Catatan Pringadi

Blog Literatur/ Sastra, Makro Ekonomi, dan Catatan Perjalanan

Category: Info Lomba Menulis

Residensi Penulis ASEAN di Asean Literary Festival 2017

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

 

Setiap Tahun Festival Sastra Asean dimulai dengan program residensi. Penulis dari ASEAN & non ASEAN bersama untuk belajar dan berbagi.

Penulis yang dipilih dari program residensi juga akan menjadi pembicara festival.

Tahun ini, program residensi akan diadakan pada tanggal 27 Juli – 2 Agustus, diikuti oleh festival 3 – 6 Agustus

Apakah anda penulis dari ASEAN, Timor-Leste, dan Jepang?  Ikuti  Program Residensi 2017 untuk Festival Sastra Asean !

Kriteria kelayakan :
1. Penulis dari negara ASEAN, Timor-Leste dan Jepang
2. Berusia 18-40
3. Mampu berbahasa Inggris.
4. Bersedia mengikuti seluruh program dan tinggal di jakarta mulai 27 Juli – 6 Agustus
5. Bersedia menulis dan mempublikasikan pengalaman mereka selama mengikuti program dalam bahasa apa pun, dalam bentuk dan platform apa pun.

Program ini mencakup :
Penggantian tiket pesawat
akomodasi
konsumsi dan transportasi lokal

Kirimkan buku atau 5 short stories atau 5 esai atau 10 puisi beserta CV  Anda ke :

ASEAN LITERARY FESTIVAL OFFICE

Jl. Muara no. 11 RT 02/03 Rancho Tanjung Barat

Jakarta Selatan, Indonesia 12530 atau email ke : aseanresidency@gmail.com

Ditunggu sebelum 5 Juni 2017

Lomba Puisi “Pesan Damai Untuk Seluruh Manusia”

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Dalam rangka menyambut HARLAH NU Ke-91 31 Januari 2017, Pengurus PCINU Maroko mengadakan Sayembara Puisi dengan tema “Pesan Damai Untuk Seluruh Manusia”

KETENTUAN UMUM:
➡ Lomba terbuka untuk umum.
➡ Lomba bersifat gratis.
➡ Pengumpulan naskah puisi paling lambat tanggal 20 Januari 2017.

KETENTUAN NASKAH
➡ Tema: Pesan Damai Untuk Seluruh Manusia.
➡ Peserta hanya boleh mengirimkan satu karya terbaiknya.
➡Karya pribadi. Bukan saduran atau mengambil ide orang lain.
➡ Karya belum pernah dipublikasikan di media apapun.
➡ Karya belum pernah dan tidak sedang diikutkan lomba atau sayembara puisi lainnya.
➡ Diketik rapi di Microsoft Word, dengan kertas A4, font Times New Roman 12 spasi 1,5.
➡ Panjang naskah maksimal dua halaman.

DEWAN JURI:
➡ Candra Malik: Sastrawan, Tokoh Sufi dan Wakil Ketua PP. Lesbumi PBNU.
➡ Hamdy Salad: Sastrawan, Penulis buku, novel, puisi dan naskah drama.

HADIAH:
➡ Juara 1: Rp. 1.000.000.00
➡ Juara 2: Rp. 750.000.00
➡ Juara 3: Rp. 500.000.00
➡ Seratus Karya terbaik akan dibukukan.

FORMAT PENGIRIMAN:
Naskah puisi dikirimkan melalui e-mail spnpcinumaroko@gmail.com dengan format: Peserta Sayembara Puisi Harlah NU_Judul puisi_Nama_Asal. (contoh: Peserta Sayembara Puisi Harlah NU_Mulut Tanpa Kata_Wardatun Hamra_Jakarta.)
Peserta harap mencantumkan nomor telpon yang bisa dihubungi.

✔ Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak bisa diganggu gugat.

✔ Kontak Person:
Agus Ghulam: +212 680136608
Siroj Achmad: +212 619911061

✔ Like dan ikuti Facebook Fanspage “PCINU Maroko” Karena semua informasi seputar lomba akan dipublikasikan di Fanspage.

Instagram: @pcinumaroko
Twitter: @numaghrib
Web: www.numorocco.blogspot.com

Lomba Cipta Puisi Se-ASEAN

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

DEMA FTIK IAIN Purwokerto
Proudly present

LOMBA CIPTA PUISI SE-ASEAN
Dengan tema “Wajah Budaya Pendidikan Indonesia”
– Deadline 23 Januari 2017
– Satu penyair satu puisi

CARA MENDAFTAR
– Kirimkan karya beserta biodata (minimal berisi alamat email dan no HP.) via email ke antologi.iainpurwokerto@gmail.com , dengan subjek : WPI_(nama peserta)(judul puisi)(negara)

  • Like fan page Dema Ftik Iain Purwokerto dan Follow akun Instagram @demaftikiainpwt
  • Share info ini ke 20 teman FB dan Tag fb: Dema Ftik
  • Puisi karya sendiri, bukan jiplakan, terjemahan dan saduran serta belum pernah diikutkan dalam lomba atau dipublikasikan
  • Peserta adalah warga ASEAN dibuktikan dengan scan kartu identitas negara masing-masing dan tidak dibatasi usia
  • Panjang puisi maksimal 3 halaman dan ditulis menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris
  • Puisi ditulis di Ms. Word kertas A4, Times New Roman 12 pt, spasi 1
  • Puisi tidak menyinggung unsur sara, pornografi, maupun hal-hal yang dapat memicu konflik
  • Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
  • Dipilih 100 Kontributor yang akan dibukukan serta diundang pada acara Lounching buku Lomba Cipta Puisi ini dan Diskusi Sastra sekaligus pengumuman pemenang pada tanggal 28 Februari di IAIN Purwokerto

Dewan juri utama:
Abdul Wahid B. S.(Dosen, Penulis, dan Penyair)
Arif Hidayat (Dosen, Penulis, dan Penyair)
Dimas Indianto S, (Dosen, Penulis, dan Penyair)
Yanwi Mudrikah (Dosen, Penulis, dan Penyair)
Wahyu Budiantoro (Dosen, Penulis, dan Penyair)

Hadiah :
1. Juara 1 Rp. 1.000.000,00 + tropy + sertifikat
2. Juara 2 Rp. 750.000,00 + tropy + sertifikat
3. Juara 3 Rp. 500.000,00 + tropy + sertifikat

CP: 085868975950 (GANI)
085747895095/WA (ANA)
FB: Dema Ftik
IG: demaftikiainpwt

Undangan Menulis Puisi Bangkalan

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Festival Puisi Bangkalan 2 akan kembali digelar pada April 2017 mendatang. Acara bertajuk “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata” yang memiliki arti “lebih baik mati daripada menanggung malu” tak lain merupakan salah satu peribahasa yang juga menjadi dasar prinsip orang-orang Madura dalam menjunjung tinggi harga diri, khususnya kota Bangkalan, terkait dengan peristiwa bersejarah kematian Kè’ Lèsap dan asal-usul lahirnya kota Bangkalan. Dari beberapa sumber data, salah satu versi asal-usul kota Bangkalan bermula dari matinya Kè’ Lèsap, Bhângkah la’an yang berarti Sudah Mati. Kematian Kè’ Lèsap memiliki kontroversi bagi berbagai kalangan. Bagi sebagian kalangan Kè’ Lèsap dianggap sebagai pemberontak karena ia berusaha menguasai Madura, namun bagi kalangan yang lain Kè’ Lèsap dianggap sebagai pahlawan karena perjuangannya melawan penjajahan kolonial Belanda yang pada saat itu juga memegang otoritas kebijakan pemerintahan. Sebelum kematiannya Kè’ Lèsap pernah berkata bahwa “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata” (lebih baik mati daripada menanggung malu).

Festival Puisi Bangkalan 2 merupakan agenda Komunitas Masyarakat Lumpur berupa berbagai macam pameran dan pertunjukan puisi seperti: dramatisasi puisi, musikalisasi puisi, pantomime puisi, instalasi puisi, diskusi puisi, orasi puisi, pigura puisi, kaos puisi, banner puisi, pameran buku puisi, bedah buku puisi, dsb. Adapun UNDANGAN KARYA PENYAIR DALAM NEGERI/ LUAR NEGERI untuk bergabung dalam antologi puisi bersama “Lebih Baik Putih Tulang daripada Putih Mata”. Berikut persyaratan pengiriman puisi:

P E R S Y A R A T A N   U M U M:

  1. Terbuka untuk umum, segala usia, WNI/WNA, berdomisili di mana saja.
  2. Para penyair dipersilakan mengirim sebanyak 3 puisi, beserta foto dan biodata terbaru, alamat, e-mail, dan nomor telepon untuk memudahkan komunikasi.
  3. Tema Bebas
  4. Foto, biodata, alamat lengkap, no telepon/ HP, email, ditulis dalam lembar terpisah.
  5. Puisi harus karya terbaru tahun 2016 – 2017 dan belum pernah dimuat dalam media sosial/ massa mana pun.
  6. Puisi diketik rapi di Ms. word 2003-2007, ukuran A4, spasi 1.5, font Times New Roman size 12 pt.
  7. Silakan kirim karya terbaik Anda, ke email: festivalpuisibangkalan@gmail.com, mulai Desember 2016 dan paling lambat sudah harus diterima pada 20 Februari 2017.

K E T E N T U A N   L A I N – L A I N:

  1. Puisi-puisi yang masuk akan diseleksi oleh tim kurator/ editor yang ditunjuk.
  2. Mengingat penerbitan buku ini tidak untuk keperluan komersial, para penyair yang karyanya dimuat, tidak memperoleh honorarium/ royalti.
  3. Setiap penyair yang karyanya terpilih dan dimuat akan mendapat 1 (satu) eksemplar.

CONTACT PERSON

087705726702 (Muzammil Frasdia)

087850923328 (Agus A Kusuma)

LOMBA PENULISAN BERTEMA KEBANGSAAN FRAKSI PKS DPR RI

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

KETENTUAN UMUM

PILIHAN TEMA

1. Islam dan Patriotisme Kebangsaan: Tantangan untuk generasi muda
2. Spirit Agama Sebagai Fundamental Wawasan Nasionalisme Indonesia
3. Menumbuhkan Semangat Nasionalisme religius Pemuda Indonesia
4. Nilai Ketuhanan sebagai Landasan Perbaikan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara
5. Perwujudan cita-cita Islam dalam Kebersamaan Kebangsaan
6. Menggali nilai sosial Islam dalam pembangunan kerakyatan
7. Semangat Islam dalam Sejarah Nasional Indonesia
8. Spirit Islam, Nasionalisme & Modernitas
9. Menggali Akar Kehidupan religius di Nusantara Pesantren dan
10. Wawasan Kebangsaan Indonesia

PERSYARATAN PESERTA

1. Warga Negara Indonesia.
2. Siswa SMU atau sederajat yang berdomisili di seluruh wilayah Indonesia (dibuktikan dengan Kartu Tanda Pelajar yang berlaku).
3. Mahasiswa Indonesia yang kuliah di perguruan tinggi, baik di dalam maupun di luar wilayah Indonesia  (dibuktikan dengan Kartu Tanda Mahasiswa yang berlaku).
4. Setiap peserta hanya diperkenankan untuk mengikutsertakan satu tulisan asli.
5. Panitia yang terlibat langsung dalam kegiatan ini dilarang mengikuti lomba ini.

PESERTA

1. Kategori Pelajar. Siswa SMA, Madrasah Aliyah, Pesantren atau Sederajat.
2. Kategori Mahasiswa (Sedang Menempuh S1)
3. Kategori Umum Lulusan S1, S2, S3 & Masyarakat Umum
4. Kategori Ibu Rumah Tangga
5. Kategori Wartawan

KETENTUAN PENULISAN

Tulisan yang diajukan dalam Lomba Penulisan bertema Kebangsaan 2017 FPKS DPR RI

1. Merupakan tulisan asli dan belum pernah mendapatkan penghargaan pada lomba penulisan lain
2. Jenis tulisan Esai Populer.
3. Menggugah rasa religiusitas dan nasionalisme Indonesia di tengah perubahan tatanan dunia
4. Tulisan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar
5. Format:
a. Terdiri dari 1500 – 2000 kata;
b. Font: Arial 11;
c. Spasi: 1,5
d. Ukuran Kertas: A4
e. Batas Pengetikan samping kiri 4, samping kanan 3 batas atas dan bawah masing-masing 3
6. Tulisan harus dilampiri :
a. Biodata singkat penulis (nama, alamat, no contact, pendidikan terakhir, foto terbaru)
b. Fotokopi Kartu Pelajar/Kartu Mahasiswa/KTP yang masih berlaku.
7. Tulisan dikirim melalui alamat email sesuai kategori yang dipilih.
a. esaipelajar.fpks@gmail.com
b. esaimahasiswa.fpks@gmail.com
c. esaiumum.fpks@gmail.com
d. esaibunda.fpks@gmail.com
e. esaiwartawan.fpks@gmail.com

KRITERIA PENILAIAN

Kriteria penilaian karya tulis meliputi:

1. Format penulisan (Bobot 10%)
2. Data dan sumber informasi (25%)
3. Kesesuaian topik dan manfaat tulisan (15%)
4. Pembahasan dan kesimpulan (50%)

DEWAN JURI

Dewan Juri Lomba terdiri dari

1. Ahli/Akademisi
a. Akademisi Prof. Dr. Siti Zuhro, MA
b. Penulis M.Irfan Hidayatullah, M.Hum
2. Anggota FPKS Dr. Hidayat Nurwahid, MA

MEDIA PENGUMUMAN LOMBA
Lomba akan diumumkan melalui media cetak elektronik dan media sosial.

WAKTU PENGIRIMAN TULISAN
Waktu pengiriman tulisan dibuka tanggal 8 Desember 2016 dan ditutup tanggal 28 Februari 2017 Pk. 24.00 WIB.

PENGUMUMAN PEMENANG
Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah akan dilakukan pada 20 April 2017 (menyesuaikan dengan syukuran Milad PKS ke 19). Lomba akan diumumkan melalui media cetak elektronik dan media social.

HADIAH / PENGHARGAAN
Pemenang tiap kategori lomba akan mendapatkan:
JUARA 1 Rp 7.500.000
JUARA 2 Rp 5.000.000
JUARA 3 Rp 3.500.000
E-CERTICIFATE untuk seluruh peserta

Narahubung: 085228002986 (Iken)

download poster Lomba Penulisan Bertema Kebangsaan

Menulis Sepi

Published / by Pringadi As / Leave a Comment

Writing Residence. Dua kata ini menarik bagiku. Pada Mei 2016 lalu, aku terpilih mengikuti program residensi di ASEAN Writers Residence di Jakarta dalam rangkaian acara ASEAN Literary Festival 2016. Selama seminggu, aku berkumpul bersama 12 penulis dari negara-negara ASEAN dan Jepang dan banyak bertukar pikiran dengan mereka. Program residensi itu menumbuhkan berbagai perspektif baru dan aku menyukai itu.

Ketika membaca Asma Nadia ingin membuka writing residence, aku langsung tertarik. Apalagi dalam informasi itu disebutkan untuk penulis yang berada di Jakarta dapat memilih daerah yang menjadi tujuan. Ada satu tempat yang ingin benar-benar kukunjungi. Tempat ini sudah sejak lama memantik rasa penasaranku. Ia berada di suatu tempat di Nusa Tenggara Timur. Aku pernah satu kali ke NTT, ke Alor. Dan faktor pertama yang unik dari NTT adalah kerukunan umat beragamanya. Panitia MTQ bisa bukan beragama Islam. Sebaliknya, muslim juga bisa terlibat melindungi kegiatan yang berkaitan dengan gereja. Terkenang ucapan seorang yang menemaniku saat ke Alor, Osvo namanya. Ia berkata, bagi mereka bela di atas segalanya. Bela/darah adalah identitas. Selama satu bela, mereka akan saling menjaga.

Namun, bukan Alor yang ingin kukunjungi. Melainkan Mollo. 180 km dari Kupang.

Kenapa Mollo?

Aku punya seorang teman di Mollo. Namanya Christian Dicky Senda. Dia seorang cerpenis. Cerpen-cerpennya selalu bercerita tentang kearifan lokal di Mollo, juga masalah-masalah kemanusian yang terjadi di sana.

Sebagai seorang yang terlahir di Barat (Sumatra), dunia Timur terasa begitu berbeda. Aku ingin sekali menjejakkan kaki ke sana dan mengenali udaranya. Aku ingin mendapatkan perspektif baru mengenai keIndonesiaan yang lebih utuh dari sebelumnya.

Bila sampai di Mollo, hal pertama yang ingin kulakukan adalah mengeksplor pasar tradisional di Kapan, ibu kota kecamatan Mollo Utara. Di sana akan ditemukan banyak sekali produk pertanian organik dari warga termasuk beberapa bahan pangan yang sudah hampir jarang ditemukan di pasar-pasar di perkotaan. Kemudian treking ke beberapa kampung di sekitar desa Tafetob, bertemu dengan para penenun di desa Bosen, berinteraksi dengan petani jeruk dan sirih di Lelokasen. Atau kalau masih tersisa tenaga, aku mau treking yang lebih jauh dan menantang ke kampung Manesat Anin sejauh 12 km pergi pulang menyusuri sungai Sebau yang air jernihnya mengalir dari gunung Mutis menuju pantai selatan Timor. Di Manesat Anin aku bisa mengunjungi kebun warga, panen ubi dan sayuran, belajar bikin jagung bose hingga memasak bersama warga setempat. Ada beberapa menu spesial seperti jagung bose, singkong kuning rebus dan ubi kapuk bakar yang semuanya bisa dinikmati dengan ayam bakar dan sambal lu’at bunga gala-gala (kembang turi).

Mendadak saya terkenang ucapan Budi Darma. Masalah kebanyakan penulis adalah ketidakmampuan dalam mengenali apalagi mendalami masalah. Sastra hadir sebenarnya untuk mengangkat masalah itu ke permukaan, mengubahnya menjadi bentuk seni yang dapat dinikmati atau membuat pembaca ngeh bahwa benar ada masalah seperti ini. Ia bisa juga bisa ditampilkan dalam bentuk yang menghibur, masalah tidak ditulis gambling dan “disembunyikan” di dalam cerita.

Ketidakmampuan mengenali masalah terjadi selain karena kurangnya pembacaan terhadap literatur, salah satunya, adalah adanya jarak antara penulis dengan objek yang ia tulis. Penulis kebanyakan hanya mengira-ngira dari pembacaan yang singkat, atau dalam bahasa lain, penulis kurang melakukan riset. Karena itu, penulis perlu terjun langsung dan berinteraksi dengan objek yang ingin ditulisnya.

Kenapa Mollo—saya anggap Mollo merepresentasikan manusia yang belum banyak terpapar modernisme. Pada titik ini sebenarnya saya mempertanyakan kemanusiaan saya sendiri. Apakah hidup di kota, dengan tetek bengek kehidupan modern telah menggerus banyak hal dari dalam diri saya pribadi? Dan kenapa Mollo—sesampainya di sana, saya akan punya seorang teman yang akan mendampingi saya menemukan jawaban atas kegundahan hati.

Bukan berarti hanya, saya akan menulis mengenai Mollo. Tetapi, saya ingin berangkat dari Mollo untuk menuju sebuah gambaran apa sih manusia itu, dan bagaimana kemudian manusia yang saya pahami itu akan menjadi homo fictus di dalam karya saya.