Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Category: Tips

E-Book Kumpulan Cerpen Suara Merdeka 2015

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

e-book-kumcer-suara-merdeka-2015

Kumpulan cerpen Suara Merdeka punya ciri khas. Rata-rata cerita di Suara Merdeka surealis dan eksperimental. Bagi teman-teman yang ingin mengirimkan cerpen ke Suara Merdeka, kirimkan saja melalui email swarasastra@gmail.com. Honorarium yang diberikan sekitar Rp300.000,- per cerpen dipotong pajak. Sebelum mengirim cerpen, bisa mengunduh kumpulan cerpen berikut secara gratis. Jangan lupa dibagikan ya ke teman-temannya.

e-book-kumcer-suara-merdeka-2015

5 Kue Khas Lebaran di Palembang

Published / by Pringadi As / 1 Comment on 5 Kue Khas Lebaran di Palembang

Setiap mendengar tentang Palembang, yang tebersit di kepala kita adalah pempek. Pempek memang sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang. Makanan yang terbuat dari sagu dan ikan itu, biasanya adonannya 1:1, kerap dibawa sebagai oleh-oleh. Ada banyak jenis pempek yang digemari misalnya saja pempek kapal selam, pempek kulit, pempek lenjer sampai yang kurang populer seperti pempek pistel dan varian makanan sagu-ikan lainnya seperti model, tekwan dan lenggang.

Pempek menjadi makanan wajib ada saat lebaran. Belum lengkap rasa Palembang, kalau sanjo (berkunjung) tak disuguhi pempek dengan cukanya yang lezat itu. Namun ternyata selain pempek ada beberapa makanan lain berupa kue yang juga wajib ada di Palembang. Kue ini tak begitu populer di luar Palembang karena kue ini hadir hanya pada saat menjelang lebaran, upacara adat dan dibuat hanya berdasarkan pesanan.

1. Maksubah
IMG_4457

Maksubah adalah kue lapis khas Palembang yang disajikan hanya pada acara-acara khusus. Menghidangkan maksubah dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Maksubah juga lazim disajikan oleh pengantin kepada orang tua dan mertuanya. Pada saat lebaran, terutama pengantin baru, kue maksubah menjadi antaran wajib ke rumah orang tua-mertua mereka.

Kue ini tidak mudah membuatnya meski bahan dasarnya hanyalah telor bebek, mentega, gula dan mentega. Ketelatenan menjadi syarat utama. Maksubah dibuat di loyang dan setiap loyang membutuhkan 28 telor bebek. Kue ini tidak memerlukan pengembang. Ketelatenan dibutuhkan saat menuang adonan buat lapisan demi lapisan. Setiap lapisan kira-kira 250 ml adonan, lalu dipanggang di pemanggangan yang tradisional, dengan panas yang sempurna, lalu menambahkan lapisan selanjutnya. Terus seperti itu.

Dari bahannya saja kita sudah bisa menduga rasanya amat manis dan kue ini mengandung kolesterol tinggi. Jadi jangan makan banyak-banyak ya.

2. Engkak Ketan
d1385779028

Serupa dengan maksubah, pemanggangan engkak ketan pun harus selapis demi selapis. Bedanya, engkak ketan menggunakan telur ayam. Satu loyang engkak ketan membutuhkan 10 telur ayam. Seperti namanya, engkak ketan juga dibuat menggunakan tepung ketan.

Cara membuat Engkak Ketan :

Panaskan oven dan siapkan loyang berukuran 20×20, olesi bagian bawahnya dengan margarin lalu beri kertas roti, karena saya tidak punya, saya menggunakan kertas minyak. Olesi lagi bagian atas kertas minyak dengan margarin. Bagian dindingnya tidak diberi margarine.
Langkah pertama yang harus di lakukan adalah kocok gula dan telur menggunakan whisk sampai gula larut, lalu masukkan santan dan aduk rata. (pembuatan engkak ketan ini tidak menggunakan mixer, jadi kalau seumpamanya mati lampu, gak akan masalah masih tetap bisa buat. Tapi dengan catatan kita punya oven gas yang bisa api atas dan api bawah, kalau seperti saya ini yang hanya punya oven listrik yang mungil, gak akan bisa mempraktekkannya kalau sedang mati lampu).
Langkah kedua, masukkan tepung ketan sedikit demi sedikit sambil di aduk rata. Tujuan memasukkan tepung ketan sedikit demi sedikit adalah agar tepung ketan tidak menggerindil.
Kemudian masukkan susu kental manisnya dan aduk rata kembali. Adonan sudah siap untuk dipanggang.
Tuang adonan engkak sebanyak 2 sendok sayur yang besar kedalam loyang, ratakan. Panggang lapisan pertama ini sampai kecoklatan, saya lupa berapa lama proses pemanggangan untuk lapisan pertama ini, tapi jika adonan dirasa sudah keras tapi belum coklat, pindah apinya jadi api atas. Setelah permukaan kue berwarna coklat, tekan-tekan permukaannya dengan sendok atau apa saja yang berbentuk datar, tujuan penekanan ini agar kue engkak ketannya padat. Setelah di tekan-tekan, olesi kue dengan margarine kemudian tuang lagi adonan sebanyak 2 sendok sayur. Panggang sampai berwarna kecoklatan.
Lakukan tahap ini sampai adonan habis. Setelah adonan engkak ketannya habis, panggang kue dengan menggunakan api bawah sekitar 10 menit.
Engkak ketan matang dan angkat dari oven. Biarkan dingin terlebih dahulu sebelum di keluarkan dari oven yah, biar lapisannya tidak rusak.

3. Bolu Kojo

Resep Kue Bolu Kojo Khas Palembang Sederhana Spesial Lembut Lembut dan Empuk Spesial Asli Enak

Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang menyerupai bunga kemboja. Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat.

Sama seperti kue bolu pada umumnya, bolu kojo terbuat dari campuran telur, gula dan tepung. Rasanya manis dan legit karena terdapat campuran gula dan juga susu kental manis. Bolu kojo khas Palembang memiliki warna hijau. Warna tersebut berasal dari daun suji atau daun pandan. Selain memberikan warna yang cantik, daun suji atau daun pandan juga memberikan aroma yang nikmat.

4. Bolu 8 Jam

kue-delapan-jam-palembang-610x358
Memang dibuat dalam waktu 8 jam. Konon, dulunya kue ini hanya dinikmati untuk kelas bangsawan.

Bahan:

1 kaleng (400 ml) susu kental manis
250 g mentega
25 butir telur ayam
50 g tepung terigu berprotein sedang, ayak
1/2 bungkus vanili bubuk
100 g gula pasir berbutir halus

Cara membuat:

Siapkan loyang bundar berdiameter 22 cm, tinggi 7 cm. Olesi permukaannya dengan mentega. Sisihkan.
Campurkan mentega dan gula, kocok dengan mixer hingga gula larut.
Masukkan telur ayam, aduk rata. Kemudian tuangkan susu kental manis, tepung terigu, dan vanili, kocok kembali hingga tercampur rata.
Tuang adonan ke dalam loyang. Kukus dalam panci panas di atas api sedang selama 8 jam hingga matang. Angkat.
Panggang dalam oven panas selama 20 menit hingga permukaannya kecokelatan dan tidak basah. Angkat. Dinginkan.
Potong-potong bentuk segi tiga ukuran sisi 3 cm. Sajikan.

5. Lapis Legit Palembang

Lapis-legit-Meranti
Bahan Membuat Kue Lapis Legit :

Mentega wysman 300 gram
Kuning Telur 30 butir
Vanili secukupnya
susu kental manis 4 sendok makan
creamery butter/mentega segitiga 200 gram
Gula halus 300 gram
Susu bubuk 20 gram
Tepung Terigu 60 gram

Cara Membuat Kue Lapis Legit :

Langkah pertama, pecahkan semua 30 butir telur dalam sebuah wadah yang bersih dan kering, kemudian di ambil dengan tangan atau menggunakan sendok satu persatu ( hal ini dilakukan untuk memisahkan secara cepat putih telur dengan kuningnya satu persatu.
Langkah kedua, kocok mentega wysman dan mentega segitiga hingga mengembang, kemudian tambahkan susu kental manis, kocok dan sisihkan. Lalu kocok 30 butir kuning telur dengan gula halus hingga mengembang dan terlihat kental ( ingat jangan mengocok telur dengan menggunakan wadah yang telah terkena minyak/mentega, karena akan menyebabkan hasilnya tidak akan berkembang dgn baik).Setelah itu tambahkan vanili bubuk, kemudian kocok hingga kental.(lama pengocokan tergantung dari kecepatan mixer nya (pada umumnya 15 menit).
Langkah ketiga, campurkan adonan telur ke dalam adonan mentega, kemudian aduk rata perlahan, lalu anda tambahkan terigu yang sebelumnya telah dicampur susu bubuk full cream. Setelah itu aduk rata perlahan dan adonan pun siap dibakar selapis demi selapis.
Selanjutnya, gunakan cetakkan ukuran 18×18 x 7 atau ukuran 20 x20 x7 , kemudian alasi dengan menggunakan kertas roti dan olesi dengan mentega, serta taburi terigu tipis – tips saja. lalu panaskan oven dan mulailah untuk melapis lapisan pertama dengan cara mengambil 4 sdm adonan, lalu ratakan pada cetakan dan bakar pertama dengan menggunakan api bawah, setelah itu lapis selanjutnya dengan menggunakan gunakan api atas sampai matang. (lakukan berulang hingga semua adonan habis)
Terakhir, setelah kue lapis legit matang, kemudian angkat, dinginkan sejenak, lalu potong – potong sesuai selera.

Lomba Penyusunan E-book Cerita Rakyat Kemendikbud

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-Book diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Buku cerita anak format e-book itu akan digunakan sebagai konten di Laman Anggun PAUD agar bisa digunakan oleh masyarakat luas khususnya para pendidik dan pemerhati PAUD.

Tema Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-book
Tema Lomba Konten Anggun PAUD “ Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”

Ketentuan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
1. Fokus pada pengembangan sosial emosional dan bahasa
2. Minimal 10 halaman dengan pewarnaan penuh
3. Ukuran huruf, kosa kata,dan jumlah kalimat per halaman disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 tahun)
4. Penokohan dapat manusia atau lainnya (binatang atau tokoh imajiner)
5. Ukuran per halaman A4.

Hadiah Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
a. 1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 17.500.000,-
b. 1 orang pemenang kedua dengan hadiah Rp. 12.500.000,-
c. 1 orang pemenang ke tiga dengan hadiah Rp. 10.000.000,-
d. 15 hadiah hiburan dengan hadiah @ Rp. 5.000.000,-

Persyaratan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
1. Peserta
Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2. Naskah/ produk:

Orisinalitas mutlak.
Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
Penerima manfaat adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda
Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.

3. Pendaftaran dan Pengiriman
Pendaftaran dan pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.
4. Penilaian
Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya.
didasarkan pada unsur:

Orisinalitas karya
Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
Kejelasan pesan yang disampaikan
Kesantunan bahasa
Keutuhan cerita/karya
Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

5. Pengumuman Pemenang
Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.
6. Penyerahan Hadiah:
Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.
7. Pemanfaatan E-book
Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id
Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Lomba Menulis Cerita Rakyat Kemendikbud

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengadakan 4 lomba untuk konten (isi) laman Anggun Pendidikan Anak Usia Dini yaitu http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id. Salah satu lomba tersebut adalah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Tema Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
Kali ini Lomba Konten Anggun PAUD adalah “Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”

Ketentuan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Cerita rakyat fokus pada pengembangan Nilai Agama dan Moral dan Bahasa.
Sasaran pengguna cerita rakyat adalah Guru PAUD, Pengelola PAUD.
Cerita rakyat dapat berbentuk;

(1) Fable (cerita binatang)
(2) Legenda (asal-usul terjadinya suatu tempat)
(3) Sage (unsur sebuah sejarah)
(4) Epos (kepahlawanan)
(5) Cerita jenaka.

Cerita disampaikan dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Panjang naskah berada pada kisaran 400 – 600 kata.

Hadiah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 15.000.000,-
1 orang pemenang kedua dengan hadiah Rp. 10.000.000,-
1 orang pemenang ketiga dengan hadiah Rp. 7.500.000,-
10 hadiah hiburan dengan hadiah @Rp. 5.000.000

Persyaratan Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
1. Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2. Naslah Orisinalitas mutlak (maknanya, naskah harus karangan kita sendiri)
3. Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
4. Penerima manfaat cerita rakyat adalah anak PAUD usia di bawah bimbingan orang tua dan guru.
5. Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah.
6. Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.

Pengiriman Lomba Penyusunan Cerita Rakyat

Pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.

Penilaian Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya berdasarkan kriteria berikut ini :

Orisinalitas karya
Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
Kejelasan pesan yang disampaikan
Kesantunan bahasa
Keutuhan cerita/karya
Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

Pengumuman Pemenang Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.

Penyerahan Hadiah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.

Pemanfaatan Naskah Lomba Penyusunan Cerita Rakyat
Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id

Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Kata Mutiara dalam Seni Perang Sun Tzu

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

“Seni tertinggi perang adalah untuk menaklukkan musuh tanpa pertempuran.”
– Sun Tzu , The Art of War

”Tampak lemah ketika kamu kuat dan kuat ketika Anda lemah. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Jika Anda tahu musuh dan mengenal diri sendiri, Anda tidak perlu takut hasil dari seratus pertempuran. Jika Anda mengenal diri sendiri, tapi bukan musuh, untuk setiap kemenangan yang diperoleh Anda juga akan menderita kekalahan. Jika Anda tidak tahu akan musuh maupun diri sendiri, Anda akan menyerah dalam setiap pertempuran . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Keunggulan Agung terdiri dari memecah perlawanan musuh tanpa pertempuran. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Prajurit Jaya kemenangan pertama dan kemudian pergi berperang , sementara prajurit mengalahkan pergi berperang pertama dan kemudian berusaha untuk menang”
– Sun Tzu , The Art of War

” Semua perang didasarkan pada tipu daya . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Biarkan rencana Anda menjadi gelap dan tak tertembus sebagai malam , dan ketika Anda bergerak , jatuh seperti petir . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Terus teman dekat, dan musuh Anda lebih dekat ”
– Sun Tzu

” Seorang pemimpin memimpin dengan contoh , bukan dengan kekuatan ”
– Sun Tzu

” Untuk mengetahui Musuh Anda , Anda harus menjadi Musuh Anda . ”
– Sun Tzu , The Art of Wari

” Bisakah Anda bayangkan apa yang akan saya lakukan jika saya bisa melakukan semua yang saya bisa? ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Peluang kalikan karena mereka disita . ”
– Sun Tzu

” Bahkan pedang terbaik jatuh ke air garam pada akhirnya akan berkarat . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Dengan demikian kita akan mengetahui bahwa ada lima hal penting untuk kemenangan :
1 Dia akan menang yang tahu kapan harus melawan dan kapan tidak melawan.
2 Dia akan menang yang tahu bagaimana menangani keduanya kekuatan superior dan inferior .
3 Dia akan menang yang tentara yang dijiwai oleh semangat yang sama di seluruh jajarannya .
4 Ia akan menang siapa , mempersiapkan dirinya , menunggu untuk mengambil musuh tidak siap .
5 Dia akan menang yang memiliki kapasitas militer dan tidak diganggu oleh penguasa . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Strategi tanpa taktik adalah rute paling lambat menuju kemenangan . Taktik tanpa strategi adalah suara sebelum kekalahan . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Libatkan orang dengan apa yang mereka harapkan , itu adalah apa yang mereka mampu untuk membedakan dan menegaskan proyeksi mereka . Mengendap menjadi pola diprediksi respon , menempati pikiran mereka sementara Anda menunggu saat yang luar biasa – apa yang mereka tidak bisa mengantisipasi ” .
– Sun Tzu , The Art of War

” Ketika kuat , menghindari mereka . Jika semangat kerja yang tinggi , menekan mereka. Tampak sederhana untuk mengisinya dengan kesombongan . Jika nyaman , knalpot mereka. Jika bersatu , memisahkan mereka. Serangan kelemahan mereka . Emerge untuk mengejutkan mereka . ”
– Sun Tzu

” Mengenal diri sendiri dan Anda akan memenangkan semua pertempuran ”
– Sun Tzu

” Ketika musuh santai , membuat mereka bekerja keras . Ketika penuh, kelaparan mereka . Bila menetap , membuat mereka bergerak .”
– Sun Tzu , The Art of War

” Pindah cepat seperti angin dan erat – terbentuk sebagai Wood . Serangan seperti Fire dan akan tetap seperti gunung . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Semua perang didasarkan pada tipu daya . Oleh karena itu , ketika mampu menyerang , kita harus tampak tidak mampu ketika menggunakan kekuatan kita , kita harus tampak tidak aktif , ketika kita dekat , kita harus membuat musuh percaya kita jauh , ketika jauh , kita harus membuat dia percaya kita dekat . ”
– Sun Tzu , The Art of Warfare

“Tidak ada contoh dari negara yang telah memperoleh manfaat dari perang berkepanjangan . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Membangun lawan jembatan emas untuk mundur di . ”
– Sun Tzu

” Anda harus percaya pada diri sendiri . ”
– Sun Tzu

” Jika musuh Anda aman di semua titik , akan disiapkan untuknya . Jika dia berada dalam kekuatan yang unggul , menghindari dia . Jika lawan temperamental , berusaha untuk mengganggu dia . Berpura-pura menjadi lemah , bahwa ia dapat tumbuh arogan . Jika dia mengambil kemudahan nya , memberinya tanpa istirahat. Jika pasukannya bersatu , memisahkan mereka. Jika berdaulat dan subjek yang sesuai , menempatkan pembagian antara mereka. Menyerangnya di mana dia tidak siap , muncul dimana Anda tidak diharapkan . ”
– Sun Tzu

” Jadilah sangat halus bahkan sampai tak berbentuk . Jadilah sangat misterius bahkan sampai soundlessness . Dengan demikian Anda bisa menjadi direktur nasib lawan s . ​​”
– Sun Tzu

” Jika pikiran bersedia , daging bisa terus dan terus tanpa banyak hal .”
– Sun Tzu

“Ada tidak lebih dari lima catatan musik , namun kombinasi dari lima menimbulkan lebih melodi dari sebelumnya dapat didengar .

Ada tidak lebih dari lima warna primer , namun dalam kombinasi
mereka menghasilkan lebih warna daripada yang bisa pernah dilihat .

Ada tidak lebih dari lima rasa kardinal , namun kombinasi
mereka menghasilkan rasa lebih dari sebelumnya bisa dicicipi . ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Kemenangan terbesar adalah bahwa yang tidak memerlukan pertempuran. ”
– Sun Tzu , The Art of War

” Orang mungkin tahu bagaimana menaklukkan tanpa bisa melakukannya . ”

Hari #5, Alasan Pendidikan

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Tak sengaja membaca komentar seorang teman di sebuah status tentang keinginan kuliah di luar negeri. “Terus kalau sudah balik ke Indonesia mau ngapain?”

Aku tercenung membaca pertanyaan itu dan bertanyatanya apa yang sudah kulakukan dan apa yang akan kulakukan. Apakah selama ini yang kulakukan hanya untuk kepentinganku sendiri dan apa yang kurencanakan akan kulakukan tak bermanfaat juga bagi orang banyak?

Aku jujur mengakui, aku ingin kuliah ke luar negeri. Kalau tidak ke Jepang, ya Australia. Kalau tidak ke Australia, ya ke Eropa. Alasan pertamanya tentulah pengalaman. Aku ingin jalan-jalan, bertemu banyak orang, memiliki sudut pandang baru. Tapi itu semua untuk diriku. Aku belum berpikir sesuatu yang lebih besar. Aku belum berpikir pengamalan apa yang akan aku lakukan nantinya.

Ketika hendak mengikuti tes D4 STAN pun, baru di tes ketiga aku lulus. Di tes pertama dan kedua aku gagal meski aku punya keyakinan tak seharusnya aku gagal. Istriku berkata, mungkin ada yang salah dari niatku, mungkin Tuhan menyiapkan waktu yang terbaik untukku. Luruskanlah niat terlebih dahulu, katanya.

Aku jujur mengakui menganggap D4 sebagai sweet escape, pelarian manis dari rutinitas pekerjaan dan penempatan yang jauh dari keluarga. Dengan lulus D4, aku akan lebih dekat dengan istri dan anakku. Bintaro–Bandung ditempuh hanya dengan satu travel saja. Pun alasan lain, kenyataan bahwa setelah lulus D4 aku akan naik golongan menjadi III.a tanpa perlu ikut ujian penyesuaian,  dan kemungkinan penempatan yang lebih baik nantinya. Alasan lain, aku akan lebih dekat dengan teman-temanku di dunia kepenulisan yang banyak berada di Jakarta dan sekitarnya.

Tapi ternyata, selama mengikuti perkuliahan aku malah mendapatkan sesuatu yang berharga. Adalah Ghul, seorang teman yang paling sering duduk sebangku denganku yang memberi pencerahan pertama.

Ghul menceritakan sebuah riwayat kepadaku. Ada seorang pekerja mendapat upah 5 dirham dari pekerjaannya. Ia merasa upah itu tidak cukup untuk menghidupi keluarganya. Lalu datanglah ia ke seorang ulama untuk berkonsultasi. Ulama tersebut malah memberi saran untuk menghadap majikannya dan meminta upah 4 dirham saja. Sang lelaki pekerja pun datang dan meminta penurunan upah menjadi 4 dirham. Sebulan kemudian, sang pekerja datang lagi ke ulama dan mengadu, penghasilan 4 dirham itu tak cukup juga. Sang ulama malah memberi saran untuk meminta menurunkan upahnya menjadi 3 dirham saja. Karena percaya atas kebesaran sang ulama, sang lelaki pekerja pun menuruti saran ulama tersebut.

Sebulan berikutnya, sang lelaki pekerja datang lagi ke ulama tersebut dan terheran-heran, takjub ia bertanya, “Kenapa upah saya yang 3 dirham jadi cukup untuk menghidupi keluarga saya? Padahal kan 3 dirham jauh lebih kecil dari 5 dirham?”

Sang ulama tersenyum dan berkata, “Itulah yang pantas untuk pekerjaanmu lakukan sekarang.”

Artinya, berkah pekerjaan itu ada di 3 dirham. Sisanya bukan haknya. Implikasinya, saat itu Ghul mengajakku bertanya, kalau kita mengeluh terus mendapatkan penghasilan kurang, selama kita tugas belajar ini, apakah penghasilan yang kita dapatkan itu sudah pantas kalau cuma kos-kampus-kantin saja?

Ghul mengajakku sadar bahwa kita harus berusaha agar pantas dihargai 5 dirham, bekerja lebih baik lagi, memberi manfaat lebih banyak lagi, dan yang lebih penting kita menemukan peran 5 dirham yang tepat sesuai kapasitas yang kita miliki.

Di kesempatan lain, Direktur STAN, pada suatu kuliah berkata kita harus menemukan satu hal yang benar-benar kita sukai dan kita kuasai. Tidak mungkin semua mata kuliah dilahap sampai ngelotok kering. Pilih satu saja, maqam tempat kita menjadi ahli. Aku pikir ini ada hubungannya dengan peran itu tadi.

Di situlah aku kemudian tertarik pada satu bidang dan merasa aku D4 ini adalah untuk dipertemukan dengan bidang itu.

Pun nanti S2, aku akan berusaha untuk memang menjadikan diriku ahli di suatu bidang dan kemudian aku dapat mengaplikasikannya untuk kepentingan dan kebaikan orang banyak.

Semoga.