Category Archives: Puisi

Sebuah Dini Hari

telah kucoba bunuh sebuah dini hari

yang berusaha merangkulku

bertingkah bak seorang teman akrab

yang sudah lama tak bertemu

namun ia berhasil meloloskan diri

dan aku mengejarnya dengan kereta

yang gerbongnya penuh penumpang

 

manusia jenis apa saja yang sudah langka

kutemui dan sebisa mungkin tak kuucap salam

 

aku tak ingin berbagi udara apalagi

mengenal siapa pun yang merasa

dunia ini masih baik-baik saja

 

kereta berjalan, di suatu tempat ada hidup

yang terhenti

orang-orang mati menggigil

dikalahkan dini hari:

orang-orang yang tak memiliki rumah

dan tak berhasil mengemis pada tuhan

 

sepanjang apa perjalananku sebagai pemburu

aku baru menyadari aku telah musafir

yang luput dan tak kupahami

adalah engkau yang membuatku fakir

tinggal sepi yang milikku

Tentang Petani Karet

Tak dapat kau cium suatu bau parfum

Tubuhnya yang telah terlalu lama beraroma

getah beku itu

kini seperti pohon karet di musim kemarau

Perasaan bahagianya meranggas

Ia tak ingin lagi kehilangan sisa air mata

yang sudah ditahan dengan susah payah

Tubuhnya kering seperti ranting

yang kini tak memiliki apa-apa lagi

Ia kenang harga komoditas

yang pernah membuatnya berbangga

Sebelum ia tak tahu harus berbuat apa

Lateks di belakang rumah, tak tahu nasib

Harga dirinya kadung lebih tinggi

Dalam kesendirian, ia berguman pelan

Aku adalah seorang petani

Namun menjadi petani saat ini

Sama halnya memilih mati

Hujan Bulan Juni, Kumpulan Puisi Sapardi Djoko Damono

Silakan diunduh (download) kumpulan puisi Hujan Bulan Juni dari Sapardi Djoko Damono. Silakan klik di sini.

“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”

Silakan didownload ya.

Puisi | Besok Aku Akan Berangkat

Besok Aku Akan Berangkat

Di dalam diriku terdapat seorang anak kecil
yang takut naik pesawat
Bayangan nanti tersesat di langit
kemudian bertemu Tuhan membuatku ingat
manakala Musa jatuh pingsan
dan sebuah gunung meledak hebat
Jantungku jauh lebih lemah dari gunung itu
yang biasa menampung magma
Aku tak terbiasa mewadahi apa-apa
Memilih untuk mengosongkan diriku
dari apa saja, termasuk kebencian
yang dengan mudah mengisap darah dari aorta
Aku kadang-kadang lupa pada anak kecil itu
ketika kupejamkan mata
dan aku tengah tidak berpikir hal dunia
Dunia kini tak lagi sederhana, mencintai
juga tak mungkin bisa demikian

Puisi | Hari yang Tak Biasa

Tiba-tiba kita tiba
pada suatu hari yang tak biasa
manusia banyak yang belum beranjak
dari kekalahan
dan memikirkan berbagai pisuhan
yang lebih sinis dari cara Lannister
Tak ada yang pergi ke gedung teater
pertunjukan di luar jauh lebih fiksi
dan berbagai friksi yang tampak
maupun hanya terjadi di hatimu
sudah diihwalkan sejak zaman dahulu
“Suatu hari, kalian akan sangat banyak
sangat banyak
namun kalian terkepung dari
berbagai penjuru”
Namun, tiada yang sadar, tiada
yang masih berupaya belajar
menyadari bahwa debu dapat suci
dan dengan usaha mampu
melilipkan mata lawan

Tiba-tiba kita sudah lupa
kita dulu pernah sedikit
kita dulu tak pernah takut rasa sakit