Puisi | Kelahiran

saat kudengar dirimu lahir di awal musim gugur bintang terang bersinar di langit daundaun yang baru belajar mengenal mati mulai berserak tanpa sempat dikuburkan semua penginapan penuh dan kau berada berbeda di antara tumpukan jerami aku kemudian mengimanimu dalam keadaan yatim lenguhan seekor lembu tak mengingat turunnya salju tak mengenal jaket, selimut tebal dan api […]

Read More

The Fear of Oneself by Sharon Olds

Ketakutan   Setelah hampir sampai ke rumah, kita melepaskan sarung tangan udara dengan segera menjadi lapisan es di masing-masing tangan kita. Kau berkata, kau percaya aku akan bertahan dari semua siksaan demi anak-anak kita. Kau berkata, kau percaya aku punya keberanian. Aku bersandar di pintu dan menangis sejadi-jadinya. Air mataku membeku di pipiku dengan suara-suara […]

Read More

Tak Mencintaimu Karena Cinta, Pablo Neruda

Tak Mencintaimu Karena Cinta   Aku tidak mencintaimu kecuali karena aku mencintaimu; Aku berubah dari mencintai jadi tak mencintaimu, dari menantimu jadi tak menantimu. Hatiku berubah dari es menjadi api.   Aku mencintaimu hanya karena dirimu satu-satunya yang kucintai; Aku teramat sangat membencimu, dan membencimu saat ini Berbelok ke arahmu, dan ukuran perubahab cintaku padamu […]

Read More

Kepada Saudaraku, Cesar Vallejo

Saudaraku, hari ini aku duduk di bangku bata di rumah di tempat yang sama dirimu menciptakan kekosongan tak berdasar Aku mengingat kita biasa bermain pada jam-jam ini, dan Mama membelai kita: “Tetapi, para putraku…”   Sekarang, aku pergi bersembunyi seperti sebelumnya, dari segala pelajaran malam, dam aku percaya dirimu tak akan membiarkanku menjauh. Melalui ruang […]

Read More

Puisi-puisi Kriapur

  KRIAPUR (1959-1987) Kriapur merupakan salah satu penyair berbakat Indonesia yang–sebagaimana Chairil Anwar–meninggal dalam usia muda. Dia masih 28 tahun ketika tewas dalam kecelakaan lalu lintas di daerah Batang, pada 17 Februari 1987. Berikut ini, puisi-puisi Kriapur, penyair kelahiran Solo, 6 Agustus 1959, yang bernama lengkap Kristianto Agus Purnomo. KUPAHAT MAYATKU DI AIR Kupahat mayat […]

Read More

Puisi | Aceh dalam Pandangan

Bayangkan suatu pagi, langit dipenuhi ribuan jamur Pesawat-pesawat melintas, dekat dengan darat Televisi di ruangan jauh lebih gelisah dari hati Yang baru saja dikhianati   Setetes darah tak akan menetes di bumi Aceh Tapi sejak itu kami mulai terbiasa Mendongeng tentang saudara kami yang hilang Kenangan saat makan kambing Pada sebuah sore yang kini binasa […]

Read More