Pantai Menganti

Inilah 7 Alasan Kenapa Kamu Harus ke Pantai Menganti di Kebumen

Kereta berhenti berderak. Tanpa ada pengumuman bahwa stasiun pemberhentian kali ini sudah di Stasiun Sumpiuh. Untung saja aku sudah terbangun sejak di Kroya, terjaga dan awas pada pemberhentian-pemberhentian selanjutnya. Ya, kali ini aku akan kembali menapaki tanah leluhurku di Tambak, Banyumas setelah terakhir kali “pulang” 5 tahun yang lalu (2014).

Sejumlah rencana liburan juga sudah disiapkan. Bulikku merekomendasikan pantai di Kebumen. Namanya Pantai Menganti. Katanya, itu adalah pantai terindah di Kebumen-Cilacap. Seumur-umur, setiap kali berkunjung ke kampung leluhur, Bapakku hanya mengajak ke pantai Lo Gending/Ayah. Sekali ke Pantai Jetis. Aku penasaran kalau Menganti adalah pantai terindah, seperti apa dia?


Asal Mula Nama Pantai Menganti

Asal nama Pantai Menganti lekat dengan dua kisah legenda setempat. Menceritakan persahabatan Wali Syekh Maulana Malik Ibrahim (salah satu Wali Songo) dengan Syekh Subakir.

Dikisahkan, kedua sahabat tersebut melakukan perjalanan menyebarkan agama Islam dengan terpisah. Mereka berjanji bertemu di pantai yang terkenal indahnya. Syekh Maulana sampai lebih dulu di pantai tersebut dan dengan setia menanti sahabatnya. Akhirnya, mereka pun bertemu dan melanjutkan perjalanannya masing-masing.

Syekh Maulana dikisahkan kembali ke negeri Jazirah Arab, dan Syekh Subakir ke Gunung Tidar Magelang.

Kisah lain bercerita tentang seorang panglima perang Kerajaan Majapahit yang melarikan diri ke pesisir selatan. Ia melarikan diri karena hubungannya dengan pujaan hati yang tidak direstui sang raja.

Mereka pun berjanji bertemu di tepi samudera berpasir putih nan indah itu. Sepanjang hari, sang panglima pun terus menanti pujaan hati yang ternyata tak kunjung tiba di atas bukit kapur sambil memandang ke laut lepas. Ia menanti dan selalu setia menanti.

Oleh karena itu pantai tersebut diberi nama Menganti yang berarti juga menunggu dengan setia.


Ternyata setelah keesokan harinya sampai di Menganti, aku mengaminkan ucapan Bulik. Pantai Menganti memang indah. Setidaknya, inilah 7 alasan kenapa kamu harus ke Pantai Menganti di Kebumen.

Pantai Menganti Berpasir Putih Bersih

Pasir Pantai MengantiJangan bandingkan putih dan bersihnya menganti dengan pantai-pantai di timur Indonesia ya. Bandingkanlah dengan pantai Ayah atau Jetis yang pasirnya berwarna hitam. Maka, Pantai Menganti akan tampak putih dan bersih.

Pantai menganti

Paling enak datang ke Pantai Menganti saat pagi hari. Ombaknya akan surut dan pasirnya akan terlihat banyak. Enak sekali bermain pasir di Menganti bersama keluarga.

Ombak Pantai Menganti Favorit Peselancar Pemula

Ombak Pantai Menganti

Tipe ombak di Pantai Menganti cenderung stabil dan tidak berubah-ubah karena pantai ini berbentuk menyerupai teluk yang dikelilingi bukit karang. Jadi ombaknya tidak seganas ombak Pantai Selatan pada umumnya. Pantai ini juga pernah dijadikan ajang lomba selancar nasional pada 2011. Sejak itu pula, Pantai Menganti dibuka untuk umum oleh pemerintah desa setempat. Sebelumnya, lokasi ini hanya menjadi tempat pendaratan perahu nelayan.

Setelah puas bermain di pantai, kita bisa naik ke bukitnya. Untuk naik ke bukit ini, kita tidak boleh membawa mobil pribadi. Akan ada mobil wisata yang mengantar ke atas bukit. Namun, bila kita membawa motor, boleh dibawa parkir di atas bukit.

Di atas bukit, ada banyak spot foto yang menarik lho. Di antaranya ada Watu Bolong, Lembah Menguneng, Tanjung Karang Bata, Mercusuar, dan Jembatan Merah.

Watu Bolong

Watu Bolong

Watu Bolong berarti batu bolong. Spot pertama ini berada di sebelah kiri bukit. Kita bisa ke bawah dan menyaksikan lengkungan pantai berbatu hitam. Di ujungnya ada karang besar yang seperti bolong. Bila air surut sepertinya kita bisa masuk ke karang tersebut.

Watu Bolong

Sayangnya, airnya sudah pasang. jadi saya hanya berfoto di pinggir-pinggirnya saja.

Watu Bolong

Lembah Menguneng

Lembah Menguneng

Lembah Menguneng seperti lukisan. Di sisi bukit, sambil menghadap laut, berdiri banyak gazebo mungil. Bila angin kencang, buih ombak yang terempas karang akan terbawa angin sampai ke atas lho. Di situ kita bisa merasakan sensasi kesejukan yang berbeda.

Sayangnya, saya ke sini nggak bareng kekasih. Jadi malas rasanya mencoba duduk di gazebo itu, Banyak bangetlah spot foto di Lembah Menguneng itu. Pokoknya siapin saja baterai dan memori yang banyak buat berfoto.

Lembah Menguneng

Tanjung Karangbata

Tanjung Karangbata

Namanya saja Karangbata. Ini adalah sisi karang mendominasi sisi bukit. Kita bisa menyaksikan banyak karang di lautan yang menjadi penghalang ombak. Hempasan ombak yang begitu keras menjadi pemandangan tersendiri. Seru pokoknya.

Tanjung Karangbata

Mercusuar Menganti

Mercusuar Menganti

Mercusuar setinggi 20 meter ini merupakan peninggalan Belanda yang dibangun sekitar tahun 1912.

Jembatan Merah

Jembatan Merah Menganti

Jembatan merah ini sungguh menjadi spot foto yang bagus banget. Warnanya sanggup menjadi point of interest tersendiri. Belum lagi, kalau kita sabar menunggu, akan ada ombak membentur karang yang menimpulkan cipratan yang dahsyat. Semakin siang biasanya ombaknya semakin keras. Asal tahan panas, kita bisa dapat foto keren dengan ombak menciprat begitu tinggi.

Jembatan Merah Menganti


Buat kamu yang ingin ke Menganti, caranya mudah banget kok.  Letaknya di Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, akses jalan yang sudah bagus dan beraspal halus. Waktu tempuh sekitar 1 jam berkendara dari kota Kebumen atau berjarak sekitar 37 kilometer. Kontur jalan naik turun perbukitan.  Jadi harus hati-hati banget ya.

Tiket masuknya hanya seharga Rp10 ribu per orang. Fasilitas sudah lengkap. Ada mushola, toilet, area parkir kendaraan, hingga villa dan tempat penginapan bagi yang ingin bermalam. Kita juga bisa ikut berpartisipasi dalam pelelangan ikan lho.

Comments

comments

18 thoughts on “Inilah 7 Alasan Kenapa Kamu Harus ke Pantai Menganti di Kebumen”

  1. Aku juga udah pernah ke Pantai Manganti, awalnya agak suudzon karena jalanan yang ditempuh melalui jalur darat waktu itu banyak yang rusak, ehh pas sampai terbayarkan, keren ternyata tempatnya, nyoba gazebonya sambil makan nasi padang waktu itu. Hahaha.. Di sana juga disediakan homestay kalo mau menginap juga loh

  2. Bayangin foto di jembatan merah dengan katar ombak yang menjulang ..wah, keren pasti!!
    Alamai dan cantik sekali Pantai Menganti ini.
    Saya pernahnya ke Pantai Ayah dulu bangets saat masih SMP, pasti sekarang banyak berubah ya.
    Pengin ke sana lagi dan singgah juga ke Pantai Menganti

  3. Indah banget pemandangan Pantai menganti, sesuai kisahnya nama tersebut merupakan pantai tempat pertemuan yang sudah dijanjikan. Pengen mampir kalau ke Kebumen.

  4. MasyaAllah, indah banget. Apalagi jembatan merahnya itu. Tapi yang paling menarik perhatianku sebenarnya itu kisah (sejarah) dibalik nama pantai menganti-nya itu sendiri

  5. Stasiun Sumpiuh? Baru denger. Jad kalau mau ke Kebumen dari Jakarta turunnya di stasiun itu mas?
    Pantainya kyknya masih sepi ya. Tapi seneng gak ada booth poto selfie warna-warni. Bagusan gtu.
    Itu mercusuarnya msh berfungsi?
    Oh ya, kasian donk gazebonya dianggurin gak jd selfie di sana hahaha

  6. Indah sekali pantai Menganti ini. Saya suka dengan cantiknya alam disana. Jadi ingin segera ke Menganti dan mengabadikannya di berbagai spot foto yang sudah direkomendasikan,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *