Lima Pertimbangan Meminjam Dana Cepat Secara Online

Kutukan seorang penulis adalah tiba-tiba menjadi tempat curhat. Seperti pada suatu hari, sapaan di instagram berujung curhat. Namun, bukan tentang perasaan. Keinginan mengakhiri hidup karena terlilit pinjaman (utang) itu. Salut karena dia hanya butuh tempat cerita, nggak meminjam dariku. Dari obrolan itu, kuketahui bahwa dia butuh dana cepat untuk pengobatan ibunya. Ia pun meminjam lewat pinjaman online tanpa berpikir panjang. Apa lacur, pinjaman online itu membelitnya seperti ular piton. Total yang harus ia bayar sejumlah 20 juta. Pinjaman itu baru sekitar sebulan lebih. Pokoknya hampir 15 juta. Kuhitung kasar, bunganya berarti 1% per hari. Alamakjang. Berarti setahun bunganya 360%. Lintah darat online itu namanya.

Setelah ku-googling, kaget juga aku. Data tahun 2017 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah perusahaan pemberi pinjaman atau kredit online mencapai 100.940 dengan dana pinjaman senilai 2,56 triliun. Terdapat 237.159 nasabah yang mengajukan pinjaman secara online. Jumlah tersebut meningkat 581% dari tahun 2016 sebanyak 38.105 orang.  Nggak tahu sekarang, pasti lebih banyak lagi orang yang memilih jalan lintah darat online ini ‘kan?

Kenapa Memilih Pinjam Online?

Nah, meminjam ke bank memang penuh persyaratan. Karena utang bagi bank adalah bisnis kepercayaan. Jadi ya tidak semua orang bisa meminjam ke bank. Proses pinjaman online dianggap lebih cepat karena menyederhanakan administrasi. Bahkan hanya perlu KTP dan rekening aktif. Syaratnya tidak ketat. Selain memang masalah fleksibilitas. Calon peminjam cukup bermodalkan ponsel dan internet. Bisa pinjam dari mana pun dan kapan pun. Lewat pinjaman online, dana cepat bisa didapatkan.

Pertimbangan Pinjaman Online Tepercaya

Kemudahan itulah yang melenakan. Sedih aku tuh melihat teman medsosku cerita bagaimana dia kebingungan melepaskan diri dari belitan utang. Setidaknya ada beberapa hal yang harusnya bisa jadi pertimbangan dalam memilih pinjaman online (kalau memang kepepet banget):

Pertama, sudah terdaftar di OJK. Ini syarat utama. OJK menetapkan bahwa semua pinjaman uang online wajib terdaftar di OJK. Hal ini menunjukkan pinjaman online memiliki legalitas yang jelas. Dengan terdaftar di OJK, nasabah juga memiliki perlindungan konsumen karena perusahaan pinjaman online wajib mematuhi ketentuan, etika serta perilaku yang ditetapkan regulator. Simpelnya, tidak akan ada tuh kejadian kamu dikejar-kejar debt collector.

Kedua, transparan. Biasanya di web atau aplikasinya langsung ada kalkulator kreditnya. Kita jadi langsung tahu berapa cicilan yang harus kita bayarkan dengan membuat berbagai simulasi jumlah dan waktu pinjaman. Jangan mudah tergoda dengan dana cepat sehingga langsung meminjam kepada pihak yang tidak transparan.

Ketiga, perhatikan biaya-biaya yang ada dan suku bunga. Perbandingkan biaya administrasinya. Jangan sampai pinjam 2 juta biaya administrasinya 500 ribu. Lalu biaya administrasi tersebut ditambahkan sebagai pokok pula. Kemudian, lihat suku bunganya. Suku bunga  idealnya diatur juga oleh OJK. Namun sayang, suku bunga Fintech itu masih belum menjadi kewenangan OJK. Berapa idealnya? Rata-rata bunga pinjaman di bank mulai dari 0,7-2 persen per bulan. Sedangkan ketentuan asosiasi suku bunga tidak boleh melebihi 0,8% per hari dan total pengembalian di akhir periode tidak boleh melebihi 100% pinjaman pokok. Jadi, kalau menemukan pinjaman online dengan bunga harian di atas 0,8 persen, apalagi bisa melebihi dua kali lipat pokok, lebih baik tak perlu dilirik.

dana cepat

 

Keempat, yang tak kalah pentingnya, memiliki alamat kantor yang jelas. Penyedia pinjaman online resmi memiliki alamat kantor yang jelas. Biasanya, alamat kantor serta nomor telepon yang bisa dihubungi tercantum pada situs resmi penyedia pinjaman online. Sebaliknya, jika penyedia pinjaman online tak jelas keberadaannya, besar kemungkinan lembaga tersebut ilegal atau lembaga palsu yang berniat menipu. Penyedia pinjaman online juga harus memiliki situs dan email resmi. Abaikan setiap penawaran pinjaman uang tunai yang diberikan melalui SMS atau pesan di Whatsapp. Besar kemungkinan, penyedia pinjaman tersebut ilegal alias rentenir online. Apalagi, jika penyedia pinjaman itu tak memiliki situs dan email resmi.  Situs penyedia pinjaman online resmi harus terjamin keamanannya. Setidaknya, situs resmi harus berawalan “https”, bukan “http”. Hal ini menandakan bahwa situs itu menggunakan protokol socket secure layer (SSL) yang menyediakan proses enkripsi pada pertukaran data untuk mencegah terjadinya pencurian dan penyadapan data pengguna. Selain itu, email yang digunakan pun merupakan email resmi perusahaan, bukan menggunakan provider emailgratis, seperti Gmail atau Yahoo.

Terakhir, kelima, penyedia pinjaman online harus memiliki layanan nasabah yang responsif. Dengan begitu, sebagai nasabah, kamu bisa mendapatkan bantuan dengan cepat saat menghadapi kendala. Kita juga bisa memanfaatkan layanan nasabah untuk memperoleh informasi lebih dalam mengenai fasilitas pinjaman yang diperlukan.

Bila kamu ingin mendapatkan Kredit Pinjaman Terbaik di Indonesia dengan Cicilan Ringan bunga yang rendah, Cekaja.com dapat membantumu, silakan ke https://www.cekaja.com/kredit/ . Melalui kemudahan pengajuan online, Cekaja.com dapat memberikan kredit pinjaman dana tunai yang memiliki proses cepat, bunga rendah dan cicilan ringan. Semua proses hemat waktu, hemat tenaga, serta hemat uang. Layanan pelanggan dan para ahli keuangan di sini juga akan membantu kita memberikan berbagai tips agar pengajuan kredit pinjaman bisa berjalan dengan lancar.

 

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *