Category Archives: Tips

Tips Memilih Kos-kosan di Sekitaran Kampus PKN STAN

Selamat kepada 6.964 mahasiswa baru Politeknik Keuangan Negara STAN. Selamat karena teman-teman sudah menyisihkan 154.622 peserta USM lainnya. Kakak jadi ingat rasanya lulus STAN 10 tahun silam. Biasa saja sih. Bahagia, tentu saja ada. Tapi jangan begitu terlarut ya dengan kebahagiaan, karena ada tantangan berikutnya yang tengah menunggu. Kakak baru menyadari tantangan ini ketika melanjutkan ke DIV tahun 2014 lalu. Tantangan itu adalah mencari kos-kosan!

Dulu, tahun 2007 itu, memilih kos tak sesulit itu. Seangkatan kakak tak sampai 2000 mahasiswa yang mendaftar ulang. Datang ke Bintaro sendirian dari Palembang untuk mendaftar ulang, tidur di kos kakak kelas semalam, besoknya sudah bisa cari kos dan langsung mendapatkan kos. Sekarang? Jangan harap!

Jumlah mahasiswa yang diterima semakin banyak. Sementara pertumbuhan jumlah kos-kosan tidak signifikan. Permintaan lebih tinggi dari penawaran. Hal ini mengakibatkan harga meningkat, dan pencarian kos-kosan jadi berebutan. Jangan ulangi hal yang Kakak lakukan, baru mencari kos saat daftar ulang. Kalau tidak sisa kos yang jelek (di bawah standar), maka sisa kos yang sangat mahal.

Membedah dunia kos-kosan di sekitar kampus PKN STAN sebenarnya bisa dilihat dari wilayahnya. Kakak membagi wilayah kos menjadi 6 wilayah:

  1. Kalimongso
  2. Sarmili
  3. PJMI
  4. Pondok Jaya (Ponjay)
  5. Ceger
  6. Dan lain-lain
  • Kalimongso adalah tempat kos paling strategis. Ibarat kata, tinggal gelinding nyampe. Tempat makan berlimpah dan murah meriah. Ada Cek Ikin, ada Warung Jatim, ada Warung Sederhana (Bu Bor) yang akan memanjakan lidah dan memberi porsi kuli. Begitu pun tempat foto kopian. Perdagangan buku kuliah bajakan di Kalimongso bisa bikin penerbit asli gulung tikar. Nilai paling plusnya, menjelang ujian (baik UTS maupun UAS), soal kisi-kisi beredar di foto kopian Kalimongso beserta kunci jawabannya. Harga kos-kosan di Kalimongso pun relatif lebih terjangkau. Namun, hal itu sebanding dengan fasilitas yang ada. Kos-kosan di Kalimongso sumpek, tidak bisa dimasuki mobil. Fasilitasnya pun terbatas. Lebih pelik, ada beberapa sudut di Kalimongso yang tidak bisa ditembus provider tertentu. Kalimongso cocok buat kamu yang menginginkan suasana guyub dan sederhana, dan punya hobi pulang ke kos tidur siang saat jeda kuliah!
  • Sarmili sedikit lebih jauh dari Kalimongso. Dulu, daerah Sarmili kurang direkomendasikan menjadi pilihan utama kos-kosan. Sebab utamanya, banyak nyamuk. Daerahnya kurang bersih dibandingkan wilayah yang lain. Namun, kini sudah jauh lebih mendingan. Pintu keluar Gang Sarmili tepat di dekat Student Centre. Kos-kosan di Sarmili juga relatif murah. Wilayah masing lenggang, jadi tenang belajar. Warga di Sarmili juga ramah dan terasa kekeluargaannya. Plus, jangan khawatir mencari masjid. Kekurangannya, kayaknya hampir ngga ada foto kopian. Dan suasananya yang menyatu dengan perkampungan warga mungkin kurang cocok dengan anak-anak generasi Z.
  • PJMI, Pondok Jurang Mangu Indah. Nah, pas DIV, Kakak kos di PJMI. Sesemester di Jalan Sejahtera (dekat gerbang PJMI Ceger), setahun di Jalan Ikan Terbang. Pas tingkat III di DIII pun kos di Jalan Dahlia Raya setelah dua tahun sebelumnya di Kalimongso. PJMI lebih menawarkan privasi. Ala-ala perumahan gitu. Yang enak adalah fasilitas internetnya tinggal milih, kebanyakan pakai First Media. Kencang. Dekat dengan Kalimongso dan Ceger. Posisi strategis bukan cuma buat kuliah, tapi juga buat cao kemana-mana. Harga kos-kosan menengah ke atas. Banyak kos-kosan yang ber-AC dan kamar mandi sendiri. Bisa masuk mobil. Mau makan juga banyak pilihan. Makanan di komplek memang lebih mahal sih. Dekat mau ke Harmoni (swalayan di Ceger). Kelemahannya, di PJMI banyak maling motor. Sudah beberapa teman kemalingan motor. Jadi, kudu hati-hati mengunci motormu, ya? Dan ya, kalau hujan, beberapa jalan menggenang, kita terpaksa lepas sepatu.
  • Ceger adalah wilayah kos yang sangat luas. Letaknya di jalan raya yang ada di belakang STAN. Kalau di depan itu Bintaro, belakangnya Ceger. Bak bumi dan langit. Biasanya yang kos di Ceger karena nggak dapat kosan di ketiga tempat di atas. Jalan kakinya cukup jauh. Tapi karena dekat jalan raya, ya apa saja ada di sana. Pilihan kosan pun beragam. Dan di Ceger, banyak kos yang bulanan. Kalau di ketiga tempat di atas, paling sebentar itu setengah tahunan. Tapi risikonya, bising dan ramai, dan banyak yang campur dengan karyawan.
  • Pondok Jaya, berada di seberang PJMI. Komplek juga. Namun, karena sudah masuk kawasan Bintaro, kosan di sini terkenal paling mahal. Jarang mahasiswa kos di sini kecuali kaya. Ponjay menawarkan kebebasan. Kalau di wilayah lain, kalian harus berhati-hati kalau bawa pacar ke kosan. Dulu sih strict banget. Sekarang, bisa curi-curi sih. Nah kalau di Ponjay, bebas banget. Di Ponjay, nggak ada foto kopian, nyari makan yang murah juga susah. Harus punya motor kalau ngekos di sini.
  • Dan lain-lain. Salah satu area dan lain-lain yang terkenal adalah Pondok Safari (Ponsaf). Jauh. Biasanya juga ada yang lebih jauh ke Sektor 9, atau mengarah ke Sektor 3. Biasanya modalnya kontrakan atau rumah petak. Tipe-tipe penyendiri biasanya cocok ngekos di area dan lain-lain. Harganya sudah pasti lebih mahal.

Kira-kira begitulah reviu saya tentang kos-kosan di sekitar kampus PKN STAN. Tentu hal ini subjektif. Hanya berdasarkan pengalaman selama kurang lebih 4,5 tahun kuliah di STAN. Tiga tahun dari 2007-2010 pas DIII. Dan 1,5 tahun ketika kembali ke Bintaro untuk menunaikan DIV 2014-2016 lalu.

Semoga bermanfaat!

Sembilan Tips Sapardi Djoko dalam Menulis Sajak Liris

Hasan Aspahani

BUTIR-BUTIR berikut ini disarikan dari tulisan berjudul “Keremang-remangan Suatu Gaya”, yaitu sebuah ulasan Sapardi Djoko Damono atas sajak Abdul Hadi WM. Saya kira tulisan itu adalah sebuah petunjuk yang sangat jelas dan bagus bagi penyair yang hendak menulis sajak-sajak lirik yang baik. Saya tak menambahkan penjelasan, karena menurut saya apa yang dipaparkan beliau sudah amat jelasnya.

1. Sebuah sajak yang buruk biasanya berusaha “meyakinkan” pembacanya dan dengan demikian memaksanya saja untuk mendengar dengan pasif.

2. Perasaan yang paling khas dalam arti: yang paling banyak melibatkan manusia dari zaman ke zaman, adalah bahan terbaik untuk sajak lirik.

3. Penyair harus menjelmakan perasaan yang klise itu sebagai bahan sajaknya — misalnya cinta — dengan segar, menjadi sajak yang segar dengan ungkapan yang tidak klise, tetapi harus unik dan personal.

4. Untuk menuliskan sajak lirik yang baik, penyair harus cermat mengamati dan mencatat perasaan-perasaan sendiri dan peristiwa-peristiwa di alam sekitarnya.

5. Dua elemen penting dalam sajak lirik adalah menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.

6. Kesamar-samaran itu unik, dan dia akan menjadi tidak unik lagi, dan berhenti sebagai puisi – kalau ia digamblangkan.

7. Penyair harus sadar bahwa sebenarnya perasaan yang samar-samar itu tidak komunikatif, dan penyair harus mengkomunikasikannya, dengan bahasa, alat komunikasi.

8. Ujian bagi penyair lirik: ia mungkin tergelincir ke dalam sajak-sajak gelap, sajak-sajak yang sama sekali kehilangan kontak dengan pembaca atau ia menghasilkan sajak yang habis sekali baca bahkan tidak jarang sudah habis sebelum dibaca sampai terakhir.

9. Penyair harus meletakkan sajak liriknya tepat pada garis yang memisahkan kedua kemungkinan tersebut di atas. Itulah garis yang harus dicari, ditemukan dan dicapai oleh penyair lirik yang baik.

* Disarikan dari buku “Sihir Rendra: Permainan Makna”, terbitan Pustaka Firdaus, Jakarta, 1999. (Dari Note Hasan Aspahani)

Cara Menghitung PPN dan Royalti Buku yang Benar

Seperti yang kita ketahui, sejak ada penegasan pengenaan pajak atas buku, berbagai masalah timbul di penerbit. Mulai dari kenaikan tarif sharing toko dan distributor, hingga ke penghitungan pajak itu sendiri. Penghasilan penerbit otomatis berkurang karena pembagian hasil penjualan yang semakin sedikit ke penerbit.

Sebagian penerbit rupanya masih keliru dalam memaknai pajak, dalam hal ini PPN.

Misalnya:

  • Harga buku di toko buku Rp88.000,- berapakah pajaknya?

Jawaban Penerbit:

  • Penerbit menghitung PPN 10% sebesar Rp8.800 dan royalti 10% x 88.000 sebesar Rp8.800,-

Perhitungan di atas SALAH.

Jawaban yang benar adalah:

  • PPN = 10/11 x Rp88.000,- = Rp8.000,-
  • Royalti = 10% x (Rp88.000-Rp8.000) = Rp8.000,-

Bisa diperhatikan, bukan? Ada perbedaan Rp1.600,- di sana. Jika penjualan terjual 1000 eksemplar saja, penerbit sudah kehilangan Rp1,6 juta. Lumayan.

Kenapa demikian? Sebenarnya harga yang tertera saat buku sudah berada di toko adalah harga dengan PPN. Sehingga, PPN itu harus dikeluarkan terlebih dahulu. Atau, penerbit terlebih dahulu sudah menetapkan harga. Ketika buku tersebut dijual, barulah dikenakan PPN. Karena sejatinya, PPN itu ditanggung oleh pembeli.

Tapi, dengan begitu sebenarnya kita sama saja memberatkan konsumen, karena harga buku menjadi lebih mahal 10%. Gimana nih, pemerintah?

Alamat Media Cetak yang Menerima Puisi dan Cerpen

#Informasi

MEDIA TEMPAT MENGIRIM CERPEN/ PUISI

AMANAH
Email: sastra.amanah@gmail.com

ANALISA
Email: rajabatak@yahoo.com

BALI POS
Email: balipost@indo.net.id

BANJARMASIN POS
Email: hamsibpost@yahoo.co.id

BASABASI
Email: gerobaknaskah@basabasi.co

BERITA PAGI
Email: huberitapagi@yahoo.com

DINAMIKANEWS
Email: dinamikanews@yahoo.co.id

DUTA MASYARAKAT
Email: harianduta@gmail.com

FAJAR MAKASSAR
Email: budayafajar@gmail.com

FLORES SASTRA
Email: floressastra@gmail.com

GEMA MENOREH
Email: redaksigema_menoreh@yahoo.co.id

HALUAN
Email: budayahaluan@gmail.com

HORISON ONLINE
Email: horisonpuisi@gmail.com / horisoncerpen@gmail.com

JAWA POS
Email: ari@jawapos.co.id / ariemetro@yahoo.com

JOGLOSEMAR
Email: harianjoglosemar@gmail.com

JURNAL CERPEN INDONESIA
Email: jurnalcerpen@yahoo.com / jurnalcerita@yahoo.com

KEDAULATAN RAKYAT
Email: jayadikastari@yahoo.com

KENDARI POS
Email: arhamkendari@yahoo.com

KOMPAS
Email: opini@kompas.com

LAMPUNG POS
Email: lampostminggu@yahoo.com

LINIKINI
Email: linifiksi@linikini.id

LOMBOK POS
Email: literasilombokpost@gmail.com

MAJALAH BOBO
Email: bobonet@gramedia-majalah.com

MAJALAH FEMINA
Email: kontak@femina-online.com, kontak@femina.co.id

MAJALAH UMMI
Email: kru_ummi@yahoo.com

MALANG POS
Email: redaksi@malang-post.com

MEDAN BISNIS
Email: mdn_bisnis@yahoo.com

MEDIA INDONESIA
Email: (CERPEN) cerpenmi@mediaindonesia.com (PUISI) puisi@mediaindonesia.com (alternatif email: miweekend@mediaindonesia.com)

MERAPI
Email: budaya.merapi@yahoo.co.id

MIMBAR UMUM
Email: mimbarumum@yahoo.com

MINGGU PAGI
Email: we_rock_we_rock@yahoo.co.id

NUSANTARANEWS
Email: redaksi@nusantaranews.co

NOVA
Email: nova@gramedia-majalah.com

PADANG EKSPRES
Email: cerpen_puisi@yahoo.com

PIKIRAN RAKYAT
Email: khazanah@pikiran-rakyat.com

RADAR BANYUWANGI
Email: budayaradarbwi@gmail.com

RADAR BOJONEGORO
Email: lembarbudaya@gmail.com

RADAR BROMO
Email: ruangpublik_radarbromo@yahoo.com

RADAR JEMBER
Email: radarjember@gmail.com

RADAR LAMPUNG
Email: zetizenradarlampung@gmail.com

RADAR MALANG
Email: sastra.radarmalang@gmail.com

RADAR MOJOKERTO
Email: opini_darmo@yahoo.com

RADAR SURABAYA
Email: radarsurabaya@yahoo.com

RAKYAT SULTRA
Email: bastra.kbsultra@gmail.com

RAKYAT SUMBAR
Email: sastrasumbar@yahoo.com

REPUBLIKA
Email: islamdigest@redaksi.republika.co.id

RIAU POS
Email: infozetizenriau@gmail.com

SERAMBINEWS
Email: redaksi@serambinews.com

SINGGALANG
Email: singgalang.redaksi@gmail.com

SOLO POS
Email: redaksi@solopos.co.id

SUARA MERDEKA
Email: swarasastra@gmail.com

SUARA NTB
Email: suarantbsastra@gmail.com

SUMATERA EKSPRES
Email: serisumeks@gmail.com

TANJUNGPINANG POS
Email: redaksi@tanjungpinangpos.co.id

TEMPO
Email: sastra@tempo.co.id

TRIBUN JABAR
Email: cerpen@tribunjabar.co.id / hermawan_aksan@yahoo.com

WAKTU
Email: sastra.waktu@gmail.com

WASPADA
Email: sunanlangkat@yahoo.com

Menikmati Keindahan Curug di Maribaya Resort

Bagi yang senang liburan ke Bandung, nama Maribaya pasti sudah tidak asing lagi. Apalagi, setelah ada Maribaya Lodge, yang foto-fotonya happening banget di Instagram. Bukan cuma Maribaya Lodge, di Maribaya ada berbagai pilihan tempat wisata seperti Taman Hutan Raya dan Maribaya Resort.

Satu hal yang perlu dicatat, kalau mau ke Maribaya jangan lewat Dago. Kalau hari libur, macet sekali. Saya sendiri karena berumah di Cigadung, dan memakai motor, jadi dari Cigadung, ya tinggal ke atas lewat Dago Atas. Nah, sebelum saya pindah ke Jakarta beberapa bulan lalu, saya sempat berkunjung ke Maribaya Resort. Dua kali pula.

Maribaya memiliki air terjun/ curug yang sebenarnya terdiri dari 3 rangkaian. Dua di antaranya yakni Curug Cikawari dan Curug Cigulung ada di Maribaya Resort. Satu lagi bernama Curug Cikoleang. Ada yang bilang 4 dengan memasukkan Curug Omas sebagai Curug Maribaya, padahal bukan.

Curug Cikawari
Curug Cigulung

Maribaya berasal dari kata “Mari” yang berarti sehat dan “Baya” yang berarti bahagia. Maribaya juga memiliki legenda.

Dahulu kala, ada seorang petani miskin yang bernama Eyang Raksa Dinata yang mempunyai seorang anak gadis yang cantik jelita bernama Maribaya. Karena sangat cantik, bapaknya khawatir kalau anaknya jadi rebutan bagi para pemuda di daerahnya. Beliau pun mendapatkan ilham dan pamit pergi ke Tangkuban Perahu. Ia bertapa di sana dan dalam tapanya, ia didatangi oleh seorang kakek yang memberikannya dua bokor (pinggan besar bertepi lebar) berisi air. Salah satu bokor tersebut harus dibawa ke arah barat dan satu lagi di bawa ke arah timur.

Air yang ditumpahkan oleh bapaknya itu sekarang dikenal sebagai Situ Lembang. Bapaknya juga meminta kepada Maribaya untuk menumpahkan air dalam bokor tidak jauh dari rumahnya.

Beberapa hari kemudian, keajaiban terjadi. Di tempat Maribaya menumpahkan air, muncul mata air panas yang mengandung belerang. Air panas tersebut berkhasiat mengobati berbagai penyakit. Lalu tempat itu menjadi ramai dikunjungi penduduk sekitar yang mau berendam di kolam air panas itu. Dan mereka melemparkan uang logam ke dalam kolam sebagai imbalan.

Kolam air panas ini diwariskan kepada Maribaya sehingga daerah itu terkenal dan dinamakan Maribaya.

Tiket masuk Maribaya Resort pun terjangkau. Hanya Rp35.000,- dengan bonus air mineral. Tempat parkirnya luas. Sayangnya, untuk menikmati fasilitas lain seperti pemandian air panas, permainan anak, kita harus membayar lagi. Tapi tetap, harga Rp35.000,- itu pantas untuk pengelolaan dan kenyamanan yang kita dapatkan selama berkunjung ke sini.

Teknik Menulis Puisi: Kenning

oleh Dedy Tri Riyadi

Kenning berasal dari kata “kenna eitt vio” yang artinya adalah “mengekspresikan sesuatu hal dengan menggunakan hal-hal lainnya.” Kenning sejatinya bermakna teori. Pemahaman lainnya berarti “untuk memahami,” karena kenning adalah pendefinisian satu kata menjadi beberapa kata yang menggambarkan kata tersebut. Secara ringkas, kenning adalah kata-kata yang digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu. Definisi lain dari kenning adalah “compressed metaphor,” meskipun sebenarnya yang terjadi adalah membuat sebuah metafora dari dua tiga kata yang mencerminkan kata yang (akan) diwakili itu.

Kenning berasal dari daratan Eropa Utara. Puisi-puisi lama Nordik / Viking menggunakan kenning dalam pembuatannya, lalu kenning masuk ke dataran Inggris Raya. Beberapa contoh penerapan kenning bisa ditemukan dalam khazanah literasi mereka, seperti
a. bone-house yang berarti tubuh,
b. beadolema (battle-light) yang berarti pedang,
c. wave-floater berarti kapal,
d. hwaelweg (whale-way/road) artinya laut,
e. fischestel (fish hotel / fish home) artinya juga laut,
f. seolbaeth (seal-bath) itu laut juga,
g. bright-sweetnes, mendeskripsikan minuman berwarna terang dan berasa manis, yaitu mead (sejenis minuman berbasis madu),
h. Awakened Sleeper, menceritakan sesuatu yang sudah tertidur lalu bangun kembali, yaitu hantu,
i. Gold friend, mereka yang memiliki harta berupa emas, yaitu raja-raja atau bangsawan,
j. Ground’s embrace, atau ground’s hug, yaitu mereka yang jatuh ke pelukan bumi atau kematian,
k. Earth-Maker, pencipta jagad, siapa lagi kalau bukan Tuhan yang dimaksud,
l. Ship’s guide, yang berarti bintang, karena dulu kapal berlayar dengan bantuan rasi bintang untuk menunjukkan arah.

Kenning di sana diajarkan kepada anak-anak, untuk membuat puisi atau teka-teki. Sebenarnya, ini memberikan jalan agar anak-anak itu paham bagaimana caranya mengamati sesuatu dan mendeskripsikannya, sebelum melangkah lebih lanjut pada membuat metafora. Ambil contoh, ini tentang bagaimana mereka mendeskripsikan burung menggunakan kenning.
Burung:
1. Pemakan cacing,
2. Pembuat sarang,
3. Pengisi bantal (tentu maksudnya, bulu-bulu unggas itu biasa digunakan untuk pengisi bantal),
4. Penggiling biji
5. Pelahap ikan (tentu maksudnya burung pelikan / komodor yang suka makan ikan sekali telan),
6. Penerbang cekatan,
7. Buronan kucing,
8. Penghuni pohon,
9. Penyambar akrobatik,
10. Pelantun kicauan, dan masih banyak lagi.

Dalam perkembangannya, kenning juga dipergunakan untuk istilah-istilah yang sering kita dengar seperti first lady atau dalam bahasa Indonesia Ibu Negara, bookworm atau kutubuku untuk para penikmat buku, pertemuan empat mata, mind-blowing, kickass, badass, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana jika dikaitkan dengan puisi? Puisi dengan kenning ini biasanya adalah puisi dengan kata pada judul sebagai hal yang dijabarkan dalam tubuh puisinya. Seperti contoh berikut;

Parents

Nappy changer
Dinner maker
Face kisser
Big huger
Mistake forgiver
Money giver
Taxi driver

Saya mencoba memodifikasi kenning ini untuk membuat puisi yang berbeda dengan puisi model kenning yang sudah ada itu. Hal ini karena kenning seolah hanya mengumpulkan metafora-metafora atau memberikan beberapa pengandaian hanya untuk satu hal saja. Jadi semua larik dalam puisi kenning itu akan merujuk pada satu hal saja. Untuk itu, rasanya perlu dikembangkan lagi.

Sebagai bahan, saya ambil berita ringan ini: Keren! Ada Taman Layang di Seoul. Judulnya saja. Karena judul sudah pasti menggambarkan isi. Nah, judul ini yang hendak kita main-mainkan dengan teknik kenning ini.

Keren menurut KBBI berarti tampak gagah dan tangkas, atau perlente (berpakaian bagus, berdandan rapi, dan sebagainya). Saya kenning-kan kata “keren” menjadi “Ia yang dilebihkan dari yang lainnya.” Kata selanjutnya adalah “ada.” Saya kenning-kan jadi “dimunculkan ke hadapanmu.” Taman, menjadi, “sekumpulan wangi dan warna.” Layang, menjadi, “dari suatu ketinggian.” (di) Seoul, menjadi, “jauh dari sisimu.”

Maka judul berita tadi jika disusun akan menjadi seperti ini:

Ia yang dilebihkan dari yang lainnya
telah dimunculkan ke hadapanmu,
sebagai sekumpulan wangi dan warna
dari suatu ketinggian, yang jauh
dari sisimu.

Bagaimana, asyik bukan?