Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Hari #1: Peran

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Hari #1: Peran

Seorang teman, penulis, menulis sebuah status di Facebooknya, “Adakah satu penulis saja yang kamu percaya sehingga apapun yang ia tulis kamu akan langsung membelinya?” Jawabanku selalu tidak. Alasannya sederhana. Seperti halnya iman yang naik turun, semangat yang naik turun, kualitas sebuah tulisan pun naik turun. Terlepas dari sudah beresnya urusan kebahasaa seorang penulis, keistimewaan sebuah […]

Lomba Menulis Cerpen Rumah Kayu Group

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Rumahkayu Group mengadakan Lomba Cipta Cerpen Nasional Bertema Bebas, yuk ikuti! GRATIS!! Penerimaan Naskah dimulai 19 Mei 2015 Deadline: 18 Juni 2015 Pengumuman Pemenang : 09 Juli 2015 Pengumuman Naskah Lolos Seleksi : 02 Juli 2015 Pengumuman Pemenang Lomba : 09 Juli 2015 Cerpen bisa lahir dari mana saja, terutama dari masalah hidup. Banyaknya problematika […]

Katak Bunuh Diri

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Katak Bunuh Diri

  “Katak-katak ini tidak perlu bunuh diri,” ujarku pada Randal Patisamba yang tengah memegang dua mayat katak. Aku tidak berani memegang satu pun dari mereka, apalagi dengan badan sudah acak-acakan begitu. Aku jadi membayangkan jika tubuhku yang terlindas kendaraan yang besarnya jutaan kali lipat, ya, katak-katak itu terlindas kendaraan yang melintas dari dan ke Labangka. […]

Kesedihan

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

aku akan memulai cerita ini dengan kita di ruang keluarga, televisi menyala, pembaca berita berkata pertumbuhan ekonomi indonesia melambat, rakyat bersedih, pejabat bersuka cita dan negara dalam angan-angan memiliki kebebasan berbuat, keadilan pada titik itu, keadilan tidak menarik aku menghabiskan dua piring nasi goreng karena tubuhku yang besar, mandi dengan dua ember air dan menghabiskan […]

Tujuh Buku yang Wajib Dibaca Pegawai Perbendaharaan

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

                  Menjadi sederhana bukan berarti tidak menyisihkan waktu dan uang untuk membeli dan membaca buku. Hanya manusia bar-bar yang mengabaikan buku sebagaimana mal yang bar-bar kalau tidak punya toko buku dan koran yang bar-bar kalau tidak punya lembar sastra di dalamnya. Apalagi yang penempatan di daerah-daerah, yang tidak tahu bagaimana cara membelanjakan uangnya selain […]