Puisi: Donquixote

trully, aku bukan bagian donquixote family
yang kehilangan ibu di umur delapan
lalu membunuh ayahnya di umur sembilan
benang-benang yang tak dapat ditebas pedang
mengurung kebahagiaan
seperti sebuah sangkar burung yang memerangkap
nyanyian merdu nuri
segala hal, dari kacamata doflamingo adalah
ketidakadilan dari keadilan. anak-anak yatim piatu
karena perang, anak-anak kelaparan karena
pemerintahan, dan anak-anak yang lebih memilih
belajar menembakkan senjata ketimbang pena
ini semua hanyalah permainan mencari raja
menjadi cinta damai tapi lemah atau bahagia
karena kekuatan buah setan semakna khuldi
yang memunculkan pengetahuan terlarang
agar bagaimana bisa menjadi tuhan
lalu semuanya bagaikan isshou yang meragukan
segala yang dilihat, menutup mata dan menempuh
keadilan buta sebagai perintah, benar dan salah
gravitasi yang memanggil meteor-meteor dari langit
tapi benang-benang tak dapat ditebas pedang
batu-batu menjadi pasir dan debu
lalu aku, trully, bukan bagian donquixote family
meski tak menertawakan suara tinggi peeka
tapi menertawakan hidupku sendiri
sebagai seekor burung yang tak mengerti
indahnya bertengger di sebuah pohon eva

Lomba Menulis Asean Literary Festival 2017

Tema lomba yang diangkat dalam kompetisi menulis gratis ini adalah Keberagaman Gender dan Seksualitas.

Poster Lomba Menulis

Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis ASEANLitFest 2017

Peserta lomba ini adalah umum, mahasiswa, dan jurnalis
Tulisan yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis ASEANLitFest 2017 harus pernah dimuat pada media massa, baik secara online, offline, atau pun dengan blog pribadi.
Peserta lomba yang ingin mendaftar, tanpa dikenakan biaya pendaftaran, alias gratis
Tulisan harus sesuai dengan tema yang diangkat dalam Lomba Menulis ASEANLitFest 2017
Pengiriman karya dilakukan sebelum tanggal 16 Juli 2017
Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba adalah karya sendiri (no plagiat)
Pengiriman karya dilakukan dengan alamat email ragamgender@gmail.com
Keputusan dewan juri dalam lomba ini tidak dapat dianggu gugat

Hadiah Lomba Menulis ASEANLitFest 2017
Total hadiah yang diberikan dalam lomba, sebesar 60 Juta.

CONTOH ARTIKEL BISA DILIHAT DI SINI. 

Listrik dan Kenaikan Listrik

Pertemuan dengan Hidayat Amir, Peneliti Senior di Badan Kebijakan Fiskal, menjadi salah satu pertemuan berkesan bagiku. Ia menjadi mentor diklat metode penelitian, dan salah satu bahasan menarik dalam sesinya adalah penelitian mengenai subsidi listrik.

Awal Januari lalu, pemerintah mengumumkan pencabutan subsidi secara bertahap untuk pengguna listrik 900 va. Tentu saja, hal ini tidak begitu menarik untuk disiarkan di media di tengah isu politik yang sedemikian marak. Namun, orang begitu terkaget-kaget pada awal Mei ini ketika listrik kembali naik. Mungkin baru kerasa efeknya, betapa kenaikan TDL itu terasa. Sabar bro, masih ada kenaikan 10% lagi pada bulan Juni nanti.

Diksi yang tepat sebenarnya bukan menaikkan harga listrik, melainkan mencabut subsidi. Sebelumnya, pemerintah sudah pula mencabut dan atau mengurangi subsidi BBM. Kebijakan ini dilakukan sebagai pilihan pemerintah agar ruang fiskal kita melebar. Selengkapnya. Dengan melebarnya ruang fiskal, pemerintah jadi punya lebih kebebasan dalam bekerja. Makanya, pembangunan infrastruktur, yang jadi prioritas utama Jokowi dapat dikerjakan dengan adanya peralihan anggaran yang tadinya buat subsidi ke infrastruktur. (Baca di sini).

Di sisi lain, subsidi listrik selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sebelum 2005, target penerima subsidi adalah mereka yang listriknya hanya 450 va. Namun, pemerintahan SBY memperluas penerima subsidi ke pelanggan di atas 450 va. Subsidi listrik bahkan pernah memakan 8,5% APBN pada tahun 2008.

Selain itu, rumus penentuan subsidi juga memiliki peran dalam kenaikan subsidi yang diberikan pemerintah. Tadinya. subsidi dirumuskan sebagai harga jual tenaga listrik rata-rata dikurangi volume penjualan dan variabel marjinnya. Hal ini tertuang dalam pasal 3 PMK 111 tahun 2007.

S = -(HJTL – BPP (1+m) x V)

Rumus itu berubah menjadi:

S = -(TTL – BPP (1+m)) x V

Rumus di atas tertuang pada Pasal 4 PMK 170 tahun 2013.

Perbedaannya adalah HJTL (Harga Jual Tenaga Listrik) ke TTL (Tarif tenaga listrik). Bahasa simpelnya TTL adalah kos produksi listrik, namun biaya ini memasukkan variabel pengembangan, penelitian, dll. Sehingga, ketika itu PLN yang selalu rugi, mendadak bisa untung…caranya adalah dengan menaikkan TTL ini. PLN melakukan banyak pembangunan generator-generator baru, menaikkan biaya produksi listriknya, sehingga subsidi pemerintah semakin besar. Dan biaya produksi tersebut nggak berasal dari kantong PLN sendiri.

Pertanyaan tentang subsidi ini pada dasarnya ada 2, yakni:
1. Apakah subsidi listrik salah sasaran?
2. Apakah subsidi listrik perlu dipertahankan?

Sebaiknya kita perlu memahami apa arti subsidi. Subsidi itu diberikan bagi orang-orang yang tidak mampu menaikkan pendapatannya, sifatnya proteksionisme, melindungi agar mereka tetap dapat menikmati. Dalam hal ini, konteksnya adalah rakyat miskin.

Kita menghitung seseorang miskin atau tidak, dengan menggunakan pendekatan pengeluaran/ konsumsi. Maka, pemerintah kemudian mendefinisikan, rakyat miskin adalah mereka yang punya daya listrik 450 VA. Listrik itu cukup digunakan untuk lampu, kulkas, dan tivi. Kalau mau setrika, kulkas dicabut dulu sih.

Data pada tahun 2013 menunjukkan jumlah pelanggan dan jumlah subdisi yang diberikan pemerintah:
1. 450 VA 21,9 juta pelanggan dengan subsidi per pelanggan 998 ribu. Total subsidi 21,867 T
2. 900 VA 18,8 juta pelanggan dengan subsidi per pelanggan 1,22 juta. Total subsidi 22,973 T.
3. >900 VA 9,3 juta pelanggan dengan subsidi per pelanggan 1,561 juta. Total subsidi 14,505 T.
4. <14 kVA, 12.841 pelanggan dengan subsidi per pelanggan 3,17 juta. Total 41 M. 5. >1 kVa, 31.312 pelanggan dengan subsidi per pelanggan 59,626 juta. Total 1,867 T.
6. >200 kVA, 11.335 pelanggan dengan subsidi per pelanggan 1,756 M. Total 19,907 T.
7. > 30 MVA, 58 pelanggan dengan subsidi per pelanggan 121,86 M. Total 7,068 T.

Dari angka-angka di atas, ternyata subsidi diberikan, semakin besar pemakaian listriknya, semakin besar pula subsidinya.

Pada tahun 2017 ini, pencabutan subsidi dilakukan kepada pelanggan 900 VA yang bila pakai 2013 saja, pemerintah akan mampu menghemat 22,973 T. Bila kita sepakat subsidi tidak tepat sasaran, maka angka itu akan jauh lebih berguna bila digunakan untuk infrastruktur atau langsung ke kebutuhan primer rakyat miskin. Seperti misalnya, distribusi Kartu Indonesia Pintar untuk penjaminan fasilitas pendidikan anak-anak miskin, juga jaminan kesehatan atau pun berbagai social security system lainnya. Kenapa harus bentuk kartu? Karena sebenarnya, kartu ini secara tidak langsung bisa mencegah terjadinya inflasi. Jika bantuan langsung tunai diberikan, uang beredar yang akan bertambah menjadi satu variabel penyebab inflasi.

Lomba Menulis Puisi Ramadhan 2017 oleh Majelis Sastra Bandung (DL: 7 Juni 2017)

Majelis Sastra Bandung (MSB) menggelar Lomba Menulis Puisi Ramadhan 2017.

Lomba menulis puisi ini mengambil tema “Ramadhan dan Kondisi Sosial Negeri”.

Lomba terbuka untuk semua usia dan pengiriman puisi yang dilombakan dimulai 1 Mei sampai 7 juni 2017 (cap pos).

Syarat

Memakai Bahasa Indonesia, diketik rapi font 12, Time New Roman, dan diprint rangkap tiga.
Peserta boleh mengirim 2 sampai 3 puisi, dan belum pernah dipublikasikan.

