Lomba Menulis Cerita| Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel

Indonesia Book Club (NulisBuku.com, ZettaMedia.id dan Storial.co) dan PT. Telkom Indonesia kembali bekerja sama mengadakan kegiatan literasi dalam misi membangun kembali minat baca dan membantu mencerdaskan masyarakat. Kali ini, kegiatan literasi yang kami lakukan berupa kompetisi menulis cerita fiksi yang terinspirasi dari novel klasik terbitan Balai Pustaka atau “Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel”, yang akan berlangsung selama bulan Agustus hingga Oktober 2016.

Ketentuan umum kompetisinya sangat mudah, yakni kamu harus membaca novel klasik terbitan Balai Pustaka terlebih dahulu. Novel klasik tersebut dapat kamu baca melalui Pustaka Digital atau PaDi.
PaDi adalah program implementasi dari pencanangan 1000 Digital Learning Corner yang direalisasikan dalam bentuk kumpulan Pustaka Digital (eBook) gratis yang terdapat pada perangkat (dekstop atau gadget) PaDi di lokasi Plasa Telkom, WiFi Corner Telkom, dan Grapari Telkomsel tertentu. Program PaDi hingga saat ini dapat diakses di Plasa Telkom tertentu (cek ketersediaan PaDi di kotamu di link berikut http://www.telkom.co.id/pustaka-digital.html) dan lokasi masih akan terus bertambah.

Untuk kompetisi ini, kami menyiapkan hadiah total uang tunai senilai Rp. 50.000.000,-* untuk 5 orang pemenang.

Juara #1: Rp15.000.000
Juara #2: Rp12.500.000
Juara #3: Rp10.000.000
Juara #4: Rp7.500.000
Juara #5: Rp5.000.000

*Pajak hadiah ditanggung pemenang!

Syarat dan ketentuan Fiction Writing Competition:
Akses PaDi di Plasa Telkom, WiFi Corner Telkom, dan Grapari Telkomsel tertentu.
Jika kesulitan mengakses PaDi, kamu bisa membacanya melalui www.qbaca.com atau melalui aplikasi QBaca di smartphonemu.
Pilih dan baca 1 buku (novel klasik terbitan Balai Pustaka).
Tulisan harus berupa cerita fiksi.
Tulisan tidak boleh mengandung SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).
Harus asli karya peserta dan ditulis oleh penulis tunggal (satu cerita hanya ditulis oleh satu penulis).
Tulisan yang disubmit belum pernah disubmit ke platform menulis lain, juga tidak sedang diikutkan dalam kompetisi mana pun. Dan selama kompetisi berlangsung, peserta dilarang mengunggah cerita tersebut ke platform menulis mana pun.
Setelah submit tulisan, peserta wajib tweet “Aku ikutan Fiction Writing Competition #PustakaDigital @TelkomIndonesia @StorialCo lho! Baca karyaku di www.storial.co/tags/padifiksi #PADIFiksi”

Periode kompetisi: 17 Agustus – 7 Okober 2016.
Tulisan ditunggu paling lambat tanggal 7 Oktober 2016, pukul 23.59.
Tulisan ini akan dibaca oleh para juri dan hasil keputusannya diumumkan pada tanggal 31 Oktober 2016.
Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.
Ketentuan teknis submit tulisan di www.storial.co:

Peserta boleh mengikutsertakan lebih dari satu cerita asal dimuat dan diterbitkan dalam BUKU yang berbeda.
Tulisan harus ditulis dalam bahasa Indonesia, dengan panjang tulisan 1.000 – 10.000 kata. Boleh dibuat dalam beberapa BAB, panjang tulisan dalam satu bab maksimal 2.000 kata.
Judul: Gunakan judul dalam bahasa Indonesia yang baik.
Kategori: Cerita Pendek.

Keterangan Buku:
1. Isi kolom Keterangan Buku dengan sinopsis, teks pernyataan dan biodata singkat penulis (panjang isi kolom Keterangan Buku maksimal 300 kata).
2. Awali sinopsis dengan teks pernyataan berikut “Karya ini terinspirasi dari [Judul Novel] karya [Penulis Novel] terbitan Balai Pustaka yang diikutsertakan dalam Fiction Writing Competition Inspired by Classical Novel yang diselenggarakan oleh Indonesia Book Club dan Telkom Indonesia. Dan saya menyatakan bahwa karya ini hanya diunggah di www.storial.co. ”
3. Sertakan biodata singkat penulis:
3a. Nama Lengkap
3b. Nama Pena (optional)
3c. Tempat & Tanggal Lahir
3d. Domisili (Mis: Jakarta/Surabaya/Bandung)
3e. Akun Twitter
Kata kunci: PADIFIKSI
Contoh Buku Padi Fiksi dapat kalian lihat di link berikut http://www.storial.co/book/contoh-buku-padi-fiksi
@
Jika ada pertanyaan mengenai Fiction Writing Competition silakan email ke indobookclub@gmail.com yah!
Subjek email: Fiction Writing Competition
Format email: Nama + No.HP + Pertanyaan
Selamat membaca dan berkarya

Kopi Columbus

“Apa kau percaya kalau bumi itu bulat?”
“Kalau tidak bulat, tidak mungkin ‘kan Columbus dapat mengelilingi dunia?”
“Kau masih percaya Columbus?”
“Setidaknya aku lebih percaya dia daripada percaya kamu!”

Teruna menundukkan kepalanya setelah mengatakan kalimat itu. Ia memasukkan gula berbentuk kubus ke dalam kopinya. Ini sudah kubus gula yang kedua. Aku tak dapat membayangkan seperti apa manisnya kopi yang ada di hadapannya.

“Semua lelaki adalah pembohong,” ujar Teruna lagi.

Aku tak ingin mendengar kalimat itu. Teruna tak sadar, aku juga lelaki. Jika semua lelaki adalah pembohong, berarti aku juga pembohong.

Entah masalah apa yang mendera Teruna. Dia tiba-tiba mengajakku untuk minum kopi di Sabang. Aku sendiri cukup sering ke Sabang. Malam setelah bom meledak di Sarinah, aku juga ke Sabang untuk makan malam. Namun, baru kali ini aku ke Sabang untuk minum kopi. Aku sendiri tak begitu suka kopi.

Lain halnya dengan Teruna. Perempuan di depanku ini memang suka sekali kopi. Minggu lalu dia mendapatkan tugas meliput ke Sumbawa. Dia pergi ke desa terpencil di sana. Dan sempat-sempatnya dia meneleponku malam-malam hanya untuk bilang kopi di Tepal nikmat sekali.

Jangankan nikmatnya kopi, Tepal itu apa aku tak tahu.

Teruna pun bersemangat menceritakan keindahan Tepal, salah satu desa di puncak bukit di Sumbawa. Mulai udaranya yang dingin, keberuntungan melihat kuda liar dengan surai laiknya yang terlihat di iklan rokok di televisi, sampai malam-malam tanpa listrik. “Kopi tepal itu terkenal tahu di Nusa Tenggara. Orang-orang Mataram juga mengakui kalau kopi Tepal paling nikmat,” Teruna berapi-api menjelaskan melalui telepon. “Kamu tahu, K, ada 500 ha lebih lahan kopi di sini. Kopi hutan. Alami. Arabica dan Robusta tumbuh di sini. Dan kamu tahu apa yang lebih spesial lagi?”
Aku menggeleng mendengarkan kalimat demi kalimat Teruna.

“Di sini banyak luwak. Kamu harus mencoba kopi luwak!”
“Sudah ‘kan?”
“Apa? Kopi luwak sachetan?”

Teruna pandai meledekku. Dia tahu paling-paling aku minum kopi bungkusan. Mudah dan sederhana bikinnya. Dia sering menceramahi aku kalau kopi macam itu tidak ada cita rasanya. Perlakuan pada cara memetik daun kopi saja bisa memberi cita rasa yang berbeda. Begitu juga dengan pembuatan kopi. Salah urutan penuangan air panas saja rasa kopi bisa rusak.

“Ada perpaduan pahit, manis dan gurih yang terasa pas di lidah. Tingkat kepahitannya lebih terasa dan agak masam. Salah satu rahasianya adalah dengan menyangrai biji kopi kering di atas pasir panas. Biji kopi dimasak tidak bersinggungan langsung dengan wadah. Itulah tradisi yang hingga kini masih berlaku di Tepal. Selain itu masyarakat Tepal biasanya mencampurkan kopi dengan bonggol jagung atau beras sangrai. Tujuannya menambah rasa gurih maupun aroma pada kopi sekaligus mencegah penikmat kopi terkena penyakit maag. Gila kan?”

Belum sempat aku merespon, telepon itu mati mendadak. Aku hubungi dia lagi, suara operator mengatakan telepon yang kutuju tak bisa kuhubungi. Besoknya Teruna baru mengirim pesan, semalam listrik padam. Ketika listrik padam, sinyal pun otomatis ikut menghilang.

Sungguh, aku sama sekali tak mengerti segala hal yang dia bicarakan. Meskipun begitu, aku mendengarkannya. Menyimak antusiasme Teruna terasa menyenangkan. Barangkali itu yang menjadi salah satu alasan mengapa aku selalu betah menemani Teruna kapan dan kemana pun ia mengajakku bertemu.

Hari ini berbeda. Aku pikir sekembalinya dari Sumbawa, dia akan membagi banyak kisah lain. Tetapi, dia malah diam saja, menatap kopi yang dipesannya, memasukkan gula dan mengaduknya dengan pelan.

“Apa kau percaya kalau bumi itu bulat?” Aku mencoba mencairkan suasana dengan membawa topik yang kembali booming baru-baru ini. Munculnya Flat Earth Society bukan hal baru. Mereka meyakini bumi ini datar dengan kubah raksasa. Tidak ada hukum gravitasi. Yang ada bumi bergerak ke atas dengan kecepatan tertentu sehingga sebuah apel jatuh bukan karena
gravitasi, melainkan bumi yang menangkap apel tersebut.

Bumi datar dimulai dengan penafsiran buta pada kitab suci. Dan sekian puluh tahun, hal ini tidak menghebohkan. Namun, pendapat ini jadi heboh di media sosial. Memang benar, sekarang ada yang lebih cepat dari kecepatan cahaya, yakni merebaknya kebodohan di media sosial.

