Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Category: Tips

Apakah Saya Harus Punya NPWP?

Published / by Pringadi As / 1 Comment on Apakah Saya Harus Punya NPWP?

Beberapa teman yang kerjanya sebagai freelancer kerap bertanya, apakah saya harus dan perlu punya NPWP?

Kalau menilik ke peraturan, tidak semua orang wajib punya NPWP. Yang wajib bikin NPWP adalah orang pribadi yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas dan orang pribadi yang memiliki penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). PTKP yang terbaru (berdasarkan PMK No.101/PMK/2016) sebesar Rp54.000.000,- naik 50% dari tahun sebelumnya untuk status tidak kawin. Tambahan untuk setiap tanggungan adalah sebesar 4,5 juta.

Maksud dari PTKP ini adalah kalau penghasilanmu dalam setahun kurang dari 54 juta, kamu belum harus punya NPWP. Karena bila dihitung, pajak penghasilan yang akan kamu bayar nantinya 0.

Tidak harus, apa berarti tidak perlu?

Nah, saya bilang, punya NPWP itu perlu. Penting. Salah satu kerugian tidak punya NPWP adalah kamu tidak bisa mengambil kredit di bank. Toh, cara untuk mendapatkan NPWP itu mudah. Bisa daftar secara online maupun langsung datang ke Kantor Pajak. Cepat juga bikinnya.

Tidak punya NPWP juga bukan berarti tidak berkewajiban membayar pajak. Tidak punya NPWP berarti tidak berkewajiban melaporkan SPT Tahunan. Ada banyak rugi nominal lain juga kalau tidak punya NPWP.

Misal PPh 21, jika punya NPWP, tarifnya adalah 5%. Tidak punya NPWP akan dikenakan pajak 20% lebih tinggi, yakni 6%. PPh pasal 23 untuk royalti misalnya, jika punya NPWP tarif PPhnya adalah 15%. Kalau tidak punya NPWP, pajak yang dikenakan adalah 100% lebih tinggi atau dua kali lipatnya, yakni 30%.

Khusus untuk royalti, pajak itu bisa diperhitungkan ulang juga lho kalau punya NPWP. Misal dalam setahun ternyata penghasilan kita di bawah 54 juta rupiah. Kita melaporkan SPT dan tentu angkanya 0 dong. Sementara kita sudah bayar pajak royalti misalnya 15% dari 50 juta, alias 7,5 juta. Nah, atas pajak yang kita bayarkan tersebut, kita bisa meminta balik. Lumayan kan 7,5 juta untuk penghasilan hanya 50 juta setahun?

Coba bayangkan kalau kamu penulis, tidak punya NPWP, royaltimu kena pajak 30% dari 50 juta atau sebesar 15 juta. Dan kamu tidak punya kesempatan untuk meminta balik uangmu.

Jadi, tunggu apalagi, bikin NPWP sekarang ya.

Lomba Menulis Tema Kopi Oleh Nulisbuku

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Hai kawan,

Di bulan Agustus ini, kita mengadakan kompetisi menulis cerpen bersama Giordano! Kompetisi ini temanya sesuai dengan koleksi Giordano pada bulan September nanti, yaitu #MyCupOfStory. Dengan tema tersebut, kamu bisa menuliskan sebuah kisah fiksi menjadi sebuah cerita pendek yang terinspirasi dari kopi-kopi di Indonesia. Genre ceritanya bebas, kamu boleh menuliskan kisah drama romantis, petualangan, inspiratif, atau lainnya.

Pokoknya, Buat ceritanya sekeren mungkin dimana ada kopi sebagai benang merahnya. Dan yang paling seru nih, Kompetisi ini berhadiah paket jalan-jalan seru ke Aceh/Toraja. Kota tujuan itu adalah salah satu asal kopi-kopi terbaik asli Indonesia. Nanti kamu juga bisa menuliskan serunya perjalananmu di sana! Kami akan memilih 3 (tiga) orang pemenang utama yang akan mendapatkan hadiah utama: Paket Tour ke Aceh/Toraja dan 7 (tujuh) finalis lainnya akan mendapatkan produk spesial dari Giordano dan nulisbuku.com.

Tetarik kan? Buruan simak info detailnya di bawah ini; Jangan lupa kirim karyamu yang paling keren dan jangan sampai telat kirim karena deadline-nya pada hari Minggu, 21 Agustus 2016 pukul 23.59 WIB

A. Syarat Peserta

Dapat diikuti oleh seluruh Warga Negara Indonesia, tanpa batasan usia, tanpa batasan jenis kelamin, tanpa batasan agama, dan tanpa batasan lokasi tempat tinggal. Setiap peserta dapat mengirimkan 1 (satu) karya tulisan terbaiknya.

B. Syarat Cerpen

Karya ditulis dalam bahasa Indonesia minimal 4 halaman, atau maksimal 8 halaman A4, diketik rapi dalam file Microsoft Word spasi: 1.5, dengan font: Times New Roman, ukuran font: 11pt, dengan margin sesuai standar Microsoft Word saja, tidak perlu diubah.

Karya juga harus diposting di blog pribadimu DAN dikirimkan melalui email ke send@nulisbuku.com. Sertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.

Karya tersebut belum pernah diterbitkan dalam media nasional mana pun (jika pernah diposting di blog atau FB notes masih boleh), dan merupakan karya asli penulis. Dengan mengikuti lomba ini, berarti penulis menyatakan bahwa karya tersebut adalah murni karya aslinya dan jika ada tuntutan pelanggaran hak kekayaan intelektual maka akan menjadi tanggung jawab penulis.

Judul dan genre tulisan bebas, dengan tetap sesuai dengan tema: #MyCupOfStory (Sebuah kisah fiksi yang terinspirasi dari kopi Indonesia)

C. Cara Berpartisipasi

Menulis cerita pendek fiksi sesuai tema #MyCupOfStory yang sudah diketik rapi dalam file Microsoft Word.
Kirimkan cerpen tersebut beserta data diri: Nama, Alamat, No. handphone, No. KTP (Atau kartu pelajar), Twitter account (Jika ada), Alamat facebook (Jika ada), ke alamat email: send@nulisbuku.com (berupa file lampiran- attach files, bukan di body email) dengan format subject email dan nama file sebagai berikut:[MyCupOfStory] – [Judul tulisan]– [Nama Penulis]. Contoh: MyCupOfStory – Kopi, Sore dan Kamu – Hartawan Kopika
Setiap penulis dimohon juga membuat paragraf singkat maksimal 5 (lima) kalimat untuk memperkenalkan diri, untuk profil penulis di dalam buku My Cup of Story.’ #MyCupOfStory”. Kami sarankan penulis mencantumkan akun Twitter-nya masing-masing karena bisa jadi saran contact pembaca atau penerbit yang tertarik atas karyamu. Profil singkat ini boleh ditulis di badan email.
SERTA masukkan/posting tulisan (cerpen) ke dalam blog pribadi-mu dengan mencantumkan teks berikut ini: Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Kompetisi Menulis Cerpen #MyCupOfStory Diselenggarakan oleh GIORDANO dan Nulisbuku.com
Wajib menyertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.
Wajib Follow & mention akun Twitter /Facebook/Instagram @nulisbuku dan GiordaniID, kemudian silakan twit sinopsis tentang karya cerpenmu minimal sebanyak 3 (tiga) kali twit; jika 1 twit itu maksimal 140 karakter, maka 3 kali twit, maksimal adalah 140 x 3= 420 karakter. Selain itu, post dan mention Nulisbuku dan Giordani Indonesia di Facebook. Twit dan post ini berguna untuk mempromosikan karyamu yang telah dikirim tersebut. Jangan lupa tambahkan hashtag #MyCupOfStory pada setiap twit dan post Facebook-mu!
Untuk mengikuti kompetisi ini tidak dipungut biaya, GRATIS!

Pengumuman para finalis dan pemenang & penyerahan hadiah akan dilakukan pada hari Rabu, 21 September 2016 di acara launching buku #MyCupOfStory

D. Periode #MyCupOfStory

Dimulai hari Kamis, 4 Agustus 2016 dan ditutup pada Minggu, 21 Agustus 2016 pukul 23.59 WIB. Karya diposting di blog DAN dikirimkan melalui email ke send@nulisbuku.com. Sertakan link postingan blog berisi cerpen yang diikutsertakan di badan email.

E. Pemilihan Pemenang

Pemenang terdiri dari 3 pemenang utama dan 7 finalis. Seluruh tulisan yang masuk akan dinilai berdasarkan faktor-faktor sebagai berikut:

Kesesuaian isi tulisan dengan tema.
Originalitas.
Teknik penulisan yang menarik dibaca.
Sesuai dengan syarat lomba.
Pemenang akan dipilih oleh juri yaitu tim Nulisbuku.com. Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu-gugat.

F. Pengumuman Pemenang

3 orang pemenang utama dan 7 finalis terpilih akan diumumkan pada hari Rabu, 21 September 2016 di acara launching buku #MyCupOfStory.

G. Hadiah Pemenang

Kami akan memilih 3 (Tiga) Pemenang Utama, yang akan mendapatkan paket tour ke salah satu asal kopi di Indonesia yang sedang dipromosikan oleh Giordano dalam kampanye iklannya (Toraja atau Aceh)

Tiga pemenang utama, serta 7 finalis lainnya akan mendapatkan 1 eksemplar buku tersebut secara gratis dari nulisbuku.com dan produk dari Giordano.

Atas penerbitan buku ini, para pemenang dan finalis tidak menerima kompensasi berupa royalti karena hasil penjualan buku akan dikelola oleh pihak Nulisbuku.

H. Lain-Lain

Hak cipta karya yang masuk dalam buku My Cup Of Story ini berada di pihak GIORDANO Indonesia. Seluruh karya akan melalui proses editing dan desain layout oleh Nulisbuku sebelum buku diterbitkan.

5 Kuliner NTB yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan

Published / by Pringadi As / 1 Comment on 5 Kuliner NTB yang Bakal Bikin Kamu Ketagihan

Tiga tahun lebih aku tinggal di Sumbawa Besar. Negara menempatkan aku bekerja di KPPN Sumbawa Besar. Banyak pengalaman yang aku dapatkan di sana. Salah satunya adalah pengalaman kuliner. Cita rasa yang dijajal oleh lidah begitu berbeda dengan cita rasa dari kampung halamanku di Palembang.

Banyak makanan yang aku suka. Namun, bila diminta menyebut 5 saja, aku akan menyebut makanan-makanan berikut ini:

1. Sate Rembiga

Sate Rembiga
Sate Rembiga

Bumi sejuta sapi. Itulah julukan bagi Nusa Tenggara Barat. Ketika aku di sana, harga daging sapi kualitas premium hanya sektiar Rp75.000,- per kilogram. Jauh lebih murah ketimbang harga sapi di ibu kota ya.

Banyak makanan dengan bahan olahan daging sapi. Namun, yang paling kusuka adalah Sate Rembiga. Ya, sate rembiga berbahan dasar daging sapi. Mirip dengan sate maranggi namun cita rasanya berbeda. Empuk dan renyah sekaligus. Pedas dan manis sekaligus. Tidak ada bumbu kacang atau saos yang melumuri sate ini.

Rembiga sebenarnya adalah nama daerah di Mataram. Sejak zaman kerajaan, ada seorang keluarga Raja Pejanggik yang tinggal di Rembiga yang ahli membuat sate. Kini keahlian meracik Sate Rembiga tidak hanya masalah keahlian yang turun temurun namun sudah menjadi usaha yang mengangkat perekonomian warga Rembiga dan Mataram.

Bahan yang dibutuhkan untuk membuat sate Rembiga ini sangat sederhana, yaitu cabe rawit, terasi, bawang putih, garam, gula dan daging sapi. Sebelum dimasak, dagingnya direndam dengan bumbu hingga 3 jam supaya meresap. Dagingnya pun ditumbuk terlebih dahulu. Rasanya yang pedas plus kucuran jeruk nipis membuat rasa sate ini menjadi sangat gurih.

2. Sate Bulayak

Sate Bulayak Mataram
Sate Bulayak Mataram

Masih dari dunia sate-satean, kali ini namanya Sate Belayak. Aku pertama mencicipi Sate Bulayak ini di Pantai Senggigi.

Bulayak artinya lontong. Penyajian sate ini memang menggunakan lontong. Tapi bukan lontong biasa, karena lontong Lombok terbuat dari beras ketan. Lontongnya juga tidak dibungkus dengan daun pisang, melainkan daun kelapa atau aren yang diulir sehingga bentuknya kecil dan mengerucut. Rasanya juga berbeda dari lontong yang dibungkus dengan daun pisang, sedikit manis dan lebih padat

Sate Bulayak dibuat oleh orang Narmada. Bumbu sate tersebut terbuat dari kacang tanah sangrai tumbuk yang direbus bersama santan serta beberapa bumbu dapur lainnya sehingga rasanya mirip bumbu kari. Bumbu khas Lombok ini terdiri dari kacang tanah, sangrai tumbuk yang direbus bersama santan, serta beberapa bumbu dapur lainnya. Bentuk dari sate ini juga unik, dagingnya kecil dan tipis sehingga lebih terasa lembut.

3. Ayam Taliwang

Ayam Taliwang
Ayam Taliwang

Banyak yang mengira Taliwang ada di Lombok. Keliru. Taliwang sebenarnya ada di Sumbawa Barat. Taliwang dulunya adalah kerajaan besar yang bahkan disebut kelima dalam Negarakertagama dan cerita-cerita terkait kegagalan Gajah Mada menaklukkan wilayah timur Indonesia sehingga ia harus berhenti dan bertapa di puncak Rinjani.

Kemunculan ayam taliwang sendiri pertama kali pada saat terjadi perang antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangasem Bali. Pada masa itu pasukan Kerajaan Taliwang didatangkan ke Lombok untuk membantu Kerajaan Selaparang yang mendapat serangan dari kerajaan Karangasem Bali. Orang-orang Taliwang yang bertugas sebagai pendamai tersebut ditempatkan di suatu wilayah yang diberi nama Karang Taliwang sesuai dengan tempat mereka. Tugas orang-orang Taliwang ini adalah melakukan pendekatan dengan Raja Karangasem agar pertempuran yang menelan banyak kerugian nyawa dan harta benda tidak berlanjut. Dalam misi perdamaian itu ikut serta para pemuka Agama Islam, juru kuda dan juru masak. Masing-masing memiliki tugas tersendiri. Pemuka agama bertugas memberi tuntunan kehidupan kepada masyarakat dan melakukan pendekatan dengan Raja Karangasem. Juru kuda bertugas menjaga dan memilihara kuda. Juru masak bertugas menyiapkan logistik.

Ciri khas Ayam Taliwang ialah menggunakan ayam kampung muda. Pembuatan ayam bakar dengan campuran bumbu-bumbu tertentu sesuai selera dan tradisi masyarakat bersangkutan. Bumbu-bumbu yang digunakan berasal dari hasil alam sekitarnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, garam, dan terasi. Seiring berjalannya waktu, terjadi pembauran antara masyarakat Karang Taliwang dengan masyarakat Sasak. Pembauran ini juga terjadi pada pola makan dan pengolahan bahan makanan. Budaya masyarakat Sasak menyukai masakan pedas. Daging ayam diolah menjadi ayam pelalah dengan citarasa pedas. Ayam pelalah inilah yang menjadi cikal bakal dari ayam taliwang.

4. Plecing Kangkung

Plecing kangkung
Plecing kangkung

Kangkung Lombok berbeda dengan kangkung biasa. Batang dan rantingnya panjang dan besar-besar. Daunnya juga lebih hijau. Jika kangkung biasa ditumis akan kehilangan warna hijaunya, kangkung lombok tidak demikian. Kandungan klorofil dalam kangkung lombok lebih tinggi.

