Ayam Arab Ala Chicking

Mencicipi Ayam Arab ala Chicking Indonesia

Kamu belum pernah ‘kan makan di Chicking? Bamby Cahyadi, sahabat penulis yang juga manajer yang malang melintang di berbagai resto itu tiba-tiba bertanya kepadaku. Dia pun mengajakku mencicipi AYAM ARAB ala Chicking Indonesia siang kemarin.


Lahap makan di Chicking
Bukan Nex Carlos

Sebenarnya, dia sudah mengajakku seminggu sebelumnya. Katanya, lagi ada Nex Carlos. Siapa sih yang nggak kenal Nex Carlos, Youtuber Makanan yang terkenal di Indonesia itu? Namun, karena sedang ada rapat koordinasi (disajikan makan siang di kantor), aku jadi nggak bisa makan siang di Chicking.

Apa sih Chicking itu?

Awalnya aku juga nggak tahu, apa sih Chicking itu? Baru dengar.

Jadi, Chicking itu seperti McD dan KFC. Di Dubai, Chicking yang terkenal. Konsepnya fast food dengan menu andalan ayam panggang (grilled chicken), meski ada juga ayam goreng tepung (fried chicken). Di Dubai, Uni Emirat Arab inilah Chicking didirikan pada tahun 2000 oleh pengusaha India, MR. A.K. Mansoor.

Chicking baru didirikan di Indonesia sekiar  Mei 2017, tepatnya di Royal Plaza Surabaya. Kalau di Jakarta, Chicking ada di Plasa Kalibata. Di Depok, Chikcing ada di Theatre Food di Margonda.



Penggila Chicking biasanya adalah orang-orang yang berpulang dari haji atau umroh dan sudah mencicipi ayam goreng ala arab. Di Saudi, resto ayam yang terkenal adalah Albaik. Kalau kangen Albaik, mereka akan makan di Chicking.

Menu andalan Chicking

Lalu apa menu andalannya Chicking? Mas Bamby merekomendasikan Chicking Combo 1. Harganya cukup murah. Hanya Rp36.364 atau kalau ditambah pajak restoran, ya jadi Rp40.000.

Ayam Arab

Kenapa kubilang murah? Karena menunya terdiri dari ayam bakar/ayam goreng ditambah nasi biryani. Ayamnya ini bebas memilih mau bagian dada, paha bawah, paha atas, sama saja. Minumnya juga boleh memilih antara teh atau kopi Arab.

Nasi biryani itu nasi kuning yang terbuat dari beras Arab atau beras basmati. Aromanya harum berempah saat dibuka karena dimasak dengan butiran cengkeh dan kapulaga. Soal cita rasa, tekstur Nasi Kuning Arab seperti beras perah, ebras Solok, empuk tapi tidak pulen. Rempahnya sudah disesuaikan dengan lidah Indonesia, tak terlalu kuat.

Chicking

Ayam panggangnya berbeda banget karena nggak ada kulit. Cocok nih buat yang antikolesterol kayak aku. Tahu nggak gaes, daging putih (ayam) itu sehat, yang nggak sehat itu kulitnya. Warna ayamnya cokelat gelap, bumbunya menempel.

Aku juga sempat nyobain ayam gorengnya juga. Rasanya maknyus. Jadi, sebelum digoreng, ayamnya sudah dimarinasi. Jadi bumbunya itu terserap merata di daging. Beda dengan ayam goreng lain yang biasanya cita rasanya ada di kulitnya.

Royal Warp Kebab

Royal Wrap kubilang kebab. Lembaran tortilla mengapit potongan ayam goreng tepung yang difilet. Dilengkapi cincangan selada dan mayonnaise. Harusnya kuajak anakku, dia bakal suka sekali ini.

Buat yang suka pahitnya kopi, sesi makan ini pas ditutup dengan dengan menyeruput Kopi Arab. Kopi hitam ini dicampur potongan kapulaga. Aromanya harum dengan rasa pahit kuat. Cocok bagi pencinta kopi hitam.

Karena aku bukan pencinta kopi hitam, aku pun memesan Dubai Breeze. Minuman es dengan sari kurma, bercita rasa apel dan mint. Segar sekali.


Tidak bosan makan di Chicking

Makan di Chicking

Pengalaman makan di Chicking pertama kali kemarin bikin ketagihan. Lain kali, aku akan ke Chicking lagi, dengan anakku, dan mencoba menu baru. Serius, makan di sini worthed bangetlah.

(2019)

 

Comments

comments

23 thoughts on “Mencicipi Ayam Arab ala Chicking Indonesia”

  1. Aku penyuka briyani mas.. di medan belum ada chicking ini ya..
    padahal di Medan itu tinggi juga permintaan kalo ada penawaran briyani atau menu arab gitu..
    Belum lagi di sini juga doyan sama kebab.
    Postingan ini auto bikin laper dan baper, hehe

  2. Alamak aku liatnya pun ngiler lho, keliatan banget kaya akan rempah, Kusuka rempah. Pengen coba makanan sekelas albaik. Hehehe. Semoga cepet buka cabang di Bekasi. Aamiin.

  3. Jadi tau chicking, kl udah buka di Medan lgsg deh ajak keluarga. Btw nasi biryani apa briyani ya Mas? Soalnya kakakasaku hari raya idul adha kemaren bikin nasi briyani juga, hehe. Tfs yaa

  4. Belum pernah makan ini..duh, habisnya ga merata tempatnya di Jakarta. Di mall deket rumah di Jakarta Barat belum ada..Padahal penasaran bener nih..
    Eh ada Mas Bamby, pernah beli bukunya dan dulu pernah satu company di McD, tapi aku di Bali , Beliau di Jakarta.

  5. Jadi penasaran sama semua menunya nih, dengan rasa arabian yang berempah, untungnya deket nih restonya di plasa kalibata, kudu wajib datang dan coba nih

  6. Aku baru tahu nih chicking udah ada di Indonesia, dan ga pernah jalan2 ke daerah kalibata juga, padahal chicking enak banget nih menunya, sering dibawain ayamnya dari arab sana.

  7. Udah pernah makan Chicking yang di CCM, sayangnya sekarang udah gak ada lagi. Di Surabaya juga gak ada lagi saaaddd…
    Tapi waktu itu sempet ketemu pak siapa yaa, aku lupa beliau kyknya yang mengelola Chicking pas di Sby gak sengaja ketemu ma blogger2 lain jg emang ada rencana pindah ke Palembang (kalau gak salah) krn di sana peminatnya lbh besar. Aku suka padahal sama nasinya dan tehnya itu. Kudu ke Jkt dulu skrng kalau mau makan Chicking hehe

  8. wuah enak sepertinya ya mas. aku sendiri sih tidak begitu suka dengan bumbu khas arab. gak tau kenapa. tapi perlu dicobain nih kapan-kapan kalo ke jkt. sayang beud masih belum buka gerai di medan

  9. komenan ku yg tadi mana ya bang?

    pengen icip gimana rasanya chicking ini bang. kebetulan pas umroh dulu belom pernah ngerasain al baik. denger-denger ein ke ef sih ya bang. penasaran jdnya

  10. Ayam goreng atau ayam bakarnya sih terlihat biasa aja ya tampilannya seperti resto-resto sebelah. Tapi, menu yang buat aku penasaran itu nasi briyaninya.

    Kapan-kapan kalo aku lagi main di Plaza Kalibata mau mampir ke Chicking ala Indonesia deh*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *