Tanjung Setumu, Ujung Dompak yang Masih Perawan

Beranjak dari Tanjung Siambang, kami menuju Tanjung Setumu. Tanjung Setumu berada di ujung barat Pulau Dompak. Dari Pantai Sri Arjana (Tanjung Siambang), kita menyusuri jalan beton setapak yang sudah tampak rusak. Hingga nanti kita akan menemukan jalan setapak berpasir dengan rumah-rumah rusak di sisi kanan dan kiri.

Tak tahu kenapa rumah-rumah itu bisa rusak dan ditinggalkan. Continue reading Tanjung Setumu, Ujung Dompak yang Masih Perawan

LOMBA MENULIS CERPEN ORANGUTAN

Art For Orangutan, pameran seni rupa ke-3 kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan adalah jangkauan pelaku seni yang tak hanya terbatas pada seni rupa saja. Untuk kamu yang hobi menulis pun kini diajak untuk aktif mengambil peran dalam pelestarian orangutan dan satwa liar lainnya. Pengumpulan karya lomba penulisan cerita pendek/cerpen paling lambat hari Minggu, 6 Januari 2019 pukul 23.00 WIB.

Mekanisme Lomba:
– Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu karya
– Karya bersifat asli/orinal dan belum pernah dipublikasi di media atau sedang diikutsertakan dalam lomba mana pun
– Bahasa Indonesia yang digunakan dengan baik dan benar
– Hasil karya dikirim dengan format Word
– Dewan juri akan memilih 10 karya terbaik yang akan dibukukan dan 3 pemenang.
– Karya cerpen menjadi milik panitia dan hak cipta tetap pada penulis
– Keputusan dewan juri mutlak dan tidak bisa diganggu gugat

Persyaratan:
– Terbuka untuk umum
– Ukuran kertas A4, font Times New Roman MS 12, spasi 1.5, Margin 4-43-3
– Panajng tulisan minimal 800 dan maksimal 1500 kata
– Kirimkan karya cerpen beserta scan/foto bukti donasi, identitas diri (KTP/KTM/KP) dan lembar pernyataan orisinalitas karya ke email: afo3.cerpen@gmail.com dengan judul email: Nama peserta_Judul Karya_No HP
– Donasi Rp 25.003,00 (dua puluh lima ribu tiga rupiah) ke rekening BNI 1377888997 a.n Centre for Orangutan Protection

Hadiah
Juara 1: Rp 700.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam
Juara 2: Rp 500.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam
Juara 3: Rp 300.000,00 + 2 Buku Antologi + Merchandise COP + Piagam

7 dari 10 karya terbaik akan mendapatkan 1 Buku Antologi
Semua peserta lomba cerpen akan mendapatkan e-sertifikat

Pengumuman pemenang akan dipublikasikan di akun instagram resmi @orangutan_COP @giginyala dan @indiebookcorner pada pembukaan #artfororangutan3 pada Kamis, 14 Pebruari 2019 di Jogja National Museum, Yogyakarta.

Antologi Puisi Jazirah: Jejak Hang Tuah dalam Puisi

Antologi Puisi Jazirah yang mencoba menafsirkan dan memaknai kembali jejak Hang Tuah diterbitkan dalam rangka Festival Sastra Gunung Bintan 2018. Nyaris 1000 puisi dikirim ke meja panitia dari sekitar 360 penyair dari penjuru nusantara, juga Singapura dan Malaysia. Dari jumlah itu, terpilih 131 penyair dengan sekitar 300 puisi yang mengisi antologi tersebut.

Keterpilihan itu juga menjadi hak untuk menjadi peserta Festival Sastra Gunung Bintan 2018. Aku mengirim 3 puisi, dan dipilih 1 oleh kurator yang terdiri dari Hasan Aspahani, Rida K Liamsi, dan Sutardji Calzoum Bahri. Berangkatlah aku Kamis kemarin, untuk mengikuti festival sastra tersebut.

Puisi yang dipilih berjudul DI TRIKORA:

Di Trikora

Setiap kulihat laut, kubayangkan
diriku laksamana
dan orang-orang lambaikan tangan
ketika layar mulai dikembangkan
Perjalanan jauh
Mencari ujung dunia
Tak lebih baik dari
Perjalanan menuju
Diri sendiri
Ke mana arah, rasi bintang yang setia
Langit Tuhan yang kupuja

Bulan lalu
turun dari langit itu
cahayanya bersangkar
di kepalaku

Lautan yang tak tertebak
Berubah
Seolah permadani yang disibak
Aku berjalan di atasnya
Di atas ikan-ikan yang ikuti jalan

Setiap kulihat laut, kubayangkan
Diriku laksamana
Sebuah bangsa
Akan lahir dari jemariku

(2018)


Continue reading Antologi Puisi Jazirah: Jejak Hang Tuah dalam Puisi

Menyibak Pesona Tanjung Siambang di Dompak, Kepulauan Riau

Tak banyak yang tahu, Dompak juga menyimpan keindahan alam yang luar biasa. Salah satunya adalah Tanjung Siambang. Sebenarnya, nama pantai yang lebih dikenal dengan Tanjung Siambang ini adalah pantai Sri Arjana.

Tanjung siambang

Pulau Dompak memang kini lebih mudah dijangkau setelah jembatan Dompak dibangun. Untuk menuju Tanjung Siambang, kita hanya menempuh jarak kurang dari 20 km dari Tanjung Pinang. Dengan bermotor santai, waktu tempuh tak sampai 1 jam.

Namun, modal Google Maps harus didukung sinyal yang memadai, meski ada mode offline. Sebab, rute yang harus dilalui cukup tersembunyi. Kawasan Tanjung Siambang sendiri cukup panjang. Kita bisa berhenti di tempat yang salah. Pantai Sri Arjana sendiri berada nyaris paling ujung. Acuannya, pintu masuknya berada di sebelah gedung Satuan Pamong Praja, Kepri.

Tanjung siambang

Tanjung Siambang alias Pantai Sri Arjana wajib dikunjungi meski tidak seluas atau sepanjang Lagoi maupun Trikora. Bentangannya unik, terlebih bila laut surut. Ada satu dermaga menjorok ke tengah lautan. Dermaga itu menghubungkan masyarakat ke pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Tanjung Siambang

Dermaga itu pula menjadi tempat berfoto wajib. Jika beruntung, kita akan menemukan anak-anak bermain sepulang sekolah, sambil melakukan atraksi salto, melompat ke air laut. Jika surut, ya, tidak akan terlalu dalam.

Tanjung Siambang

Berjalan menyusuri pesisir, akan sangat mengasikkan karena suasananya yang sepi. Bagi kamu yang galau, cocok sekali menyendiri di Tanjung Siambang sambil menikmati desauan angin dan lambaian nyiur. Ombak pun rajin menyapa kaki kita.

Sebuah ayunan terletak di pantai itu. Menaikinya, berayun, setinggi-tingginya sealan membiarkan segala beban di pundak berlepasan.

Tanjung Siambang

Bila lelah, jangan khawatir. Ada restoran dengan menu makanan laut. Ikan, udang, dan cumi jadi menu utama. Terutama ikan selar bakar yang jadi favorit orang Melayu. Minumnya, ya, air kelapa murni yang segar.

Tidak ada tarif masuk di sini. Namun, bila kamu tak sadar duduk di pondokan yang ada di sepanjang pantai, itu berarti kamu menyewa. Sejam 40 ribu.

Dua kali aku menyambangi Tanjung Siambang. Rasa terus ingin kembali. Kalau kamu ke Kepri, percayalah padaku, Tanjung Siambang harus dikunjungi!

Bukit Pasir Busung: Gurun Pasir di Bintan

Bukit Pasir Busung, itulah salah satu tempat yang paling nge-hits di Bintan, Kepulauan Riau saat ini. Bekas tambang bauksit itu tak disangka menjadi tempat berfoto yang ciamik seolah-olah kita berada di sebuah gunung pasir.

Ya, bukit pasir Busung memang bukan gurun pasir betulan. Dulu, tempat ini bekas penambangan bauksit bahkan diekspor keluar negeri. Tambang pasir itu kemudian dihentikan oleh daerah setempat sehingga tidak digunakan lagi dan dibiarkan begitu saja.

Gundukan-gundukan pasir yang ada sebenarnya bukanlah pasir seperti di gurun, tetapi material seperti kerikil-kerikil kasar. Gundukan tersebut akan berkilau manakala cuaca cerah, sehingga menambah keeksotisan bukit pasir Busung. Continue reading Bukit Pasir Busung: Gurun Pasir di Bintan

Keindahan Air Terjun Parang Ijo di Karanganyar

Air terjun Parang Ijo di Karanganyar adalah tempat yang tidak sengaja kudatangi. Ya, dalam perjalanan ke Solo beberapa bulan yang lalu, aku mendapat berkah keindahan dengan bisa berjalan-jalan ke Karanganyar dan sekitarnya.

Air terjun Parang Ijo tepatnya di di Desa Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar. Kalau naik kendaraan umum dari Solo, sepertinya rumit rutenya. Jadi, lebih baik kalau sewa motor saja ya.

Air Terjun Parang Ijo

Continue reading Keindahan Air Terjun Parang Ijo di Karanganyar

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan