Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Pikiran Pringadi

Seberapa Pancasila Kami?

Seberapa Pancasila Kami?

Jangan kau tanya lagi, seberapa Pancasila kami Ketika kami menjadi yang terakhir bertahan saat Timor Timur hendak melepaskan diri Dan kami pula yang pertama memulai Saat Aceh terkena bencana tsunami Kami berdiri menjadi perwakilan negara yang hadir untuk menyuntik tenaga pembangunan Memulihkan bagian tubuh bangsa […]

Ai Lemak, Satu Titik Keindahan Bawah Laut Sumbawa

Ai Lemak, Satu Titik Keindahan Bawah Laut Sumbawa

Semakin ke Timur, laut Indonesia semakin indah. Tak perlu terlalu jauh hingga ke Raja Ampat, Sumbawa memiliki banyak spot menarik yang memiliki keindahan bawah laut tak terperanai. Salah satunya Ai Lemak, di Tanjung Manangis. Untuk menuju spot ini, kita bisa melewati Labuan Sumbawa, menggunakan boat […]

Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Pemenang Lomba Menulis Surat Cinta

Lomba Menulis Surat Cinta sudah ditutup sejak 14 Juli lalu, dan tak mudah menentukan pemenangnya. Sejumlah surat masuk (lebih dari 30 surat), kubaca, dan kuakui kejujuran hati para penulis surat cinta ini. Beberapa cerita saya yakin potensial untuk dijadikan cerpen atau novel. Kenapa Surat? Apakah […]

Beropini Tanpa Menyimak?

Beropini Tanpa Menyimak?

Bermain Opini Lewat OPINI Sering saya katakan, dan tak bosan-bosan, ada 4 kemampuan berbahasa, yakni menyimak, membaca, menulis, dan berbicara. Idealnya, kita punya keempat kemampuan tersebut yang harus dikuasai secara berurutan, dimulai dari menyimak. Masalah bangsa yang sedemikian banyak ini, kuyakini berawal dari permasalahan literasi. […]

Kondisi Bila Indonesia Tidak Berutang

Kondisi Bila Indonesia Tidak Berutang

Viral tentang Indonesia Darurat Utang ini sebenarnya harus dihadapi dengan terbuka. Tidak mudah memang memberikan pemahaman bagi masyarakat umum tentang utang dari sudut pandang manajemen keuangan publik. Tulisan ini adalah versi beta dari versi lengkap di kemudian hari, tentang bagaimana sih kondisi Indonesia jika tidak […]

Kereta Pagi

Kereta Pagi

Tahukah kau apa yang lebih menyeramkan dari sekawanan pemabuk yang baru saja kehilangan kerabatnya yang terbunuh karena mempertahankan tanah tempat ia berpijak? Aku akan bilang, para binatang pekerja yang berumah di sekitar Bogor dan bekerja di Jakarta, yang antre menunggu kereta datang, lebih tak berprikemanusiaan […]