4 Musim Cinta

4 Musim Cinta

Ketika Timor Timur di ambang disintegrasi, kerusahan pecah. Banyak kantor pemerintahan tutup. Semua pegawai negeri pusat pulang ke daerahnya masing-masing. Namun, satu kantor harus bertahan. Kantor itu dikenal dengan nama Kantor Kas Negara. Sampai seorang pegawainya yang memberanikan diri dan harus datang ke kantor dicegat oleh Fretilin, ditanyai, ditodong senjata, hendak kemana dan siapa. Ia menjawab ia pegawai Kantor Kas Negara. Seketika itu juga ia dilepaskan. Kantor Kas Negara adalah kantor terakhir yang bertahan dan menjadi identitas negara saat itu. More »

Buku Puisi

Buku Puisi

Dulu, ketika aku masih kelewat percaya diri, aku mencetak sebuah buku puisi. Judulnya Alusi. Aku cetak sebanyak 1000 eksemplar dengan penerbitnya Pustakapujangga. Itu uang sendiri. Aku masih ingat, biaya cetaknya 5 juta rupiah. Selesai cetak, Mas Nurel mengantarkan buku itu ke Bandung. Kebetulan Aan Mansyur datang ke Bandung kala itu. Ia mengadakan bedah buku puisinya di Ultimus. Aku datang sekalian untuk berpacaran dengan Zane. More »

Sajak-Sajak Chairil Anwar

Sajak-Sajak Chairil Anwar

Beberapa sajak Chairil Anwar yang melekat erat di benak pencinta puisi. More »

Rukun Iman Penulis

Rukun Iman Penulis

Sebagai teks, karya sastra hanyalah jejak. Bekas telapak kaki. Di dalamnya, pembaca harus menemukan manusianya.~ Jacques Derrida (1976: 167)[1] More »

Defisit Anggaran

Defisit Anggaran

Menurut Rahardja dan Manurung (2004), defisit anggaran adalah anggaran yang memang direncanakan untuk defisit, karena budget constraint, pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dari penerimaan pemerintah (G>T) untuk memenuhi tujuan bernegara. Anggaran yang defisit ini biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Hal ini umumnya dilakukan bila perekonomian berada dalam kondisi resesi. More »

 

Aku Menyalakan Lilin Untukmu

aku merindukan mati lampu supaya kita dapat berpelukan di sekitar lilin yang baru dinyalakan bersama kita memainkan bayangbayang dan menyaksikan dinding bak layar bioskop dengan film baru tayang aku menciptakan seekor elang yang mengepakkan sayapnya pedih setelah menghabiskan sekepal daging

Sesaat Sebelum Pesawatku Jatuh

aku ingin dibiarkan tenggelam dan menghilang dimakan ikan-ikan kelaparan atau membusuk tinggal tulang sebelumnya aku akan menikmati kisah pi dalam permainan gelombang laut yang lebih dahsyat dari gelombang maut dan menatap langit malam tahun baru tanpa nyala kembang api yang

Kumpulan Cerpen Kompas 2014

e-book_kumpulan-cerpen-kompas-2014 Inilah cerpen-cerpen yang dimuat di Kompas sepanjang 2014. Bagi yang ingin mengirimkan karyanya, Isilakan dikirimkan ke opini@kompas.co.id Terima kasih kepada Ilham Q. Moedding yang telah tulus mendokumentasikan semua cerpen ini.

Kumpulan Cerpen Tempo 2014

Ebook_Kumpulan Cerpen Koran Tempo Minggu 2014 Kumpulan cerita pendek Koran Tempo 2014 dapat diunduh pada link di atas. Terima kasih kepada Ilham Q. Moeddin yang telah bersusah payah mendokumentasikan cerpen-cerpen tersebut. Bagi teman-teman yang ingin mencoba mengirim cerita ke Koran

Tolong Tebak, Ada Apa dalam Kepala 1 Januariku?

aku mencoba menumbuhkan pohon di dalam kepalaku, tetapi tak ada unsur hara yang memadai. ada hamparan tanah yang gersang, tak dihuni siapa pun sebatang rumput yang masih bertahan menyebut dahaga tetapi itu cara terbaik menguji iman aku pikir-pikir tak pernah

Emas, Tanah, dan Harga Diri

Aku pernah membuat sebuah puisi, yang menyatakan bahwa pasar bebas mengolok-olok asumsi makro ekonomi. Martabak mini yang lima tahun lalu berharga Rp1.000,- kini sudah menjadi Rp3.000,-. Padahal inflasi “hanya” 6% setahun. Jika di atas kertas, dihitung dari tingkat inflasi, harga