“Tak biasanya kamu minum kopi pakai gula,” ujarku.
“Pahit, K.”
“Kopinya?”
Teruna menggeleng. “Aku. Hidupku, K.”
“Kenapa hidupmu? Ada masalah?”
“Kamu pasti tidak tahu kan kalau arabica dan robusta itu butuh penanganan yang berbeda? Kamu juga tidak akan mengerti kalau setiap perempuan juga butuh ditangani dengan cara yang berbeda-beda.”
“Bagaimana caraku bisa mengerti kalau tidak dijelaskan?”
“Robusta itu kalau masak akan berwarna merah dan tetap menempel ke batang. Aku tidak seperti itu.”
“Jadi?”
“Sementara Arabica mudah rontok, jatuh ke tanah. Kopi yang jatuh ke tanah akan akan punya bau yang tak sedap. Mutu kopinya turun.” Teruna hening sejenak. “Aku sedang jatuh cinta, K. Tapi aku tak tahu cinta yang seperti apa….”
Deg! Rasanya ada palu yang dihantamkan ke jantungku. Aku juga jatuh cinta kepadamu, Teruna. Sudah lama sekali.
“Kami bertemu di selat Alas. Wajahnya secerah buah pir.”
Lalu kutulikan telingaku pada segala hal mengenai pria yang ditemuinya itu.
“K… aku harus bagaimana?” tanya Teruna.

Aku tidak tahu harus menjawab apa. Seorang Teruna menganggap jatuh cinta adalah hal yang buruk. Ketika kutanya kenapa suka kopi, sejak kapan, Teruna berkata ketika ia memutuskan untuk tak jatuh cinta lagi pada pria. Ia pernah bilang tak mau jatuh cinta lagi setelah ayahnya meninggalkan ibunya demi perempuan lain. Kopi membuatnya melupakan segala kepahitan hidup.

Kini, ia bilang telah jatuh cinta dan ia merasa seperti biji kopi yang jatuh ke tanah, kehilangan segala yang telah diyakininya selama ini. Di satu sisi, aku merasa baguslah kalau Teruna merasakan cinta kembali meski bukan padaku. Aku baginya mungkin hanya seperti lini masa di Twitter. Ia bebas menumpahkan segalanya.

“Dia seperti apa?” tanyaku.
“Seperti Columbus mungkin…”
“Haha… apa itu berarti dia mendapatkan ketenaran yang seharusnya bukan miliknya?”
“Maksudmu?”
“Apa kau masih percaya Columbuslah yang pertama kali mengelilingi dunia? Dia yang pertama sampai di Amerika?”
“Di buku begitu.”
“Cheng Ho ditengarai telah membuat peta dunia jauh sebelum Columbus berlayar.”
“Yah, sejarah kan memang memiliki berbagai versi, tergantung mana yang ingin kita percayai. Kamu tidak bisa mengatakan salah satu versi yang memang benar. Kamu hanya boleh mengatakan kamu percaya…kamu membenarkan salah satu versi itu.”
Aku tersenyum mendengar jawaban Teruna. “Begitu juga yang kau alami, Teruna.”
“Aku tidak paham, K.”
“Apa yang kamu khawatirkan? Jatuh cinta yang kau rasakan, atau bagaimana dia…semua adalah ketidakpastian. Kamu hanya perlu meyakini satu hal… membenarkan yang kamu rasakan.”
“Masalahnya adalah—“
“Ssttt…” aku memotong ucapan Teruna. “Aku tidak suka kopi. Bagiku kopi pahit. Tapi bagimu berbeda bukan?”
“Dengarkan aku dulu, K!”
“Baiklah.”

Teruna menyeruput kopinya lagi. “Kamu tahu kenapa aku menambahkan banyak gula di gelas kopiku malam ini?”
Aku menggeleng. “Tadi… hidupmu pahit.”
“Alasan lainnya, aku ingin tahu apa rasanya kopi bila ditambahkan gula.”
“Buruk?”
Teruna meringis. “Buruk.”
“Aku juga pernah mencoba memindahkan jam tangan di tangan kananku ke tangan kiriku. Ganjil rasanya.”
“Tidak mudah ya, mencoba untuk melakukan sesuatu yang berbeda itu….”
“Lalu kamu tidak ingin mencoba menjalani cinta yang kini kau rasakan?”
“Aku ragu.”
“Ragu?”
“Karena itu aku mau bertemu kamu, K… yakinkan aku….”
“Sulit.”
“Sulit?”
“Katamu semua lelaki adalah pembohong. Setidaknya mulailah dengan mengganti kalimat itu.”
“Dengan?”
“Sebagian besar lelaki adalah pembohong.”
“Haha… kamu bisa saja.”
“Iyalah… jadi aku ini pembohong atau aku bukan laki-laki? Kok bisa-bisanya kamu minta aku yang meyakinkanmu…percaya sama pembohong?” ledekku kepadanya.

Teruna tertawa terbahak-bahak mendengar kalimatku. Dia minum kopinya. Kali ini sampai habis tak bersisa. “Kopi ini lucu. Persis kamu.”

Menyaksikan Teruna yang tertawa membuatku lega. Ia kembali menunjukkan dirinya yang biasanya. Sosok yang ceria dan bersemangat.

Namun, tiba-tiba tawa Teruna terhenti. Ia menopang dagu dengan kedua telapak tangannya, menatap padaku dengan serius.
“Hei K, aku tahu kamu juga seorang pembohong yang ulung. Sejauh aku berkenalan dengan lelaki, kamu adalah lelaki yang paling pandai membohongi dirimu sendiri.”

Setelah mengatakan itu, Teruna mengalihkan pandangannya ke badan jalan. Kendaraan-kendaraan masih ramai berseliweran. Ia tak membiarkanku berkomentar pada kalimatnya barusan dan membiarkan diri tenggelam dalam lamunan panjang.
Sementara itu, di langit bulan bulat penuh mengambang. Dan kubayangkan jika memang benar bulan tidak sejauh itu, hanya sejenis bola lampu yang menggantung seperti yang diyakini flat earth society.

(2016)

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com

Macondo, Melankolia

Cerpen Pringadi Abdi Surya, Suara Merdeka 21 November 2010

“ALINA, tolong aku!”

“Kamu di mana sekarang?”

“Di kartu pos.”

“Kartu pos?”

“Iya, aku terkurung di dalam kartu pos.”

“Sontoloyo!”

Begitulah, Alina tidak percaya aku berada di dalam kartu pos. Seorang pria berkaca mata hitam dan bertopi khas koboi tiba-tiba menarik kerah bajuku sebelum memukul mataku—dengan tenaga yang cukup untuk meninggalkan lebam—lalu mendorongku masuk ke dalam kartu pos. Beruntung, setelah beberapa menit aku terpekur di dalam, memandangi lanskap kota tua yang sepertinya tak berpenghuni, kafe-kafe yang lengang, gerobak buah yang ditinggalkan, dan sobekan koran minggu yang terbang ditiup angin, aku sadar aku membawa handphone dan meski sisa pulsanya tidak cukup buat menelepon, masih ada sisa bonus SMS harian. Dan satu-satunya yang kupikirkan (dan berada dalam pikiranku) cuma Alina. Karena itulah aku mengirim pesan singkat kepadanya.

Beberapa saat yang lalu, aku berjanji untuk bertemu Alina di Kota X. Butuh waktu sekitar satu jam untuk mencapai kota X dari kota K. Aku sengaja berangkat lebih cepat karena hari ini aku tidak boleh terlambat. Tiga tahun sudah kami berpacaran dan memang hubungan kami cukup bermasalah dengan janji. Biasanya aku yang terlambat. Dan Alina akan menyambutku dengan muka yang cemberut dan kalimat-kalimat kemarahan yang biasanya bisa kuredakan dengan setangkai bunga, sebuah cincin, atau tingkah-tingkah lucu yang kulakukan dengan spontan seperti tiba-tiba naik ke meja lalu mengatakan cinta, atau maju ke area pemain band kafe dan mengambil gitar, menyanyikan lagu yang romantis untuk membuat hatinya luluh. Tetapi entahlah kali ini, sebuah mobil yang dikendarai ugal-ugalan di belakangku tiba-tiba menabrakku sampai mobilku terpental beberapa meter. Beruntung aku tidak apa-apa dan keluar dengan payah. Belum sempat aku meminta pertanggungjawaban, orang itu melakukan apa yang kujelaskan sebelumnya—mengurung aku di dalam kartu pos! Padahal hari ini aku mau melamar Alina dan waktu sudah mulai melewati pukul yang dijanjikan.

***

SELAMAT datang di Macondo [1], di kota yang tak pernah mengubah Anda menjadi tua, di kota yang segalanya tampak serba luar biasa, burung-burung tak pernah berhenti terbang, semua anak bermain layang-layang, dan tak pernah ada pintu gerbang—semua bebas datang atau pergi atau kembali!

Padahal pemandangan ini tampak seperti kota mati. Seperti habis terkena anima [2]—semua penduduknya diserap ke langit! Kota mati yang kutahu, selain Gunkanjima (sebenarnya bernama asli Hashima, tapi perawakannya yang seperti kapal perang itu membuatnya dinamakan demikian), memang rata-rata lahir dari pertambangan yang usai atau hubungan antarmanusianya yang masai. Mungkinlah, jika aku bertengkar dengan Alina (dalam sebuah pertengkaran akibat perselingkuhan—alasan satu ini memang tidak termaafkan), kekisruhannya akan menyaingi Tarakan yang seketika bisa membuat toko-toko tutup dan sekolah diliburkan.

Sobekan kertas koran yang tertiup angin itu mendadak berhenti tepat di depan kakiku. Aku menunduk dan dari posisi ruku’ kutengadahkan kepala mengikuti arah jalan. Pikiranku menebak-nebak ke mana jalan ini menuju. Berharap ada satu pintu jalan keluar yang akan mempertemukan kembali dengan Alina, ah, atau aku (kalau bisa) ingin menarik Alina ke dalam kota ini saja. Sepertinya akan jauh lebih romantis, berada di kota ini berdua dengan Alina, bahkan takkan malu-malu kuteriakkan cinta, memeluk dan menciuminya seolah-olah tidak akan pernah ada ciuman lagi setelahnya.

“Pikiran yang bodoh!”

Ya, memang pikiran yang bodoh.

“Kau tak akan bisa keluar dari sini.”

Seorang pria, dengan janggut keputihan dan kacamata baca yang tua sedang berjongkok di atas cerobong asap. Ia bercelana jins belel dan kaos putih kumal (yang kuduga bukan karena tak bisa mencuci, tapi memang airnya yang tak cukup bersih).

“Panggil aku Marquez.”

“Kau bisa membaca pikiranku?”

“Kau tidak sadar…kalau kau itu seperti sebuah halaman yang memberikan pembacaan utuh kepada pembaca.”

“Maksudmu?”

“Seratus tahun kesunyian…. Seratus tahun kesunyian adalah hukuman yang kau terima hari ini, dan nyaris empat ribu hari setelahnya.” Marquez tua menghela napas sebentar, “Dan tidak pernah ada malam.”

Bagaimana menghitung hari jika tak ada malam? Dan jika benar Macondo seperti yang tertera di papan jalan, kenapa Marquez tampak seperti lelaki tua yang payah?

“Aku tidak menua… Macondo tidak berbohong.”

Tapi aku tidak percaya.

***

TIGA tahun sudah kami berkenalan. Di sebuah resto sea food dengan harga terjangkau untuk anak muda, aku melihatnya duduk sendirian. Hari itu, ia mengenakan busana yang manis sekali. Kaos warna oranye yang agak ketat (dalam arti membikin bentuk tubuhnya terlihat cukup jelas) membuat kulit putihnya itu menjadi terlihat benar-benar putih. Rambutnya sebahu. Dan tangannya sedang asyik menekan keypad handphone. Elyasa, sahabatku, bilang kalau wanita sedang sendirian dan bermain handphone, itu artinya dia sedang menunggu seseorang dan jangan diganggu. Tapi, sebut namaku tiga kali (Sakum, Sakum, Sakum) dan segala urusan akan menjadi mudah!

“Sendirian?”

“Seperti yang kau lihat.”

“Sakum.”

“Aku tidak bertanya.”

“Siapa yang kamu tunggu?”

“Seorang lelaki.”

Aku pikir dia bercanda dan kuberanikan menarik kursi untuk kududuki. Ya, cuma perlu sedikit keberanian untuk membuat cinta hadir dan dekat.

“Aku benar-benar sedang menunggu seorang lelaki.”

“Mungkin lelaki itu aku.”

Tiba-tiba Alina berdiri dan melenggang pergi.

Satu minggu kemudian, minggu yang tak pernah aku sangka-sangka dan sejak saat itulah aku yakin akan adanya jodoh, ikatan takdir, serendipity, atau apalah namanya, di antara kami. Dia sedang duduk di halte yang sama denganku, dan masih menggunakan kaos oranye—tentu dengan motif yang berbeda (sepertinya memang warna kesukaannya).

“Sedang menunggu lelaki?”

Dia menoleh.

“Kau menguntitku?”

Tidak.

“Tiga tujuh derajat celcius, dunia semakin panas ya, eh, aku belum tahu namamu.”

“Alina.”

“Dan menunggu lelaki?”

“Dia tidak pernah datang.”

Aku ingin bertanya lebih jauh, tetapi menurut Freud, dalam kondisi seperti ini tidak begitu baik untuk terus-menerus memberikan pertanyaan. Karena hal ini bisa dianggap sebagai desakan. Perempuan yang sedang sedih tidak suka merasa didesak. Perihal demikian malah membuat jarak.

“Dia mengirimiku kartu pos. Kami bertemu di dunia maya.”

Aduh, sebenarnya aku tak suka mendengar cerita klasik semacam ini. Seseorang berkenalan dengan seseorang yang lain di dunia maya, beberapa kali chatting, bertukar email, lalu jatuh cinta. Bah! Lelaki itu harus berani bertukar mata, dan sedikit kegilaan akan membuat kita dikenang. Minimal hadir dalam ingatan!

“Kau tahu namanya, alamatnya?”

Alina menggeleng. Dia menunjukkan kartu pos itu padaku. Tuan M. Kota M. Cinta adalah api yang terbakar tanpa sumbu. Hanya begitu isinya.

***

KALAU aku tidak terdampar di Macondo, entah sudah berapa lama aku di sini—jam tanganku tidak berfungsi, bersabar dan berharap ada burung-burung terbang yang dijanjikan, atau layang-layang putus, dan televisi menyala menyalakan channel-channel favoritku—yang tentu saja tidak didominasi sinetron, aku pasti sudah merasakan bibir Alina di bibirku (ya, jika beruntung bahkan kami bisa menghabiskan malam bersama di sebuah hotel bintang lima).

“Dasar laki-laki berpikiran kotor!”

Pada nyatanya, laki-laki yang mengaku bernama Marquez, yang sepertinya bisa membaca pikiran, dan tetap bersiul sendirian, duduk di kursi goyang dan membaca koran (entah sudah berapa kali dia membacanya), itulah satu-satunya mahkluk hidup yang bisa kulihat di sini. Lama-lama aku muak. Terlebih karena aku sama sekali tidak merasa lapar.

“Hei Sakum, kau tahu satu menit ada berapa detik?”

“Tentu, enam puluh. Anak kecil saja tahu.”

“Kalau satu tahun?”

“Ya, kalikan saja, 365 x 24 x 60 x 60!”

“Makanya kutanya kau…aku tak pandai berhitung.”

“31536000, jika bukan kabisat.”

“Sepertinya sudah waktunya.”

“Waktu?”

“Seratus tahun kesunyian, Sakum…seratus tahun kesunyian!”

Aku masih tidak mengerti.

“Kau mau menonton televisi bersamaku?”

Aku mendekatinya dan duduk di sampingnya. Sebenarnya aku penasaran apakah televisi itu akan bisa memancarkan siaran sebab yang kutatap sampai sekarang hanyalah gambar semut hitam putih yang tidak pernah menampakkan sesuatu.

“Terima kasih, Kum….”

“Terima kasih?”

Bug! Marquez memukul tengkukku.

Aku pingsan.

Saat aku terbangun, Marquez sudah tak ada.

***

HANDPHONE-KU yang sepertinya belum kehabisan baterai tiba-tiba berbunyi. Beberapa pesan masuk dan mengabarkan telah ditambahkan pulsa lima puluh ribu. Satu pesan lain selain pesan-pesan dari provider itu bertuliskan “AKU BAIK KAN?”

Kubalas, “SIAPA?” Tapi tidak dibalas-balas juga. Kuhubungi, nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif. Pikiranku kembali ke Alina.

“Sayang, syukurlah kau mengangkat teleponku.”

“Jadi, masih berada di dalam kartu pos?”

“Iya, entahlah, sudah berapa lama aku di dalam sini.”

“Kamu baru telat enam jam kok.”

Nadanya mengejek.

“Jadi di dalam kartu pos ada kios jual pulsa?”

“Lho, bukan kamu yang mengisikan aku pulsa?”

“Aku? Mimpi kamu….”

Seandainya memang benar ini mimpi.

“Kita putus saja ya.”

“Hah?”

“Iya, PUTUS!”

“Kita kan sudah tiga tahun pacaran, kamu tega?”

“OK, apa kamu ingat kapan kita kali pertama bertemu?”

“Ya, tiga tahun lalu.”

“Kamu ingat apa yang aku katakan di halte?”

“Namamu Alina….”

“Lalu?”

“Ah, sepertinya cuma itu….”

“Beberapa jam lalu ada yang meneleponku. Laki-laki tiga tahun lalu itu datang lagi, dia bilang ingin melamarku.”

“Laki-laki? Tiga tahun lalu?”

“Ya….”

“Kau menerimanya?”

“Tergantung bagaimana dia menyatakan cintanya nanti….”

“Kau sudah tahu namanya?”

“Ya, tadi dia bilang namanya Marquez.”

“Marquez?”

“Marquez dari Macondo….” (*)

(2010)

Catatan:

[1] Nama Kota yang digunakan Gabrial Garcia Marquez di novel Seratus Tahun Kesunyian

[2] Hiro Mashima, dalam Fairy Tale, energi dari kota di balik langit

SINERGITAS ELEMEN KEPEMERINTAHAN DALAM MENGATASI MASALAH ROKOK DI INDONESIA

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Aditif berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, rokok adalah salah satu Produk Tembakau yang dimaksudkan untuk dibakar dan dihisap dan/atau dihirup asapnya, termasuk rokok kr:etek, rokok putih, cerutu atau bentuk lainnya yang dihasilkan dari tanaman nicationa tabacum, nicotiana rustica, dan spesies lainnya atau sintetisnya yang asapnya mengandung nikotin dan tar, dengan atau tanpa bahan tambahan. Rokok biasanva berbentuk silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah.

Produk tembakau adalah suatu produk yang secara keseluruhan atau sebagian terbuat dari daun tembakau sebagai bahan bakunya yang diolah untuk digunakan dengan cara dibakar, dihisap, dan dihirup atau dikunyah (PP No. 109 tahun 2012). Produk tembakau yang dimaksud mengandung zat aditif dan bahan lainnya yang berbahaya bagi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut The Tobacco Atlas 3rd edition, 2009 terkait persentase penduduk dunia yang mengkonsumsi tembakau didapatkan sebanyak 57% pada penduduk Asia dan Australia, 14% pada penduduk Eropa Timur dan pecahan Uni Soviet, 12% penduduk Amerika, 9% penduduk Eropa Barat, dan 8% pada penduduk Timur Tengah serta Afrika. Sementara itu ASEAN merupakan sebuah kawasan dengan 10% dari seluruh perokok dunia dan 20% penyebab kematian global akibat tembakau. Persentase perokok.pada penduduk di negara ASEAN tersebar di Indonesia (46,16%), Filipina (16,62%), Vietnam (14,11%), Myanmar (8,73%), Thailand (7,74%), Malaysia (2,90%), Kamboja (2,07%), Laos (l,23%), Singapura (0,39%), dan Brunei (0,04%).
Pengkonsumsian produk tembakau pada satu sisi adalah hak pribadi masing-masing warga negara. Namun di sisi lain, ada ruang publik yang mesti dihormati. Hak masvarakat untuk menghirup udasa segar bebas dari asap rokok, harus mendapat perhatian. Ketika penggunaan produk tembakau telah menganggu ketertiban dan meresahkan orang lain, maka saat itu hak seseorang akan udara bersih yang sehat mulai terabaikan. Walaupun sudah jelas dalam pasal 2 ayat 1dan 2: PP No. 109 tahun 2012 diatur tentang penyelenggaraan pengamanan penggunaan produk tembakau agar tidak membahayakan kesehatan perseorangan, keluarga, masvarakat, dan lingkungan.

Biaya ekonomi dan sosial yang ditimbulkan akibat konsumsi tembakau terus meningkat dan beban peningkatan ini sebagian besar ditanggung oleh masyarakat miskin. Angka kerugian akibat rokok setiap tahun mencapai US$ 200 juta dolar, sedangkan angka kematian akibat penyakit yang diakibatkan merokok terus meningkat. Di Indonesia, jumlah biaya konsumsi tembakau tahun 2005 yang meliputi biaya langsung di tingkat rumah tangga dan biaya tidak langsung karena hilangnya produktivitas akibat kematian dini, sakit dan kecacatan adalah US$ 18,5 Milvar atau Rp 167,1 Triliun (Kosen. S, 2007). Jumlah tersebut adalah sekitar 5 kali lipat lebih tinggi dari pemasukan cukai sebesar Rp32,6 Triliun atau US$ 3,62 Milvartahun 2005 (lUS$ = Rp 8.500,-). Jumlah perokok di seluruh dunia kini mencapai 1,2 milyar orang dan 800 juta di antaranva berada di negara berkembang. Menurut data WHO, lndonesia merupakan negara ketiga dengan jumlah perokok terbesar di dunia setelah Cina dan India. Peningkatan konsumsi rokok berdampak pada makin tingginya beban penyakit akibat rokok dan bertambahnya angka kematian akibat rokok. Tahun 2030 diperkirakan angka kematian perokok di dunia akan mencapai 10 juta jiwa, dan 70% di antaranya berasal dari negara berkembang. Saat ini 50% kematian akibat rokok berada di negara berkembang. Bila kecenderungan ini terus berlanjut, sekitar 650 juta orang akan terbunuh oleh rokok, yang setengahnya berusia produktif dan akan kehilangan umur hidup (lost life) sebesar 20 sampai 25 tahun (World Bank).

Merokok menimbulkan beban kesehatan, sosial, ekonomi dan lingkungan tidak saja bagi perokok tetapi juga bagi orang lain. Perokok pasif terutama bayi dan anak-anak perlu dilindungi haknya dari kerugian akibat paparan asap rokok. Keluarga miskin yang tidak berdaya melawan adiksinya dan mengalihkan belanja makanan keluarganya serta biaya sekolah dan pendidikan anak-anaknya untuk membeli rokok, sebagaimana ditampilkan pada gambar di bawah ini.

Rokok berbahaya
Rokok berbahaya

TEORI PERMAINAN DAN PERILAKU STRATEGIS DI DALAM OLIGOPOLI

A. Perilaku Strategis Dan Teori Permainan

Perilaku strategis mengacu kepada rencana kerja atau perilaku oligopolis, setelah mempertimbangkan semua reaksi yang mungkin dilakukan oleh para pesaing selama masih ada pesaing di antara mereka untuk memperoleh laba dan keuntungan lainnya. Karena hanya terdapat sedikit perusahaan dalam industri tersebut, tindakan dari perusahaan satu akan berpengaruh terhadap lainnya, dan rekasi dari perusahaan lain harus diperhitungkan oleh yang pertama dalam menentukan tindakan mana yang paling baik. Jadi, setiap oligopoli mengubah-ubah harga produk, atau kuantitas produk yang dijualnya, atau tingkat pemasangan iklan dan sebagainya, dengan tujuan memaksimumkan laba. Pengubahan tersebut dilakukan setelah perusahaan oligopoli memperhitungkan semua kemungkinan reaksi yang akan dilancarkan pesaing, berkaitan dengan setiap tindakan yang diambilnya. Pengkajian atas perilaku strategis tersebut merupakan materi teori permainan.

Teori permainan (game theory) dipelopori oleh ahli matematika John Von Neumann dan ekonom Oskar Morgenstem pada tahun 1944 dan tidak lama kemudian teori ini diakui sebagai terobosan baru dalam penelitian tentang oligopoli. Secara umum, teori permainan berkaitan dengan strategi terbaik atau optimum dalam berbagai situasi konflik. Misalnya, teori permainan bias membantu sebuah perusahaan ketika menurunkan harga tidak akan terjadi perang harga yang mematikan atau menentukan apakah perusahaan harus menambah kapasitas untuk mencegah pemain baru masuk dalam industri meskipun hal ini mengurangi laba jangka pendek perusahaan, dan mengapa kecurangan dalam kartel akan menyebabkan keruntuhan perusahaan. Singkatnya, teori permainan ini memperlihatkan bagaimana perusahaan oligopolistik membuat keputusan secara strategis untuk memperoleh keunggulan kompetitif atas pesaingnya, atau bagaimana perusahaan oligopolistik bisa memperkecil ancaman potensial akibat langkah strategis pesaingnya.
Setiap model teori permainan terdiri atas pemain, strategi, dan ganjaran. Pemain adalah para pembuat kepuusan yang perilakunya akan berusaha kita jelaskan dan ramalkan. Strategi adalah pilihan untuk mengubah harga, mengembangkan produk baru, melakukan kampanye iklan, membangun kapasitas baru, dan tindakan serupa lainnya yang mempengaruhi penjualan dan tingkat laba perusahaan serta pesaingnya. Ganjaran adalah hasil atau konsekuensi dari setiap pilihan strategi. Untuk setiap strategi yang diterapkan oleh sebuah perusahaan, biasanya terdapat strategi-strategi (reaksi) yang bisa dilakukan oleh pesaing. Ganjaran adalah hasil atau konsekuensi dari setiap kombinasi strategi yang dilakukan kedua perusahaan. Ganjaran biasanya dinyatakan dalam bentuk laba atau rugi perusahaan yang kita kaji, akibat strategi perusahaan itu atau reaksi pesaingnya. Tabel yang mencantumkan ganjaran dari semua strategi yang dilakukan suatu perusahaan dan reaksi yang mungkin diberikan pesaing disebut matriks ganjaran.
Kita harus membedakan antara pemain berjumlah nol dan permainan tidak berjumlah nol. Permainan berjumlah nol (zero-sum game) adalah permainan di mana keuntungan salah satu pemain merupakan akibat dari pengeluaran dan keuntungan ini secara persis seimbang dengan kerugian pemain lainnya. Sebagai contoh hal ini terjadi jika perusahaan A meningkatkan pangsa pasamya sebesar biaya yang dikeluarkan perusahaan B dengan meningkatkan pengeluaran iklannya (perusahaan B tidak melakukan perubahan iklan). Pada satu sisi, jika perusahaan B juga meningkatkan pengeluaran iklannya, perusahaan A mungkin tidak akan memperoleh pangsa pasar sama sekali. Di sisi lain, jika perusahaan meningkatkan harganya dan perusahaan B tidak melakukannya, perusahaan A mungkin akan kehilangan pasamya yang beralih ke pasar B. pemain dalam sifat ini, di mana keuntungan satu pemain sama dengan kerugian pemain lainnya (sehingga total keuntungan ditambah dengan total kerugian sama dengan nol) disebut permainan berjumlah nol. Namun jika keuntungan atau kerugian salah satu perusahaan tidak diakibatkan oleh biaya atau memberikan keuntungan dalam jumlah sama pada perusahaan lain, kita melakukan permainan berjumlah nol.

B. Strategi Dominan Dan Keseimbangan Nash
Untuk melihat bagaimana para pemain memilih strategi yang memaksimumkan ganjaran mereka, marilah kita mulai dengan permainan paling sederhana dalam suatu industri yang terdiri atas dua perusahaan (duopoli), perusahaan A dan B. masing-masing perusahaan mempunyai dua pilihan strategi, yaitu memasang iklan atau tidak. Perusahaan A, tentu saja mengharapkan laba yang lebih tinggi jika dia memasang iklan disbanding jika tidak memasang iklan. Tetapi tingkat laba perusahaan A sebenamya, juga tergantung dari apakah perusahaan B mesang atau tidak iklan. Dengan begitu, setiap strategi yang dilakukan oleh perusahaan A yaitu memasang iklan atau tidak) bisa dihubungkan dengan setiap strategi perusaaan B (juga memasang atau tidak iklan).
Perusahaan B
Pasang iklan Tidak pasang iklan
Perusahaan A Pasang iklan (4,3) (5,1)
Tidak pasang iklan (2,5) (3,2)

Empat hasil yang mungkin diperoleh dari permainan sederhana ini digambarkan dalam tabel di atas. Nomer pertama dari setiap elemen dalam table mengacu pada ganjaran (laba) bagi perusahaan A, sementara nomor kedua adalah ganjaran (laba) bagi perusahaan B. Dari tabel di atas, kita melihat bahwa jika kedua perusahaan memasang iklan, perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 4, dan perusahaan B akan memperoleh laba sebesar 3 (sel kiri atas dalam matisk ganjaran). Sebaliknya, elemen kiri bawah dalam matriks ganjaran menunjukkan akan memperoleh laba sebesar 2, dan perusahaan B memperoleh laba sebesar 5. Ganjaran lain dalam kolom kedua tabel tersebut diartikan dengan cara yang sama.
Strategi manakah yang harus dipilih ? Pertama-tama mari kita pertimbangkan perusahaan A. jika perusahaan B memasang iklan (yaitu bergerak ke kolom kiri dari tabel), kita lihat bahwa perusahaan A akan memperoleh laba sebesar 4 jika dia juga memasang iklan dan hanya 2 jika dia memasang iklan. Dengan demikian, perusahaan A harus memasang iklan jika perusahaan B memasangnya. Jika perusahan B tidak memasang iklan yaitu bergerak ke kolom kanan dalam tabel), perusahaan A akan memperoleh laba 5 jika dia memasang iklan, dan 3 jika ia tidak memasang iklan. Dengan demikian, perusahaan A harus memasang iklan tidak peduli apakah perusahaan B memasang atau tidak. Laba perusahaan A akan lebih besar jika ia memasang iklan dibanding jika ia tidak memasangnya, tanpa peduli apa yang dilakukan perusahaan B. Sengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa memasang iklan adalah strategi yang dominan bagi perusahaaan A. Strategi dominan adalah pilihan yang optimum bagi seorang pemain, apapun reaksi yang akan dilakukan oleh lawannya.
Hal yang sama juga berlaku bagi perusahaan B. apapun yang dilakukan perusahaan A (yaitu apakah perusahaan A memasang atau tidak iklan), akan lebih menguntungkan bagi perusahaan B untuk memasang iklan. Kita bisa melihat itu dengan berpindah-pindah baris pada table. Taptnya, jika perusahaan A memasang iklan, laba perusahaan B menjadi 5 jika memasang iklan dan 2 jika tidak. Dengan demikian, strategi yang dominan bagi perusahaan B adalah juga memasang iklan.
Dalam kasus ini, kedua perusahaan memiliki strategi dominan memasang iklan, dan oleh karena itu, akan menjadi keseimbangan akhir. Kedua perusahaan akan memasang iklan tanpa perlu mempertimbangkan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan lain dan akan memperoleh laba berturut-turut sebesar 4 dan 3 (sel kiri atas dalam matriks ganjaran pada table). Perhatikan dalam kasus ini, solusi memasang iklan atau keseimbangan akhir bagi kedua perusahaan akan tetap dipertahankan, apakah perusahaan A dan B yang mula-mula memilih strateginya, atau apakah kedua perusahaan memutuskan strategi terbaik mereka secara bersamaan.
Tidak semua permainan menyediakan strategi dominan bagi setiap pemain. Bahkan dalam dunia sesungguhnya, sangat mungkin bahwa satu atau kedua pemain tidak memiliki strategi dominan. Contohnya adalah ditunjukkan dalam matriks ganjaran pada tabel. Ini adalah matriks ganjaran yang sama dengan table sebelumnya, kecuali angka pertama dalam elemen kanan bawah diubah dari 3 menjadi 6. Sekarang perusahaaan B mempunyai strategi yang dominan, tetapi perusahaan A tidak. Startegi dominan bagi perusahaan B adalah memasang iklan, tidak peduli apakah perusahaan A memasang atau tidak, yaitu sama persis dengan kasus sebelumnya, karena ganjaran bagi perusahaan B sama dengan yang ada dalam table sebelumnya. Namun perusahaan A sekarang tidak memiliki strategi yang dominan. Alasannya bahwa jika perusahaan B memasang iklan, perusahaan A akan memperoleh laba 4 jika memasang iklan dan 2 jika tidak. Jadi, jika perusahaan B memasang iklan, perusahaan A juga harus memasang iklan. Di sisi lain jika perusahaan B tidak beriklan, laba perusahaan A adalah 5 jika memasang iklan dan 6 jika tidak. Jadi, perusahaan A harus memasang iklan jika perusahaan B memasang iklan dan tidak memasangnya jika perusahaan B tidak. Perusahaan A tidak lagi memiliki strategi dominan. Apa yang harus dilakukan oleh perusahaan A tergantung dari apa yang dilakukan oleh perusahaan B.
Agar perusahaan A bisa menentukan memasang iklan atau tidak, pertama-tama perusahaan A harus menentukan apa yang dilakukan oleh perusahaan B, dan memasang iklan jika perusahaan B memasangnya dan tidak memasang iklan jika perusahaan B tidak. Karena perusahaan mengetahui isi ganjaran, maka perusahaan mengetahui bahwa strategi dominan perusahaan B adalah memasang iklan. Karena itu strategi optimum bagi perusahaan A adalah juga memasang iklan (karena perusahaan A akan memperoleh laba 4 jika memasang iklan dan hanya 2 jika tidak). Inilah keseimbangan Nash, yang namnya diambil dari John Nash, ahli matematika dari universitas Princeton dan pemegang hadiah nobel tahun 1994 yang meresmikan konsep tersebut pada tahun 1951.
Keseimbangan nash (nash equilibrium) adalah sebuah situasi ketika setiap pemain memilih strategi optimumnya, untuk menghadapi strategi yang telah dilakukan oleh pemain lainnya. Dalam contoh di atas , strategi pemasangan iklan yang gencar untuk perusahaan A dan perusahaan B adalah keseimbangan nash, anggaplah bahwa perusahaan B memilih beriklan sebagai strategi dominanya, strategi optimum untuk perusahaan A adalah juga memasang iklan. Perhatikan bahwa ketika kedua perusahaan memiliki strategi dominan, masing-masing perusahaan dapat memilih startegi optimum tanpa peduli strategi apa yang dipilih oleh pesaingnya. Di sini, hanya perusahaan B yang memiliki strategi dominan. Perusahaan tidak memilikinya. Sebagai akibatnya perusahaan A tidak bisa memilih strategi optimumnya tanpa terlepas dari perusahaan B. hanya ketika setiap pemain telah memilih strategi optimumnya berdasarkan strategi yang telah dipilih oleh pemain lainnya, maka kita akan berada dalam keseimbangan Nash., tetapi keseimbangan Nash tidak memerlukan keseimbangan strategi dominan.

Dilema Narapidana (Prisoners Dilemma)
Perusahaan oligopolistic sering menghadapi masalah yang disebut dilema tahanan (prisoners dilemma). Istilah ini mengacu pada sebuah situasi di mana setiap perusahaan melaksanankan strategi dominannya, tetapi masing-masing bisa bertindak lebih baik (artinya, memperoleh laba yang lebih besar) dengan melakukan kerja sama. Untuk memahami hal ini, perhatikan situasi berikut. Dua orang tersangka ditangkap atas tuduhan perampokan senjata, dan jika terbukti salah, masing-masing harus menerima hukuman maksimum 10 tahun penjara. Namun demikian, jika kedua tersangka tidak mengakui, mereka hanya akan dituntut satu tahun penjara atas tuduhan menyimpan barang-barang curian. Setiap tersangka diintrograsi secara terpisah, dan keduanya tidak diizinkan berkomunikasi. Jaksa wilayah berjanji kepada masing-masing tersangka jika mereka mengaku, tersangka tersebut akan dibebaskan sementara temannya (yang tidak mengaku) akan menerima hukuman 10 tahun penjara. Jika kedua tersangka mengaku, masing-masing akan memperoleh hukuman yang lebih ringan 5 tahun penjara. Matriks ganjaran (negative) dalam hal masa hukuman yang harus dijalani, disajikan dalam table berikut.

Matrik ganjaran negative (masa tahanan) untuk tersangka A dan B
Individu B
Mengaku Tidak mengaku
Individu A Mengaku (5,5) (0,10)
Tidak mengaku (10,0) (1,1)

Dari table diatas, kita melihat bahwa mengaku adalah adalah strategi dominan atau terbaik bagi tersangka A, apa pun yang dilakukan oleh tersangka B. alasannya adalah, jika tersangka B mengaku, maka tersangka A menerima hukuman 5 tahun jika mengaku dan 10 tahun jika tidak. Demikian pula jika tersangka B mengaku, tersangka A bebas jika dia mengaku dan menerima hukuman 1 tahun ika tidak. Jadi strategi dominan bagi tersangka A adalah mengaku. Mengaku juga merupakan strategi dominan atau terbaik bagi tersangka B. alasannya adalah bahwa jika tersangka A mengaku, tersangka B menerima hukuman 5 tahun jika mengaku dan 10 tahun jika tidak. Demikian pula jika tersangka A tidak mengaku, tersangka B bebas jika dia mengaku dan menerima hukuman 1 tahun jika tidak. Jadi, strategi dominan bagi tersangka B adalah juga mengaku.
Jika setiap tersangka melakukan strategi dominan dengan mengaku, masing-masing akan menerima 5 tahun hukuman penjara. Tetapi, jika masing-masing tersangka tidak mengaku, masing-masing hanya akan diganjar 1 tahun hukuman. Tetapi masing-masing tersangka merasa takut, seandainya dia tidak mengaku, maka keduanya hanya akan memperoleh hukuman 1 tahun penjara. Karena tidak mungkin melakukan kesepakatan untuk tidak mengaku (harap diingat bahwa kedua tersangka berada terpisah di penjara dan tidak bisa berkomunikasi), kedua tersangka akan melakukan strategi dominannya untuk mengaku dan memperoleh tuntutan hukuman 5 tahun penjara. Perhatikan bahwa meskipun berhasil dicapai kesepakatan untuk tidak mengaku, kesepakatan tersebut tidak bisa dipastikan untuk berlaku. Karena itu, setiap tersangka akhimya akan mengaku dan menerima hukuman 5 tahun penjara.

PEMERINTAH SEBAGAI PEMAIN DALAM MENGURANGI PEROKOK DI INDONESIA
WHO memperkirakan bahwa pada tahun 2030, dari 70% kematian yang disebabkan oleh rokok akan terjadi di negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sejalan dengan hal tersebut, Riset Kesehatan Dasar 2010 menyebutkan prevalensi perokok saat ini sebesar 34,7%; artinya lebih dari sepertiga penduduk merupakan perokok. Untuk itu, pengembangan Pedoman Kawasan Tanpa Rokok sangatlah tepat dan harus menjadi agenda pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Pertama, pemerintah harus mengidentifikasi para pemainnya sendiri:
1. Kementerian Keuangan
2. Kementerian Kesehatan
3. Kementerian Dalam Negeri
4. Kementerian Pendidikan
5. Kementerian Informasi dan Komunikasi
6. Kementerian Pemuda dan Olahraga
7. Kementerian Tenaga Kerja
8. Kementerian Sosial
Minimal kedelapan kementerian tersebut saling bersinergi untuk melakukan teori permainan dalam mengurangi jumlah perokok di Indonesia.
Kedua, pemain yang tak kalah pentingnya adalah badan legislatif atau DPR yang membuat undang-undang. Ketiga, organisasi kemasyarakatan. Keempat, masyarakat itu sendiri (dibedakan menurut kelompok umur), dan terakhir, industri rokok baik itu pengusaha rokoknya, pekerja di perusahaan rokok tersebut, dan petani tembakau.
Yang sudah dilakukan pemerintah saat ini sejalan dengan pengendalian tembakau dari WHO, di Indonesia menerapkan Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sebagai strategi intervensi utama pengendalian rokok. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Kesehatan Dan Menteri Dalam Negeri Nomor 188/MENKES/PB/I/2011 Nomor 7 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok, bahwa dalam rangka melindungi individu, masyarakat, dan lingkungan terhadap paparan asap rokok, pemerintah daerah perlu menetapkan kawasan tanpa rokok.
Sejalan dengan ketentuan Pasal 140 dan Pasal 141 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, melalui hak inisiatifnya. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palembang menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok dan kemudian ditetapkan Peraturan Daerah Tentang Kawasan Tanpa Rokok. Perda sudah diterbitkan adalah Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Berikut adalah landasan Hukum Kawasan Tanpa Rokok:
1. Instruksi Menteri Kesehatan Nomor 84/Menkes/Inst/II/2002 tentang Kawasan Tanpa Rokok di Tempat Kerja dan Sarana Kesehatan
2. Instruksi Menteri Pedidikan dan Kebudayaan RI Nomor 4/U/1997tentang Lingkungan Sekolah Bebas Rokok
3. Instruksi Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 161/Menkes/Inst/III/1990 tentang Lingkungan Kerja Bebas Asap Rokok.
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 113 sampai dengan 116
6. Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
7. Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak
8. Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 39 Tahun 1999 tentang HakAsasi Manusia
9. Undang-Undang Republik IndonesiaNomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
11. Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia No. 19 Tahun 2003 tentangPengamanan Rokok bagi Kesehatan
12. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencema Udara.
Dengan diterapkannya KTR di setiap daerah diharapkan lingkungan yang sehat dapat terwujud di Fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum serta tempat-tempat lain yang ditetapkan.
Kawasan yang tidak boleh ada orang merokok, memproduksi dan promosi rokok. Kawasan Tanpa Rokok, yang selanjutnya disingkat KTR, adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan produk tembakau.
Manfaat KTR antara lain: menghargai dan melindungi hak bukan perokok untuk bebas dari paparan asap rokok yang berbahaya untuk kesehatan, mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok, memberikan citra positif bagi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, tempat kerja dan tempat umum serta tempat-tempat lain yang ditetapkan, membatasi ruang gerak perokok untuk menyebarkan paparan asap kepada bukan perokok dan menurunkan angka perokok dan mencegah meningkatnya angka perokok pemula. Tujuan pengaplikasian KTR adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat rokok, mengubah perilaku masyarakat untuk hidup sehat, mengoptimalkan produktivitas kerja, mewujudkan kualitas udara yang sehat dan bersih, bebas dari asap rokok, menurunkan angka perokok dan mencegah perokok pemula, mewujudkan generasi muda yang sehat, memberikan acuan bagi pemerintah daerah dalam menetapkan KTR, memberikan pelindungan dari bahaya asap rokok, memberikan ruang dan lingkungan yang bagi masyarakat dan menurunkan angka kejadian akibat dampak buruk merokok baik langsung maupun tidak langsung.

Pembagian Kawasan Tanpa Rokok
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Kawasan Tanpa Rokok menetapkan kawasan tanpa rokok meliputi berikut sasaran setiap tempat KTR:
1. Tempat Umum
Tempat umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah, swasta atas perorangan berupa ruang tertutup yang digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat termasuk tempat umum milik pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kota, gedung perkantoran umum, tempat pelayanan umum antara lain terminal, termasuk terminal bus, bandara, stasiun kereta api, mall, pusat perbelanjaan hotel, restoran dan sejenisnya. Sasaran KTR pada tempat umum adalah pimpinan/penanggung jawab/ pengelola sarana penunjang di tempat umum (restoran, hiburan, dsb), karyawan dan pengunjung/pengguna tempat umum.
2. Tempat Kerja
Tempat kerja adalah ruangan tertutup bergerak atau tidak bergerak dimana tenaga kerja bekerja atau tempat yang sering dimasuki tenaga kerja dan tempat tempat sumber bahaya termasuk kawasan pabrik, perkantoran ruang rapat, ruang sidang/seminar dan sejenisnya. Sasaran pada tempat kerja adalah pimpinan/penanggung jawab/ pengelola sarana penunjang di tempat kerja (kantin, toko, dsb), staf/pegawai/karyawan dan tamu.
3. Tempat Ibadah
Tempat ibadah adalah bangunan atau tempat tertutup yang memiliki ciri-ciri tertentu yang khusus dipergunakan untuk beribadah bagi para pemeluk masing-masing agama secara permanen tidak termasuk tempat ibadah keluarga. Sasaran pada tempat kerja adalah pimpinan/penanggung jawab/ pengelola tempat ibadah, jemaah dan masyarakat di sekitar tempat ibadah.
4. Arena Kegiatan Anak
Arena kegiatan anak adalah tempat tertutup yang diperuntukan untuk kegiatan anak-anak, seperti tempat penitipan anak, tempat pengasuhan anak, arena bermain anak-anak dan sejenisnya. Sasaranya adalah pimpinan/penanggung jawab/ pengelola tempat anak bermain dan pengguna/pengunjung tempat anak bermain
5. Angkutan Umum
Angkutan umum adalah alat angkutan bagi masyarakat berupa kendaraan darat, air dan udara yang merupakan ruang tertutup, termasuk di dalamnya taksi, bus umum, angkutan kota, dan sebagainya. Sasaran KTR pada angkutan umum adalah pengelola sarana penunjang di angkutan umum (kantin, hiburan, dsb), karyawan, pengemudi dan awak angkutan dan penumpang.
6. Kawasan Proses Belajar Mengajar
Kawasan Proses Belajar Mengajar adalah tempat yang dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan mengajar atau pendidikan dan pelatihan. Sasaran pada tempat proses belajar mengajar adalah pimpinan/penanggung jawab/ pengelola tempat proses belajar mengajar, peserta didik/siswa, tenaga kependidikan (guru) dan unsur sekolah lainnya (tenagaadministrasi, pegawai di sekolah).
7. Tempat Pelayanan Kesehatan
Tempat Pelayanan Kesehatan adalah tempat tertutup yang digunakan untuk menyelenggarakan upaya kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat seperti rumah sakit, puskesmas, tempat praktik dokter, tempat praktik bidan toko obat/apotek, laboraturium, dan tempat kesehatan lainnya antara lain balai pengobatan. Sasaran pada tempat pelayanan kesehatan meliputi : pimpinan/penanggung jawab/ pengelola fasilitas pelayanan kesehatan, pasien, pengunjung, tenaga medis dan non medis.

Metode, Prinsip dan Intervensi Menciptakan Kawasan Tanpa Rokok
Berbagai metode promosi tentang kawasan tanpa rokok. Pusat pengendalian tembakau, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, merumuskan sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain
1. Dukungan Masyarakat, Pemahaman dan partisipasi masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi diri sendiri dan orang lain dan agar pentaatan peraturan didasari oleh kesadaran bukan keterpaksaan karena adanya sanksi peraturan.
2. Fase Kampanye Publik Dan Sosialisasi Masyarakat, Pra peraturan daerah dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan penerimaan masyarakat dan pasca peraturan daerah dengan tujuan mendapatkan kesamaan pemahaman tentang isi peraturan serta meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan.
3. Kerjasama dengan MEDIA, Media massa merupakan kekuatan yang dapat mempengaruhi opini masyarakat dengan menampilkan dampak negatif akibat rokok yang sebelumnya belum diketahui oleh masyarakat banyak.

Berikut ini adalah prinsip kebijakan Kawasan Tanpa Rokok
1. Prinsip 1 , Mengeliminasi total asap tembakau di ruangan dan 100%lingkungan tanpa asap rokok.
2. Prinsip 2, Semua orang harus terlindung dari paparan asap rokok baik indoor maupun outdoor.
3. Prinsip 3, Peraturan bersifat mengikat secara hukum dan dibuat sederhana,jelas dan dapat dilaksanakan secara hukum.
4. Prinsip 4, Perencanaan yang baik dan sumber daya yang cukup dalampelaksanaan dan penegakan hukum.
5. Prinsip 5, adanya mitra dan partisipasi Lembaga-lembaga kemasyarakatantermasuk lembaga swadaya masyarakat dan organisasi profesidalam proses pengembangan, pelaksanaan dan penegakan hukum.
6. Prinsip 6, Pelaksanaan dimonitoring berkala.
7. Prinsip 7, Amandemen dan perbaikan peraturan dalam penegakan hukum atau kebijakan lain menampung perkembangan bukti ilmiah dan pengalaman berdasarkan studi kasus.

Peran Khusus Kementerian
Pertama, naikkan cukai rokok sehingga harga rokok akan lebih tinggi. Kenaikan cukai rokok ini pula akan berefek pada pabrik-pabrik rokok. Sejak tahun 2009, cukai rokok sudah dinaikkan dan terbukti telah membuat banyak pabrik rokok tutup. Namun, pabrik yang tutup masihlah pabrik-pabrik yang kecil. Kebijakan menaikkan cukai rokok ini menaikkan pendapatan dari cukai rokok. Namun, persepsi yang harus disepakati bersama adalah fungsi cukai bukanlah fungsi pendapatan melainkan fungsi barrier. Ketika pendapatan cukai naik, kita tidak boleh mengklaimnya sebagai sebuah prestasi. Tapi, kita harus membedah terlebih dahulu, apakah kenaikan pendapatan cukai adalah kenaikan dari tarif dikalikan jumlah rokok terjual, ataukah jumlah rokok terjual juga mengalami kenaikan. Jika hal kedua yang terjadi, maka fungsi cukai tidak berjalan. Dan ada indikasi, bahwa kenaikan cukai malah membantu perusahaan-perusahaan rokok yang besar, dan mematikan pabrik rokok yang kecil saja.
Di sisi Kementerian Pemuda dan Olahraga, hendaknya mengadopsi sistem yang digunakan oleh badan olahraga khususnya di Eropa dan Amerika, yakni melarang rokok mensponsori kegiatan olahraga. Kita sendiri tahu, di Indonesia, rokok menjadi sponsor utama kegiatan-kegiatan keolahragaan seperti bulu tangkis dan sepak bola. Lebih jauh, atlet yang tertangkap basah mengonsumsi rokok pun biasanya dikenakan denda oleh klub. Hal ini dikarenakan ada kesadaran bahwa rokok dapat mengganggu performa seorang atlet di lapangan. Rokok berbahaya bagi kesehatan.
Kementerian Informasi dan Komunikasi, jika tak bisa melarang iklan rokok, hal yang dilakukan adalah membatasi jadwal tayang iklan rokok. Iklan rokok dapat diiklankan kalau sudah melewati jam malam anak-anak (misal di atas pukul 09.00 malam). Selain itu, konten rokok di dalam iklan-iklan media cetak juga harus dibatasi.
Kementerian Kesehatan, selain terus menerus mensosialisasikan kampanye anti rokok, juga bersama-sama dengan Kementerian Perdagangan membatasi penjual rokok. Rokok tidak bisa dijual bebas di pasar. Mereka yang menjual rokok harus mendapatkan izin dari pemerintah secara resmi. Dan meniru Amerika, rokok hanya dijual di apotek dan gerai-gerai tertentu.
Sellanjutnya, pemerintah dapat mengadopsi dari pendekatan yang digunakan Pusat pengendalian penyakit dunia (CDC) dalam upaya mengendalikan tembakau (smoking cessation). Intervensi program ini diberikan kepada semua anggota rumah tangga terpilih yaitu orang tua dan anak. Intervensi program yang akan dilakukan pada penelitian ini antara lain:
a. Brief clinical intervention
Pada tahap ini akan dipilih 2 orang tenaga kesehatan atau kader dari setiap desa untuk pelatihan (training) mengenai rumah tangga tanpa asap rokok. Training terhadap tenaga kesehatan atau kader bertujuan agar dapat memberikan konseling seputar rokok dan pentingnya rumah tangga tanpa asap rokok. Hal ini dilakukan oleh tenaga kesehatan di desa baik bidan maupun kader puskesmas.
Pelatihan tenaga kesehatan atau kader akan dilakukan oleh peneliti bersama anggota peneliti. Pelatihan akan diberikan sebanyak satu (1) kali selama dua hari kepada tenaga kesehatan atau kader. Materi pelatihan yang diberikan meliputi bahaya rokok dan pentingnya kawasan tanpa asap rokok. Tenaga kesehatan juga akan diberikan flipchart yang mempermudah mereka melakukan konseling tentang rokok.
b. Konseling terpadu
Konseling yang akan diberikan mengenai kawasan rumah tangga tanpa asap rokok. Konseling ini akan diberikan oleh tenaga kesehatan atau kader yang telah di training mengenai substansi materi yang harus disampaikan kepada klien. Responden yang akan menjadi target konseling terpadu ini adalah kepala rumah tangga (ayah). Responden dimotivasi untuk merokok tidak di dalam ruangan tertutup, seperti rumah. Jika mereka ingin merokok, mereka disarankan untuk merokok di ruangan terbuka, seperti halaman rumah dan tidak merokok di depan anak-anak. Konsep ini dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari asap rokok bagi perokok pasif di tingkat rumah tangga.
Konseling terpadu akan diberikan sebanyak satu (1) kali hingga dua kali dalam satu bulan oleh tenaga kesehatan yang telah dilatih. Konseling ini akan diberikan secara individual dengan cara datang ke rumah tangga yang terpilih menjadi responden ataupun kelompok. Waktu pemberian konseling akan dilakukan secara terpadu pada waktu sore hari pada hari-hari libur seperti sabtu dan minggu.
c. SMS gaul promosi kesehatan
Sasaran program SMS gaul ini adalah remaja. Apabila di rumah tangga terpilih ada anggota rumah tangga yang berstatus remaja maka sms gaul akan diberikan sebagai penguat program intervensi kawasan rumah tangga tanpa asap rokok yang diberikan kepada kepala keluarga. SMS gaul adalah salah satu cara yang dipilih sebagai sarana promosi kesehatan melalui mobile phone (handphone). Melalui sms gaul diharapkan promosi kesehatan dapat diberikan secara kontinu dan tepat sasaran. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang telah menggunakan handphone terutama kalangan remaja, sehingga dianggap handphone sebagai salah media yang dapat efektif dalam penyebaran informasi kesehatan. SMS gaul akan diberikan secara rutin setiap hari selama satu bulan (30 hari) kepada remaja oleh tim.
SMS gaul akan berisi pesan edukasi terhadap remaja mengenai bahaya rokok dan ajakan untuk tidak merokok di dalam ruang tertutup dalam hal ini rumah. Untuk remaja yang bukan perokok, sms ini akan memotivasi mereka untuk tidak akan mencoba merokok pada usia muda. Remaja yang menjadi target sasaran akan dimotivasi untuk meneruskan pesan singkat ini kepada peer mereka atau teman sebaya mereka sehingga upaya promosi kesehatan bisa meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya rokok.
d. Intervensi Pemberian Permen Herbal Pengganti Rokok
Sasaran program ini adalah remaja dan orang tua. Intervensi pemberian permen ini dilakukan setelah konseling diberikan. Diharapkan melalui pemberian permen herbal seperti aroma jahe, cengkeh dan mint ini dapat meminimalisir perilaku merokok di dalam rumah. Apabila saat berada di dalam rumah responden ingin merokok dapat diganti dengan permen herbal yang diberikan. Pemberian permen akan diberikan selama satu bulan. Jumlah permen yang diberikan oleh tim adalah sebanyak 1 paket per responden per minggu selama satu bulan.
e. Celengan Sehat
Responden dimotivasi untuk mengurangi kebiasaan merokok dengan mengalokasikan sebagian uang rokok ke dalam celengan. Sehingga responden bisa memperhitungkan keuntungan secara ekonomi ketika mereka bisa mengurangi kebiasaan merokok. Setiap rumah tangga terpilih akan diberikan celengan sebanyak satu (1) buah. Pada akhir intervensi akan dihitung berapa banyak uang alokasi untuk rokok yang telah ditabung oleh responden.
f. Rokok Elektronik
Peralatan elektronik bertenaga baterai yang dirancang menyerupai rokok, dan dipasarkan sebagai alat bantu untuk berhenti merokok. Alat ini memungkinkan penggunanya menikmati uap saripati nikotin. Mekanisme kerja sebagai alat penyemprot dan menguap cairan nikotin dalam cartridge. Cairan nikotin ini hanya mengandung nikotin, propilen glikol, penyedap (untuk mensimulasikan rasa tembakau), dan air, tanpa tar berbahaya dan aditif kimia beracun.
g. Membungkus Rokok
Pat Owens di New York membungkus rokok-rokoknya dengan kantung plastik dan mengubumya di dalam pot tanaman. Jika ingin merokok sebatang ia harus menggali, mengambil 1 dan mengubur kembali sisanya. Ini membuatnya malas merokok karena harus menggali dan mengubur berulang-ulang. Saat ini dia sudah berhenti merokok selama 18 tahun.
h. Totok rokok
Metode ini menggunakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) yangmenggabungkan teori akupuntur dan sisi kerohanian.
i. Permen jahe
Orang sering merasa mual ketika harus berhenti merokok karena nikotin menimbulkan reaksi penarikan atau sakau. Permen jahe dapat mengatasi rasa mual dan mengurangi kecanduan nikotin.
j. Metode pendekatan farmakologi dan non-farmakologi
Terapi kombinasi melalui farmakologi (Vareniklin Tartrat/VT) dan non-farmakologi (hipnosis kedokteran). Penelitian yang dilakukan dokter kesehatan jiwa, dr Dharmady Agus, menunjukkan terapi kombinasi VT ditambah hipnosis kedokteran terbukti efektif membantu berhenti merokok. Terapi ini memiliki tingkat keberhasilan jangka pendek dan jangka panjang yang lebih baik, dalam jangka panjang, sugesti yang ditanamkan akan mengendap menjadi suatu nilai yang diterima dan akan menjadi kebiasaan yang dilakukan tanpa disadari, serta membentuk suatu perilaku baru yang mengubah perilaku sebelumnya.
k. Cold Turkey
Metode dengan memutus seluruh asupan nikotin masuk ke dalam tubuh dalam bentuk apapun. Tidak ada koyo, permen karet, obat hisap, e-cig, atau tembakau kunyah dan seluruh jenis asupan nikotin baru lainnya. Tujuan dipotongnya asupan nikotin secara total untuk mengurangi ketagihan merokok.
l. Handphone kesehatan (mHealth)
WHO melakukan pengawasan dan pemantauan tembakau dengan meningkatkan ketersediaan data surveilans pada penggunaan tembakau, paparan dan hasil kesehatan yang terkait didalam handphone. WHO bekerja dengan negara-negara anggota dan mitra lainnya untuk:
1. Mendorong penggunaan standar dan protokol ilmiah dan berbasis bukti untuk survei tembakau
2. Membangun kapasitas dalam melakukan dan melaksanakan survei, serta diseminasi dan menggunakan hasil mereka
3. Mengembangkan, memelihara dan melaporkan data untuk memantau kebijakan pengendalian tembakau
4. Mengembangkan, memelihara dan melaporkan data pada hasil kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan tembakau dan paparan.
m. Program Tembakau Global Leadership
Merupakan dasar untuk membentuk persepsi dan pandangan untuk melakukan pengendalian rokok secara up-to-date intelijen, keahlian taktis dan puluhan sekutu. Program kepemimpinan adalah salah satu dari beberapa upaya sekolah untuk membuat kampanye pengendalian tembakau global.

Hal penting lainnya adalah ketika tujuan kampanye antirokok itu tercapai, dan pabrik rokok tercapai, pemerintah harus memikirkan pekerja yang kehilangan lapangan pekerjaannya di pabrik rokok, juga para petani tembakau—yang harus dibimbing dengan baik oleh pemerintah untuk mengalihkan lahannya dari tembakau ke produk pertanian lain.

DAFTAR PUSTAKA

Salvator, Dominick.2010. Manajerial Economics Buku 2 Edisi ke-5, diterjemahkan oleh:Budi, Ihsan Setyo. Jakarta:Salemba Empat.

Defisit Anggaran 3%

Kenapa batas defisit anggaran adalah 3%? Apa maksud dari defisit anggaran 3%?

Pertanyaan ini pasti sering diajukan oleh mahasiswa yang tengah belajar makro ekonomi. Jawaban yang paling sering muncul adalah batas defisit anggaran 3% berasal dari Undang-Undang Keuangan Negara No. 17 Tahun 2003. Dihitung dari realisasi selisih penerimaan negara dengan belanja negara dibandingkan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Dalam APBN P 2016, asumsi defisitnya adalah sebesar 296,7 Triliun sementara PDB sebesar 12.626 T. Hingga Semester I, telah terjadi defisit 230,7 Triliun atau sekitar 1,83%.

Lah terus dari mana perhitungan angka 3% ini?

9-10 Desember 1991, beberapa negara Eropa berkumpul di Maastricht, Belanda. Inilah yang menjadi cikal bakal Uni Eropa. Nah, selain membahas soal Euro, Uni Eropa, dan sejenisnya, Perjanjian Maastricht juga menghasilkan Kriteria Maastricht yakni:

1. Tingkat inflasi: Tidak boleh lebih dari 1,5 poin persen lebih tinggi daripada rata-rata tiga negara anggota dengan inflasi terendah di UE.

2. Keuangan pemerintah:

Defisit pemerintah tahunan:

Rasio defisit pemerintah tahunan dengan produk domestik bruto (PDB) tidak boleh lebih dari 3% pada akhir tahun fiskal selanjutnya. Jika tidak, negara tersebut diwajibkan mencapai tingkat mendekati 3%. Hanya ekses pengecualian dan sementara yang diperbolehkan untuk dikecualikan.

Utang pemerintah:

Rasio utang pemerintah bruto dengan PDB tidak boleh lebih dari 60% pada akhir tahun fiskal selanjutnya. Bahkan jika target ini tidak tercapai karena kondisi tertentu, rasio tersebut harus setidaknya berkurang dan mendekati nilai referensi dengan progres yang memuaskan. Pada akhir 2010, hanya dua negara anggota UE, Polandia dan Republik Ceko, yang mencapai target ini.[butuh rujukan]

3. Nilai tukar: Negara pendaftar harus menjalani mekanisme nilai tukar (ERM II) di bawah Sistem Moneter Eropa (EMS) selama dua tahun berturut-turut dan tidak boleh mendevaluasi mata uangnya selama periode tersebut.

4. Tingkat suku bunga jangka panjang: Tingkat suku bunga jangka panjang nominal tidak boleh lebih dari 2 poin persen lebih tinggi daripada di tiga negara anggota yang mengalami inflasi terendah.

Tujuan penetapan kriteria ini adalah untuk mempertahankan harga kestabilan di Zona Euro meski ada negara anggota baru sekalipun.

Kriteria Maastricht ini kemudian diadopsi di UU Keuangan Negara No. 17 tahun 2003.

Lomba Menulis Tema Kopi Oleh Nulisbuku

Hai kawan,

Di bulan Agustus ini, kita mengadakan kompetisi menulis cerpen bersama Giordano! Kompetisi ini temanya sesuai dengan koleksi Giordano pada bulan September nanti, yaitu #MyCupOfStory. Dengan tema tersebut, kamu bisa menuliskan sebuah kisah fiksi menjadi sebuah cerita pendek yang terinspirasi dari kopi-kopi di Indonesia. Genre ceritanya bebas, kamu boleh menuliskan kisah drama romantis, petualangan, inspiratif, atau lainnya.

Pokoknya, Buat ceritanya sekeren mungkin dimana ada kopi sebagai benang merahnya. Dan yang paling seru nih, Kompetisi ini berhadiah paket jalan-jalan seru ke Aceh/Toraja. Kota tujuan itu adalah salah satu asal kopi-kopi terbaik asli Indonesia. Nanti kamu juga bisa menuliskan serunya perjalananmu di sana! Kami akan memilih 3 (tiga) orang pemenang utama yang akan mendapatkan hadiah utama: Paket Tour ke Aceh/Toraja dan 7 (tujuh) finalis lainnya akan mendapatkan produk spesial dari Giordano dan nulisbuku.com.

Tetarik kan? Buruan simak info detailnya di bawah ini; Jangan lupa kirim karyamu yang paling keren dan jangan sampai telat kirim karena deadline-nya pada hari Minggu, 21 Agustus 2016 pukul 23.59 WIB

A. Syarat Peserta

Dapat diikuti oleh seluruh Warga Negara Indonesia, tanpa batasan usia, tanpa batasan jenis kelamin, tanpa batasan agama, dan tanpa batasan lokasi tempat tinggal. Setiap peserta dapat mengirimkan 1 (satu) karya tulisan terbaiknya.

B. Syarat Cerpen

Karya ditulis dalam bahasa Indonesia minimal 4 halaman, atau maksimal 8 halaman A4, diketik rapi dalam file Microsoft Word spasi: 1.5, dengan font: Times New Roman, ukuran font: 11pt, dengan margin sesuai standar Microsoft Word saja, tidak perlu diubah.

Karya juga harus diposting di blog pribadimu DAN dikirimkan melalui email ke send@nulisbuku.com. Sertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.

Karya tersebut belum pernah diterbitkan dalam media nasional mana pun (jika pernah diposting di blog atau FB notes masih boleh), dan merupakan karya asli penulis. Dengan mengikuti lomba ini, berarti penulis menyatakan bahwa karya tersebut adalah murni karya aslinya dan jika ada tuntutan pelanggaran hak kekayaan intelektual maka akan menjadi tanggung jawab penulis.

Judul dan genre tulisan bebas, dengan tetap sesuai dengan tema: #MyCupOfStory (Sebuah kisah fiksi yang terinspirasi dari kopi Indonesia)

C. Cara Berpartisipasi

Menulis cerita pendek fiksi sesuai tema #MyCupOfStory yang sudah diketik rapi dalam file Microsoft Word.
Kirimkan cerpen tersebut beserta data diri: Nama, Alamat, No. handphone, No. KTP (Atau kartu pelajar), Twitter account (Jika ada), Alamat facebook (Jika ada), ke alamat email: send@nulisbuku.com (berupa file lampiran- attach files, bukan di body email) dengan format subject email dan nama file sebagai berikut:[MyCupOfStory] – [Judul tulisan]– [Nama Penulis]. Contoh: MyCupOfStory – Kopi, Sore dan Kamu – Hartawan Kopika
Setiap penulis dimohon juga membuat paragraf singkat maksimal 5 (lima) kalimat untuk memperkenalkan diri, untuk profil penulis di dalam buku My Cup of Story.’ #MyCupOfStory”. Kami sarankan penulis mencantumkan akun Twitter-nya masing-masing karena bisa jadi saran contact pembaca atau penerbit yang tertarik atas karyamu. Profil singkat ini boleh ditulis di badan email.
SERTA masukkan/posting tulisan (cerpen) ke dalam blog pribadi-mu dengan mencantumkan teks berikut ini: Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com
Wajib menyertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.
Wajib Follow & mention akun Twitter /Facebook/Instagram @nulisbuku dan GiordaniID, kemudian silakan twit sinopsis tentang karya cerpenmu minimal sebanyak 3 (tiga) kali twit; jika 1 twit itu maksimal 140 karakter, maka 3 kali twit, maksimal adalah 140 x 3= 420 karakter. Selain itu, post dan mention Nulisbuku dan Giordani Indonesia di Facebook. Twit dan post ini berguna untuk mempromosikan karyamu yang telah dikirim tersebut. Jangan lupa tambahkan hashtag #MyCupOfStory pada setiap twit dan post Facebook-mu!
Untuk mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya, GRATIS!

Pengumuman para finalis dan pemenang & penyerahan hadiah akan dilakukan pada hari Rabu, 21 September 2016 di acara launching buku #MyCupOfStory

D. Periode #MyCupOfStory

Dimulai hari Kamis, 4 Agustus 2016 dan ditutup pada Minggu, 21 Agustus 2016 pukul 23.59 WIB. Karya diposting di blog DAN dikirimkan melalui email ke send@nulisbuku.com. Sertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.

E. Pemilihan Pemenang

Pemenang terdiri dari 3 pemenang utama dan 7 finalis. Seluruh tulisan yang masuk akan dinilai berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

Kesesuaian isi tulisan dengan tema.
Originalitas.
Teknik penulisan yang menarik dibaca.
Sesuai dengan syarat lomba.
Pemenang akan dipilih oleh juri yaitu tim Nulisbuku.com. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

F. Pengumuman Pemenang

3 orang pemenang utama dan 7 finalis terpilih akan diumumkan pada hari Rabu, 21 September 2016 di acara launching buku #MyCupOfStory.

G. Hadiah Pemenang

Kami akan memilih 3 (Tiga) Pemenang Utama, yang akan mendapatkan paket tour ke salah satu asal kopi di Indonesia yang sedang dipromosikan oleh Giordano dalam kampanye iklannya (Toraja atau Aceh)

Tiga pemenang utama, serta 7 finalis lainnya akan mendapatkan 1 eksemplar buku tersebut secara gratis dari nulisbuku.com dan produk dari Giordano.

Atas penerbitan buku ini, para pemenang dan finalis tidak menerima kompensasi berupa royalti karena hasil penjualan buku akan dikelola oleh pihak Nulisbuku.

H. Lain-Lain

Hak cipta karya yang masuk dalam buku My Cup Of Story ini berada di pihak GIORDANO Indonesia. Seluruh karya akan melalui proses editing dan desain layout oleh Nulisbuku sebelum buku diterbitkan.

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan