Curug Gemawang

Kemegahan Air Terjun Gemawang di Candirenggo, Kebumen

Dalam perjalanan ke Curug Leses, keponakanku (Alvin) mengatakan di daerah ini sebenarnya ada 2 air terjun (curug). Tapi curug satunya, dia tidak tahu rutenya. Saat berjalan di sisi bukit, kami mendengar suara deru air jatuh. Alvin menunjuk ke bawah, “Di bawah situ, Om, curugnya, tapi belum tahu bagaimana jalan menuju ke sana.” Dari kata-katanya itulah, petualangan kami menyibak kemegahan Air Terjun Gemawang di Candirenggo, Kebumen dimulai.

Curug Gemawang

Sama seperti Curug Leses, Air Terjun Gemawang ini juga belum ada lokasinya di Google Maps. Bahkan sebenarnya kami nggak tahu nama air terjunnya apa. Sama-sama belum dikelola menjadi tempat wisata khusus. Aku meminta Alvin untuk bertanya ke warga sekitar. Maklum, aku nggak bisa berbicara bahasa Jawa, baik yang ngapak maupun bahasa Jawa halus. Terakhir pulang ke Banyumas saja, 2014 lalu. Sudah lama banget.

Sambil membeli air minum, Alvin bertanya tentang curug yang berada di bawah Curug Leses itu. Sang Bapak menyuruh kami turun sekitar 500 meter di jalan raya sampai menemukan gang yang ada musholla/masjid. Tidak jauh setelah memasuki gang itu, belok kanan, kemudian belok kiri. Sampailah di pinggir sungai. Nah, di sanalah kami memarkirkan motor.


Air Terjun Gemawang terletak di perbatasan Desa Tlogosari dengan Desa Candirenggo di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Airnya berasal dari Sungai Teba yang berhulu di wilayah perbukitan Karst Desa Tlogosari dan sekitarnya. Sungai Teba merupakan anak sungai Kali Ijo, perpaduan dari sungai sungai kecil yang berhulu di perbukitan Karst seperti Bukit Durenrenteng, Bukit Kendalisada, Bukit Gremet, dan Bukit Tugak.


Curug Gemawang

Karena kemarau, sungai tampak mengering. Air masih mengalir tapi hanya di sebagian kecil aliran sungai. Sisanya batu-batuan. Awas, jangan gegabah. Sebab bebatuan itu licin sekali dan banyak yang goyah. Jadi kalau diijak, ia akan bergerak dan kita tergelincir.

Jalan menyusuri sungai yang mengering itu asik sekali lho. Meski parno juga ketika ada suara-suara bergemerisik di rerumputan. Takut ular. Sebab banyak juga pohon bambunya. Ternyata, banyak kadal di sekitar situ.

Karena banyak pohon bambunya, tadinya mau kunamai air terjun itu sebagai Curug Pring. Kirain kan belum ada namanya.

Curug Gemawang

Nggak jauh kok jalannya. Hanya sekitar 300 meter kita akan melihat air terjun bertingkat tiga dengan ketinggian yang aduhai. Total sampai tingkat teratas, kayaknya sih lebih 40 meter. Ya, lagi-lgi karena musim kemarau, air yang jatuh di permukaan tebingnya tidak deras. Berkahnya, kolam di bawahnya bening banget.

Curug Gemawang

Serulah di sini. Pas ke sana juga nggak ada siapa-siapa. Jadi cukup puas menikmati suara air jatuh, angin sepoi-sepoi, dan berenang ke sana kemari. Sama kayak Curug Leses, berenangnya jugu kudu hati-hati ya karena ada beberapa spot yang dalam.

Reccomended banget buat petualangan bareng teman-teman. Jalan menyusuri sungai. Bawa bekal. Mandi. Makan. Tetap ingat, jangan buang sampah sembarangan. Kemasi sampahmu, bawa pulang ke tempat sampah, ya!

 

Comments

comments

12 thoughts on “Kemegahan Air Terjun Gemawang di Candirenggo, Kebumen”

  1. Spesialis curug ya mas blognya.. hehe, wisata ke alam memang paling membahagiakan. Beda dengan wisata2 baru yang hanya mengedepankan spot2 foto gemash buatan manusia.

  2. Waahhh sejuk banget rasanya, jadi pengen ikutan menikmati alam di sana 🙂

    Wisata air terjun emang asyik banget, sejuk khas pegunungan dan segar udaranya, jadi kangen ke air terjun deh rasanya 🙂

  3. Iya sayang ya lagi musim kemarau..
    Kalau air nya deras pasti fotonya tambah kece deh.. tapi kayanya di tengah hutan ya air terjunnya? Ngeri ah sama binatang buas..

  4. Curug ini juga sangat menarik, apalagi untuk menuju kesana ga begitu jauh, dan lebih mudah dijangkau, dan paling puas kalau kesitu memang pas agak sepi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *