Aku Menyalakan Lilin Untukmu

aku merindukan mati lampu supaya kita dapat berpelukan di sekitar lilin yang baru dinyalakan bersama kita memainkan bayangbayang dan menyaksikan dinding bak layar bioskop dengan film baru tayang aku menciptakan seekor elang yang mengepakkan sayapnya pedih setelah menghabiskan sekepal daging sidharta cakarnya yang biasa gigih menjadi letih kau menyebut cakar itu hatiku lalu tanganmu menyalak, […]

Read More

Sesaat Sebelum Pesawatku Jatuh

aku ingin dibiarkan tenggelam dan menghilang dimakan ikan-ikan kelaparan atau membusuk tinggal tulang sebelumnya aku akan menikmati kisah pi dalam permainan gelombang laut yang lebih dahsyat dari gelombang maut dan menatap langit malam tahun baru tanpa nyala kembang api yang memencar ada rasi bintang yang malumalu mengintipku mereka menahan diri agar aku tak ingat jalan […]

Read More

Tolong Tebak, Ada Apa dalam Kepala 1 Januariku?

aku mencoba menumbuhkan pohon di dalam kepalaku, tetapi tak ada unsur hara yang memadai. ada hamparan tanah yang gersang, tak dihuni siapa pun sebatang rumput yang masih bertahan menyebut dahaga tetapi itu cara terbaik menguji iman aku pikir-pikir tak pernah ada yang mondar-mandir kecuali angin yang sudah milik seseorang aku tak paham, kapan aku akan […]

Read More

Rumah

aku ingin membuatkanmu rumah dengan arsitektur sederhana batu batanya dibuat dari lumpur, atapnya daun rumbia setiap hujan turun, kita akan mendengarkan suara yang berisik dan saling memeluk ketakutan milik kita rasa khawatir menjadi sedemikian menarik karena kita akan mengenang itu sejauh selamanya siapa saja boleh bertamu, pintu terbuka setiap saat kau akan menyajikan secangkir teh […]

Read More

Sajak-Sajak Sapardi Djoko Damono

Pada Suatu Pagi Hari   Maka pada suatu pagi hari ia ingin sekali menangis sambil Berjalan tunduk sepanjang lorong itu. Ia ingin pagi itu hujan turun Rintik-rintik dan lorong sepi agar ia bisa berjalan sendiri saja sambil Menangis dan tak ada orang bertanya kenapa. Ia tidak ingin menjerit-jerit berteriak-teriak mengamuk Memecahkan cermin membakar tempat tidur. […]

Read More

Juara II Lomba Cipta Puisi Nasional Komunitas Kopi Andalas 2012

Sekian Fragmen Perjalanan, Ketika Aku dan Kau Memutuskan Pergi atau Kembali demi Menuntaskan Rindu dan Kerinduan I. Hujan turun tipis. Kau bersiap menepis kenyataan bahwa kita duduk berhadap-hadapan, memesan dua gelas jahe, dengan madu dan coklat, dan orang-orang menatap kita dengan pandangan yang berkilat. Aku ingin meminta sesaat, mencari detak jantung yang berisik, pelan kian melubangi dada seperti […]

Read More