Lomba Menulis Esai: Anak Muda dan Politik

Salah satu sebab meningkatnya sikap apatis masyarakat terhadap partai politik adalah banyaknya kasus-kasus korupsi yang melibatkan kader-kader partai politik. Berbagai survey menunjukkan kecenderungan semakin rendahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik.

Temuan survey SMRC terbaru (2016), misalnya, menempatkan partai politik sebagai lembaga yang paling rendah mendapatkan kepercayaan masyarakat (52%). Angkanya jauh di bawah TNI (89%), Presiden (83%), dan KPK (82%). DPR sebagai lembaga yang menampung partai politik juga mendapatkan nilai yang rendah, yakni 58%.

Tingkat kepercayaan publik yang rendah terhadap partai politik akan menyulitkan partai politik, bukan hanya dalam hal mencari dukungan, tapi juga dalam hal membangun kader. Masyarakat yang apatis terhadap partai politik akan sulit didekati dan ditawarkan untuk terlibat aktif atau apalagi masuk ke dalam partai politik.

Untuk itulah diperlukan terobosan dalam menghadapi situasi tak menguntungkan ini. Partai politik dituntut untuk tampil menarik dan mampu menjawab keraguan publik selama ini. Partai-partai baru mungkin lebih beruntung karena belum terkena stigma negatif seperti dimiliki partai-partai yang mapan. Tapi, tantangan mereka tidakkecil dan mengembalikan kepercayaan publik tidaklah mudah.

Karena itu, Qureta dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengajak anak-anak muda untuk berbagi pandangan dan gagasan seputar situasi politik di Indonesia sekarang ini. Ayo kirimkan tulisanmu lewat web ini dan sertakan sebagai #LombaEsaiPolitik

Contoh tulisan bisa dilihat di sini.

Tema Utama

Anak Muda dan Politik

Subtema

Peran Pemuda dalam Politik
Media Sosial dan Politik
Apakah Politik Itu Buruk?
Partisipasi Pemuda dalam Pemilu Lokal
Korupsi dan Partai Politik
Perempuan dan Partisipasi Politik
Anak Muda Memandang Politik

Ketentuan dan Panduan

Para peserta adalah pelajar, mahasiswa dan umum berusia 15 – 45 tahun.
Peserta diwajibkan memiliki akun di Qureta dan mengirimkan tulisannya lewat web Qureta.
Profile penulis harap diisi secara lengkap, termasuk menuliskan no HP.
Tulisan adalah asli karya sendiri dan belum pernah diterbitkan atau dilombakan di media manapun.
Bentuk tulisan bisa berupa refleksi pemikiran, pengalaman pribadi, maupun esai lepas.
Esai yang dilombakan ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Inggris
Judul dan isi tulisan harus sesuai dengan tema lomba. Tulisan yang tidak terkait dengan tema lomba akan dikeluarkan dari daftar seleksi penilaian.
Tidak diperkenankan mengambil judul dari tema utama ataupun subtema lomba.
Panjang tulisan antara 800 hingga 1500 kata.
Boleh menyertakan gambar, animasi, audio, atau video, selama tidak melanggar hak izin dan hak cipta.
Boleh mengirim lebih dari satu tulisan. Namun, yang akan diseleksi oleh juri adalah tulisan terbaik yang dikirimkan.
Artikel-artikel yang akan dinilai juri adalah artikel yang lolos terbit di Qureta.
Esai yang diikutsertakan dalam lomba ini harus ditandai #LombaEsaiPolitik pada akhir tulisan.

Durasi Lomba

20 Agustus – 05 Oktober 2016

Kriteria Penilaian

Kesesuaian dengan tema
Orisinalitas alias tidak menjiplak
Konten atau tema besar lomba esai secara keseluruhan
Gaya bahasa dan penyajian isi gagasan
Interaksi: komentar atau diskusi dalam esai yang diterbitkan
Keputusan dewan juri tidak bisa diganggu-gugat

Dewan Juri

Okky Madasari (Novelis)
Luthfi Assyaukanie (Qureta)
Andi Saiful Haq (PSI)

Hadiah

Juara I : Uang tunai Rp. 6.000.000 dan piagam penghargaan
Juara II : Uang tunai Rp. 4.000.000, dan piagam penghargaan
Juara III : Uang tunai Rp. 3.000.000, dan piagam penghargaan
Tujuh (7) nominasi pilihan juri masing-masing akan mendapatkan: uang tunai Rp. 1000.000 dan piagam penghargaan

*Informasil lebih lanjut hubungi:

Blessty : 0821.2277.0595
Email: redaksi@qureta.com

Comments

comments