Anglophone dan Francophone: Sebuah Perbandingan

Dalam manajemen keuangan publik, dikenal adanya dua sistem yang banyak dianut oleh berbagai negara yakni Anglophone dan Francophone. Sistem Anglophone digunakan oleh negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa negara; sistem Francophone digunakan oleh banyak negara yang bahasa negaranya menggunakan bahasa Perancis. Kedua sistem tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Apa persamaan dan perbedaan kedua sistem tersebut?

Pembelajaran Treasury Indonesia

Keuangan Negara menurut Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut. Menurut Mardiasmo (2009), manajemen keuangan publik adalah semua kegiatan atau  upaya atau aktivitas yang dilakukan pemerintah (pusat dan daerah) dalam mengelola semua urusan negara, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas finansial pemerintahan mulai dari pengelolaan penerimaan, pengeluaran hingga kebijakan  mengadakan pembiayaan. Sederhananya, manajemen keuangan publik adalah manajemen APBN.

Fungsi treasury dalam sektor publik semakin penting dan dalam perkembangannya tidak terlepas dari reformasi keuangan negara. Terbentuknya Direktorat Jenderal Perbendaharaan berkaitan dengan konsekuensi pelaksanaan penyempurnaan manajemen keuangan negara di Indonesia. Undang-Undang No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan  Negara menyebutkan bahwa perbendaharaan negara adalah pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara, termasuk investasi dan kekayaan yang dipisahkan, yang ditetapkan dalam APBN dan APBD. Treasury dalam konteks Indonesia yakni Direktorat Jenderal Perbendaharaan,  dalam arti luas, memegang peranan manajemen APBN tersebut. Mata rantai treasury tersebut memiliki peran mulai dari perencanaan anggaran hingga ke pelaporan. Continue reading Anglophone dan Francophone: Sebuah Perbandingan

Manajemen Utang demi Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Baik

Utang selalu memicu pro dan kontra. Yang pro utang berpendapat bahwa utang bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi. Bagi yang kontra, utang dianggap sebagai beban negara yang bahkan dapat memengaruhi kedaulatan bangsa. Kedua pendapat harus dipandang secara proporsional untuk melihat utang dengan adil dan cermat, bagaimana pengelolaan utang yang ideal, dan bagaimana batas-batas yang harus diperhatikan dalam manajemen utang.

Kegiatan perekonomian yang dilakukan oleh suatu negara senantiasa berhadapan dengan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya. Dalam hal ini, pertumbuhan ekonomi menjadi suatu syarat untuk tercapainya masyarakat yang sejahtera (Ramadhani, 2014). Pembangunan ekonomi tidak hanya berfokus pada perkembangan ekonomi, tetapi juga mengenai peningkatan kesejahteraan, keamanan dan kualitas sumber daya yang dimiliki.

Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi diperlukan peran pemerintah di dalam perekonomian. Anggaran merupakan salah satu instrumen kebijakan fiskal. Dalam menyusun anggaran, pemerintah dapat memilih kebijakan ekspansif atau kontraktif. Dalam kebijakan ekspansif, pemerintah menyusun anggaran belanja lebih besar dari penerimaan sehingga penganggarannya defisit. Continue reading Manajemen Utang demi Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Baik

Download Kumpulan Cerpen Kompas Semester I 2018

Berikut ini adalah cerita pendek (cerpen) yang pernah dimuat di Kompas pada Semester I Tahun 2018. Untuk mengirimkan cerpen ke Kompas, kita bisa mempelajari cerpen-cerpen yang sudah dimuat itu, meski percaya diri pada kemampuan sendiri lebih baik. Email pengirimannya adalah opini@kompas.com atau opini@kompas.co.id.

Tentu, e-book ini tidak untuk diperjualbelikan, tidak untuk dikomersialisasi dalam bentuk apa pun. Semua tulisan di dalam sini diambil dari dokumentasi di blog Lakon Hidup. Silakan diunduh.

Download:
Kumpulan Cerpen Kompas Semester I 2018

Passwordnya: catatanpringadi.com

Biar ingat terus sama aku ‘kan? Hehe. Nih bonusnya, Kumpulan Cerpen Kompas 2007. Download di sini.

Download Kumpulan Cerpen Kompas Semester II Tahun 2017

Berikut ini adalah cerita pendek (cerpen) yang pernah dimuat di Kompas pada Semester II Tahun 2017. Untuk mengirimkan cerpen ke Kompas, kita bisa mempelajari cerpen-cerpen yang sudah dimuat itu, meski percaya diri pada kemampuan sendiri lebih baik. Email pengirimannya adalah opini@kompas.com atau opini@kompas.co.id.

Tentu, e-book ini tidak untuk diperjualbelikan, tidak untuk dikomersialisasi dalam bentuk apa pun. Semua tulisan di dalam sini diambil dari dokumentasi di blog Lakon Hidup. Silakan diunduh.

Cerpen Kompas Semester II 2017-compressed

Menulis Cerita Pendek (1): Teknik Membuka Cerita

Menulis cerita pendek membutuhkan teknik khusus. Kenapa? Kembali ke definisi, cerita pendek adalah cerita yang habis dibaca dalam sekali duduk. Artinya, kita kudu membuat pembaca bisa menghabiskan cerita dalam sekali duduk tanpa beranjak ke mana pun. Arti lainnya, cerita tersebut memiliki candu yang membuat pembaca terpaku sampai selesai untuk mendapatkan kenikmatan.

Tentu, dalam  menulis cerita pendek yang seperti itu, kita harus memaku pembaca sejak cerita dimulai. Membuka cerita pendek pun ada teknik khusus sehingga pembaca langsung tertarik dan ingin melanjutkan cerita tersebut. Apalagi jika cerita pendek kamu mau diikutkan ke lomba atau kirim ke koran.

Berikut beberapa teknik membuka cerita di antaranya: Continue reading Menulis Cerita Pendek (1): Teknik Membuka Cerita

Puisi-puisi Toto Sudarto Bachtiar

Toto Sudarto Bachtiar
Toto Sudarto Bachtiar

Toto Sudarto Bachtiar dilahirkan di Cirebon, Jawa Barat, 12 Oktober 1929. Penyair yang dikenal dengan dua kumpulan puisinya: Suara (1956; memenangkan Hadiah Sastra BMKN 1957) dan Etsa (1958) ini, juga dikenal sebagai penerjemah yang produktif. Karya-karya terjemahannya antara lain: Pelacur (1954; Jean Paul Sartre), Sulaiman yang Agung (1958; Harold Lamb), Bunglon (1965; Anton Chekov, et.al.), Bayangan Memudar (1975; Breton de Nijs, diterjemahkan bersama Sugiarta Sriwibawa), Pertempuran Penghabisan (1976; Ernest Hemingway), Sanyasi (1979; Rabindranath Tagore).  Sastrawan, lahir di Palimanan, Cirebon (Jawa Barat), 12 Oktober 1929. Memperoleh pendidikan HIS Banjar (Ciamis), Cultuurschool Tasikmalaya (1946), MULO Bandung (1950), Fakultas Hukum DI (1950-1952; tidak tamat). Pada waktu pecah perang kemerdekaan ia tergabung dalam Tentara Pelajar Korps Pengawal Divisi Siliwangi di Tasikmalaya; dan pada waktu terjadinya Clash ke-I ia bergabung dengan Polisi Tentara Detasemen 132 Batalyon 13 di Cirebon.

Continue reading Puisi-puisi Toto Sudarto Bachtiar

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan