Category Archives: Tips

Cara Mengetahui Puisi Dangkal dan Jalan Menuju Puisi Hebat

oleh Hasan Aspahani

CHAIRIL Anwar pernah mengemukan sebuah pernyataan keras. Penyair, katanya, harus terus-menerus berjuang untuk mencapai teknik yang baik. Ia juga harus terus-menerus berjuang untuk mencari makna dari kehidupan ini.

“Penyair juga harus melawan godaan-godaan dalam kehidupannya yang tak terhitung banyaknya, yang mencoba menariknya dari kehidupan itu sendiri,” kata Chairil, sebagaimana dikutip Drs M.S. Hutagalung dalam buku “Memahami dan Menikmati Puisi” (Penerbit Buku Kristen; Jakarta; 1971). Continue reading Cara Mengetahui Puisi Dangkal dan Jalan Menuju Puisi Hebat

Kang Emil, Tolong Selamatkan Curug Cipanas Nagrak!

Bayangan Curug Cipanas Nagrak yang indah itu sirna ketika kutapakkan kaki di sana. Padahal sudah kusengajakan diri tidak mandi dulu agar bisa berendam di curug mini berair panas tersebut. Tidak seperti foto-foto yang banyak diunggah di media sosial, Curug Cipanas Nagrak tak terurus. Kotor sekali. Sampah di mana-mana. Jijik melihatnya.

Curug Cipanas Nagrak

Kecurigaan akan buruknya Curug Cipanas Nagrak sudah mulai terasa ketika kami sampai di lokasi. Pada papan penunjuk yang pertama, tertera tulisan curug ditutup karena sudah tak dikelola sejak November 2018. Namun, warga mengarahkan kami naik beberapa puluh meter lagi, dan nampak keramaian di sana.

“Curugnya tak dibuka lagi?” tanya saya ke salah satu warga.

Ia tidak menjawab, dan malah mengarahkan saya untuk memarkirkan motor. “Parkirnya 10.000. Biaya masuknya gratis. Bebas,” katanya.

“Curugnya masih bisa dikunjungi?” tanya saya lagi.

“Iya, silakan,” jawabnya.

Kami pun menuruni jalan tanah. Tampak saung-saung dengan kolam-kolam di depannya. Yang mengherankan kok saung-saung itu tidak ada penjaganya. Dari kejauhan, tampak pula orang-orang ramai berkerumun, berendam di kolam di depan curug. Pemandangan yang indah dari kejauhan.

Namun sayang, keindahan itu hanya ada di kejauhan. Begitu kami mendekat, kolam pertama sudah tampak kumuh, Cokelat. Tidak biru seperti di foto-foto. Beberapa sampah tampak di sisi-sisinya.

Curug Cipanas Nagrak

Kami yang sudah beli sarapan di Dago, mencari saung-saung. Selera makanku mendadak lenyap melihat sampah-sampah bertumpuk dikerumuni lalat-lalat. Dan heran melihat sejumlah orang, masih santai berkumpul makan di dekatnya,

Kudekati curug utama dan kolam di depannya. Orang-orang berendam di sana. Menanti diguyur aliran air terjun. Namun, di depannya pemandangan tak tahan kulihatnya. Air tampak kehijauan penuh kotoran.

Curug Cipanas Nagrak

Sungguh, sayang sekali, Curug Cipanas Nagrak di Parongpong ini harusnya bisa jadi destinasi keren, mengingat keunikannya, curug air panas. Dikelilingi tempat yang asri pula. Aku membayangkan andai ia bisa dikelola seperti Curug Tilu Leuwi Opat, pasti bakal keren banget.

Setelah kucari informasi via Google, katanya terhitung mulai tanggal 22 November 2018 wisata alam yang sedang hits di Kabupaten Bandung Barat Tersebut akan diperbaiki dan Direnovasi demi memberikan pelayanan dan kenyamanan yang lebih untuk setiap tamu yang datang. Namun, belum diketahui kapan destinasi wisata ini bisa kembali dinikmati oleh pengunjung. Pas ke sana kemarin, tak ada tanda-tanda perbaikan pun.

Bisa nggak ya, Kang Emil, pengelolaannya diambil alih Pemprov Jabar saja gitu? Pasti kalau Kang Emil yang pegang, bakal jadi keren banget.

 

Bukit Pasir Busung: Gurun Pasir di Bintan

Bukit Pasir Busung, itulah salah satu tempat yang paling nge-hits di Bintan, Kepulauan Riau saat ini. Bekas tambang bauksit itu tak disangka menjadi tempat berfoto yang ciamik seolah-olah kita berada di sebuah gunung pasir.

Ya, bukit pasir Busung memang bukan gurun pasir betulan. Dulu, tempat ini bekas penambangan bauksit bahkan diekspor keluar negeri. Tambang pasir itu kemudian dihentikan oleh daerah setempat sehingga tidak digunakan lagi dan dibiarkan begitu saja.

Gundukan-gundukan pasir yang ada sebenarnya bukanlah pasir seperti di gurun, tetapi material seperti kerikil-kerikil kasar. Gundukan tersebut akan berkilau manakala cuaca cerah, sehingga menambah keeksotisan bukit pasir Busung. Continue reading Bukit Pasir Busung: Gurun Pasir di Bintan

Liburan di Kampung Halaman Istri, Talang Babungo

Tidak pernah ada keraguan untuk pulang ke kampung halaman. Selagi orangtua masih ada, masih bisa dicium tangannya, ditatap kehangatan matanya, aku akan menyusun rencana pulang setidaknya setiap lebaran.

Setelah menikah, bertambah satu kampung halamanku. Talang Babungo. Artinya, bambu yang berbunga. Kampung kecil di Sumatera Barat.

Untuk menuju ke sana, dari bandara Minangkabau, kita perlu mengarah ke Solok atau Bukit Tinggi, melewati jalan berkelak-kelok perbukitan Sitinjau Laut, kurang lebih 3 jam baru sampai di Lubuak Salasih. Dari lubuak Salasih, kita berbelok ke kanan menuju Alahan Panjang, melewati pemandangan kebun teh serupa dengan Lembang sampai bertemu dengan Danau Kembar.

Disebut Danau Kembar karena ada dua danau, Danau di Atas dan Danau di Bawah. Danau Kembar bukan tujuan akhir. Perjalanan masih harus berlanjut sekitar 12 km menuju Talang Babungo. Continue reading Liburan di Kampung Halaman Istri, Talang Babungo

Pertimbangan dalam Membeli Kendaraan Bermotor

Sebagai pegawai Kementerian Keuangan yang berpindah-pindah tempat pekerjaan tanpa tahu kapan dan ke mana, banyak pertimbangan yang harus dilakukan dalam melakukan sesuatu. Salah satunya, bila hendak melakukan pembelian barang modal seperti kendaraan bermotor. Pertimbangan membeli secara tunai atau kredit, lalu baru atau bekas, menjadi keniscayaan. Bila dalam ilmu manajemen keuangan dikenal namanya capital budgeting analysis. Ya, begitu pindah ke Jakarta beberapa tahun lalu, aku memikirkan itu, mencari-cari motor yang bagus, di mana bisa membeli tunai, di mana pula bila harus kredit motor bekas Jakarta Pusat.

Kredit Kendaraaan Bermotor
Kredit Kendaraaan Bermotor

Pengalaman saat di Bandung, punya motor baru yang dibayar tunai terkadang lebih merepotkan. Pertama, tidak semua yang jualan motor itu mau menjual motor secara tunai. Kita harus ke gerai yang lebih besar. Kedua, saya yang ber-KTP Sumatra Selatan, tidak bisa membeli motor di Kota Bandung. Saya tidak begitu paham bagaimana aturannya, kok bisa begitu. Kenapa  harus ber-KTP daerah setempat untuk membeli motor di sana. Akhirnya, saya membeli KTP dengan KTP “nembak”, tidak tahu bagaimana caranya, saya punya KTP Bandung, tapi tidak seperti E-KTP. Saya pikir hal itu tidak masalah selama motornya bisa kebeli. Ternyata, beberapa kali membayar pajak kendaraan bermotor, hal itu menjadi masalah. Pernah ditolak. Katanya diminta yang E-KTP. Terpaksa, akhirnya menggunakan jasa percaloan. Gila bukan?  Padahal prinsip pajak itu adalah yang penting tepat jumlah, dan masuk ke kas negara. Kenapa kita yang ingin bayar pajak malah jadi ribet? Barangkali karena pajak kendaraan bermotor masih wilayah pajak daerah. Pemerintah daerah memang suka yang ribet-ribet.

Kembali ke keputusan tunai/kredit, capital budgeting analysis dengan berbagai jenis metode sebenarnya menganalisis mana keputusan yang lebih menguntungkan. Maka, salah satu caranya dibandingkan  berapa besar manfaat dan berapa besar biaya yang dihasilkan dari beberapa pilihan keputusan tersebut. Dalam konteks bernegara, Pemerintah juga idealnya melakukan analisis penganggaran modal tersebut sebelum memutuskan proyek-proyek mana saja yang harus dibangun terlebih dahulu, dan apakah pengerjaannya menggunakan APBN murni atau menggunakan utang (dalam negeri atau luar negeri).

Nah, setelah itu, kita perlu mempertimbangkan beberapa hal ini sebelum membeli kendaraan bermotor:

  1. Tujuan Kendaraan Bermotor

Kalau kamu kebanyakan uang sih, silakan saja bebas mau membeli jenis motor/mobil apa dan dengan cara bagaimana. Namun, kalau uangmu terbatas sih, pentingkan kebutuhan daripada gaya. Kalau motor yang diperlukan hanya untuk transportasi jarak dekat sih, nggak perlu motor yang bagus-bagus. Beli motor bekas pun tidak masalah. Kalau kamu beli motor untuk jadi pengendara ojek daring, nah, bagus tuh kalau secara kredit. Kamu bisa punya motor untuk dapat penghasilan, dst.

  1. Uang Muka

Peraturan Bank Indonesia terbaru tahun 2018 mengatakan uang muka untuk pembelian kendaraan bermotor roda dua paling sedikit 20% (dua puluh persen) di bank. Terlepas dari kenyataan, banyak geraii kendaraan motor mematok DP yang sangat rendah, namun disertai bunga yang amat tinggi. Mungkin ini menyesuaikan surat edaran OJK tentang besaran uang muka pembiayaan kendaraan bermotor bagi perusahaan pembiayaan baik syariah dan konvensional.
Dari surat tersebut aturan uang muka berkisar dari 5% -25%. Seluruhnya tergantung dari kesehatan perusahaan.

Sebagai warga negara yang baik, lebih baik kita sudah punya uang muka seperti yang disyaratkan terlebih dahulu, ya.

  1. Beli motor lalu dikredit atau pinjam uang lalu dicicil?

Kalau tanya saya, lebih murah mana, sepertinya lebih murah yang kedua. Kita pinjam uang, banyak pilihannya. Bahkan kartu kredit nih kalau platinum, bisa ambil uang tunai bunga nol persen dalam sekian bulan. Banyak platform lain yang meminjam uang dengan bunga rendah, sampai 0,5% per bulan. Pilihan fintech semacam itu juga tetap harus hati-hati. Yang perlu dilihat adalah apakah mereka sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan. Pastikan legalitasnya untuk melindungi diri kita sendiri.

  1. Persyaratan dan Kecepatan Pencairan

Kemudahan persyaratan juga harus dipertimbangkan. Kalau ribet, mending tinggalkan. Biasanya sudah susah syaratnya, pencairannya pun lambat. Wah, jangan sampai seperti itu. Pokoknya mah cari syarat yang mudah dan cepat cairnya.

  1. Fidusia

Apa itu fidusia? Fidusia adalah proses pengalihan hak milik suatu benda dengan dasar kepercayaan tapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Umumnya, fidusia ini dimasukkan ke dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor karena kita sebagai debitur membayar biaya jaminan fidusia itu.

Tujuannya adalah agar kendaraan yang dikredit bisa bebas dari penarikan debt collector. Jadi, debt collector tidak bisa menarik kendaraanmu jika kamu telah membayar fidusia meski cicilan kita seret. Sayangnya masih banyak leasing nakal yang tidak mendaftarkan jaminan fidusia ke pihak berwenang yaitu kantor jamin fidusia. Karena itu, saat kamu akan kredit kendaraan bermotor tanyakan kepada leasing perihal jaminan fidusia ini.

Ingat, satu-satunya pihak yang berhak menarik kendaraan yang bermasalah dengan cicilan adalah kepolisian bukan debt collector.

  1. Asuransi

Bila hendak kredit kendaraan bermotor terutama kendaraan baru akan dilengkapi dengan asuransi. Asuransinya i ada dua jenis yaitu All Risk dan Total Lost Only (TLO). Asuransi All Risk bertujuan untuk melindungi pengguna kendaraan dari risiko hilang sampai lecet. Sedangkan TLO melindungi pengguna dari risiko hilang saja. Biasanya leasing yang mendaftarkan kendaraan kredit ke asuransi jenis TLO..

Biasanya kita harus membayar premi asuransi ketika kredit kendaraan bermotor. Walaupun mengeluarkan biaya lebih, tapi jelas asuransi ini memberi banyak manfaat. Kita sebagai kreditur bisa mengajukan klaim asuransi jika terjadi kehilangan.

 

Nah, buat kamu yang mau membeli kendaraan bermotor, silakan pikirkan baik-baik, pertimbangkan masak-masak, dan untuk simulasinya, kamu bisa lihat di https://www.cekaja.com/kredit-kendaraan-bermotor  untuk mengetahui berapa sih cicilan yang harus kamu bayarkan—apakah kamu sudah memenuhi syarat untuk melakukan kredit, dan sebagainya. Silakan memutuskan.

 

Menulis Cerita Pendek (1): Teknik Membuka Cerita

Menulis cerita pendek membutuhkan teknik khusus. Kenapa? Kembali ke definisi, cerita pendek adalah cerita yang habis dibaca dalam sekali duduk. Artinya, kita kudu membuat pembaca bisa menghabiskan cerita dalam sekali duduk tanpa beranjak ke mana pun. Arti lainnya, cerita tersebut memiliki candu yang membuat pembaca terpaku sampai selesai untuk mendapatkan kenikmatan.

Tentu, dalam  menulis cerita pendek yang seperti itu, kita harus memaku pembaca sejak cerita dimulai. Membuka cerita pendek pun ada teknik khusus sehingga pembaca langsung tertarik dan ingin melanjutkan cerita tersebut. Apalagi jika cerita pendek kamu mau diikutkan ke lomba atau kirim ke koran.

Berikut beberapa teknik membuka cerita di antaranya: Continue reading Menulis Cerita Pendek (1): Teknik Membuka Cerita