Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Recent Posts

Tolong Tebak, Ada Apa dalam Kepala 1 Januariku?

Tolong Tebak, Ada Apa dalam Kepala 1 Januariku?

aku mencoba menumbuhkan pohon di dalam kepalaku, tetapi tak ada unsur hara yang memadai. ada hamparan tanah yang gersang, tak dihuni siapa pun sebatang rumput yang masih bertahan menyebut dahaga tetapi itu cara terbaik menguji iman aku pikir-pikir tak pernah ada yang mondar-mandir kecuali angin […]

Emas, Tanah, dan Harga Diri

Emas, Tanah, dan Harga Diri

Aku pernah membuat sebuah puisi, yang menyatakan bahwa pasar bebas mengolok-olok asumsi makro ekonomi. Martabak mini yang lima tahun lalu berharga Rp1.000,- kini sudah menjadi Rp3.000,-. Padahal inflasi “hanya” 6% setahun. Jika di atas kertas, dihitung dari tingkat inflasi, harga martabak mini kini seharusnya tidak […]

Hantu-Hantu Alexia

Hantu-Hantu Alexia

 

Aku masih SD ketika Ghost disiarkan di televisi. Sam Wheat yang mati ditikam seorang preman ketika sedang berjalan-jalan bersama Molly jadi arwah penasaran dan selalu ingin menolong kekasihnya itu. Cintanya yang kuat membuat ia enggan meninggalkan dunia. Luntang-lantung dalam usahanya melindungi Molly, Sam bertemu dengan Oda Mae Brown, seorang cenayang.

Cerita hantu yang juga berkesan juga ada di film The Sixth Sense. Satu-satunya film yang sukses dari M. Night Shyamalan itu mengisahkan hubungan unik antara Dr. Malcolm Crowe dengan Cole Sear. Cole Sear adalah seorang anak dengan kemampuan cenayang. Ia bisa melihat hantu. Hantu-hantu tertarik mendatanginya karena auranya yang berbeda. Hantu-hantu tahu ia dapat melihat mereka dan mencoba meminta bantuan Cole untuk menyelesaikan urusan-urusan yang belum selesai.

Terbentuk pikiran, bahwa dalam sebuah cerita hantu, hantu-hantu tidak akan menarik jika tak diadoni dengan “urusan yang belum selesai” dan keunikan “cenayang”. Semakin menarik kedua hal tersebut, semakin baik pula cerita yang terjalin.

Itu juga yang dilakukan Alexia Chen di dalam bukunya “A Girl Who Loves A Ghost.”

A Gir Who Loves A Ghost bercerita tentang seorang perempuan blasteran Amerika-Indonesia bernama Aleeta Jones. Ia tinggal di Jakarta dengan adiknya, Chle. Suatu hari ia tak sengaja membaca sebuah berita di koran. Ada kabar kematian seorang pemuda keturunan Jepang keluarga Nakano akibat pembunuhan. Dengan tulus ia berdoa untuk pemuda itu.

Di hari yang sama, satu sosok lelaki muncul menarik perhatiannya. Lelaki itu putih, tinggi dan tampan. Dia Jepang. Namanya Yuto. Hingga Al kemudian menyadari, hanya dialah yang dapat melihat sosok itu. Al berpikir lelaki itu hanya khayalannya. Tetapi bukan, ia bukanlah imajinasinya semata. Ia hantu. Namanya Yuto. Ia lelaki yang terbunuh di koran itu.

Singkat cerita, Yuto meminta bantuan kepada Aleeta Jones untuk menemukan pembunuhnya, juga menemukan adik kembarnya Hiro. Dalam perjalanannya, lika-liku konfliknya, Aleeta dan Yuto saling menyukai. Ternyata tema cinta tidak cuma abadi di dalam sajak, tema cinta juga wajib ada di dalam cerita hantu.

(more…)

Republik Ubi

Republik Ubi

Ketika kecil, aku sering bermain dengan teman-teman di ladang kosong yang terletak tak beberapa jauh dari rumah. Di ladang itu, sebenarnya ada empat buah pohon rambutan. Satu pohon yang terbesar buahnya kecut. Dua pohon lain masih belum banyak buahnya. Dan satu pohon lagi, yang berbuah […]

Cash Flow Shortage dan Drama Harga BBM

Cash Flow Shortage dan Drama Harga BBM

                Pada tahun 1972, terbitlah Limits to Growth. Risalah ini disusun oleh Club of Rome, yang tesis dasarnya mengingatkan, bila borosnya pola konsumsi dunia dan cepatnya pertambahan penduduk sama seperti semula, dalam waktu seabad bumi tak akan sanggup lagi memenuhi kebutuhan manusia. Dalam […]

Rumah

Rumah

aku ingin membuatkanmu rumah dengan arsitektur sederhana
batu batanya dibuat dari lumpur, atapnya daun rumbia

setiap hujan turun, kita akan mendengarkan suara yang berisik
dan saling memeluk ketakutan milik kita
rasa khawatir menjadi sedemikian menarik
karena kita akan mengenang itu sejauh selamanya

siapa saja boleh bertamu, pintu terbuka setiap saat
kau akan menyajikan secangkir teh
itu baik buat kesehatan orang-orang yang tersesat

bila tiba saatnya, kita akan melempar malam ke luar jendela
dan dari tempat tidur tikar rotan, akan kita kenang tuhan
seperti banyak sejarah lain yang memenuhi isi dada

aku mencintai kesederhanaan ini seperti tukang batu dari nubia
aku tentu tak akan iri pada gedung-gedung tinggi
bangunan yang seperti hunian orang-orang zek
yang terpenjara di dalam hatinya sendiri

(2014)

 

Home

I am willing to build a home for ya, with simple arrchitecture

the bricks come from the mud, the roops come from the sago palm leaves

 

when day raining heavily, we will hear the voices, the noise

and I hug your fear, tight to the end

I never know that these worries are so interesting

it has to be because we will recall them as far as forever

 

anyone could visit us, the door will open any time

then you will serve a cup of tea

it’lll be a good for healthy of misguided people

 

when the time comes, we will throw out a night from our window

and from bed-rattan-mats, we will remember the trua nature God

just like other histories we have in our chest

 

I love this simplicity just like nubia’s mason told me

I, of course, won’t be jealous with those artificial storey building

they are just like a home-living for Zek

and be prisoned in the their dark-empty heart

 

(2014)