya pengetahuan, seorang penulis harus memiliki pemahaman. Pemahaman dimulai dari memahami diri sendiri baru memahami orang lain. Di sini pengetahuan berubah menjadi rasa. Penulis yang punya rasa akan menjadi sensitif dan mampu menangkap banyak hal. Efek ke tulisan, tulisannya akan menjadi lebih dalam dan dapat dimaknai oleh pembaca karena menyentuh pembaca. Bahasa lain dari perasaan ini adalah katarsis, pelepasan, menyucikan diri. Dengan melibatkan rasa, penulis akan merasakan pengalaman keterlibatan sesuatu yang menggelegak dari dalam dirinya… dan hal itu kemudian akan ditangkap oleh pembacanya.

Keempat, menulis adalah seni. Untuk dapat menjembatani hal ketiga, penulis harus berseni. Seni adalah keindahan. Seni adalah kreativitas. Keindahan tentu berbeda-beda dengan keindahan. Seseorang yang memiliki seni di dalam dirinya tahu bagaimana caranya mengekspresikan dirinya secara utuh. Ia akan menulis laiknya ia berbicara. Dirinya ada di dalam tulisannya. Seni juga bisa berarti jalan. Dengan seni, penulis memiliki jalan yang otentik di dalam karya-karyanya yang sulit ditiru oleh orang lain.

Keempat hal itu setidaknya harus dimiliki oleh kita semua yang ingin menulis. Apakah kamu sepakat?

Lomba Menulis Cerita Perjalanan ke Negara ASEAN

Lomba Menulis Cerita Perjalanan ke Negara ASEAN

Dalam rangkaian ASEAN Literary Festival 2017, Majalah Litera mengadakan lomba menulis cerita perjalanan ke negara-negara ASEAN. Lomba ini berhadiah total lebih dari 5 juta rupiah. Berikut syarat-syaratnya Merupakan warga negara Indonesia Pilih perjalanan ke salah satu negara di ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina, Thailand, […]

Gender dan Jalan Spiritual dalam Novel Siwa dan Calabai

Gender dan Jalan Spiritual dalam Novel Siwa dan Calabai

Ketika SMA, saya pernah bertanya kepada kakak kelas, kenapa kata ganti Tuhan dalam bahasa Inggris memakai kata He, bukan She. Tidak seperti bahasa Indonesia yang tidak membedakan kata ganti orang ketiga (dia/ia), bahasa Inggris menggunakan He untuk kata ganti orang ketiga laki-laki dan She untuk […]

LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KRAKATAU AWARD, Total Hadiah 6 Juta dan Dibukukan

LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KRAKATAU AWARD, Total Hadiah 6 Juta dan Dibukukan

LOMBA CIPTA PUISI NASIONAL KRAKATAU AWARD
PENGHARGAAN GUBERNUR LAMPUNG
SERANAI FESTIVAL KRAKATAU XXVII – TANGGAL 25-27 AGUSTUS 2017
DINAS PARIWISATA PROVINSI LAMPUNG

KETENTUAN LOMBA:
1. Peserta ialah warag negara Indonesia.
2. Tema Puisi “ Pariwisata dan Seni-Budaya Lampung Dalam Potret Pembangunan”.
3. Puisi menggunakan bahasa Indonesia.
4. Setiap peserta hanya boleh mengirimkan 1 (satu) karya puisi.
5. Naskah diketik dengan font Tahoma 12 spasi 1,5 ukuran kertas A4.
6. Panjang puisi maksimal 3 (tiga) halaman
7. Puisi merupakan asli karya sendiri, bukan saduran atau plagitasi.
8. Puisi belum pernah dipublikasikan.
9. Puisi tidak mengandung unsur SARA.
10. Peserta melengkapi biodata, No. HP, alamat email, identitas diri sesuai KTP yang masih berlaku di lembar terpisah dari lembar karya puisi
11. Peserta menyertakan lembaran Surat Pernyataan bahwa puisi yang dikirim merupakan asli karya sendiri bukan saduran atau plagitasi, serta bersedia menerima sanksi apabila ternyata puisi tidak asli karya sendiri.
12. Lembar naskah puisi, biodata, identitas diri, dan Surat Pernyataan dikirim ke Panitia Lomba Cipta Puisi Nasional Krakatau Award 2017 melalui alamat email:panitiakrakatauaward.2017@gmail.com
13. Naskah Puisi, dll. Diterima Panitia selambat-lambatnya tanggal 11 Agustus 2017 Jam.24.00 WIB.
14. Penjurian Pemenang Tanggal 12 sd 14 Agustus 2017
15. Pengumuman Pemenang tanggal 14 Agustus 2017
16. Pemenang akan mendapatkan Surat Pemberitahuan
17. Penyerahan Hadiah Pemenang tanggal 26 Agustus 2017
18. Pemenang I, II, dan III akan diundang hadir pada malam penyerahan hadiah dengan mendapatkan fasilitas transportasi (Jakarta – Lampung p.p) dan akomodasi yang telah ditentukan Panitia.
HADIAH PEMENANG:
Juara I Rp.3.000.000,- + Piala + Piagam
Juara II Rp.2.000.000,- + Piala + Piagam
Juara III Rp.1.000.000,- + Piala + Piagam
Ditambah 47 (empat puluh tujuh) karya nominasi yang disertakan dalam penerbitan buku Antologi Puisi Nasional Krakatau Award 2017.

Didukung oleh: LAMBAN SASTRA Isbedy Stiawan ZS.