Cerpen: Apollo

Chimamanda Ngozi Adichie Dua kali seminggu, layaknya seorang anak yang berbakti, aku pergi mengunjungi kedua orangtuaku di Enugu. Mereka tinggal di dalam rumah susun sempit yang disesakkan oleh perabotan dan cenderung bernuansa gelap di sore hari. Masa pensiun telah mengubah mereka, membuat mereka tampak kerdil. Usia mereka delapan-puluhan tahun, keduanya bertubuh kecil dengan warna kulit […]

Read More

Islam dan Politik

Salah satu hal yang sangat disayangkan adalah dalam banyak pembelajaran sejarah Islam, konteks politik tak diikutsertakan. Padahal, dalam perjalanan dunia Islam, ada banyak peristiwa politik terjadi seperti halnya Umar yang dibunuh seorang budak, Utsman yang didemo oleh Khawarij dengan tuduhan korupsi, peperangan Ali dengan Aisyah, sampai ke perseteruan Ali dan Muawiyah karena Khawarij yang menjadi […]

Read More

Komunisme dan Pan-Islamisme, Tan Malaka (1922)

Penerjemah: Arief Chandra, Agustus 2009 Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan […]

Read More

Puisi| Stasiun Juanda

aku akan pulang, aku akan pulang sementara malam terus merambat hingga ke jantungku kukenang segala yang bisa kukenang kereta yang akan datang terlambat membuatku belajar arti menunggu kau pasti tengah menanak nasi, menggoreng telur mata sapi menantiku berbicara soal aksi, deklarasi, dan kabar Jakarta yang tak pernah baik- baik saja masalah-masalah lebih dari air bah […]

Read More

Puisi| Stasiun Manggarai

  aku salah karena berpikir perempuan paling kejam kau lebih kejam dari semua karena berulang-ulang membuatku menunggu berjanji tak akan lagi, namun kau ingkari pula semua waktu yang sia-sia adalah omong kosong kau bisa menyita 1/12 hidup seseorang yang telah rapuh menahan rasa pulang hanya untuk kau biarkan pergi setelah sesaat berdamai dengan ketakutan akan […]

Read More

Puisi| Air Mata

aku memahami kita belajar matematika untuk menghitung nyawa demi nyawa yang menghilang begitu saja seperti janji Tuhan tak ada yang tahu: satu detik kemudian atau bahkan seribu tahun yang Anwar inginkan bumi akan berguncang dan terbelah tercipta puluhan lubang, yang dalam dan panjang segalanya terhisap, juga kenangan-kenangan saat kali pertama belajar bersepeda bersama Ayah duduk […]

Read More