Evolusi KPPN dan Integritas

KPPN dan Integritas

 

Saya menganalogikan perubahan yang terjadi pada KPPN seperti sebuah evolusi.

Dalam biologi, kita ketahui bahwa evolusi adalah sebuah perubahan yang bersifat perlahan-lahan, hampir tidak dirasakan oleh makhluk hidup yang mengalaminya. Perubahan ini diwariskan dari satu generasi ke generasi. Penyebab evolusi terjadi bermacam-macam. Setiap ahli yang mengemukakan teori, memperhitungkan penyebab yang berbeda. Namun, secara umum evolusi disebabkan oleh adanya variasi genetik, reproduksi sel, dan seleksi alam.

Nah, ada dua teori evolusi yang terkenal dalam ilmu pengetahuan alam adalah teori evolusi menurut Lamarck dan teori evolusi menurut Darwin.

Jean Baptise de Lamarck merupakan peneliti dan ahli sains yang hidup sekitar tahun 1744 sampai 1829. Sumbangannya terhadap ilmu pengetahuan sangat banyak. Sampai saat ini, teori evolusi yang dikemukakannya masih dijadikan patokan untuk menjelaskan perubahan berbagai jenis makhluk hidup.

Dasar Teori Lamarck adalah makhluk hidup selalu menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat hidupnya, Misalnya bebek mempunyai kaki berselaput agar dapat hidup di tempat yang basah atau paruh burung yang berbeda-beda bentuknya sesusai dengan makanan.

Makhluk hidup yang tidak mempunyai kemampuan jenis-jenis adaptasi dengan lingkungannya mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Contoh dari perubahan makhluk hidup yang dikemukakan oleh Lamarck, yaitu jerapah yang berleher panjang. Pada awalnya, semua jerapah tidak ada yang mempunyai leher panjang. Namun, karena daun-daun yang dijadikan makanan ada di atas pohon yang tinggi, gajah harus menarik otot lehernya agar dapat menjangkau. Lama kelamaan generasi jerapah berikutnya mempunyai leher yang bertambah panjang hingga seperti sekarang. Sifat panjang leher jerapah yang sudah sesuai dengan ketinggian pohon, diwariskan dari generasi ke generasi.

Charles Darwin berusia lebih muda dibandingkan Lamarck. Ia hidup antara tahun 1809 sampai 1822. Teori Darwin dikemukakan setelah sebelumnya Darwin memperhatikan macam-macam keanekaragaman Burung Finch dan kura-kura di Galapagos, pesisir Amerika Selatan.

Burung Finch ternyata mempunyai kemiripan bentuk dan warna tetapi paruhnya berbeda-beda. Akibatnya, para ahli menggolongkan burung ini ke dalam beberapa spesies sesuai dengan bentuk paruh dan makanannya. Ada burung yang memakan biji-bijian, makan serangga, dan makan bunga atau nektar. Awalnya Darwin menganggap bahwa morfologi bentuk paruh Burung Finch dapat berubah dan menyesuaikan diri dengan makanan dan lingkungannya.

Begitu pula dengan kura-kura yang ada di Galapagos. Kura-kura ini mempunyai dua jenis. Satu jenis yang hidup di habitat basah, mempunyai cangkang lebih besar dan berbentuk kubah. Mungkin cangkang digunakan untuk melindungi diri dari air. Ada pula kura-kura Galapagos yang hidup di darat. Kura-kura jenis ini mempunyai bentuk cangkang yang lebih kecil dan seperti pelana.

Pada akhirnya, Teori Darwin menyebutkan bahwa semua makhluk hidup yang ada di dunia ini berasal dari spesies yang hidup di masa lalu. Spesies tersebut memang bervariatif adanya. Makhluk hidup yang dapat bertahan adalah yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Seleksi alam berlaku dalam setiap makhluk hidup.

Jika dihubungkan dengan jerapah yang berleher panjang, Darwin menyebutkan bahwa dahulu ada jerapah yang berleher panjang dan pendek. Ketika daun-daunan di bagian yang rendah habis, jerapah berusaha menjangkau daun yang berada di pohon lebih tinggi. Jerapah berleher pendek tidak dapat menjangkau makanan dan akhirnya mati. Hanya jerapah berleher panjang yang tetap hidup sampai kini dan mewariskan sifatnya dari generasi ke generasi.

Berdasarkan teori leher Jerapah, Darwin berarti menyimpulkan bahwa pada mulanya Burung Finch dan kura-kura di Galapagos juga berasal dari satu spesies yang sama dengan bentuk yang berbeda-beda. Seleksi alam membuat spesies yang dapat hidup terus mengembangkan dirinya dan menjadi individu yang benar-benar berbeda dengan aslinya.

Apa Hubungannya dengan KPPN dan Integritas?

Anggaplah jerapah itu sebagai sumber daya manusia. Evolusi dalam birokrasi bisa terjadi dengan cara Darwin, yakni memberikan mereka berbagai pelatihan, capacity building, sehingga dengan segala perubahan teknologi informasi yang ada, sumber daya manusia bisa berevolusi dan bertahan hidup. Jadi evolusi Darwin percaya bahwa setiap sumber daya manusia yang ada bisa berkembang jika organisasi memperhatikan kebutuhan peningkatan kapasitas diri mereka.

Sedangkan cara Lamarck mengatakan, untuk memiliki sumber daya yang andal, maka pasang standar yang tinggi. Lakukan assessment pada mereka. Yang mampu menjangkau target, itulah yang akan bertahan hidup.

Ditjen Perbendaharaan pernah memilih menggunakan evolusi Lamarck ketika pertama kali meluncurkan KPPN Percontohan. Secara ekstrem pegawai di-assessment, diseleksi kembali untuk menentukan mana yang layak secara kemampuan dan juga memiliki integritas yang akan ditempatkan di KPPN Percontohan. Mereka yang lulus akan mengawal perubahan itu dengan kompensasi tunjangan yang lebih baik pula.

Sumber daya manusia KPPN, saya bilang sangat luar biasa karena melewati proses evolusi semacam itu. Maka, kalau boleh berbangga, saya akan bangga mengatakan kalau soal integritas, pegawai KPPN sudah jangan ditanya.

Kalau ada petugas satuan kerja yang memberikan hadiah misalnya seperti pulsa, atau barang-barang lain, atau bahkan uang—mereka pasti akan menolak. Sebisanya dengan halus. Sebab, sebenarnya, di hati mereka bisa saja tersinggung karena perbuatan semacam itu justru tidak menghargai idealisme dan integritas yang mereka junjung tinggi.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *