Ai Lemak, Satu Titik Keindahan Bawah Laut Sumbawa

Semakin ke Timur, laut Indonesia semakin indah. Tak perlu terlalu jauh hingga ke Raja Ampat, Sumbawa memiliki banyak spot menarik yang memiliki keindahan bawah laut tak terperanai. Salah satunya Ai Lemak, di Tanjung Manangis. Untuk menuju spot ini, kita bisa melewati Labuan Sumbawa, menggunakan boat sekitar 20-30 menit. Bila hendak melalui darat, kita bisa lewat […]

Read More

Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Lomba Menulis Surat Cinta sudah ditutup sejak 14 Juli lalu, dan tak mudah menentukan pemenangnya. Sejumlah surat masuk (lebih dari 30 surat), kubaca, dan kuakui kejujuran hati para penulis surat cinta ini. Beberapa cerita saya yakin potensial untuk dijadikan cerpen atau novel. Kenapa Surat? Apakah mudah menulis surat? Jawabannya, tidak mudah menulis surat, karena surat […]

Read More

Beropini Tanpa Menyimak?

Bermain Opini Lewat OPINI Sering saya katakan, dan tak bosan-bosan, ada 4 kemampuan berbahasa, yakni menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Idealnya, kita punya keempat kemampuan tersebut yang harus dikuasai secara berurutan, dimulai dari menyimak. Masalah bangsa yang sedemikian banyak ini, kuyakini berawal dari permasalahan literasi. Permasalahan literasi ini bukan cuma soal minat baca yang rendah […]

Read More

Kondisi Bila Indonesia Tidak Berutang

Viral tentang Indonesia Darurat Utang ini sebenarnya harus dihadapi dengan terbuka. Tidak mudah memang memberikan pemahaman bagi masyarakat umum tentang utang dari sudut pandang manajemen keuangan publik. Tulisan ini adalah versi beta dari versi lengkap di kemudian hari, tentang bagaimana sih kondisi Indonesia jika tidak berutang? Bisa nggak sih Indonesia lepas dari utang? Asumsi yang […]

Read More

Kereta Pagi

Tahukah kau apa yang lebih menyeramkan dari sekawanan pemabuk yang baru saja kehilangan kerabatnya yang terbunuh karena mempertahankan tanah tempat ia berpijak? Aku akan bilang, para binatang pekerja yang berumah di sekitar Bogor dan bekerja di Jakarta, yang antre menunggu kereta datang, lebih tak berprikemanusiaan dibandingkan mereka. Setiap pagi pada hari kerja, aku harus menghadapi […]

Read More

Narasi Asura, Narasi Kebangsaan dalam Novel Rahwana

Siapa saja yang pernah menyimak Ramayana seharusnya memiliki pertanyaan, jika Rahwana sebegitu kejam dan tidak bermoralnya, kenapa ia sama sekali tidak menyentuh Shinta? Dan jika Rama sebegitu baik dan bermoralnya, kenapa ia membiarkan Shinta dilalap api untuk membuktikan kesuciannya setelah Alengka dihancurkan? Tak sampai di situ, setelah Shinta dibuang ke hutan, mengandung hingga melahirkan sendirian, […]

Read More