Puisi: Keheningan Kota

aku mencintai segala keheningan: tak ada klakson kendaraan, tak ada suara mesin menjerit-jerit mencari tuan, tak ada manusia bertanya-tanya tentang tuhan jalanan lengang, aku bisa berbaring di aspal dan mencoba mengingat nama-nama yang kuhapal segala kejadian dan waktu yang paradoksal orang-orang mati dan hilang akal disaat yang sama, kita bicara kebangkitan nasional aku tak ingin […]

Read More

Puisi Pringadi Abdi Surya, dimuat dalam Antologi Dari Timur 2

Antologi Dari Timur 2 adalah buku yang dibuat dalam rangka menyambut Makassar International Writers Festival (MIWF)  2018, MIWF dan Gramedia Pustaka Utama mengundang seluruh alumni Emerging Writers untuk berpartisipasi dalam proyek buku antologi DARI TIMUR VOL. 2. Tiga puisi saya terpilih ikut serta dalam antologi ini. Bunuh Diri   Ia ingin melepaskan hidupnya seperti seseorang […]

Read More

Puisi | Kelahiran

saat kudengar dirimu lahir di awal musim gugur bintang terang bersinar di langit daundaun yang baru belajar mengenal mati mulai berserak tanpa sempat dikuburkan semua penginapan penuh dan kau berada berbeda di antara tumpukan jerami aku kemudian mengimanimu dalam keadaan yatim lenguhan seekor lembu tak mengingat turunnya salju tak mengenal jaket, selimut tebal dan api […]

Read More

The Fear of Oneself by Sharon Olds

Ketakutan   Setelah hampir sampai ke rumah, kita melepaskan sarung tangan udara dengan segera menjadi lapisan es di masing-masing tangan kita. Kau berkata, kau percaya aku akan bertahan dari semua siksaan demi anak-anak kita. Kau berkata, kau percaya aku punya keberanian. Aku bersandar di pintu dan menangis sejadi-jadinya. Air mataku membeku di pipiku dengan suara-suara […]

Read More

Tak Mencintaimu Karena Cinta, Pablo Neruda

Tak Mencintaimu Karena Cinta   Aku tidak mencintaimu kecuali karena aku mencintaimu; Aku berubah dari mencintai jadi tak mencintaimu, dari menantimu jadi tak menantimu. Hatiku berubah dari es menjadi api.   Aku mencintaimu hanya karena dirimu satu-satunya yang kucintai; Aku teramat sangat membencimu, dan membencimu saat ini Berbelok ke arahmu, dan ukuran perubahab cintaku padamu […]

Read More

Kepada Saudaraku, Cesar Vallejo

Saudaraku, hari ini aku duduk di bangku bata di rumah di tempat yang sama dirimu menciptakan kekosongan tak berdasar Aku mengingat kita biasa bermain pada jam-jam ini, dan Mama membelai kita: “Tetapi, para putraku…”   Sekarang, aku pergi bersembunyi seperti sebelumnya, dari segala pelajaran malam, dam aku percaya dirimu tak akan membiarkanku menjauh. Melalui ruang […]

Read More