Kangkung ini paling favorit dimasak plecing. Plecing kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar dengan sambal tomat, yang dibuat dari Cabai rawit, garam, terasi dan tomat, dan kadangkala diberi tetesan jeruk limau. sebagai pendamping Ayam taliwang, plecing kangkung biasanya disajikan dengan tambahan sayuran seperti taoge, kacang panjang, kacang tanah goreng, ataupun urap.

5. Ikan Bakar

ikan kuwe baka
ikan kuwe baka

Sejujurnya aku bingung ingin menulis apa untuk yang kelima. Wilayah NTB adalah wilayah laut. Tentu olahan makanan laut harus ada dalam daftar ini. Di Sumbawa Besar ada Singang, Sepat, semacam sup ikan. Namun, aku tak begitu menyukai sup ikan ataupun sup hewan-hewan laut yang biasanya dicampur kepiting, udang, cumi. Kolesterolnya tak tahan.

Soal ikan ini aku jadi teringat pada beberapa tempat. Pertama, kalau kamu suka ikan air tawar, pergilah ke Aikmal atau Pancor. Daerah di Lombok Timur, kaki gunung Rinjani, banyak dijadikan kolam-kolam ikan. Di atas kolam-kolam itu ada saung-saung. Kita bisa makan di situ, menikmati sajian ikan nila atau ikan mas dibakar atau digoreng bersama plecing kangkung. Rasanya? Jangan ditanya. Ikan segar dari kolamnya gurih dan manis.

Kalau ke Sumbawa, ikan laut bakar tak ada matinya. Daerah-daerah di sepanjang jalan Sumbawa adalah daerah pesisir. Kita bisa menemukan banyak penjual ikan bakar setiap sore. Atau kita bisa datang langsung ke pantainya dan menikmati ikan bakar segar. Harganya pun tak menguras kantong. Ikan-ikan seperti kakap, kakap merah, sunu (kerapu), kuwe dijual murah. Kalau pintar menawar, ikan dengan ukuran 7 ons, bisa kita dapatkan hanya 50.000. Itu sudah dengan nasi dan plecing kangkung. Ikan-ikan ini tidak dibumbui. Kita akan merasakan pengalaman makan ikan segar yang manis dan gurih.

E-Book Kumpulan Cerpen Suara Merdeka 2015

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

e-book-kumcer-suara-merdeka-2015

Kumpulan cerpen Suara Merdeka punya ciri khas. Rata-rata cerita di Suara Merdeka surealis dan eksperimental. Bagi teman-teman yang ingin mengirimkan cerpen ke Suara Merdeka, kirimkan saja melalui email swarasastra@gmail.com. Honorarium yang diberikan sekitar Rp300.000,- per cerpen dipotong pajak. Sebelum mengirim cerpen, bisa mengunduh kumpulan cerpen berikut secara gratis. Jangan lupa dibagikan ya ke teman-temannya.

e-book-kumcer-suara-merdeka-2015

5 Kue Khas Lebaran di Palembang

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Setiap mendengar tentang Palembang, yang tebersit di kepala kita adalah pempek. Pempek memang sangat terkenal sebagai makanan khas dari Palembang. Makanan yang terbuat dari sagu dan ikan itu, biasanya adonannya 1:1, kerap dibawa sebagai oleh-oleh. Ada banyak jenis pempek yang digemari misalnya saja pempek kapal selam, pempek kulit, pempek lenjer sampai yang kurang populer seperti pempek pistel dan varian makanan sagu-ikan lainnya seperti model, tekwan dan lenggang.

Pempek menjadi makanan wajib ada saat lebaran. Belum lengkap rasa Palembang, kalau sanjo (berkunjung) tak disuguhi pempek dengan cukanya yang lezat itu. Namun ternyata selain pempek ada beberapa makanan lain berupa kue yang juga wajib ada di Palembang. Kue ini tak begitu populer di luar Palembang karena kue ini hadir hanya pada saat menjelang lebaran, upacara adat dan dibuat hanya berdasarkan pesanan.

