Menikmati Keindahan Leuwi Hejo di Sentul, Bogor

Setiap curug memiliki karakteristiknya tersendiri. Kali ini aku mau cerita soal Curug Leuwi Hejo di Sentul, Bogor. Bukan hanya keindahan, menurutku di sini kita bisa menikmati kesegaran yang luar biasa. Ya, boleh kusebut air di Leuwi Hejo (juga di Leuwi Lieuk dan Cibuliang–yang akan dibahas dalam tulisan terpisah) adalah air paling bersih dan segar yang pernah kulihat.

Sebagian orang menambahkan kata “curug” pada Leuwi Hejo karena memang ada air terjun kecil di sana. Meski leuwi dalam bahasa Sunda berarti Lubuk. Lubuk adalah istilah geografis yang berarti bagian terdalam dari sungai. Kata ini dapat pula berarti cekungan (dalam) di dasar sungai.  Namun, dapat terjadi arus kuat di bagian dasar lubuk jika terdapat arus bawah yang kuat. Sedangkan Hejo berarti hijau. Ini menunjukkan pesona Leuwi Hejo yang hijau berkilauan bak batu zamrud.

Sebelum dikenal dengan nama Leuwi Hejo, tempat ini disebut Curug Bengkok.

leuwi hejo

Melihat kesegaran itu, aku segera melemparkan diri ke dalam air. Memakai pelampung tentunya biar lebih nyaman.

Sebuah batu menggodaku naik. Ternyata apa daya perut susah sekali diajak berdamai. Untungnya, di dunia ini masih ada orang baik. Ia mengulurkan tangan kepadaku. Kusambut. Dan ia menarikku ke atas.

leuwi hejo

leuwi hejo

Akhirnya aku sampai ke atas batu dan berhasil melompat sekali. Sebenarya kita bisa menjelajah ke atas. Di sana banyak kolam kecil untuk berendam. Namun, kulihat suasana sudah begitu ramai. Jadi kuurungkan dan cukup mencicipi sebatas ini saja.

Ya, jika ke sini, jangan pada hari libur. Pasti ramai banget. Ramaaaaai bangeeeet karena tempatnya sudah populer.


Baca Juga: Air Terjun Oehala di Soe


 

Lebih Kenal dengan Lokasi Leuwi Hejo

Buat kamu yang mau ke sini, sebenarnya jarak dari Stasiun Bogor nggak begitu jauh kok. Sekitar belasan kilometer saja. Waktu tempuh nggak sampai 1 jam dengan sepeda motor. Lokasi Leuwi Hejo berlokasi di desa Cibadak, Kecamatan Sukamakmur.

Tiket masuknya Rp15.000 per orang dan parkir motor Rp5.000. Hati-hati dipalak lagi, ya. Sewa pelampung Rp10.000.

Dari tempat parkir ke curug jaraknya tidak sampai 300 meter. Jadi amanlah kalau mau bawa keluarga ke sini. Nggak capek-capek amat.

Pokoknya mah, kudu, Leuwi Hejo adalah salah satu tempat terindah di Bogor. Percaya deh.

 

Keindahan Tersembunyi Curug Bugbrug di Bandung Barat

Tidak banyak yang tahu tentang Curug Bugbrug (atau Bubrug). Curug ini memiliki keindahan yang tersembunyi. Padahal dari lokasi, letaknya tidak berada jauh dari Curug Pelangi atau Curug Cimahi dan Curug Tilu Leuwi Opat.

Ya, letaknya sama-sama di dekat Parongpong, Bandung Barat. Curug Bugbrug berada di tengah-tengah kedua lokasi curug tersebut. Masih satu kawasan dengan Villa Istana Bunga hingga Dusun Bambu.

Namun, hanya mereka yang berjiwa penjelajah yang bisa menemukan curug ini. Pasalnya, petunjuk menuju Curug Bugbrug sangat minim. Saya pun tahu keberadaan curug ini dari foto para penggila curug di Instagram. Kemudian saya mencarinya lewat Google Maps.

