Pantai Mutun

Jalan-jalan Santai ke Pantai Mutun, Bandar Lampung

Harus jalan-jalan ke mana jika kamu hanya punya waktu setengah hari di Bandar Lampung? Aku pikir “Pantai Mutun” akan menjadi nama tempat yang paling disebut. Selain memang bagus dan indah, pantai tersebut lumayan dekat dari kota. Kita bisa jalan-jalan santai ke pantai tersebut.

Pantai Mutun berpasir putih. jaraknya hanya sekitar 25 km dari Bandar Lampung. Waktu tempuhnya kurang lebih 30 menit. Secara administratif, lokasi  Pantai Mutun termasuk dalam wilayah Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Harga Tiket Masuk Pantai Mutun

Saat aku ke sana, harga tiket masuknya sebesar Rp25 ribu. Padahal bukan hari libur. Parkir mobilnya Rp10 ribu.

Fasilitas di pantai tersebut juga terbilang cukup lengkap, di antaranya ada penyewaan perahu, pondokan, kano, banana boat, jetski, donut boat, waterboom serta area outbound dan berkemah di pantai tersebut. Harganya berbeda-beda. Siapkan budget yang banyak ya.

Pantai ini punya ombak yang tenang dan tidak berbahaya sehingga sangat cocok dijadikan tujuan liburan bersama keluarga.

Rumor Soal Kepemilikan Pantai Mutun

Saya kaget juga ketika mendengar bahwa Pantai Mutun dimiliki orang seseorang (pribadi). Mungkinkah atau bolehkah pantai dimiliki oleh perorangan?

Pantai merupakan tempat publik atau lebih tepatnya dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (“UU 26/2007”) dikenal sebagai ruang terbuka hijau publik. Ruang terbuka hijau publik dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah/kota yang digunakan untuk kepentingan masyarakat secara umum. Yang termasuk ruang terbuka hijau publik, antara lain, adalah taman kota, taman pemakaman umum, dan jalur hijau sepanjang jalan, sungai, dan pantai.

Pantai bisa berbayar namun tidak untuk pantai umum. Apa itu pantai umum? Dalam Pasal 17 UU 1/2014 diatur mengenai izin lokasi untuk melakukan pemanfaatan ruang dari sebagian perairan pesisir dan pemanfaatan sebagian pulau-pulau kecil secara menetap. Akan tetapi, terkait pantai umum, dalam Pasal 17 ayat (4) UU 1/2014, dikatakan bahwa izin lokasi tidak dapat diberikan pada zona inti di kawasan konservasi, alur laut, kawasan pelabuhan, dan pantai umum.

Lalu apakah Pantai Mutun adalah pantai umum? Sepertinya dalam hal ini bukan. Karena itu, pantai boleh berbayar baik dikelola oleh pemerintah daerah, maupun dikelola oleh swasta.

Kasus yang sama berlaku untuk Pantai Ancol. Pantai ini pernah dipermasalahkan karena harapan warga Jakarta  untuk menikmati pantai tersebut secara gratis. Ketiganya menggugat PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Taman Impian Jaya Ancol atas dasar perbuatan melawan hukum. Namun gugatan tersebut kandas. Dalam artikel Tarif Bukan Penghalang Akses Pantai Ancol diberitakan bahwa majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menyatakan pembangunan kawasan Pantai Ancol telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan, yaitu PP 51/1960 dan UU Kepariwisataan.

Namun tetap saja sayang rasanya kenapa kesempatan mengelola pantai tidak dilakukan oleh pemerintah daerah, mengingat betapa besarnya seharusnya pemasukan di kas daerah bisa didapatkan. Ya, meski kadang pantai-pantai yang dikelola oleh daerah cenderung lebih tidak terurus.

Saya duduk di Pantai Mutun beberapa saat sambil merenungkan itu, melihat ombak, kapal-kapal yang bersiap mengantarkan kita ke Pulau Tangkil, Tegal Mas, hingga bisa ke Pahawang. Untuk mendapatkan kesempatan itu, kamu haruslah pandai tawar-menawar, ya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *