Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Motor Terbang

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Baiklah, sekarang aku mengerti bagaimana seharusnya cerita ini dimulai. Percaya atau tidak, itu terserahmu. Kemarin, aku melihat dua benda melayang di langit Mantar. Ketika semua orang terpaku pada pemandangan puncak Rinjani yang diselimuti cahaya keemasan, aku menoleh ke arah sebaliknya. Di balik bukit, dua benda naik pelan-pelan. Aku pikir ada yang salah dengan mataku. Kupicingkan […]

Seratus Ribu Anak Panah Cao-Cao

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

“Kita ingin menyerang pasukan Cao, senjata apakah yang terbaik untuk digunakan bila kita ingin menyerang mereka dari sungai?” “Busur dan anak panah adalah senjata yang terbaik,” jawab Zhuge Liang. Zhou Yu berkata, “Benar, apa yang Tuan katakan sama dengan apa yang saya pikirkan. Sekarang pasukan kita kekurangan anak panah, sudilah kiranya Tuan bertanggung jawab untuk […]

Antara Kapitalisme dan Harga Buku yang Semakin Mahal

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

                Baru-baru ini, beberapa penerbit mengumumkan kenaikan harga buku-bukunya. Kenaikan itu berkisar antara 10-20%. Banyak konsumen/pembaca buku mengeluh karena harga buku makin tinggi dan tak terjangkau. Di tengah kelesuan ekonomi akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, penjualan buku mengalami penurunan. Hingga kuarter ketiga tahun 2015, penjualan buku turun hingga 40%. Konsumen buku menjadi sangat selektif karena mereka […]

Baby 5

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Baby 5

  Kalau kamu belum mati hari ini, jangan sombong. Apalagi sampai bilang kalau malaikat maut tak akan sanggup menyabut nyawa kamu. Kematian bisa terjadi kapan saja, di mana saja, dengan sebab yang dahsyat maupun yang remeh. Misalnya, tiba-tiba kamu lupa cara bernapas. Akhir-akhir ini saya merasa sering lupa dan khawatir hal itu akan terjadi. Melihat […]

Sebuah Kubus dan Permainan Solitaire

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

AKU cukup sering membunuh waktu dengan bermain Solitaire, selain Sudoku dan Minesweeper. Bermain kartu, mengurutkannya satu demi satu membuatku merasa tidak kesepian. Duniaku saat itu sangat sempit. Di rumah, aku hanya berada di dalam kamar dan hanya keluar jika waktu makan tiba. Buku-bukuku bertumpuk-tumpuk dan kecepatan membacaku membuatku mampu melahap mereka semua. Saat itu aku […]