Keindahan Curug Bugbrug

Curug Bugbrug

Curug Bugbrug memiliki ketinggian sekitar 50 meter. Dinamakan Bugbrug (dalam Bahasa Sunda artinya bertumpuk) karena suara air terjun yang menderu seperti “Brug Brug…” Debit airnya pun lumayan. Di bawahnya terbentuk kolam yang diperkirakan memiliki kedalaman sekitar 4 meter.

Namun patut diperhatikan, curug ini “tidak terurus” sehingga tidak ada penjaga. Implikasinya, kita harus berhati-hati bila hendak berenang di kolam ini. Bahkan ada tanda bahaya, dilarang berenang. Katanya, ada pusaran air yang cukup kuat di tengahnya.

Jalan Masuk ke Curug Bugbrug

Pada saat ke sana, aku melewati jalur yang cukup sulit. Dari Villa Istana Bunga, ada jalan tembus yang mengarah ke pintu masuk Curug Tilu Leuwi Opat atau juga Ciwangun Indah Camp (CIC). Nah, sebelum itu ada warung kecil yang di sebelahnya ada jalan setapak. Parkirkan motor di warung itu, lalu lewati jalan setapak itu.

Jalan setapak itu memang betul-betul jalan setapak yang dikelilingi rumput tinggi. Mulanya kita akan turun sampai ketemu sungai. Kita seberangi sungai itu (ada jembatan bambu yang agak rusak), lalu naik kembali. Hati-hati jalan begitu licin bila habis hujan. Dan kemudian kita melalui jalan setapak yang di pinggirnya langsung jurang (meski tertutup semak-semak).

Curug Bugbrug

Aku ke sini bersama anak dan istri. Dari atas kita sudah bisa melihat Curug Bugbrug ini. Ada satu pondokan kecil yang dibuat peladang. Kami beristirahat di situ. Mereka memutuskan tidak ikut turun ke curug, Aku pun berjalan sendiri melalui rute yang ekstrim sempit dan licin. Jadi tak sempat aku berfoto di jalan.

Pokoknya, rutenya lumayanlah buat pria berperut sepertiku.

Nah, ternyata ada 2 jalur lain yang bisa ditempuh sebenarnya. Jalur yang bahkan lebih mudah dari jalur yang kami lalui.

Jalur satunya kami lalui ketika pulang. Tembus di Dusun Bambu melewati ladang seledri. Tapi jalur ini tetap harus melalui jalur turun yang sulit yang kulalui sendiri tadi ya. Jalur ini disebut jalur Komando.

Jalur berikutnya yang lebih mudah. Ternyata, sebelum Curug Cimahi, di seberangnya, ada gerbang yang sudah karatan. Di situlah kita bisa memulai perjalanan. Jalur itu relatif landai, hanya melewati ladang dan aliran kecil sungai yang sudah ada jembatannya.

Curug Bugbrug

Rasanya tuh sayang banget aku nyampe di bawah tuh sendirian. Nggak ada yang memfotoku. Nuansanya pun jadi terasa menyeramkan. Mau mendekat ke kolam takut. Semacam ada bisikan yang menghalangiku buat nggak dekat-dekat. Dan aku selalu menuruti intuisiku itu.

 

 

Mengenal Air Terjun Teba Tewa, Pernek, di Sumbawa

Air Terjun Teba Tewa atau ada yang bilang Air Terjun Pernek adalah air terjun pertama yang kukunjungi selama di Sumbawa. Mengenal air terjun ini secara tak sengaja karena waktu itu ada perpisahan kepala kantor yang dimutasi. Kami, sekantor, pun mencari tempat makan bareng. Atas petunjuk Taufik Rahman, kami pun ke air terjun ini.

Embung Pernek
Sebagian punggawa KPPN Sumbawa Besar

Mencapai air terjun ini dari kota Sumbawa tidaklah sulit. Waktu tempuhnya paling hanya sekitar 15-20 menit dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Hanya saja, waktu itu di beberapa bagian jalan masih berupa tanah berkerikil yang menuntut kehati-hatian.

Sebelum ke air terjun Teba Tewa, kita akan melihat embung Pernek yang cukup luas. Di sini tempat seru buat memancing. Panorama yang disajikan pun luar biasa. Bukit-bukit hijau memancing imajinasi karena bentuknya mirip piramida. Saat melihat itu, saya berseloroh, jangan-jangan bukit-bukit itu juga piramida dan ada alien di sana. Sayang foto-fotonya lupa di mana kusimpan.

Dari tempat parkir mobil, kita perlu berjalan sekitar 300 meter. Tapi medannya tidak sulit. Cenderung datar. Kita memasuki hutan sebelum menemui Air Terjun Teba Tewa. Udara yang sejuk langsung menyergap. Kontras dengan Sumbawa yang panas sekali.

Air terjun teba tewa

Sayangnya, air terjun di Sumbawa sangat tergantung musim. Saat kami ke sana, musim hujan hampir habis sehingga debit air rendah meski masih ada airnya. Kolam-kolam kecil di sepanjang alirannya cukup untuk merendam kaki tetapi tidak bisa buat berendam.


Baca Juga: Air Terjun Ai Nyember di Sumbawa


Tempat Rahasia di Teba Tewa

Air terjun teba tewa
Foto Muji Pangestu

Nah, begitu sampai ke air terjunnya, basahi dulu tubuh sebentar. SStt.. ada lokasi tersembunyi lho. Caranya kita hanya perlu menaiki air terjun ini. Tetap harus berhati-hati ya.

Air terjun teba tewa

Yak, di atas air terjun ini ada kolam yang bisa buat berendam, Airnya jernih dan segar sekali. Kedalamannya paling hanya 1,5 meter. pokoknya dijamin puas berendam di atas air terjun Teba Tewa. Kita juga bisa melihat panorama sekitarnya lho.

Update:
Saya baru tahu kalau Embung Pernek beserta Air Terjun Teba Tewa telah ditetapkan sebagai lokasi Ekowisata Alam yang resmi dilaunching 11 Februari 2017 lalu.

Liburan ke Curug Lontar di Kracak, Leuwiliang

Bisa kukatakan bahwa Curug Lontar adalah salah satu curug/air terjun termegah di Bogor. Curug yang berada di Kracak, Leuwiliang itu memiliki ketinggian sekitar 35 meter. Cobalah liburan ke sini.

Curug Lontar merupakan terusan sungai Cianten yang berasal dari pegunungan Halimun, Gunung Salak. Debit airnya cukup deras.  Terlebih bila musim hujan. Karena itulah. aliran sungai ini dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang sudah dilakukan sejak zaman Belanda.

Curug Lontar Continue reading Liburan ke Curug Lontar di Kracak, Leuwiliang

Liburan Seru ke Curug Lembah Pelangi di Bogor

Buat kamu yang punya waktu liburan terbatas, kawasan Curug Lembah Pelangi di Bogor bisa menjadi pilihan liburan seru buat kamu. Setidaknya ada beberapa alasan kenapa kawasan curug ini menjadi sangat menarik.

Memang Kadang Ada Pelangi

Curug Lembah Pelangi ini dinamakan demikian karena biasanya ada pelangi yang muncul menghiasi curug tersebut. Lengkungan 7 warna akan tampak sangat indah membingkai air yang jatuh dari ketinggian.

Total Ada 4 Curug

curug jatake

Ya, di sini kita bisa menemukan 4 curug. Yang terbesar dan tertinggi sering disebut juga sebagai Curug Jatake. Jatake, karena nama kampungnya ya Jatake. Tidak ada penamaan khusus.

Curug Lembah Pelangi

Curug Lembah Pelangi

Curug Lembah Pelangi

Tiga curug lainnya lumayan menarik untuk dijadikan objek foto meski satu curug dengan debit air lumayan, tidak terlalu tinggi. Satu curug lagi lumayan tinggi, tapi airnya tidak terlalu deras. Satu curug lain tak kalah menarik dengan struktur bebatuannya yang aduhai.

Bisa Rappeling Seru di Salah Satu Curug

Curug Lembah Pelangi

Pernah nonton My Trip My Adventure ketika salah satu hostnya menuruni air terjun dengan tali. Ya, dia melakukan rappeling. Di sini juga bisa.

Panjang lintasan curugnya 20-an meter dengan kemiringan sekitar 75 derajat. Kondisi ini cukup ideal bagi para pemula. Penggagas rappelling di Curug Lembah Pelangi adalah komunitas Anak Magang. Kegiatan rappelling di sini baru diadakan sekitar setahun lalu. Tim mereka tidak selalu standby, jadi yang mau rappelling harus membuat reservasi dulu (silakan kontak Ferdi di 089613310122 atau 089634550335).

Murah dan Mudah

Ya, biaya masuknya cuma Rp5.000. Fasilitas saung dan toiletnya juga sudah tersedia.

Rutenya gampang, hanya sekitar 18-19 km dari Stasiun Bogor. Jalur treking dari pintu masuknya pun dekat sekali, hanya sekitar 200 meter. Jadi nggak capek-capek kalau ke sini.

Kolam buat Anak

Meski di bawah curugnya nggak ada kolam alami kayak curug-curug dekat gunung Salak, ada kolam bautan yang disediakan. Meski sebenarnya airnya nggak bersih-bersih banget kayak kolam renang pada umumnya, tapi ya bisa menjadi alternatif kalau anak sudah mupeng berenang.


Itulah serunya liburan di Curug Lembah Pelangi. Buat kamu yang lagi libur sehari, ke sini cukup untuk mengusir penat kamu. Murah, mudah, tunggu apalagi!

Menikmati Keindahan Curug Jatake di Pongkor, Bogor

Curug Jatake namanya. Sungguh tidak terencana hingga akhirnya aku bisa menikmati keindahan Curug Jatake di Pongkor ini. Jaraknya tidak terlalu jauh dari Stasiun Bogor. Hanya 18-19 kilometer ke arah Leuwiliang. Ikuti saja Google Maps, pasti ketemu.

Curug Jatake ini berada di kawasan Curug Lembah Pelangi. Lokasinya berada di  Kampung Jatake, Desa Cimanggu 1, Kec Cibungbulang, Kab Bogor. Curug ini bisa dibilang spot curug/air terjun yang masih cukup baru. Kalau tidak percaya, silakan cek di instagram hashtag #curugjatake, masih ratusan foto. Jadi, kurekomendasikan banget deh ke sini mumpung masih sepi.

Sayangnya ya, Curug Jatake ini nggak pas buat mandi. Airnya keruh dan sedikit berbau. Banyak sampah berserakan di aliran sungainya. Bisa dimengerti karena curug ini berada atau melewati di area perkampungan. Plus kita harus berhati-hati kalau mau turun mendekati pusat curug. Ada peringatan daerah rawan longsor.

Curug Jatake merupakan air terjun yang memiliki fenomena geologi yang menarik. Di bagian atas curug, terdapat batuan berbentuk tiang/kolom, sedangkan ke awah bawahnya bentuk kolom tersebut menghilang. Lapisan tebal di bawah curug namanya Tuf breksian, yang berasal dari endapan awan panas yang membeku secara cepat  pada bagian bawah Curug jatake, Sementara endapan awan panas yang datang berikutnya membeku secara lambat dan membentuk Welded Tuff.


BACA JUGA 5 HAL MENARIK DI CURUG CIKULUWUNG


Sayang banget sebenarnya, curug ini kurang dikelola dengan baik. Kalau dari masyarakat sekitar ada kesadaran membersihkan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, bayangkan air keruh di curug ini jadi bening. Dahsyat banget.

Nah, buat kamu yang mau pergi ke sini patokannya sebagai berikut, pertama Terminal Bubulak (tanyakan rute ke arah Leuwiliang). Setelah itu, kita akan melewati kampus IPB Dramaga. Dari IPB Dramaga ke lokasi, sudah dekat meski sering macet. Setelah IPB Dramaga, nanti anda akan melewati Kecamatan Ciampea lalu pertigaan Cikampak dan ada dua pom bensin yang dilalui, ketika tiba di pom bensin kedua (pom bensin Leuweung Kolot) anda bisa bertanya ke masyarakat sekitar, Gardu Cherry (Gardu Seri), dari gardu seri ke lokasi sekitar 1 km dan kondisi jalan sudah aspal.

Harga tiketnya masih murah banget Rp5.000 dan parkir motor Rp3.000.

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan