Tarom, Cerpen Budi Darma

AGEN saya tahu, setiap kali saya pergi ke Frankfurt, Jerman, saya tidak mau transit di bandara mana pun, selain bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Ada dua teman di bandara ini, yaitu Manfred pemilik restoran dan Gertrude, pramugari darat. Pada waktu saya berkunjung ke restoran Manfred untuk pertama kali beberapa tahun lalu, dia mengajak saya […]

Read More

Seberapa Pancasila Kami?

Jangan kau tanya lagi, seberapa Pancasila kami Ketika kami menjadi yang terakhir bertahan saat Timor Timur hendak melepaskan diri Dan kami pula yang pertama memulai Saat Aceh terkena bencana tsunami Kami berdiri menjadi perwakilan negara yang hadir untuk menyuntik tenaga pembangunan Memulihkan bagian tubuh bangsa yang terluka Persatuan Indonesia sudah mendarah di tubuh kami Orang […]

Read More

Cerpen Haruki Murakami: Lenyapnya Si Gajah

Cerita yang ditulis Haruki Murakami berjudul “The Elephant Vanishes” ini dimuat di The New Yorker, 18 November 1991, sepanjang sembilan halaman. Lenyapnya Si Gajah Aku membaca perihal si gajah yang lenyap dari kandangnya di surat kabar. Jam weker membangunkan aku hari itu, seperti biasanya, pada pukul 6:13. Aku beranjak menuju dapur, menyiapkan kopi dan roti […]

Read More

Ai Lemak, Satu Titik Keindahan Bawah Laut Sumbawa

Semakin ke Timur, laut Indonesia semakin indah. Tak perlu terlalu jauh hingga ke Raja Ampat, Sumbawa memiliki banyak spot menarik yang memiliki keindahan bawah laut tak terperanai. Salah satunya Ai Lemak, di Tanjung Manangis. Untuk menuju spot ini, kita bisa melewati Labuan Sumbawa, menggunakan boat sekitar 20-30 menit. Bila hendak melalui darat, kita bisa lewat […]

Read More

Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Lomba Menulis Surat Cinta sudah ditutup sejak 14 Juli lalu, dan tak mudah menentukan pemenangnya. Sejumlah surat masuk (lebih dari 30 surat), kubaca, dan kuakui kejujuran hati para penulis surat cinta ini. Beberapa cerita saya yakin potensial untuk dijadikan cerpen atau novel. Kenapa Surat? Apakah mudah menulis surat? Jawabannya, tidak mudah menulis surat, karena surat […]

Read More

Beropini Tanpa Menyimak?

Bermain Opini Lewat OPINI Sering saya katakan, dan tak bosan-bosan, ada 4 kemampuan berbahasa, yakni menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Idealnya, kita punya keempat kemampuan tersebut yang harus dikuasai secara berurutan, dimulai dari menyimak. Masalah bangsa yang sedemikian banyak ini, kuyakini berawal dari permasalahan literasi. Permasalahan literasi ini bukan cuma soal minat baca yang rendah […]

Read More