Category Archives: Info Lomba Menulis

Penerapan Action Control pada Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

Isu sumber daya manusia adalah salah satu faktor penting dalam pelaksanaan pengendalian demi mencapai tujuan sebuah entitas/organisasi. Hanya saja, seringkali terdapat perbedaan antara tujuan yang ingin diraih organisasi dengan tindakan yang dilakukan oleh para pegawai. Untuk mengatasi hal tersebut, sebuah organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen.

Setidaknya, ada tiga bentuk pengendalian manajemen yang dilakukan organisasi yakni result control, action control dan personal—cultural control. Ketiganya memiliki pendekatan yang berbeda dalam melakukan pengendalian terhadap para pegawai. Sebuah organisasi yang baik tahu dan dapat mengombinasikan ketiga pengendalian tersebut dalam penerapannya di dalam organisasi.

Begitu juga dalam organisasi pemerintahan, dalam hal ini kami mengambil objek Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, ketiga bentuk pengendalian tersebut juga diterapkan. Secara jelas, result control bicara mengenai target yang dapat dikuantitatifkan, misalnya target realisasi/penyerapan anggaran yang dilakukan satuan kerja atau target kepatuhan satuan kerja dalam mengirimkan perencanaan kasnya. Sementara personal—cultural control tercermin dalam nilai-nilai Kementerian Keuangan yang harus dijewantahkan oleh setiap pegawai negeri sipil. Begitu pun action control.

Dalam paper ini, secara spesifik, kami akan membahas mengenai action control di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara.

Kontrol tindakan (action control) adalah bentuk yang paling langsung dari pengendalian manajemen karena mereka melibatkan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa karyawan bertindak sesuai dengan kepentingan terbaik organisasi dengan membuat tindakan mereka sendiri fokus kontrol. kontrol tindakan mengambil salah satu dari empat bentuk dasar: behavioral constraints, preaction review, action acountability, dan redundancy.

Behavior Constrains

Pembatasan perilaku adalah bentuk negatif dari kontrol tindakan. tindakan tersebut membuat tidak mungkin, atau setidaknya lebih sulit, bagi karyawan untuk melakukan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Kendala dapat diterapkan secara fisik atau administratif. Sebagian besar perusahaan menggunakan berbagai bentuk kendala fisik, termasuk kunci di meja, password komputer, dan keterbatasan akses ke daerah-daerah di mana persediaan yang berharga dan informasi sensitif disimpan. Beberapa perangkat pembatasan perilaku secara teknis canggih dan seringnya mahal, seperti pembaca kartu identifikasi magnetik dan sidik jari atau pembaca pola bola mata. Dalam situasi di mana tingkat kontrol yang tinggi yang diinginkan, seperti di fasilitas dimana bahan radioaktif diproses, lembaga dinas rahasia di mana informasi rahasia yang dikumpulkan, atau kasino kamar hitung di mana kas ditangani, manfaat kontrol canggih seperti mungkin lebih besar daripada biaya mereka. Kendala administrasi juga dapat digunakan untuk menempatkan batasan pada kemampuan karyawan untuk melakukan semua atau sebagian dari tindakan tertentu. Salah satu bentuk umum dari kontrol administratif melibatkan pembatasan otoritas pengambilan keputusan.

Di KPPN, behavioral constraints diterapkan dalam sistem kehadiran pegawai yang telah menggunakan mesin handkey/sidik jari. Pengisian kehadiran pegawai dilakukan sebanyak dua kali sehari yaitu pada saat masuk kerja dan pulang kerja. Pada saat masuk kerja, para pegawai diwajibkan melakukan pemindaian sidik jari sebagai bukti kehadiran pada waktu yang ditentukan. Waktu kedatangan akan tertera dan menjadi dasar denda (berupa potongan tunjangan kinerja) bila ada keterlambatan. Sama halnya pada saat pulang kerja dengan pengecualian, pegawai yang lupa melakukan absensi saat pulang dapat menggantinya dengan surat keterangan lupa absen dari atasan yang bersangkutan (diatur dalam ketentuan khusus).

Selain itu, behavioral constraints diterapkan juga dalam aksesibilitas sistem manajemen informasi. Pegawai yang bertugas menjadi front officer akan mendapatkan level user yang sesuai dengan pekerjaannya. Di KPPN tipe A2 misalnya, hanya ada 8 user SPAN yang digunakan sesuai dengan levelnya.

Bentuk lain yang umum dari kontrol administratif umumnya disebut sebagai pemisahan tugas. Ini melibatkan membagi tugas yang diperlukan untuk pemenuhan tugas sensitif tertentu, sehingga membuatnya tidak mungkin, atau setidaknya sulit, untuk satu orang untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu saja. Pemisahan tugas datang dalam berbagai bentuk. Salah satu contoh umum melibatkan memastikan karyawan yang membuat entri pembayaran dalam buku besar piutang bukanlah karyawan yang menerima cek. Jika seorang karyawan mengalihkan cek perusahaan ke rekening pribadi hanya memiliki tugas entri untuk pembayaran; yaitu, membuka surat dan daftar, mendukung, dan sejumlah cek yang masuk, pelanggan akan akhirnya mengeluh dan mengklaim tentang tagihan untuk jumlah mereka sudah dibayar. Tapi orang dengan tugas penerima cek dan entri pembayaran bisa mengalihkan cek dan menutupi tindakan dengan membuat entri fiktif pengembalian barang atau, mungkin, penyesuaian harga. Pemisahan tugas digambarkan oleh auditor sebagai salah satu persyaratan dasar apa yang mereka sebut pengendalian internal yang baik.

Di KPPN, pemisahan tugas juga diterapkan baik dalam seksi yang berbeda maupun dalam seksi yang sama. Dalam seksi yang sama, misalnya di Seksi Pencairan Dana, pemisahan tugas dilakukan antara pegawai di front office dengan pegawai di middle office. Pegawai di front office melakukan penerimaan SPM dari satuan kerja, lalu middle officer bertugas memeriksa kembali SPM yang sudah diterima sebelum mencetaknya menjadi konsep SP2D. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam pekerjaan atau sebagai check and balance.

Preaction Reviews

Preaction Review melibatkan pengawasan dari rencana aksi karyawan yang sedang dikendalikan. Reviewer dapat menyetujui atau menolak tindakan yang diusulkan, meminta modifikasi, atau meminta rencana yang lebih seksama sebelum memberikan persetujuan akhir. Bentuk umum dari preaction review terjadi selama proses perencanaan dan penganggaran yang ditandai dengan berbagai tingkat review dari tindakan yang direncanakan dan anggaran di tingkat organisasi secara berurutan lebih tinggi.

Di KPPN, para pegawai diizinkan untuk mengusulkan inovasi kegiatan yang dapat meningkatkan pelayanan. Tiap seksi diminta untuk mengusulkan kegiatan yang ingin dilakukan. Para pegawai dapat mengajukan proposal kegiatan seperti sosialiasi dengan segala detilnya mulai dari tema, jumlah peserta, honor, sampai souvenir yang dapat diberikan ke satuan kerja. Hal ini membutuhkan anggaran tertentu dan kemudian proposal tersebut akan direview untuk disetujui atau ditolak.

Action Accountability

Akuntabilitas tindakan (action Accountability) melibatkan mempertahankan karyawan untuk bertanggung jawab atas tindakan yang mereka ambil. Pelaksanaan kontrol akuntabilitas tindakan mensyaratkan: (1) mendefinisikan apa tindakan yang dapat diterima atau tidak dapat diterima, (2) mengkomunikasikan definisi mereka kepada karyawan, (3) mengamati atau pelacakan apa yang terjadi, dan (4) memberikan penghargaan perbuatan baik atau menghukum tindakan yang menyimpang dari diterima.

Tindakan yang karyawan harus bertanggung jawab dapat dikomunikasikan baik secara administratif maupun secara sosial. Mode administrasi komunikasi termasuk penggunaan kerja aturan, kebijakan dan prosedur, ketentuan kontrak, dan kode etik perusahaan. Hal ini sering terjadi pada rantai waralaba makanan cepat saji, seperti McDonald, untuk merumuskan dan mengkomunikasikan secara tertulis, dan memperjelas dan memperkuat melalui pelatihan, bagaimana hampir segala sesuatu harus dilakukan, termasuk bagaimana menangani uang tunai, bagaimana untuk menyewa personil, di mana untuk membeli persediaan, dan apa suhu untuk menjaga minyak saat memasak kentang goreng. Demikian pula perawat menggunakan daftar periksa pra operasi untuk membantu memastikan bahwa mereka mempersiapkan pasien secara menyeluruh untuk operasi. Daftar pembanding ini mengingatkan mereka untuk memeriksa alergi pasien, riwayat obat yang digunakan dan waktu makan terakhir. Personil department store juga umumnya memiliki rangkaian prosedur dimana mereka diharapkan untuk mengikutinya. Pada pengecer besar, manajer toko ditegur jika karton barang dagangan yang kosong belum dirusak sebelum dikirim ke ruang sampah karena karyawan bisa menggunakan karton untuk mencuri barang dagangan.

Tindakan yang diinginkan tidak harus dikomunikasikan dalam bentuk tertulis, namun tindakan tersebut dapat dikomunikasikan secara tatap muka dalam pertemuan atau secara pribadi. Sebagai contoh, Andrew Grove, mantan Chief Executive Officer (CEO) Intel, mengakui bahwa untuk menjaga “jenderal dan pasukannya berbaris ke arah yang sama itu memerlukan membujuk yang konstan dan adanya perselisihan atas dan ke bawah pada peringkat.”

Kadang-kadang tindakan yang diinginkan belum dikomunikasikan secara eksplisit sama sekali. Dalam banyak audit operasional, audit pasca keputusan investasi modal, dan peer review auditor, pengacara, dokter, dan manajer, individu harus bertanggung jawab atas tindakan mereka yang melibatkan pertimbangan profesional. Keinginan tindakan profesional umumnya tidak dapat dengan jelas digambarkan dari penampakan luar Meskipun demikian, orang-orang ini harus bertanggung jawab atas tindakan mereka di bawah premis bahwa mereka harus bertindak secara profesional.
Meskipun kontrol akuntabilitas tindakan yang paling efektif jika tindakan yang diinginkan dikomunikasikan dengan baik, komunikasi tidak cukup dengan sendirinya untuk membuat kontrol ini efektif. individu yang terkena dampak harus memahami apa yang diperlukan dan merasa cukup yakin bahwa tindakan mereka akan diperhatikan dan dihargai atau dihukum dalam beberapa cara yang signifikan.

Tindakan dapat dilacak dalam beberapa cara. Tindakan karyawan dapat diamati secara langsung dan hampir terus menerus seperti yang dilakukan oleh supervisor langsung pada lini produksi. Mereka dapat dilacak secara berkala, seperti toko ritel lakukan ketika mereka menggunakan pembeli misterius untuk mengkritik layanan yang disediakan oleh administrasi toko. Tindakan tersebut juga dapat dilacak dengan memeriksa bukti tindakan yang dilakukan, seperti laporan kegiatan atau dokumentasi atas pengeluaran. Auditor, khususnya auditor internal, menghabiskan banyak waktu mereka memeriksa bukti-bukti tentang kepatuhan terhadap standar tindakan prapembagunan. Akuntabilitas tindakan biasanya dilaksanakan dengan kekuatan negatif. Artinya, tindakan didefinisikan lebih sering dikaitkan dengan hukuman daripada dengan imbalan. Baja Nucor menghubungkan beberapa elemen kontrak untuk tindakan sebagai bagian dari insentif perjanjian kompensasi tenaga kerja produksi ini. Siapapun terlambat untuk shift kehilangan bonus satu hari, dan siapa saja yang melewatkan shift kehilangan bonus untuk mingguan At Home Depot, manajer diminta untuk menggunakan sistem personil screening di rumah ketika merekrut karyawan baru. Namun baru-baru lima manajer gagal untuk menggunakan sistem, dan mereka dipecat.

Di KPPN, dalam kesehariannya, pegawai KPPN dilarang merokok di lingkungan kantor. Hal ini sesuai dengan Surat dari Menteri Keuangan mengenai larangan merokok di seluruh wilayah Kementerian Keuangan. Pegawai KPPN juga tidak boleh menerima telepon ataupun bermain internet saat sedang berhadapan langsung dengan satuan kerja. Hal ini sesuai dengan aturan mengenai Service Excellent di lingkungan KPPN, dimana hal tersebut dikhawatirkan akan mengganggu pelayanan kepada satuan kerja.

Dalam ranah yang lebih luas, action accountability dikembangkan menjadi ‘apa yang harus dikerjakan pegawai apabila mengerjakan suatu pekerjaan tertentu. Dalam melayani satuan kerja, petugas Front Office KPPN diharuskan untuk menerapkan service excellent. Dalam hal ini petugas Front Office KPPN harus memberikan senyum, salam, dan sapa kepada setiap satuan kerja yang dilayaninya. Selain itu, pegawai KPPN dilarang menerima gratifikasi dalam bentuk apapun. Salah satu bentuk pengendalian yang dilakukan oleh KPPN adalah dengan dipasangnya kamera CCTV pada titik-titik tertentu dalam lingkungan kantor. Hal ini dilakukan untuk melihat aktivitas pegawai, baik yang sesuai maupun yang tidak sesuai dengan aturan dan etos kerja. Kamera CCTV ini dapat berguna untuk memantau aktivitas pegawai di saat jam kerja, bagaimana pelayanan yang dilakukan oleh pegawai KPPN terhadap satuan kerja, dan melihat apakah telah terjadi kecurangan atau penyimpangan yang dilakukan pegawai, seperti menerima gratifikasi.

Redundansi

Redundansi, yang melibatkan menugaskan lebih banyak karyawan (atau mesin) untuk suatu tugas melebihi dari yang dibutuhkan, atau setidaknya memiliki karyawan cadangan (atau mesin) tersedia, juga dapat dianggap sebagai kontrol tindakan karena meningkatkan kemungkinan bahwa tugas akan diselesaikan secara memuaskan . Redundansi adalah umum di fasilitas komputer, fungsi keamanan, dan operasi penting lainnya. Namun, jarang digunakan di daerah lain karena mahal. Selanjutnya, menetapkan lebih dari satu karyawan untuk tugas yang sama biasanya menghasilkan konflik, frustrasi, dan/atau kebosanan.

Di KPPN, penumpukan pekerjaan adalah hal yang biasa terjadi menjelang akhir tahun anggaran. SPM yang biasaya hanya 400 per hari meningkat menjadi 2000 per hari. Hal ini akan meningkatkan beban para pegawai Seksi Pencairan Dana. Karenanya, dilakukan penambahan pegawai yang bertugas di Seksi Pencairan Dana dari seksi-seksi lain. Petugas FO Pencairan Dana yang biasa berjumlah 2 orang di KPPN Tipe A2 ditambah menjadi 3-4 orang agar dapat melayani satuan kerja dengan baik dan tidak menimbulkan antrian yang lama.

Begitu juga dalam penggunaan printer di akhir tahun anggaran. Misalnya di KPPN Sumbawa Besar, dua pegawai FO Pencairan dana hanya menggunakan 1 printer di hari-hari normal. Menjelang akhir tahun anggaran, jumlah printer juga ditambahkan dari seksi yang idle sehingga meminimalisasi terjadinya jamming atau kemacetan pada saat hendak mencetak bukti penerimaan SPM.

ACTION CONTROL DAN CONTROL PROBLEM

Kontrol tindakan bekerja karena, seperti jenis lain dari kontrol, mereka mengatasi salah satu atau lebih dari tiga masalah kontrol dasar. Tabel ini menunjukkan jenis masalah ditangani oleh masing-masing kontrol tindakan. Pembatasan Perilaku (Behavior Constrains) terutama efektif dalam menghilangkan masalah motivasi. Karyawan yang mungkin tergoda untuk terlibat dalam perilaku yang tidak diinginkan dapat dicegah dari melakukannya. Preaction Review dapat mengatasi ketiga masalah kontrol. Karena mereka sering melibatkan komunikasi kepada karyawan tentang apa yang diinginkan, mereka dapat membantu meringankan kurangnya arah. Mereka juga dapat memberikan motivasi, sebagai ketentuan Preaction Review dari sebuah tindakan karyawan biasanya meminta kehati-hatian ekstra dalam penyusunan proposal pengeluaran, anggaran, atau rencana aksi. Preaction Review juga mengurangi dampak berpotensi mahal dari keterbatasan pribadi, karena Pengulas yang baik dapat menambah keahlian jika diperlukan. Review dapat mencegah kesalahan atau tindakan berbahaya lainnya terjadi.

Kontrol akuntabilitas tindakan (Action Accountability) juga dapat mengatasi semua masalah kontrol. Apa yang disampaikan dalam tindakan yang diinginkan dapat membantu memberikan arah dan mengurangi jenis keterbatasan pribadi karena keterampilan yang tidak memadai atau pengalaman. Dan imbalan atau hukuman membantu memberikan motivasi. Redundansi relatif terbatas dalam penerapannya. Hal ini terutama efektif dalam membantu untuk menyelesaikan tugas tertentu jika ada beberapa keraguan apakah karyawan ditugaskan untuk tugas ini baik termotivasi untuk melakukan tugas dengan memuaskan atau mampu melakukannya.

Pada praktiknya, di KPPN, action control tidak serta merta dapat menyelesaikan masalah pengendalian. Pada behavioral contraints, pengisian daftar hadir pegawai dengan handkey tidak menghasilkan kedisiplinan yang memadai. Hal ini masih memunculkan masalah motivasi pegawai. Di KPPN tipe A2, ada sebagian pegawai yang melakukan absensi lebih dulu, kemudian pulang lagi dan kembali datang lewat dari jam masuk yang diberlakukan. Hal ini lolos dan tidak dapat dikendalikan dengan cara ini. Motivasi pegawai untuk melakukan absensi hanya untuk menghindari denda/potongan dan tidak membentuk pribadi yang disiplin dalam mencapai tujuan yang diinginkan organisasi.

Begitu pun dalam pembatasan kewenangan. Beberapa KPPN di daerah mengalami masalah kekurangan sumber daya manusia. Berdasarkan analisis beban kerja, misalnya di suatu KPPN membutuhkan pegawai 20, namun kenyataannya hanya ada 14 pegawai. Hal ini menyebabkan satu orang pegawai dapat bertugas di dua seksi yang berbeda atau ia berada dalam satu seksi, tapi merangkap dua peran di front dan middle office sekaligus. Level user juga bermasalah karena tak jarang semua pegawai di kantor tahu user name dan password yang digunakan oleh setiap komputer dan setiap pegawai.
Dalam preaction review, masalah muncul dengan kecenderungan mencantumkan rincian anggaran dengan batas atas dari setiap detil yang dibutuhkan sehingga yang terjadi adalah pemborosan anggaran dengan dalih penyerapan anggaran.
Dalam action accountability, masalah yang muncul adalah tidak semua pegawai pernah mendapat pelatihan service excellence, sehingga dalam praktiknya juga terjadi bias interpretasi atas pelayanan prima. Larangan merokok di lingkungan kantor juga kerap dilanggar dengan masih merokok di luar kantor yang masih kawasan kantor. Tidak ada sanksi yang tegas yang diterapkan pimpinan dalam hal ini.

Dalam teknologinya, keterbatasan terjadi pada CCTV yang dipasang. Keterbatasan itu ada pada memori yang digunakan sehingga penyimpanan atas kejadian-kejadian yang seharusnya menjadi arsip pun terbatas.
Dalam redundansi, masalah muncul dari kapasitas SDM. Tidak semua pegawai di KPPN memiliki kapasitas yang sama. Penambahan jumlah pegawai pada akhir tahun seringkali berasal dari Subbagian Umum yang tidak punya pengalaman dalam hal teknis pencairan dana. Sehingga yang kerap terjadi adalah bukannya membantu kelancaran pekerjaan, malah terjadi kesalahan dalam penerimaan SPM oleh pegawai tersebut.

Lomba Menulis Cerpen Rumah Kayu Group

 

Rumahkayu Group mengadakan Lomba Cipta Cerpen Nasional Bertema Bebas, yuk ikuti! GRATIS!!

Penerimaan Naskah dimulai 19 Mei 2015

Deadline: 18 Juni 2015
Pengumuman Pemenang : 09 Juli 2015

Pengumuman Naskah Lolos Seleksi : 02 Juli 2015
Pengumuman Pemenang Lomba : 09 Juli 2015

Cerpen bisa lahir dari mana saja, terutama dari masalah hidup. Banyaknya problematika kehidupan menjadikan hidup itu lebih menarik dan melahirkan banyak ide dan inspirasi. Ini saatnya Anda meramu segala yang ada di sekitar Anda menjadi sebuah karya yang berharga dan bermakna, apakah perkara cinta, keluarga, sekolah, persahabatan, dan sebagainya, apapun itu bisa menjadi ladang subur tempat Anda menggarap ide-ide luar biasa.

Continue reading Lomba Menulis Cerpen Rumah Kayu Group

Tujuh Buku yang Wajib Dibaca Pegawai Perbendaharaan

 

                Menjadi sederhana bukan berarti tidak menyisihkan waktu dan uang untuk membeli dan membaca buku. Hanya manusia bar-bar yang mengabaikan buku sebagaimana mal yang bar-bar kalau tidak punya toko buku dan koran yang bar-bar kalau tidak punya lembar sastra di dalamnya.

Apalagi yang penempatan di daerah-daerah, yang tidak tahu bagaimana cara membelanjakan uangnya selain untuk makan dan tiket pulang, mubazir sekali rasanya kalau uang cuma menumpuk di rekening dan menunggu berbunga setiap bulannya. Investasi pengetahuan tentu lebih baik dari pada investasi rumah. Tapi kalau ada yang mau kasih saya rumah, alhamdulillah.

Setidaknya ada 7 buku yang wajib dibaca pegawai Perbendaharaan untuk membunuh sepi, sambil melihat gunung, ombak di tepi pantai, atau merasakan angin semilir yang paham makna kesepian dari perantauan.

Trilogi 1Q84, Haruki Murakami

10357575

Tujuan beasiswa pegawai Kementerian Keuangan selain Australia adalah Jepang. Alasannya klise, dana untuk beasiswa-beasiswa itu berasal dari utang luar negeri, dengan kontribusi Australia dan Jepang. Nah, Haruki Murakami adalah salah satu penulis Jepang paling dahsyat yang pernah ada. Dengan membaca novel penulis Jepang, bisa jadi motivasi untuk berangkat ke Jepang itu semakin besar.

Di 1Q84, para pegawai Perbendaharaan bisa belajar dari Tengo yang jago matematika, berbadan atletis, tapi dianggap tak punya peran penting dalam kehidupan. Ayahnya hanyalah seorang penagih iuran saluran televisi. Dan selain mengajar les, kehidupannya hanya ada di dalam kamar.

Tengo dapat mengajarkan perasaan kesepian sesungguhnya, sambil mengenang cinta pertama yang entah di mana. Sehingga ketika ada yang merasa kesepian, ingatlah Tengo.

Itu sebelum Tengo bertemu Fuka-Eri. Fuka-eri menulis tentang kepompong dan orang kecil. Boleh jadi pegawai Perbendaharaan dianggap orang kecil, tapi boleh jadi juga sekarang ini Perbendaharaan masih seperti kepompong. Tapi, jangan jadi kupu-kupu. Karena kupu-kupu maksimal hanya hidup selama 40 hari.

Grotesque, Natsuo Kirino.

51xmyMydf3L._SY344_BO1,204,203,200_

Kalau 1 orang Jepang tak cukup untuk motivasi ke Jepang, tambahkan 1 orang Jepang lagi.

Natsuo Kirino mengajarkan bahwa nama itu tidak penting. Sampai akhir cerita, buku yang tebalnya cukup untuk menimpuk seseorang ini tidak menuliskan nama tokoh utamanya. Tokoh utamanya tidak cantik, tidak seksi, tidak menonjol di kelas, karirnya pun biasa-biasa saja. Ia hidup menjadi manusia pada umumnya, meski dikelilingi orang-orang yang istimewa, unik, sampai ambisus sekalipun.

Nah, barangkali ini bisa menghiburkan perasaan pegawai Perbendaharaan. Biar tidak dianggap, biar tidak dikenal oleh masyarakat luas, kita tetap bisa menjadi tokoh utama dalam cerita.

 

Lelaki Harimau, Eka Kurniawan.

wpid-img_20150228_051341

Sayangnya, jumlah lelaki harimaunya bukan tujuh. Kalau ada tujuh lelaki harimau, pasti sudah jadi judul sinetron.

Lelaki Harimau setidaknya berhasil menguliti sisi kebinatangan manusia yang sering bertindak tanpa berpikir, mengabaikan akal sehat pada segala bentuk persoalan.

Persoalannya dimulai dari seorang lelaki yang tak mau berkirim surat pada seorang perempuan. Mereka berdua orang tua Margio. Mereka berpisah karena sang lelaki hendak mamantaskan diri untuk menjadi pasangan sang wanita. Ketika berpisah, dan tak ada surat lagi, sang wanita dinikahi lelaki lain.

Margio mengajarkan kita betapa keutuhan keluarga itu penting. Peran seorang ayah dipadu peran seorang ibu dalam pertumbuhan dibutuhkan. Janganlah ada lagi pegawai-pegawai Perbendaharaan yang suaminya bekerja di mana, istrinya di mana, anaknya ikut kakeknya bila tidak mau sang anak berubah menjadi Lelaki Harimau.

 

4 Musim Cinta, Mandewi Puguh Gafur Pringadi

10984214_10152814673939794_8329987928236371049_n

Panjang sekali ya nama pengarangnya. Oh, tidak, novel itu ditulis oleh empat orang dan keempat-empatnya adalah pegawai Ditjen Perbendaharaan.

Sungguh terlalu sekali, jika keluarga sendiri yang menulis, tapi tidak dimiliki?

Novel ini berkisah mengenai lika-liku cinta dan kehidupan birokrat muda di Perbendaharaan. Keempat karakternya memiliki latar belakang daerah yang berbeda, penempatan yang berbeda, dan juga memiliki masalah-masalah yang berbeda. Subplot itu kemudian berada di bawah satu plot besar dalam pertanyaan apakah kita telah siap atas sebuah pilihan hidup yang telah kita ambil?

Pringadi meyakini tak ada yang salah dari perasaan. Tapi perasaan itu menjadi salah ketika ia sudah menikah, terlebih ia jatuh hati kepada Gayatri. Sementara Arga dan Gafur terlibat dalam cinta segitiga dengan seorang barista. Bagaimanakah kemudian mereka harus memilih, pada cinta atau persahabatan?

Sampai akhir, tak ada yang tahu siapa yang paling berbahagia di antara apa yang sudah terjadi, dan tak ada yang menemukan jawaban, kenapa Tuhan menciptakan kebahagiaan?

 

Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih, Pringadi Abdi Surya

the_diary_by_slawekgruca-d76z4aj

Apalah arti hidup tanpa puisi, barangkali seperti makan garam tanpa sayur.

Ini adalah buku kumpulan puisi yang ditulis Pringadi selama di Sumbawa Besar. Terlebih ia menulisnya di komputer KPPN, selama ia menjadi FO Pencairan Dana.

Ketika kita masih dan terus bersedih, puisilah obatnya. Puisi diyakini Pringadi dapat membuat orang tersenyum, jatuh cinta, merindu, dan mengobati luka demi luka akibat kesepian. Tapi puisi juga bisa menghadirkan kesepian paling sepi juga.

Hebatnya, buku ini tidak dijual di toko buku. Buku ini indie. Hanya bisa dibeli di penulisnya dan di Indie Book Corner

 

 

 

Itulah 7 buku yang wajib dibaca pegawai Perbendaharan!

 

 

 

Kafka di Tepi Pantai

Tentu sudah banyak yang membaca Dunia Kafka atau Kafka on The Shore milik Haruki Murakami ini. Karena itu aku tidak akan membahas novel ini.

Siapa tokoh paling menarik di novel ini? Aku suka Kolonel Sanders. Bukan Kafka Tamura ataupun Satoru Nakata.

Kemunculan Kolonel Sanders adalah kritik sekaligus satir terhadap kapitalis. Dia adalah pencetus salah satu restoran ayam goreng itu. Simbol kapitalis yang lain, semisal Coca Cola juga pernah digambarkan dalam sebuah film Korea yang menceritakan hubungan antara Korea Selatan dan Korea Utara. Ketika itu, Coca Cola dilarang masuk ke Korea Utara karena dianggap sebagai bentuk infiltrasi barat ke Korut.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Ketika aku kecil, Coca Cola dianggap sebagai minuman mewah. Pada saat lebaran, anak-anak berebut ke rumah orang-orang yang menyajikan Coca Cola, Sprite dan Fanta yang hanya dimiliki orang-orang berpunya. Sementara di tempat lain, hanya ada sirup orson atau minuman Sugus.

Continue reading Kafka di Tepi Pantai

Sayembara Penulisan Resensi 3 Novel

Pemenang 1: Rp 1.500.000,-
Pemenang 2: Rp 1.000.000,-
Pemenang 3: Rp 500.000,-
Pemenang 4: Paket Buku dari Penerbit Exchange
Pemenang 5: Paket Buku dari Penerbit Exchange

Ketentuan dan Persyaratan:

1. Peserta bisa memilih 1 dari 3 judul novel yang hendak diresensi: 4 Musim Cinta, ToBa Dreams, dan A Girl Who Loves A Ghost.
2. Tidak ada batasan panjang resensi.
3. Resensi diunggah di blog/website pribadi peserta atau di akun media sosial peserta seperti FB, Goodreads, Kompasiana, dll. dengan menampilkan kover buku yang diresensi.
4. Peserta boleh membuat lebih dari 1 resensi.
5. Yang dinilai hanyalah kualitas konten resensi.

Kirimkan email berisi link resensi Anda dan biodata Anda ke: ptkaurama@gmail.com, cc: bunda_laksmi@yahoo.com dan fiksiexchange@gmail.com, paling lambat 25 Mei 2015. Cantumkan tulisan “Sayembara Resensi 3 Novel” di judul email.

Pemenang akan disiarkan di situs Penerbit Exchange  dan via email peserta pada 05 Juni 2015.

 

Info novel

4 Musim Cinta, Harga Rp59.500,-

Toba Dreams, Harga Rp49.500,-

A Girl Who Loves The Ghost, Harga Rp80.000,-

Bisa didapatkan di toko buku di Indonesia

atau pemesanan langsung ke 085239949448.

Insurgent dan Dunia Kecil Kita

 

 

Pemberontakan Tris berlanjut. Bakda penyerangan terhadap Abnegation, atas perintah dan rekayasa Jeanine, Tris dan Four harus terus melarikan diri, mencari faksi Dauntless yang lain, untuk melakukan pembalasan terhadap Jeanine.

Jeanine sendiri mencari kotak pesan sang pendiri, yang ditemukan di rumah keluarga Tris. Kotak pesan itu hanya bisa dibuka oleh seorang Divergent. Jeanine memulai pemburuan terhadap para Divergent. Ternyata, tidak setiap Divergent itu sama. Butuh seorang Divergent yang spesial yang dapat membuka kotak itu.

Seperti di film pertama, Divergent, dunia dibagi menjadi beberapa faksi: Dauntless, Erudite, Abnegation, Condor dan Amity. Mereka percaya faksi tersebut ada untuk menjaga kedamaian. Mereka juga percaya merekalah kaum manusia yang tersisa. Mereka berada dalam sebuah wilayah di dalam dinding. Dunia di luar dinding adalah dunia yang dipercayai penuh dengan ancaman bagi kemanusiaan.

Pola cerita seperti juga dapat ditemui di film The Maze Runner. Sekelompok pemuda terkurung di dalam suatu tempat. Pada waktu tertentu, pintu akan terbuka dan terhampar labirin mengelilingi tempat itu disertai monster. Bedanya, mereka percaya bahwa di balik labirin itu ada jalan keluar.

Jalan keluar itu menjadi solusi di Insurgent. Kotak pesan para pendiri yang ingin dibuka Jeanine tidak menyingkap fakta mengencai ancaman para Divergent, malah justru sebaliknya. Pendiri kota mengatakan bahwa keberadaan faksi adalah sebuah eksperimen untuk melahirkan Divergent, yang dapat melampaui semua faksi yang ada. Karakter Divergent dianggap dapat menyelematkan umat manusia, sebuah harapan baru bagi kemanusiaan. Divergent 100% itu ada para diri Tris.

Sementara di The Maze Runner, jalan keluar, menyingkap fakta lain. Dunia di luar labirin adalah dunia yang kacau. Mereka menjadi eksperimen di dalam tempat tersebut juga untuk mencari solusi kemanusiaan.

Di Insurgent, fakta yang sama juga disiratkan ketika di akhir cerita, Jeanine berkata, “Apa yang  kita ketahui tentang dunia di luar tembok sementara sudah 200 tahun berlalu sejak sistem ini didirikan?”

Di situ aku pun bertanya-tanya, tentang keberadaan manusia. Kita beribu tahun percaya, kita adalah manusia satu-satunya di alam semesta. Kita hidup di suatu tempat bernama bumi, dilingkupi atmosfer yang memisahkan kita dengan luar angkasa. Ada keinginan untuk menembus langit dan sampai kini, misi demi misi baru mengantarkan manusia bermimpi ke Mars. Sementara ada banyak galaksi lain di alam semesta.

Jangan-jangan kita ini seperti Divergent. Ditempatkan di suatu tempat, sengaja dibagi beberapa faksi, terisolasi dan dibuat percaya kitalah manusia satusatunya di alam semesta, tahutahu hanya sebagai sebuah eksperimen untuk kemudian melahirkan manusia yang mampu melampaui faksi yang dibikin di awal itu.

Menurut kamu?