Lomba tahun 2017 ini adalah kedelapan kalinya diadakan rutin setiap Ramadhan, seiring dengan usai MSB yang sudah berusia lebih dari 8 tahun. Untuk lomba kali ini MSB menyediakan hadiah uang THR sebesar Rp 2 juta untuk empat pemenang puisi terbaik. Masing- masing mendapat Rp 500 ribu.

Puisi dikirim ke:
Panitia Lomba Puisi Ramadhan MSB
(Kyai Matdon)
Jalan Cijerah, Gang Sukarame Nomor 394A,
Kota Bandung 48213

atau

Panitia Lomba Puisi Ramadhan MSB
Gedung Indonesia Menggugat Jalan Perintis Kemerdekaan Nomor 5, Kota Bandung.

Undangan Menulis Antologi Puisi Komunitas Bulungan (DL: 9 Juli 2017)

Komunitas Bulungan terdiri dari seniman dan sastrawan yang pernah bergiat dan bercengkerama selama beberapa bulan di Gelanggang Remaja Jakarta Selatan yang berlokasi di Bulungan hingga biasa disebut Gelanggang Bulungan. Pada tahun 2010 para penggiat seni tersebut menamakan diri sebagai “Komunitas Seni Bulungan.” Selain bergiat, mereka juga mendorong para remaja untuk aktif berkiprah di ranah seni.

Tahun ini Komunitas Bulungan akan meluncurkan antologi puisi yang terbuka untuk para penyair Indonesia. Siapa saja bisa mengirim naskah terbaiknya untuk bergabung dalam antologi yang dimotori oleh Komunitas Bulungan.

Ketentuan

– Mengirimkan 5 (lima) puisi hasil karya pribadi, 2 puisi di antaranya bernafaskan “Dinamika Jakarta.”
– Setiap puisi diharapkan tidak lebih dari 1000 karakter. Puisi diketik dengan font Times New Roman 1,5 spasi.
– Puisi dikirimkan ke elamat surel puisibulungan17@gmail.com
– Batas akhir pengiriman pada hari Minggu 9 Juli 2017, pkl 00.00 (lebih cepat lebih baik).
– Setiap pengirim puisi melampirkan biodata pribadi sekitar 300 karakter.

Puisi-puisi yang dikirim akan diseleksi oleh tim kurator yang terdiri dari Renny Djajoesman, Wita Yudharwita, Neno Warisman, Etty Purnamawaty, Rayni M. Massardi, dan Saraswati Sunindyo.

Undangan Menulis Antologi Puisi Pattimura (DL: 15 Mei 2017)


Para penyair dari Bengkel Sastra Maluku mencanangkan perayaan 200 tahun perjuangan Pahlawan Nasional Pattimura dan kawan-kawan. Pencanangan dilakukan di Workshop Coffee Ambon, Senin 16 Mei 2016.

Sejarah Pattimura termasuk asal-usulnya yang beragam tidak mampu dijelaskan secara tuntas oleh para sejarawan sehingga sering menjadi bahan debat yang tidak pernah selesai. Melalui puisi diharapkan semua kebesaran Pattimura dan kawan-kawan dalam perjuangannya dapat dipertemukan tanpa harus dipertentangkan.

Pencanangan perayaan 200 Tahun Pattimura dan kawan-kawan ditandai dengan penulisan puisi kolaboratif yang dilakukan para penyair dan warga Ambon pengunjung Workshop Coffee. Kata-kata yang ditulis para pengunjung itu selanjutnya dirangkai oleh penyair Weslly Johannes dan Rudi Fofid, menjadi dua puisi bertema Pattimura dengan judul “Patah Leher” dan “Pattimura”. Itulah dua puisi pertama dari seribu puisi yang akan diluncurkan dalam antologi puisi Pattimura tahun 2017, bertepatan dengan perayaan 200 tahun Pahlawan Pattimura.

Para penyair, penyair pemula, calon penyair bahkan bukan penyair, dari anak-anak sekolah dasar sampai para pensiunan, para guru, jurnalis dan siapa saja diundang untuk ikut menulis dalam buku ini.

Menurut Rudi Rofid dari Bengkel Sastra Maluku, angka seribu adalah sebuah angka psikologis sebab Maluku adalah Daerah Seribu Pulau dan Pattimura diabadikan dalam lembar uang seribu Rupiah. Selain itu, para penyair Maluku ingin mengekspresikan seribu ide dengan seribu cinta kepada Pattimura dan kawan-kawan, Maluku dan Indonesia.

Kirim puisimu tentang Pattimura ke email rudifofid@gmail.com.

Puisi-puisi tersebut akan dikumpulkan sampai 1000 judul, dan diterbitkan sebagai Antologi 1000 puisi Pattimura, 15 Mei 2017.

More Info:

Bengkel Sastra Maluku (click here)

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan