Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Puisi

Hari #3, Sebagaimana Juni

Hari #3, Sebagaimana Juni

tak lagi bisa kusekap segalamu dalam ruang kenangku kau telah menjadi seekor burung bebas yang tak butuh rumah kembali adakalanya aku merasa menjadi semesta yang menaungi air mata dan cerita dan bila malam tiba, seluruhku akan memelukmu dari hujan bulan juni yang dingin dan tabah […]

Kesedihan

Kesedihan

aku akan memulai cerita ini dengan kita di ruang keluarga, televisi menyala, pembaca berita berkata pertumbuhan ekonomi indonesia melambat, rakyat bersedih, pejabat bersuka cita dan negara dalam angan-angan memiliki kebebasan berbuat, keadilan pada titik itu, keadilan tidak menarik aku menghabiskan dua piring nasi goreng karena […]

Pulang

Pulang

Hatiku bersamanya, tetapi pikiranku adalah yahudi terkutuk yang berjalan, tak sampai-sampai hingga malam demi malam hanya untuk sebuah gerhana penuh berwarna merah darah yang kemudian dikhianati mendung hanya seekor burung muda tersesat di langit, terbang, tak tahu pulang Hatiku bersamanya, tetapi pikiranku begitu muda, ingat […]

Tips Menulis Puisi Pringadi Abdi Surya

Tips Menulis Puisi Pringadi Abdi Surya

Menulis adalah proses. Baru beberapa tahun belakangan, menulis adalah sesuatu yang populer. Di blog, di media sosial mana pun, bermunculan berbagai tulisan dan orang-orang yang ingin menulis, ingin menjadi penulis, ingin menerbitkan buku. Hal ini positif di satu sisi, karena buku akan menjadi semakin banyak, […]

Buku Puisi

Buku Puisi

Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih 56 puisi, 108 halaman Harga Rp40.000,- http://bukuindie.com/buku/puisi-sastra/aku-cukup-menulis-puisi-masih-kau-bersedih/ atau SMS/WA 085239949448 Ini bukanlah buku puisi pertamaku.¬† Dulu, ketika aku masih kelewat percaya diri, aku mencetak sebuah buku puisi. Judulnya¬†Alusi. Aku cetak sebanyak 1000 eksemplar dengan penerbitnya Pustakapujangga. Itu uang […]

Sajak Nizar Qabbani, Terjemahan Lepas M. Aan Mansyur

Sajak Nizar Qabbani, Terjemahan Lepas M. Aan Mansyur

Lari-lari Kecil pada Pagi Hari Kita memasukkan diri ke dalam barisan seperti kawanan domba yang hendak disembelih. Kita berlari, terengah-engah, ingin mencium sol sepatu para pembunuh. Mereka menculik anak Maryam padahal ia masih bayi. Mereka mencuri dari diri kita ingatan pohon-pohon jeruk, dan aprikot dan […]