Category Archives: Puisi

Tiga Puisi Pringadi di KRL

Intermezzo, I ketika aku kembali, kata-kata telah punah kita mulai lagi berisyarat dengan jari dan air mata jika suatu hari, ada yang lebih baik dari bahasa bisu bangunkanlah aku dari tidur panjang bernama hidup   Fireflies tribute to Owl City

Selamat Pagi, Tuan Presiden!

Kita telah tiba pada suatu masa ketika penangkapan adalah hal yang biasa Orang-orang tak akan terkejut dan masih asik mengurung diri di balik selimut Satu orang hilang tak ada arti Satu orang hilang tak lebih dari kereta berangkat, kereta menjauh,

Puisi| Stasiun Juanda

aku akan pulang, aku akan pulang sementara malam terus merambat hingga ke jantungku kukenang segala yang bisa kukenang kereta yang akan datang terlambat membuatku belajar arti menunggu kau pasti tengah menanak nasi, menggoreng telur mata sapi menantiku berbicara soal aksi,

Puisi| Stasiun Manggarai

  aku salah karena berpikir perempuan paling kejam kau lebih kejam dari semua karena berulang-ulang membuatku menunggu berjanji tak akan lagi, namun kau ingkari pula semua waktu yang sia-sia adalah omong kosong kau bisa menyita 1/12 hidup seseorang yang telah

Puisi| Air Mata

aku memahami kita belajar matematika untuk menghitung nyawa demi nyawa yang menghilang begitu saja seperti janji Tuhan tak ada yang tahu: satu detik kemudian atau bahkan seribu tahun yang Anwar inginkan bumi akan berguncang dan terbelah tercipta puluhan lubang, yang

Poem by the Swedish writer Erik Axel Karlfeldt (1864-1931)

  Poem by the Swedish writer Erik Axel Karlfeldt (1864-1931) The rhyme smith Now, coarsely wrought iron from my thoughts’ own smithy, my sledge shall test the utmost you can bear. I know your chain’s links snap, that this is