Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Recent Posts

Pempek Palembang: Sejarah dan Jenis-Jenis Pempek

Pempek Palembang: Sejarah dan Jenis-Jenis Pempek

Siapa yang tak kenal pempek? Makanan yang terbuat dari sagu dan ikan ini begitu terkenal seantero nusantara. Siapa saja yang datang ke Palembang wajib menjadikannya oleh-oleh. Warung pempek pun menjamur di kota-kota lain selain Palembang. Nikmatnya memakan pempek dengan cuka adalah sebuah keniscayaan. Pempek adalah […]

Kalkulus dalam Hidupku

Kalkulus dalam Hidupku

Adakah buku yang tebalnya melebihi buku-buku kalkulus? Bahkan Hitler akan mencukur kumisnya dengan buru-buru sejak mula ia membaca halaman depan sebuah buku kalkulus yang diwariskan kakak tingkatnya yang juga warisan dari kakak-kakak tingkatnya. Bukan. Bukan karena ketebalannya yang menyebabkan buku kalkulus abadi, dikenang, diwariskan tujuh […]

Kuliner Khas Palembang yang Wajib Kamu Coba

Kuliner Khas Palembang yang Wajib Kamu Coba

Sering aku ditanya, setiap saat ada teman atau kenalan sedang berkunjung ke Palembang, makanan apa yang harus dicoba. Pempek sudah terlalu mainstream. Pempek sendiri sebenarnya banyak jenisnya (nanti akan kutulis dalam postingan terpisah). Padahal, banyak makanan/kuliner lain yang kujamin bakal menggoyang lidah.

Tentu selera akan berpengaruh bila aku diminta menyusun daftar makanan yang harus dicoba kalau kamu ke Palembang. Ini adalah makanan-makanan yang pasti aku cari, dan kuurutkan berdasarkan prioritas, bila aku sedang pulang ke Palembang.

1. Martabak HAR
Martabak Har
HAR sebenarnya sebuah merk. Martabak HAR adalah martabak telur. Ada dua jenis telur yang digunakan, telur ayam dan telur bebek. Kamu bisa pilih salah satunya. Yang pasti, telur bebek kadar kolesterolnya akan lebih tinggi, namun terasa lebih enak. Berbeda dengan martabak telur di daerah lain, martabak HAR tidak ada sayurannya, kulitnya renyah, dan disiram dengan kuah kari ayam dan kentang. Lalu dicampur cuka dan irisan cabe rawit sedikit saja akan lebih mentap rasanya.

Salah satu warung martabak HAR (asli) ada di Simpang Sekip. Namun, banyak juga warung martabak ini yang bukan bermerk HAR, namun sama enaknya. Harga seporsi Rp10.000,- sd Rp25.000,-. Menjadi prioritas utamaku karena ada banyak kenangan makan martabak ini setelah pulang sekolah pada masa SMA. Hehe.

2. Tekwan
Nikmatnya tekwan
Apakah tekwan adalah varian pempek? Aku pikir tidak. Namun, bahan dasarnya serupa, yakni ikan dan sagu.

Bedanya, tekwan disajikan berkuah kaldu udang yang lezat. Bentuknya bulat kecil seperti bakso ikan (namun, perbandingan ikan dan sagunya seimbang 1:1). Kuah itu pun dilengkapi dengan bihun, jamur kuping, dan irisan bengkoang. Tekwan adalah makanan paling enak yang dimakan saat hujan turun, dan dimakan panas-panas.

3. Model
Model yang sudah dipotong
Bulat seperti bakso, namun isinya tahu. Model lalu diiris-iris dan disajikan dengan kuah yang sama dengan kuah tekwan.

4.Laksan

Laksan juga terbuat dari tepung sagu dan ikan. Hanya saja laksan ini merupakan pempek lenjer tebal yang dipotong tebal melintang dan dimakan dengan kuah santan.

5. Celimpungan
celimpungan dengan kuah opor
Sekilas mirip dengan laksan, yang membedakannya adalah bentuknya bulat pipih lebih besar dari tekwan. Disajikan dengan kuah santan yang dicampur dengan bawang putih, kunyit, bawang merah, garam, daun salam, dan lada, sehingga kuah santan yang berwarna kekuningan terasa nikmat seperti kuah opor.

6. Burgo
Burgo
Burgo terbuat dari tepung beras. Sebenarnya jika irisannya lebih kecil, burgo menjelma menjadi kwetiau. Hanya saja burgo ini dinikmati bersama dengan kuah santan pedas. Sangat cocok jika dinikmati dengan Laksan dan ditambah telur ayam rebus.

7. Berbagai Macam Kerupuk dan Kemplang
Kemplang ikan

Banyak orang yang salah mengartikan kemplang dan kerupuk. Perbedaan kemplang dan kerupuk yaitu pada proses pembuatannya. Kerupuk melalui proses penggorengan. Sedangkan kemplang dibakar. Biasanya kemplang dinikmati dengan saos cabe merah. Kemplang sendiri ada 2 jenis, yaitu kemplang ikan dan kemplang sagu. Kemplang ikan biasanya bertekstur lebih padat dibandingkan dengan kemplang sagu.

8. Pindang Ikan dan Pindang Tulang
pindang ikan
Makanan ini mahal. Tapi enak. Di Palembang sendiri, ada pindang ikan dan pindang tulang. Pindang ikan yang terkenal adalah pindang patin, namun juga ada pindang baung. Jika kamu mampir ke restoran pindang di Palembang, kamu akan disuguhi pilihan menu pindang patin bagian kepala, badan atau ekor. Sedangkan pindang tulang isinya iga sapi yang disajikan dengan kuah pindang. Oh ya, bagi kamu yang tidak suka pedas jangan dicoba ya. Karena tak ada pindang yang tak pedas. Paling enak disantap dengan nasi putih, lalapan, dan sambal tempoyak atau sambal mangga.

9. Rujak Mie

Rujak mie adalah mie kuning dicampur dengan kecambah, lalu ditambahkan kerupuk merah. Mie ini kemudian disiram dengan cuka. Rujak mie biasanya disajikan saat ada acara keluarga atau acara adat.

Sebenarnya masih banyak makanan lain di Palembang. Kue-kue juga banyak seperti kue srikayo, kue gandus, dan kue lumpang. Juga ada tempoyak yang begitu terkenal. Tapi aku tak doyan, tempoyak adalah durian busuk (durian yang sudah difermentasikan), biasa digunakan menjadi sambal. Tapi jika ingin wisata kuliner, aku pikir cukuplah kamu mencoba 9 menu di atas. Dijamin tak akan menyesal!

Cerpen| Gadis Jepang

Cerpen| Gadis Jepang

Pernah aku berkhayal, suatu saat nanti aku akan ke Jepang dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri gadis-gadis muda berpakaian pelaut dengan rok yang jauh di atas lutut. Nyatanya, kali pertama aku melihat gadis Jepang justru ketika aku liburan ke Bali. Gadis-gadis itu sedang menikmati pantai […]

Puisi: Donquixote

Puisi: Donquixote

trully, aku bukan bagian donquixote family yang kehilangan ibu di umur delapan lalu membunuh ayahnya di umur sembilan benang-benang yang tak dapat ditebas pedang mengurung kebahagiaan seperti sebuah sangkar burung yang memerangkap nyanyian merdu nuri segala hal, dari kacamata doflamingo adalah ketidakadilan dari keadilan. anak-anak […]

Lomba Menulis Asean Literary Festival 2017

Lomba Menulis Asean Literary Festival 2017

Tema lomba yang diangkat dalam kompetisi menulis gratis ini adalah Keberagaman Gender dan Seksualitas.

Poster Lomba Menulis

Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis ASEANLitFest 2017

Peserta lomba ini adalah umum, mahasiswa, dan jurnalis
Tulisan yang diikutsertakan dalam Lomba Menulis ASEANLitFest 2017 harus pernah dimuat pada media massa, baik secara online, offline, atau pun dengan blog pribadi.
Peserta lomba yang ingin mendaftar, tanpa dikenakan biaya pendaftaran, alias gratis
Tulisan harus sesuai dengan tema yang diangkat dalam Lomba Menulis ASEANLitFest 2017
Pengiriman karya dilakukan sebelum tanggal 16 Juli 2017
Tulisan yang diikutsertakan dalam lomba adalah karya sendiri (no plagiat)
Pengiriman karya dilakukan dengan alamat email ragamgender@gmail.com
Keputusan dewan juri dalam lomba ini tidak dapat dianggu gugat

Hadiah Lomba Menulis ASEANLitFest 2017
Total hadiah yang diberikan dalam lomba, sebesar 60 Juta.

CONTOH ARTIKEL BISA DILIHAT DI SINI.