Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Recent Posts

5 Kuliner NTB yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan

5 Kuliner NTB yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan

Tiga tahun lebih aku tinggal di Sumbawa Besar. Negara menempatkan aku bekerja di KPPN Sumbawa Besar. Banyak pengalaman yang aku dapatkan di sana. Salah satunya adalah pengalaman kuliner. Cita rasa yang dijajal oleh lidah begitu berbeda dengan cita rasa dari kampung halamanku di Palembang. Banyak […]

E-Book Kumpulan Cerpen Media Indonesia 2015

E-Book Kumpulan Cerpen Media Indonesia 2015

Download di sini ya. e-book-kumcer-media-indonesia-2015 Yuk mari kita pelajari baik-baik ciri cerpen yang dimuat di Media Indonesia. Semoga kumpulan cerpen ini bermanfaat.

E-Book Kumpulan Cerpen Jawa Pos 2015

E-Book Kumpulan Cerpen Jawa Pos 2015

Download di sini.

ebook-kumcer-jawa-pos-2015

Kumpulan Cerpen Jawa Pos ini juga layak buat dikoleksi. Jangan lupa klik dan download ya.

E-Book Kumpulan Cerpen Suara Merdeka 2015

E-Book Kumpulan Cerpen Suara Merdeka 2015

e-book-kumcer-suara-merdeka-2015 Kumpulan cerpen Suara Merdeka punya ciri khas. Rata-rata cerita di Suara Merdeka surealis dan eksperimental. Bagi teman-teman yang ingin mengirimkan cerpen ke Suara Merdeka, kirimkan saja melalui email swarasastra@gmail.com. Honorarium yang diberikan sekitar Rp300.000,- per cerpen dipotong pajak. Sebelum mengirim cerpen, bisa mengunduh kumpulan […]

5 Kue Khas Lebaran di Palembang

5 Kue Khas Lebaran di Palembang

Setiap mendengar tentang Palembang, yang tebersit di kepala kita adalah pempek. Pempek memang sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang. Makanan yang terbuat dari sagu dan ikan itu, biasanya adonannya 1:1, kerap dibawa sebagai oleh-oleh. Ada banyak jenis pempek yang digemari misalnya saja pempek kapal […]

Jatuh ke Senyummu

Jatuh ke Senyummu

aku terjatuh ke dalam senyummu
dan aku terperangkap, terpenjara
sia-sia sudah kemerdekaan
bertambah lagi duka
setelah kemiskinan, intoleransi
kini aku papah padamu

isi kepalaku berubah, bukan lagi
kolam berair jernih
ikan-ikan tak berkumpul, pergi
menujumu

bagaimana caramu menjatuhkan aku
lebih cepat dari pukulan ali
ketika menjatuhkan foreman

senyummu adalah sebuah lubang
yang memaksaku jatuh
dan tak ingin aku bangkit kembali
biarlah kini duniaku di dalammu