1. Maksubah
IMG_4457

Maksubah adalah kue lapis khas Palembang yang disajikan hanya pada acara-acara khusus. Menghidangkan maksubah dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada tamu. Maksubah juga lazim disajikan oleh pengantin kepada orang tua dan mertuanya. Pada saat lebaran, terutama pengantin baru, kue maksubah menjadi antaran wajib ke rumah orang tua-mertua mereka.

Kue ini tidak mudah membuatnya meski bahan dasarnya hanyalah telor bebek, mentega, gula dan mentega. Ketelatenan menjadi syarat utama. Maksubah dibuat di loyang dan setiap loyang membutuhkan 28 telor bebek. Kue ini tidak memerlukan pengembang. Ketelatenan dibutuhkan saat menuang adonan buat lapisan demi lapisan. Setiap lapisan kira-kira 250 ml adonan, lalu dipanggang di pemanggangan yang tradisional, dengan panas yang sempurna, lalu menambahkan lapisan selanjutnya. Terus seperti itu.

Dari bahannya saja kita sudah bisa menduga rasanya amat manis dan kue ini mengandung kolesterol tinggi. Jadi jangan makan banyak-banyak ya.

2. Engkak Ketan
d1385779028

Serupa dengan maksubah, pemanggangan engkak ketan pun harus selapis demi selapis. Bedanya, engkak ketan menggunakan telur ayam. Satu loyang engkak ketan membutuhkan 10 telur ayam. Seperti namanya, engkak ketan juga dibuat menggunakan tepung ketan.

Cara membuat Engkak Ketan :

Panaskan oven dan siapkan loyang berukuran 20×20, olesi bagian bawahnya dengan margarin lalu beri kertas roti, karena saya tidak punya, saya menggunakan kertas minyak. Olesi lagi bagian atas kertas minyak dengan margarin. Bagian dindingnya tidak diberi margarine.
Langkah pertama yang harus di lakukan adalah kocok gula dan telur menggunakan whisk sampai gula larut, lalu masukkan santan dan aduk rata. (pembuatan engkak ketan ini tidak menggunakan mixer, jadi kalau seumpamanya mati lampu, gak akan masalah masih tetap bisa buat. Tapi dengan catatan kita punya oven gas yang bisa api atas dan api bawah, kalau seperti saya ini yang hanya punya oven listrik yang mungil, gak akan bisa mempraktekkannya kalau sedang mati lampu).
Langkah kedua, masukkan tepung ketan sedikit demi sedikit sambil di aduk rata. Tujuan memasukkan tepung ketan sedikit demi sedikit adalah agar tepung ketan tidak menggerindil.
Kemudian masukkan susu kental manisnya dan aduk rata kembali. Adonan sudah siap untuk dipanggang.
Tuang adonan engkak sebanyak 2 sendok sayur yang besar kedalam loyang, ratakan. Panggang lapisan pertama ini sampai kecoklatan, saya lupa berapa lama proses pemanggangan untuk lapisan pertama ini, tapi jika adonan dirasa sudah keras tapi belum coklat, pindah apinya jadi api atas. Setelah permukaan kue berwarna coklat, tekan-tekan permukaannya dengan sendok atau apa saja yang berbentuk datar, tujuan penekanan ini agar kue engkak ketannya padat. Setelah di tekan-tekan, olesi kue dengan margarine kemudian tuang lagi adonan sebanyak 2 sendok sayur. Panggang sampai berwarna kecoklatan.
Lakukan tahap ini sampai adonan habis. Setelah adonan engkak ketannya habis, panggang kue dengan menggunakan api bawah sekitar 10 menit.
Engkak ketan matang dan angkat dari oven. Biarkan dingin terlebih dahulu sebelum di keluarkan dari oven yah, biar lapisannya tidak rusak.

3. Bolu Kojo

Resep Kue Bolu Kojo Khas Palembang Sederhana Spesial Lembut Lembut dan Empuk Spesial Asli Enak

Bolu Kojo adalah penganan khas daerah Sumatera Selatan dan daerah sekitarnya terutama di daerah Jambi, Riau, Bengkulu dan Palembang. Kojo berarti kemojo atau kamboja karena bentuk loyang yang menyerupai bunga kemboja. Biasanya kue ini dihidangkan pada acara-acara adat.

Sama seperti kue bolu pada umumnya, bolu kojo terbuat dari campuran telur, gula dan tepung. Rasanya manis dan legit karena terdapat campuran gula dan juga susu kental manis. Bolu kojo khas Palembang memiliki warna hijau. Warna tersebut berasal dari daun suji atau daun pandan. Selain memberikan warna yang cantik, daun suji atau daun pandan juga memberikan aroma yang nikmat.

4. Bolu 8 Jam

kue-delapan-jam-palembang-610x358
Memang dibuat dalam waktu 8 jam. Konon, dulunya kue ini hanya dinikmati untuk kelas bangsawan.

Bahan:

1 kaleng (400 ml) susu kental manis
250 g mentega
25 butir telur ayam
50 g tepung terigu berprotein sedang, ayak
1/2 bungkus vanili bubuk
100 g gula pasir berbutir halus

Cara membuat:

Siapkan loyang bundar berdiameter 22 cm, tinggi 7 cm. Olesi permukaannya dengan mentega. Sisihkan.
Campurkan mentega dan gula, kocok dengan mixer hingga gula larut.
Masukkan telur ayam, aduk rata. Kemudian tuangkan susu kental manis, tepung terigu, dan vanili, kocok kembali hingga tercampur rata.
Tuang adonan ke dalam loyang. Kukus dalam panci panas di atas api sedang selama 8 jam hingga matang. Angkat.
Panggang dalam oven panas selama 20 menit hingga permukaannya kecokelatan dan tidak basah. Angkat. Dinginkan.
Potong-potong bentuk segi tiga ukuran sisi 3 cm. Sajikan.

5. Lapis Legit Palembang

Lapis-legit-Meranti
Bahan Membuat Kue Lapis Legit :

Mentega wysman 300 gram
Kuning Telur 30 butir
Vanili secukupnya
susu kental manis 4 sendok makan
creamery butter/mentega segitiga 200 gram
Gula halus 300 gram
Susu bubuk 20 gram
Tepung Terigu 60 gram

Cara Membuat Kue Lapis Legit :

Langkah pertama, pecahkan semua 30 butir telur dalam sebuah wadah yang bersih dan kering, kemudian di ambil dengan tangan atau menggunakan sendok satu persatu ( hal ini dilakukan untuk memisahkan secara cepat putih telur dengan kuningnya satu persatu.
Langkah kedua, kocok mentega wysman dan mentega segitiga hingga mengembang, kemudian tambahkan susu kental manis, kocok dan sisihkan. Lalu kocok 30 butir kuning telur dengan gula halus hingga mengembang dan terlihat kental ( ingat jangan mengocok telur dengan menggunakan wadah yang telah terkena minyak/mentega, karena akan menyebabkan hasilnya tidak akan berkembang dgn baik).Setelah itu tambahkan vanili bubuk, kemudian kocok hingga kental.(lama pengocokan tergantung dari kecepatan mixer nya (pada umumnya 15 menit).
Langkah ketiga, campurkan adonan telur ke dalam adonan mentega, kemudian aduk rata perlahan, lalu anda tambahkan terigu yang sebelumnya telah dicampur susu bubuk full cream. Setelah itu aduk rata perlahan dan adonan pun siap dibakar selapis demi selapis.
Selanjutnya, gunakan cetakkan ukuran 18×18 x 7 atau ukuran 20 x20 x7 , kemudian alasi dengan menggunakan kertas roti dan olesi dengan mentega, serta taburi terigu tipis – tips saja. lalu panaskan oven dan mulailah untuk melapis lapisan pertama dengan cara mengambil 4 sdm adonan, lalu ratakan pada cetakan dan bakar pertama dengan menggunakan api bawah, setelah itu lapis selanjutnya dengan menggunakan gunakan api atas sampai matang. (lakukan berulang hingga semua adonan habis)
Terakhir, setelah kue lapis legit matang, kemudian angkat, dinginkan sejenak, lalu potong – potong sesuai selera.

Lomba Penyusunan E-book Cerita Rakyat Kemendikbud

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-Book diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan PAUD, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Buku cerita anak format e-book itu akan digunakan sebagai konten di Laman Anggun PAUD agar bisa digunakan oleh masyarakat luas khususnya para pendidik dan pemerhati PAUD.

Tema Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak Format E-book
Tema Lomba Konten Anggun PAUD “ Penumbuhan Budi Pekerti Pada Anak Usia Dini”

Ketentuan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
1. Fokus pada pengembangan sosial emosional dan bahasa
2. Minimal 10 halaman dengan pewarnaan penuh
3. Ukuran huruf, kosa kata,dan jumlah kalimat per halaman disesuaikan dengan usia sasaran (4-6 tahun)
4. Penokohan dapat manusia atau lainnya (binatang atau tokoh imajiner)
5. Ukuran per halaman A4.

Hadiah Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
a. 1 orang pemenang pertama dengan hadiah Rp. 17.500.000,-
b. 1 orang pemenang kedua dengan hadiah Rp. 12.500.000,-
c. 1 orang pemenang ke tiga dengan hadiah Rp. 10.000.000,-
d. 15 hadiah hiburan dengan hadiah @ Rp. 5.000.000,-

Persyaratan Lomba Penyusunan Buku Cerita Anak dalam format e-book
1. Peserta
Peserta terbuka untuk umum, kecuali peserta Direktorat Pembinaan PAUD..
2. Naskah/ produk:

Orisinalitas mutlak.
Tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi, suku, agama, ras, antar golongan, pelecehan fisik, simbol dan radikalisme.
Penerima manfaat adalah anak usia 4-6 tahun dengan bimbingan orang tua dan guru.
Peserta dapat mengirimkan lebih dari satu naskah dalam jenis (kategori) yang sama atau berbeda
Semua karya yang masuk akan menjadi hak milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan u.p. Direktorat Pembinaan Anak Usia Dini.

3. Pendaftaran dan Pengiriman
Pendaftaran dan pengiriman hasil karya dimulai tanggal 15 Juni 2016, dan dikirimkan ke alamat :
Direktorat Pembinaan PAUD,
Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lt. 7
Jalan Jenderal Sudirman, Senayan, Jakarta
Kode Pos 10270
Batas waktu pengiriman paling lambat tanggal 31 Agustus 2016 cap pos.
Semua kontributor dalam penyusunan dan pengembangan produk dicantumkan secara lengkap.
4. Penilaian
Penilaian dilakukan oleh Tim Juri yang berkompeten di bidangnya.
didasarkan pada unsur:

Orisinalitas karya
Kesesuaian dengan tema dan fokus aspek perkembangan
Kesesuaian karya dengan sasaran (pendidik atau anak didik usia 4-6 tahun)
Kejelasan pesan yang disampaikan
Kesantunan bahasa
Keutuhan cerita/karya
Keserasian karya: syair dan notasi, teks dengan ilustrasi, dst.

5. Pengumuman Pemenang
Pemenang diumumkan melalui web http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id tanggal 13 – 15 September 2016.
6. Penyerahan Hadiah:
Hadiah lomba akan diserahkan bersamaan dengan Hari Anak Universal bulan September 2016.
7. Pemanfaatan E-book
Naskah yang masuk ke Panitia dan dinyatakan menang menjadi hak Panitia dan akan di upload ke laman http://www.anggunpaud.kemdikbud.go.id atau http://www.paud.kemdikbud.go.id
Naskah yang tidak menang tetap menjadi hak penyusun kecuali apabila diserahkan ke Dit. Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.